NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:63.2k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik (29) memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena (25) yang bernama Kalani Gianna (27), hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin (30) yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Kencan buta dimulai lima menit lagi. Seraphina sudah tiba di kafe pelangi. Suara mesin kopi terdengar. Aromi kopi menyebar kemana-mana. Mengalirkan sedikit ketenangan pada jiwa Seraphina yang saat ini sedang dilanda kegelisahan.

Apakah langkahnya sudah benar?

Terus terang, dia masih bimbang dengan keputusan yang sudah dia ambil.

"Seraphina?"

Seorang pria menyapa. Seraphina reflek mengangkat kepalanya.

"Anda... siapa?" tanya Seraphina.

"Teman kencan buta mu," jawab pria dengan bola mata berwarna hazel itu.

Dia duduk tanpa dipersilakan. Memesan kopinya sendiri dengan penuh percaya diri lalu memusatkan fokusnya pada Seraphina.

"Kau bukan dia," kata Seraphina. Dia baru saja mencocokkan wajah pria yang akan dia temui dengan pria yang kini sedang duduk didepannya.

"Maksudnya?"

"Kau bukan Simon."

"Memang bukan," jawab Noah. "Aku Noah, pria yang menggantikan Simon hari ini."

"Kenapa Simon harus digantikan?"

"Mungkin, dia berubah pikiran?" Noah mengangkat bahunya. "Tenang saja! Aku jauh lebih tampan dan kaya dibanding Simon. Jadi, kau tak akan rugi."

Apa yang harus Seraphina katakan? Pria ini terlihat aneh. Bahkan, pakaiannya saja terlihat begitu santai untuk ukuran pria yang benar-benar niat untuk melakukan kencan buta.

"Apa pekerjaan mu, Noah?" tanya Seraphina.

"Hanya berbisnis ini dan itu," jawab Noah.

"Kerja serabutan rupanya," gumam Seraphina dalam hati.

"Berapa penghasilan mu sebulan?"

"Tidak tentu."

"Fix. Benar-benar cuma kerja serabutan."

"Punya tempat tinggal?"

"Ya, ada beberapa."

"Ah, gelandangan? Atau... Pindah-pindah kontrakan? Atau jangan-jangan cuma numpang di kost-an teman?" Lagi, Seraphina bergumam didalam hatinya.

Perempuan itu reflek memijit ujung pelipisnya. Tidak bisa! Walaupun dia ingin menikah dalam waktu cepat tapi dia juga tak akan menikah dengan pria seperti Noah.

Masa depannya tidak jelas. Seraphina tidak mungkin menghidupinya terus, kan?

"Maaf, sepertinya kita tidak cocok, Tuan Noah," kata Seraphina.

Uhuk!

Kopi yang sudah berada didalam mulut Noah kembali menyembur keluar. Hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit, dia sudah ditolak.

"A-apa yang membuatmu merasa jika aku tidak cocok?" tanya Noah. "Aku ini sangat tampan. Aku juga kaya raya." Dia protes dengan keras. Harga dirinya terluka karena baru kali ini dia ditolak oleh seorang wanita.

"Kaya raya katanya?" Seraphina tertawa kecil. "Sepertinya, pria ini punya gangguan delusi yang parah."

"Justru karena Anda terlalu tampan dan kaya raya makanya saya menolak," jawab Seraphina. Dia berusaha memberi jawaban yang tidak menyinggung perasaan Noah. "Saya terlalu biasa untuk Anda yang terlalu luar biasa."

Speechless.

Noah tidak tahu harus mengatakan apa untuk membalas ucapan Seraphina. Jadi, tampan dan kaya raya juga sebuah dosa?

Wah, Noah benar-benar tidak terima.

"Seraphina, kau..."

"Bisa pergi sekarang? Waktunya sudah habis."

Noah tertawa sumbang. Dia mengeluarkan sebuah kertas bertuliskan nomor 2 dari balik saku jaket jeans yang dia kenakan.

"Aku pria nomor dua."

Mata Seraphina melotot. Bagaimana mungkin, pria ini juga menggantikan si pria nomor dua?

"Kau juga menggantikan Arian?"

"Ya," jawab Noah. "Jadi, cepat jelaskan kenapa kau menolak pria seperti ku?"

"Bukannya, tadi aku sudah bilang?"

"Alasanmu terlalu klise. Aku tidak terima."

Seraphina menghela napas kasar. "Lebih baik Anda pergi. Pria ketiga akan segera datang."

Tak!

Noah mengeluarkan kartu bertuliskan angka 3.

"Aku pria nomor tiga."

