Hari itu dimana aku salah memilih dan bersikeras walau orang tua ku melarang dan memperingatkan atas apa yang ku pilih.
aku hidup dengan status baru sebagai seorang istri, dimana aku harus selalu berusaha menutupi apa yang ku rasakan.
Hingga dimana hidup ku bagai di ujung jurang neraka yang menjelma di dalam bumi,
rasa ingin mengakhiri waktu untuk diriku sendiri.
sayang Tuhan masih baik mengirimkan perantara untuk hidup ku.
hari hari ku masih dengan segala pertanyaan hingga ayah ku datang ke rumah ku dengan seribu misteri jawaban.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ganendra Badrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Chandra
Dua tahun berlalu tanpa ada ketegangan yang menjadikan beban hidup satu sama lain, semua berjalan sesuai alur takdir yang tidak bisa di pungkiri dimana susah maupun senang, sedih ataupun bahagia tetap sama dengan yang di tuliskan Sang Pencipta.
Baik dan buruk nya seseorang akan mendapatkan balasan sesuai ketentuan karma yang berlaku, Chandra yang terbukti bersalah pun mendapat sambutan hukum dan harus menerima nya.
Tidak bisa lagi mengubah suratan takdir nya sendiri, keangkuhan diri yang selalu menjadi masalah dalam setiap hidup umat manusia.
Chandra pun seperti mayat yang hidup, tubuh nya bergerak dan bernafas tapi tidak dengan jiwa nya.
jiwa nya tersesat membuat kewarasan nya hampir hilang timbul.
Hanya penyesalan yang menemani nya di dalam jeruji besi yang tidak bisa di bela oleh siapapun kecuali keluarga mantan kekasih yang mengadukan perlakukan nya pada yang berwajib.
Kesehatan nya pun mulai surut tidak bergairah untuk hidup, keluarga nya seperti tidak mengingat seorang chandra ada, merasa iri melihat teman se ruangan nya jika keluar ke ruangan tempat bertemu dengan sanak keluarga.
"arrghhhhhhh kenapa kalian melupakan aku, setelah apa yang aku berikan selama ini aku selalu mendahulukan kalian"
teriak chandra dengan batin frustasi, sampai salah satu teman di dalam sel memaki nya. "Berisik kau manusia tidak berguna" ya di dalam sel pun chandra hanya anak bawang yang melayani mereka.
Pukulan demi pukulan, bahkan harus menerima pelecehan seksual dari teman di dalam sel yang menyukai sesama jenis.
Hancur tidak ada yang tersisa untuk di perbaiki hanya iman nya yang bisa di perbaiki untuk bertaubat, merenungi semua kesalahan dan mau berubah menjadi manusia yang terlahir dengan hati yang baru.
Setelah sekian lama bunga tidak mendapat kabar tentang keluarga chandra, kini bunga mendapat telepon dari penjaga penjara memberi kabar tentang kondisi chandra yang mulai menurun.
Gadis itu pun pernah menitipkan pesan yang di setujui dua orang tua nya dan kekasih nya untuk menghubungi mereka kalau salah satu di antara chandra dan kristi terjadi sesuatu saat keluarga mereka tidak bisa di hubungi.
"Baik pak kami nanti kesana untuk melihat" bunga menunggu revo datang menjemput untuk melihat keadaan seperti apa yang di beritahu kan pada diri gadis itu.
Menunggu hampir dua jam, mereka bertiga pergi berkunjung melihat kondisi chandra, pak dayat yang masih setia bekerja sebagai supir untuk keluarga banu menemani nya atas permintaan gadis itu.
"Bapak, nanti ikut ke dalam aja ya jangan nunggu di luar kita sama sama" pinta nya yang memang tidak pernah memperlakukan pak dayat seperti pekerja nya
Gadis itu selalu memperlakukan pak dayat kayak nya manusia yang mempunyai perasaan dan pikiran, sering kali ketika pergi hanya di temani lelaki berkepala lima itu bunga yang mengendarai mobil nya bergantian.
Sampai mereka di tempat dimana chandra di beri pertolongan pertama rumah sakit yang ada di dalam rutan tempat chandra di tahan.
"Bagaimana pak, apa yang sudah terjadi?" tanya nya pada salah satu petugas polisi yang mengawal tahanan yang sedang di lakukan pengecekan kesehatan.
"Selamat siang Pak, Mbak, Mas. selama beberapa hari kondisi nya memperihatinkan suhu tubuh nya panas dan pucat sampai tadi ketika waktu jam makan siang dia hanya meringkuk menggigil"
"Lalu apa keluarga nya sudah di beri kabar?"
"Sudah di hubungi tapi tidak ada respon menjawab panggilan telepon yang kami lakukan, dan sering terjadi setahun ini, sering sakit dan berkelahi dengan beberapa orang yang di dalam sel juga"
Setelah mendengar penjelasan yang di sampaikan petugas polisi gadis itu menatap pak dayat, untuk meminta saran sebagai orang yang lebih tua dari diri nya.
