NovelToon NovelToon
Legenda Arka Yudistira

Legenda Arka Yudistira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sastra Aksara

Turnamen Peringkat Langit baru saja dimulai. Di hadapan para penguasa Alam Tiran, Arka Yudhistira melangkah ke arena bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai naga yang tengah terjaga.
​Di antara bayang-bayang Ratna, Citra, dan kesetiaan Larasati, Arka siap mengguncang tatanan dunia. Panggung telah siap, pedang telah terhunus, dan sejarah baru akan segera ditulis.
​Inilah awal dari...
​LEGENDA ARKA YUDHISTIRA
​Biarkan dunia bersujud pada sang naga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sastra Aksara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

​“Ratna? Dia datang ke sini?” Arka terkejut.

​“Mhm,” Banu mengangguk. “Kakak bilang, mungkin benda-benda ini sudah tak terlalu kau perlukan lagi sekarang. Tapi membawanya juga tak ada gunanya bagi dia, jadi ia menyuruhku memberikannya padamu.”

​Sesuatu dari Ratna?

​Arka mengangkat cincin itu dan memeriksa isinya dengan saksama. Di dalam ruang penyimpanan yang luas, hanya terdapat tiga benda.

​Sebuah inti energi dengan aura pekat milik Binatang buas Alam Bumi; sebongkah kristal ungu seukuran kepalan tangan yang berkilau mistis; dan di dalam botol giok, terdapat sebatang tanaman aneh dengan tujuh helai daun panjang yang memancarkan cahaya tujuh warna...

​Rumput Permata Tujuh Langit!

​Jantung Arka bergetar hebat. Ketiga benda itu adalah bahan-bahan langka yang pernah ia sebutkan kepada Ratna di masa lalu—bahan yang mampu menyembuhkan jalur energi yang hancur.

​“Sudah berapa lama Ratna pergi?” tanya Arka tergesa.

​“Baru saja. Kau mau—” Belum sempat Banu menyelesaikan kalimatnya, Arka telah melesat seperti hembusan angin, menghilang di kegelapan malam.

​Arka mengikuti sisa-sisa aura dingin yang tertinggal di udara. Tak lama kemudian, sosok anggun berbaju putih salju muncul di kejauhan.

​“Ratna!” seru Arka.

​Ratna menghentikan langkahnya dan perlahan berbalik. Ia tampak sama sekali tidak terkejut melihat Arka mengejarnya. Mata indahnya tenang, suaranya lembut namun jernih. “Ada urusan apa kau mencariku?”

​“Ratna... aku ingin bertanya. Surat nikah yang waktu itu kuserahkan padamu... apakah masih ada?”

​Ratna menyentuh cincin di jarinya. Selembar kertas yang tersimpan rapi dalam pelindung kristal bening muncul di tangannya. Dengan satu gerakan ringan, ia melayangkannya ke arah Arka.

​Itu adalah surat nikah mereka—utuh tanpa cacat sedikit pun.

​Perasaan tak terlukiskan memenuhi dada Arka. Mungkin surat itu bukan bukti bahwa Ratna mencintainya, namun setidaknya, Ratna telah menjaga martabat pernikahan mereka sekuat tenaga selama ini. Ia menunaikan bagian paling sakral dari kewajiban seorang istri.

​“Waktu itu kau belum memiliki kekuatan untuk menjaganya, maka kau menyerahkannya kepadaku. Kini kau sudah cukup kuat untuk melindunginya sendiri. Maka kukembalikan,” ucap Ratna pelan.

​“Lalu... kau ingat apa yang kukatakan saat menyerahkannya?” Arka tertawa kecil, sedikit getir. “Aku berkata, ‘Jika kau masih ingin menjadi istriku, jagalah. Jika kau ingin kebebasan, hancurkan.’ Sejujurnya, hari itu aku yakin kau akan menghancurkannya agar kau bisa masuk ke Padepokan Awan Beku tanpa beban. Mengapa kau justru menjaganya?”

​Ratna menatap lurus ke depan. Dalam satu setengah tahun di Padepokan Awan Beku itu, seluruh auranya telah berubah. Dulu, sorot matanya dingin namun masih menyimpan sedikit kepolosan. Kini, dinginnya telah berubah menjadi kesunyian yang dalam—tenang seperti permukaan danau yang membeku.

​“Aku tidak dapat menjawab,” katanya lembut.

​“Mengapa?”

​“Apa yang kupikirkan waktu itu... telah kulupakan. Mungkin karena takdir kita memang belum berakhir.”

​Mendengar kata-kata itu, Arka merasa sesak. Dulu, Ratna seperti bunga teratai es di puncak gunung yang ingin ia taklukkan. Namun kini, ia seperti bulan purnama di langit biru—tetap sempurna, tetapi begitu jauh hingga mustahil digapai.

​Tempat terkutuk itu benar-benar merusak hati manusia! batin Arka geram. Padepokan Awan Beku melatih para muridnya untuk membuang hasrat duniawi, mengubah mereka menjadi makhluk tanpa emosi.

