NovelToon NovelToon
Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Langit Tak Selamanya Mendung, Seraphina

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Itha Sulfiana

Saat Arsenio Malik memilih untuk menikahi kakak kandung Seraphina Allena yang bernama Kalani Gianna, hati Seraphina saat itu benar-benar patah. Dia diberi pengkhianatan ganda dari dua orang yang tak pernah ia sangka akan tega menusuknya dari belakang. Kalani ternyata sudah hamil. Dan, kedua orangtua mereka malah berdiri di sisi Kalani untuk membela kesalahan anak pertama mereka.

Saat Seraphina merasa ditinggal sendirian di dunia ini, datanglah Kaivan Lyonel Marvin yang menjadi obat bagi luka hati Seraphina. Karena kelembutan dan perhatian Kaivan, Seraphina akhirnya memutuskan untuk menerima lamaran dari pria itu.

Namun, empat tahun setelah pernikahan mereka, Seraphina baru tahu jika ternyata Kaivan menikahinya hanya supaya Seraphina tidak mengusik pernikahan Kalani dan Arsenio.

Pria yang sudah menjadi suaminya itu ternyata juga mencintai Kalani. Dia bahkan rela berkorban dengan menikahi Seraphina hanya demi memastikan agar Sera tidak balas dendam kepada Kalani.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Kencan buta dimulai lima menit lagi. Seraphina sudah tiba di kafe pelangi. Suara mesin kopi terdengar. Aroma kopi menyebar kemana-mana. Mengalirkan sedikit ketenangan pada jiwa Seraphina yang saat ini sedang dilanda kegelisahan.

Apakah langkahnya sudah benar?

Terus terang, dia masih bimbang dengan keputusan yang sudah dia ambil.

"Seraphina?"

Seorang pria menyapa. Seraphina reflek mengangkat kepalanya.

"Anda... siapa?" tanya Seraphina.

"Teman kencan buta mu," jawab pria dengan bola mata berwarna hazel itu.

Dia duduk tanpa dipersilakan. Memesan kopinya sendiri dengan penuh percaya diri lalu memusatkan fokusnya pada Seraphina.

"Kau bukan dia," kata Seraphina. Dia baru saja mencocokkan wajah pria yang akan dia temui dengan pria yang kini sedang duduk didepannya.

"Maksudnya?"

"Kau bukan Simon."

"Memang bukan," jawab Noah. "Aku Noah, pria yang menggantikan Simon hari ini."

"Kenapa Simon harus digantikan?"

"Mungkin, dia berubah pikiran?" Noah mengangkat bahunya. "Tenang saja! Aku jauh lebih tampan dan kaya dibanding Simon. Jadi, kau tak akan rugi."

Apa yang harus Seraphina katakan? Pria ini terlihat aneh. Bahkan, pakaiannya saja terlihat begitu santai untuk ukuran pria yang benar-benar niat untuk melakukan kencan buta.

"Apa pekerjaan mu, Noah?" tanya Seraphina.

"Hanya berbisnis ini dan itu," jawab Noah.

"Kerja serabutan rupanya," gumam Seraphina dalam hati.

"Berapa penghasilan mu sebulan?"

"Tidak tentu."

"Fix. Benar-benar cuma kerja serabutan."

"Punya tempat tinggal?"

"Ya, ada beberapa."

"Ah, gelandangan? Atau... Pindah-pindah kontrakan? Atau jangan-jangan cuma numpang di kost-an teman?" Lagi, Seraphina bergumam didalam hatinya.

Perempuan itu reflek memijit ujung pelipisnya. Tidak bisa! Walaupun dia ingin menikah dalam waktu cepat tapi dia juga tak akan menikah dengan pria seperti Noah.

Masa depannya tidak jelas. Seraphina tidak mungkin menghidupinya terus, kan?

"Maaf, sepertinya kita tidak cocok, Tuan Noah," kata Seraphina.

Uhuk!

Kopi yang sudah berada didalam mulut Noah kembali menyembur keluar. Hanya dalam waktu kurang dari lima belas menit, dia sudah ditolak.

"A-apa yang membuatmu merasa jika aku tidak cocok?" tanya Noah. "Aku ini sangat tampan. Aku juga kaya raya." Dia protes dengan keras. Harga dirinya terluka karena baru kali ini dia ditolak oleh seorang wanita.

"Kaya raya katanya?" Seraphina tertawa kecil. "Sepertinya, pria ini punya gangguan delusi yang parah."

"Justru karena Anda terlalu tampan dan kaya raya makanya saya menolak," jawab Seraphina. Dia berusaha memberi jawaban yang tidak menyinggung perasaan Noah. "Saya terlalu biasa untuk Anda yang terlalu luar biasa."

Speechless.

Noah tidak tahu harus mengatakan apa untuk membalas ucapan Seraphina. Jadi, tampan dan kaya raya juga sebuah dosa?