Rahang Seraphina nyaris menyentuh lantai. Bagaimana mungkin, pria ini bisa menggantikan tiga orang sekaligus? Apa mereka satu tongkrongan?

"Empat."

"Aku."

"Lima."

"Aku lagi."

"Enam?"

"Aku juga."

Dan, begitu terus hingga sampai ke pria urutan 12. Semuanya hanya ada satu orang. Noah.

"Kau tidak punya pilihan lain selain diriku, Seraphina!"

Seraphina mengambil tasnya. Dia berdiri dan hendak pergi meninggalkan tempat itu.

"Masih ada hari esok. Aku akan kencan buta lagi."

Seraphina mulai melangkah pergi. Namun, suara Noah yang cukup keras berhasil menghentikan langkahnya.

"Sayangnya... yang besok akan kau temui masih aku. Besoknya lagi juga begitu."

Perempuan itu menghela napas kasar. Dia memutar bola matanya kesal.

Dia pun kembali berbalik dan menghampiri pria bermata hazel yang memang sangat tampan itu.

"Apa yang sudah kau lakukan? Apa kau menyabotase semua kencan butaku?" Seraphina tiba-tiba mencengkram kerah kaos yang dikenakan Noah. "Siapa yang menyuruhmu? Kalani atau Arsenio?"

Noah memperhatikan dengan seksama ekspresi wajah Seraphina. Perempuan itu dipenuhi kemarahan saat mengungkit dua nama yang tidak terlalu asing di rungu Noah.

Ya, Noah sudah menyelidiki semuanya. Baik itu tentang masa lalu Seraphina sampai masa sekarang. Dan, di masa depan, dia akan memastikan jika dirinya juga akan ikut terlibat dan memiliki peran paling penting dalam kehidupan perempuan itu.

"Aku bukan suruhan siapa-siapa. Aku datang kemari murni karena ingin kencan buta. Kau ingin menikah, kan?" tanya Noah. "Sama. Aku juga."

"Kenapa harus aku?" tanya Seraphina.

"Karena kau punya kesamaan denganku. Kau juga ingin memberontak."

Senyuman pria itu terlihat begitu bebas dan liar. Tatapan matanya tak sedikitpun menunjukkan keraguan.

"Ayolah, Seraphina!" Noah perlahan melepaskan tangan Seraphina dari kerah kaosnya. "Hanya aku satu-satunya partner yang paling cocok untuk melakukan pernikahan kontrak."

Deg.

Mata Seraphina sedikit melebar. Sejak awal, pria ini sepertinya sudah menyelidiki dirinya.

"Kau... sudah menyelidiki ku?" tanya Seraphina.

"Untuk mencari partner yang sesuai memang harus melakukan penyelidikan secara menyeluruh, Nona Maherza,"jawab Noah.

Seraphina memperhatikan penampilan Noah dari atas ke bawah. Dari penampilan pria ini, Seraphina merasa sedikit ragu.

Noah bukan sindikat penipu, kan? Bukankah, akhir-akhir ini sering ada penipuan berkedok kencan buta?

"Maaf!" Seraphina menarik tangannya dari genggaman Noah. "Aku tidak akan menikah dengan penipu seperti Anda. Permisi!"

Seraphina buru-buru kabur dari sana. Dia harus cepat-cepat melarikan diri sebelum tertipu dengan kata-kata Noah yang sialnya terdengar begitu bisa dipercaya.

"Sindikat penipu seperti dia memang pandai bermain kata-kata, Sera. Jangan percaya. Jangan percaya!" gumam Seraphina kepada diri sendiri.

Kebetulan, dia berpapasan dengan Marco di depan pintu kafe. Pria itu tampak mengernyitkan alisnya.

"Sindikat penipu?" gumamnya dengan perasaan yang mulai tak enak.

Dan, benar saja. Begitu sampai didalam kafe, Marco langsung disambut dengan tatapan menyeramkan Noah.

"Astaga, iblis ini kenapa lagi?" gumam Marco yang sedikit berjingkat kaget. Dia mengelus dadanya. Berusaha menenangkan debaran jantung yang tadi sedikit meningkat.

"Sobat, kau kenapa?" tanya Marco.

Noah menoleh. "Aku ditolak," jawabnya.

"A-apa!? Bagaimana mungkin?"

"Semua ini gara-gara pakaian sialan ini," jawab Noah.

Dia melepas jaketnya. Kemudian kaosnya. Lalu, dia membuka ikat pinggang dan terakhir hendak membuka celananya.