​“Terima kasih telah mencarikan bahan-bahan ini,” ujar Arka menenangkan diri. “Bahkan bagi padepokanmu, mengumpulkan ketiganya bukan hal mudah.”

​“Tidak perlu berterima kasih,” jawabnya ringan. “Dibandingkan bantuanmu membuka seluruh jalur energiku dulu, ini bukan apa-apa.”

​“Membuka jalur energimu hanya membuatku berkeringat sedikit. Sedangkan yang kau lakukan...” Arka tersenyum tipis. “Tapi benar, antara suami dan istri, tak perlu kata terima kasih.”

​Ratna terdiam. Malam semakin larut, bulan menyinari sosoknya, membuatnya tampak seperti dewi yang turun ke bumi. Arka menarik napas perlahan, mencoba meredam degup jantungnya.

​“Bolehkah aku mengajukan beberapa pertanyaan?”

​“Silakan.”

​“Di Padepokan Awan Beku... apakah kau hidup dengan baik?”

​“Sangat baik. Semua orang memperlakukanku dengan baik.”

​“Bagus.” Arka mengangguk. “Pertanyaan kedua. Sejak dulu aku ingin tahu. Saat kita menikah di kampung halaman... sebenarnya kau berada di tingkat apa?”

​Kali ini, Ratna tidak menghindar. “Pada usia dua belas tahun, aku bertemu Guru. Usia tiga belas, aku menembus Alam Roh. Empat belas tahun, aku masuk ke Alam Sejati. Saat menikah denganmu di usia enam belas... aku sudah berada di puncak Alam Sejati. Sama seperti tingkatmu sekarang.”

​Arka terdiam. Jantungnya bergetar hebat menyadari betapa hebatnya bakat wanita di depannya ini.

Arka terdiam lama. Hatinya dipenuhi gelombang keterkejutan yang belum juga mereda.

​Sejak awal, ia memang meyakini bahwa kekuatan batin Ratna bukan sekadar berada pada tingkat sepuluh Alam Roh. Namun, ia hanya menduga bahwa kekuatannya paling tinggi berada di awal Alam Sejati. Ia sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa Ratna saat itu ternyata telah mencapai puncak Alam Sejati—tingkatan yang sama persis dengan dirinya sekarang! Bahkan, ia hanya selangkah lagi untuk menembus Alam Bumi.

​Hal semacam itu mustahil terlintas dalam benaknya pada masa itu. Di kota kecil seperti Kota Tirta Awan, seseorang yang mampu mencapai tingkat itu pada usia enam belas tahun bukan lagi sekadar legenda; itu adalah sesuatu yang melampaui mitos. Tak heran jika Padepokan Awan Beku memilih Ratna. Bakat alaminya ternyata sedemikian menakjubkan.

​“Jadi begitu rupanya. Sepertinya Gurumu khawatir kekuatanmu terlalu mencengangkan, sehingga beliau menggunakan suatu metode untuk menyembunyikannya agar kau tampak seperti pendekar biasa. Benar begitu?”

​Ratna mengangguk pelan.

​“Pertanyaan ketiga.” Arka menatapnya lurus, tatapannya kini mengandung desakan emosi yang dalam. “Selama kau berada di Padepokan Awan Beku… pernahkah, walau hanya sesekali, kau memikirkanku?”

​“……”

Ratna terdiam. Beberapa saat kemudian, ia berbalik dan berkata lembut, “Hari sudah larut. Besok masih ada pertandingan. Sebaiknya beristirahat lebih awal. Aku juga harus kembali.”

​Setelah mengucapkan itu, tanpa menunggu jawaban Arka, ia melangkah pergi dengan ringan. Jubah putihnya berkibar lembut, dan sosoknya menjauh dengan cepat… tanpa sedikit pun keraguan.

​Arka tidak mengejarnya. Ia menarik napas dalam-dalam, lalu berseru cukup keras agar suaranya menembus kesunyian malam, “Besok, aku pasti akan masuk ke babak tiga puluh dua besar! Jika kita bertemu di gelanggang, aku harap kau tidak menahan diri terhadapku!”

Suaranya menyebar perlahan, namun bayangan Ratna telah lenyap ditelan kegelapan.

......................

Hari keenam Turnamen Peringkat Langit—hari terakhir babak kedua penyisihan grup.

​Tatapan mayoritas penonton tertuju pada Arka. Semua orang ingin menyaksikan sejauh mana “kuda hitam” tingkat monster ini mampu melangkah. Sejak sepuluh kemenangan beruntun kemarin, akankah Arka terus melanjutkan rentetan kemenangannya?

1
Jojo Shua
👍👍
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🔥
Jojo Shua
🥛
Jojo Shua
🔥🔥🔥
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
🔥🔥🔥
Jojo Shua
✅️✅️
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
🫰
Jojo Shua
🥛
Jojo Shua
🔥🔥
Jojo Shua
👍
Jojo Shua
☕️
Jojo Shua
🫰✅️
Jojo Shua
🫰☕️
Jojo Shua
☕️
Jojo Shua
✅️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!