Wah, Noah benar-benar tidak terima.

"Seraphina, kau..."

"Bisa pergi sekarang? Waktunya sudah habis."

Noah tertawa sumbang. Dia mengeluarkan sebuah kertas bertuliskan nomor 2 dari balik saku jaket jeans yang dia kenakan.

"Aku pria nomor dua."

Mata Seraphina melotot. Bagaimana mungkin, pria ini juga menggantikan si pria nomor dua?

"Kau juga menggantikan Arian?"

"Ya," jawab Noah. "Jadi, cepat jelaskan kenapa kau menolak pria seperti ku?"

"Bukannya, tadi aku sudah bilang?"

"Alasanmu terlalu klise. Aku tidak terima."

Seraphina menghela napas kasar. "Lebih baik Anda pergi. Pria ketiga akan segera datang."

Tak!

Noah mengeluarkan kartu bertuliskan angka 3.

"Aku pria nomor tiga."

Rahang Seraphina nyaris menyentuh lantai. Bagaimana mungkin, pria ini bisa menggantikan tiga orang sekaligus? Apa mereka satu tongkrongan?

"Empat."

"Aku."

"Lima."

"Aku lagi."

"Enam?"

"Aku juga."

Dan, begitu terus hingga sampai ke pria urutan 12. Semuanya hanya ada satu orang. Noah.

"Kau tidak punya pilihan lain selain diriku, Seraphina!"

Seraphina mengambil tasnya. Dia berdiri dan hendak pergi meninggalkan tempat itu.

"Masih ada hari esok. Aku akan kencan buta lagi."

Seraphina mulai melangkah pergi. Namun, suara Noah yang cukup keras berhasil menghentikan langkahnya.

"Sayangnya... yang besok akan kau temui masih aku. Besoknya lagi juga begitu."

Perempuan itu menghela napas kasar. Dia memutar bola matanya kesal.

Dia pun kembali berbalik dan menghampiri pria bermata hazel yang memang sangat tampan itu.

"Apa yang sudah kau lakukan? Apa kau menyabotase semua kencan butaku?" Seraphina tiba-tiba mencengkram kerah kaos yang dikenakan Noah. "Siapa yang menyuruhmu? Kalani atau Arsenio?"

Noah memperhatikan dengan seksama ekspresi wajah Seraphina. Perempuan itu dipenuhi kemarahan saat mengungkit dua nama yang tidak terlalu asing di rungu Noah.

Ya, Noah sudah menyelidiki semuanya. Baik itu tentang masa lalu Seraphina sampai masa sekarang. Dan, di masa depan, dia akan memastikan jika dirinya juga akan ikut terlibat dan memiliki peran paling penting dalam kehidupan perempuan itu.

"Aku bukan suruhan siapa-siapa. Aku datang kemari murni karena ingin kencan buta. Kau ingin menikah, kan?" tanya Noah. "Sama. Aku juga."

"Kenapa harus aku?" tanya Seraphina.

"Karena kau punya kesamaan denganku. Kau juga ingin memberontak."

Senyuman pria itu terlihat begitu bebas dan liar. Tatapan matanya tak sedikitpun menunjukkan keraguan.

"Ayolah, Seraphina!" Noah perlahan melepaskan tangan Seraphina dari kerah kaosnya. "Hanya aku satu-satunya partner yang paling cocok untuk melakukan pernikahan kontrak."

Deg.

Mata Seraphina sedikit melebar. Sejak awal, pria ini sepertinya sudah menyelidiki dirinya.

"Kau... sudah menyelidiki ku?" tanya Seraphina.

"Untuk mencari partner yang sesuai memang harus melakukan penyelidikan secara menyeluruh, Nona Maherza,"jawab Noah.

Seraphina memperhatikan penampilan Noah dari atas ke bawah. Dari penampilan pria ini, Seraphina merasa sedikit ragu.

Noah bukan sindikat penipu, kan? Bukankah, akhir-akhir ini sering ada penipuan berkedok kencan buta?

"Maaf!" Seraphina menarik tangannya dari genggaman Noah. "Aku tidak akan menikah dengan penipu seperti Anda. Permisi!"

Seraphina buru-buru kabur dari sana. Dia harus cepat-cepat melarikan diri sebelum tertipu dengan kata-kata Noah yang sialnya terdengar begitu bisa dipercaya.

"Sindikat penipu seperti dia memang pandai bermain kata-kata, Sera. Jangan percaya. Jangan percaya!" gumam Seraphina kepada diri sendiri.

Kebetulan, dia berpapasan dengan Marco di depan pintu kafe. Pria itu tampak mengernyitkan alisnya.

"Sindikat penipu?" gumamnya dengan perasaan yang mulai tak enak.

Dan, benar saja. Begitu sampai didalam kafe, Marco langsung disambut dengan tatapan menyeramkan Noah.