Pak dayat merasa iba dengan chandra orang yang pernah membuat nya terfitnah karena kecelakaan waktu lampau, "Tunggu dokter yang lagi periksa aja non, bagaimana pun salah nya non pernah berhubungan baik dengan dia"
Revo pun tersenyum dengan jawaban yang di berikan pak dayat mewakili banyak pikiran yang akan menjadikan hati keras karena egois kesalahan seseorang, menggenggam erat tangan gadis itu menyakinkan semua baik baik aja.
Dokter pun keluar menghampiri petugas polisi yang sama menunggu di depan pintu, wajah nya lesu mungkin bingung harus memberi tahu kabar yang mana dulu.
"Pak, seperti nya pasien mengalami depresi dalam dan asupan makanan dan minuman yang kurang setiap hari nya, lalu ada tulang retak di rusuk nya itu yang membuat nya menahan sakit berhari hari, untuk hasil darah kami masih menunggu dari laboratorium setengah jam lagi"
"Terima kasih dok, saya akan menunggu nya disini, untuk kondisi nya sekarang bagaimana? Apakah demam tinggi nya sudah menurun? Dan pendarahan di bagian anus nya"
Mata gadis itu terbelalak melebar mendengar kalimat yang di tanyai ke pada dokter yang memeriksa chandra, tangan nya menarik kekasih nya meremas jari jari dengan ekspresi wajah bingung.
"untuk demam saya sudah memberi nya obat penurun panas, bisa di karenakan menahan rasa sakit yang bersamaan sampai imun tubuh nya sangat buruk mengakibatkan demam tinggi, pendarahan nya masih dalam pemeriksaan laboratorium juga sama dengan hasil darah, kita tunggu saja saya pamit memeriksa pasien yang lain"
Dokter cantik itu pun berlalu pergi kembali ke dalam bersama dengan rekan nya seorang dokter juga, pak dayat menghampiri petugas polisi yang terlihat dengan wajah tenang menjalankan tugas nya.
"Maaf pak polisi, saya mau bertanya pendarahan di bagian anus apa begitu parah?"
"Sebenar nya ini sudah tiga bulan terakhir tapi ini paling parah, chandra sering mengaduh menahan sakit, sering kedapatan celana nya ada bercak darah ketika di tanya dengan petugas lain dia hanya menjawab ada ambeien habis BAB"
"Walah, saya juga ada ambeien pak tapi ngak sampai seperti itu si malah ambeien saya sudah parah"
"Kita tunggu hasil nya saja ya setengah jam lagi"
Bunga mengajak mereka untuk pergi ke kantin sambil menunggu hasil laboratorium yang belum keluar, banyak asumsi yang memenuhi pikiran nya tapi sungkan berbicara di depan petugas polisi.
Gadis itu berbasa basi mengajak petugas polisi itu untuk pergi ke kantin sambil menunggu hasil, karena tau petugas itu tidak bisa beranjak dari tempat nya langsung menolak nya secara baik.
Mereka pergi meninggalkan ruang tunggu itu, semua pikiran nya di luapkan saat berada di dalam kantin tidak ada yang di simpan dalam pikiran nya sendiri.
"Kok aku mikir nya si chandra sering menjadi korban pelecehan seksual sesama jenis ya"
"Betul non, bapak juga mikir nya begitu, ngak mungkin ambeien bisa sampai berdarah dalam waktu yang lama, paling juga beberapa menit habis buang air besar, duduk nya aja yang susah"
"loh bapak beneran ada ambeien? Bisa sembuh?" revo yang sejak tadi hanya menyimak semua percakapan karena tidak mau mendahului antara gadis nya dan pak dayat yang lebih mengenal chandra.
"Bisa den tapi harus operasi kata nya, tapi bapak bingung kemana ya keluarga nya si beleguk itu kok bisa ngak peduli padahal selama sidang mereka selalu keras hati bela mati matian"
"Entah pak saya juga bingung mungkin sudah malas kali uang mereka merasa di habiskan mengurus si chandra, padahal selama ini anak itu selalu mendahului permintaan keluarga nya, maka nya bisa gelap mata begitu"
"Kasian sekali ya chandra non, tapi tetap aja dia harus menanggung atas kesalahannya karena lewat diri nya melakukan kesalahan itu"
Suasana hening di antara mereka tidak ada lagi percakapan membahas chandra sambil menunggu waktu, mereka meminum kopi yang di sudah pesan untuk mengisi waktu dan menenangkan segala asumsi masing masing.
Memang tidak mudah berada di sel jelas ekonomi akan di campur dengan berbagai macam jenis manusia jahat dengan segala kesalahannya dan hukuman.
Hanya mereka yang memiliki jaminan bisa ada di dalam sel dengan fasilitas atau binaan khusus, selama di dalam lapas berarti memang Chandra tidak di jaminkan keluarga nya sampai harus bercampur dengan banyak kasus lain di dalam sel.