Beruntung, Marco dengan cepat mencegah sebelum dia benar-benar menurunkan celananya.

" Hei, Hei, aku mau apa?" Marco memegang celana Noah dengan erat agar tidak melorot ke bawah. "Kau benar-benar sudah gila, ya? Apa kau mau telanj@ng di tengah banyak orang seperti ini? Otakmu ditaruh dimana, sih?" omel Marco.

"Kau yang memilihkan outfit sialan ini untukku. Padahal, sudah ku bilang untuk pakai jas saja tapi kau bilang itu terlalu mengintimidasi. Hasilnya, apa? Aku malah dituduh jadi sindikat penipu berkedok pernikahan!" Noah berteriak kesal.

"Siapa suruh kau meminta bantuan pada laki-laki yang belum pernah kencan buta, bodoh!?"

Hening sejenak. Tak lama suara Noah kembali terdengar.

"Wah, sekarang kau berani mengatai atasanmu, bodoh? Begini-begini, orang bodoh ini yang membayarkan gajimu," teriak Noah.

"Kau memang harus membayar gajiku karena aku sudah bekerja keras untukmu."

"Kamu sudah berani melawan, ya?"

"Hahaha, kenapa aku harus takut pada bocah tantrum sepertimu?"

Keduanya langsung terlibat pertengkaran sehingga keamanan kafe terpaksa turun tangan.

1
Rahmawati
matahari terbitnya itu maksudnya sera ya.
semoga sera dapet pria yg mencintainya dengan tulus
Rahmawati
apa sera beneran anak kandungnya,, kok perlakuannya beda bgt
Rahmawati
sera mending pergi aja, gk ada yg saya sm km
Rahmawati
wow, masak lebih bela mantan daripada istri sendiri
Rahmawati
baru baca, menarik🥰
Yatun NabaNabi
menggatalah dia,
hihhhhh dasar ulat bulu
Aidil Kenzie Zie
dasar jalang nggak bisa liat yang bening dikit 😡😡😡
partini
tuh betul kan menggatal lagi OMG ga sadar diri lobang udah kaya terowongan Casablanca 🤦
Noah do something lah yg ekstrim ga usah bilang ke Sera dia terlalu lemah lembut kaya lelembut no good
Ma Em
Heran dgn si Kalani apa saja yg Sera punya selalu saja ingin merebutnya pertama Arsen pacar Sera direbut kedua Kaivan sdh direbut juga sekarang Noah mau direbut juga tapi mana mungkin Noah Sudi pada Kalani , Sera tunjukan pada kedua orang tuamu juga kakakmu bahwa hdp Sera jauh lbh baik dan bahagia tinggal bersama Noah agar Kalani nanti bisa mati berdiri karena hatinya yg kotor selalu iri pada Seraphina .
Arieee
si kalani gatallllllll👎
Riri DH
Sera bakal jadi istri yg ga akan marah kalo Noah simpen handuk basah diatas kasur. Soalnya dikasih uang jajan lebih dari 200 jt😂
EkaYulianti
si gatal sedang bermimpi🤣
Turi77 Turi77
ini cewe bnr"gila semua lki yg jdi ipar nya di minta seperti barang saja, apakah Noah akan seperti kaivan jga
ryuka
diihhh beneran gila si kalani.. untung noah pintar ga kaya kaivan 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ryuka
nunggu moment kaivan tersadarkan dari kebodohan nya milih batu kerikil 🤭🤭🤭🤭🤭
Vie
kalau itu terjadi... mari kita tertawa berjamaah ya Sera 🤣🤣🤣🤣🤣🤣 sekali2 tidak apa2 kali tertawa diatas penderitaan orang lain... 🤭🤭
Vie
nah rasain kan malu seumur hidup kamu lani... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Vie
kamu memang benar2 bodoh ternyata.... nanya uang siapa dan dari mana? kamu amnesia ya? kan Sera udah nikah dengan suami kaya raya, jadi ngapain kamu terus mempermalukan dirimu sendiri lani... 🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️ yang jelas, sekarang Sera bisa membeli apapun yang dia mau, tidak seperti kamu yang sepertinya sebentar lagi akan berakhir dengan malu... 🤭🤭🤭🤭
Vie
ya biarin aja kamu kuras dompetnya Kaivan, nanti Kamu sendiri yng sengsara kalau uang Kaivan sampai habis... kamu mau makan apa kedepanya... terus skrng kalau saldonya tidak cukup, kamu juga yang ikutan malu, pasti... 🤣🤣🤣
Vie
babat habis mereka Sera.... kamu mewakili perasaanku pada mereka... 👍🏻👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!