"Astaga, iblis ini kenapa lagi?" gumam Marco yang sedikit berjingkat kaget. Dia mengelus dadanya. Berusaha menenangkan debaran jantung yang tadi sedikit meningkat.

"Sobat, kau kenapa?" tanya Marco.

Noah menoleh. "Aku ditolak," jawabnya.

"A-apa!? Bagaimana mungkin?"

"Semua ini gara-gara pakaian sialan ini," jawab Noah.

Dia melepas jaketnya. Kemudian kaosnya. Lalu, dia membuka ikat pinggang dan terakhir hendak membuka celananya.

Beruntung, Marco dengan cepat mencegah sebelum dia benar-benar menurunkan celananya.

" Hei, Hei, kau mau apa?" Marco memegang celana Noah dengan erat agar tidak melorot ke bawah. "Kau benar-benar sudah gila, ya? Apa kau mau telanj@ng di tengah banyak orang seperti ini? Otakmu ditaruh dimana, sih?" omel Marco.

"Kau yang memilihkan outfit sialan ini untukku. Padahal, sudah ku bilang untuk pakai jas saja tapi kau bilang itu terlalu mengintimidasi. Hasilnya, apa? Aku malah dituduh jadi sindikat penipu berkedok pernikahan!" Noah berteriak kesal.

"Siapa suruh kau meminta bantuan pada laki-laki yang belum pernah kencan buta, bodoh!?"

Hening sejenak. Tak lama suara Noah kembali terdengar.

"Wah, sekarang kau berani mengatai atasanmu, bodoh? Begini-begini, orang bodoh ini yang membayarkan gajimu," teriak Noah.

"Kau memang harus membayar gajiku karena aku sudah bekerja keras untukmu."

"Kamu sudah berani melawan, ya?"

"Hahaha, kenapa aku harus takut pada bocah tantrum sepertimu?"

Keduanya langsung terlibat pertengkaran sehingga keamanan kafe terpaksa turun tangan.

1
bibuk Hannan & Afnan
sa ae modusmu si bayi T-rex 🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
ucapannya ckckck🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 iya bener iblis dan setan berteman 👏👏👏
bibuk Hannan & Afnan
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
Bang sat! nya mantep benerrr 👍😄😄😄😄
bibuk Hannan & Afnan
memang tdk ada sejarahnya nama durhaka tersemat ke orang tua tp ke anak, dan orang tua yg macam kau tua Bangka Romi itu namanya dzolim, dzolim itu lebih sadis kejam dr durhaka.
bibuk Hannan & Afnan
berpura-pura menyayangi! ampun dah itu hatinya si tua Bangka Romi ck ck ck lucu amat ya ke anak kandung sendiri malah bilangnya berpura-pura menyayangi,
bibuk Hannan & Afnan
membebaskan Seraphina? kalani Thor bukan Seraphina kan yg dipenjara kalani bukan Seraphina
rahmah
ceritanya bagus memang jodohnya Sera itu Noah sama² mengalami ortu yg tidak memperdulikannya Sera ortunya pilih kasih sampai calon suaminya dan suaminya direbut sama kakanya aja ortunya malah mendukung dan menuruti semua keinginan kakaknya saja tapi sama Sera tidak begitu juga dg Noah ayahnya lebih memperdulikan istri barunya serta anak² tirinya daripada Noah anak kandungnya sendiri dan akhirnya Sera dan Noah bertemu di desa neneknya sera karena perkataan perkataan neneknya lah yg bilang "langit tak selamanya mendung" Sera dg sabar menjalankan kehidupan nya tapi Sera dan kalani itu pekerjaannya apa ya dan Marco kasihan belum dapat jodoh meskipun dia sudah jadi CEO tapi yg penting Sera dan Noah bahagia dengan keluarga kecilnya bersama Leo putranya dan orang² yg jahat semuanya kena karma masing²..🤗
Deals Service
sedih campur seng dan terharu. cerita nya bener" seru dan pokok nya nyes x di hati 🥲
Airin Mukherjee
awas bintitan to mata🤣🤣🤣
bibuk Hannan & Afnan
👍👏👏👏 Sera keren
bibuk Hannan & Afnan
modus 😄😄😄
bibuk Hannan & Afnan
buwahahahaha🤣🤣🤣🤣🤣 ampun kamu Noah pantesan Marco selalu mengataimu suka tantrum
bibuk Hannan & Afnan
wkwkwk pewaris satu satunya konon, yg ada pewaris hutang keluarga Maherza kau kalani,
_@SisaNalar
begitulah cinta
Tha_Fiana
iya kak, maaf, typo... kadang otomatis dari keyboardnya,, dan kalau revisi kadang suka kelewat🙏🙏
bibuk Hannan & Afnan
Bumi lg
bibuk Hannan & Afnan: siap, dan jgn bosen ya thor sama komenku ngasih typo maaf 🙏 ya
total 2 replies
bibuk Hannan & Afnan
kok ada Bumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!