Buat kalian yang suka alur cerita panjang lebar kayak sinetron, kuy lah baca cerita ini. Novel ini mengandung cerita yang terus berlanjut dari Ibu sampai anak, sampai ke cucu bahkan cicit mereka... 😂😂
Author memutuskan untuk melanjutkan sekuel ceritanya dalam satu novel.
Kisah pertama di mulai dengan cinta pemeran utama Izzah dan Reyhan... Berlanjut dengan kisah cinta anak kembar mereka, Arka dan Alia dengan pasangan mereka masing-masing...
Lanjut lagi kisahnya berfokus pada Arka yang mendapat cinta kedua setelah istrinya meninggal. Setelah itu dilanjutkan kembali dengan kisah anak dari Arka yaitu Dafa dengan kisah cintanya yang masih on going...😁😁
So, buat kalian yang suka baca cerita yang panjang dan berjilid-jilid, silahkan mulai dibaca. Dijamin alur ceritanya bikin happy, ngakak, sakit hati juga ada... 😂😂
Oh ya, ini sebenarnya novel pertama yg author publish di aplikasi NT. So enjoy ya guys.... 😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERMINTAAN CINTA
"Izzah, maafkan aku. Aku tidak bermaksud menyakitimu. Hanya saja aku terlalu angkuh untuk mengatakan bahwa aku....." ucap Rayhan dengan serius.
"Bahwa tuan kenapa...?" tanya Izzah penasaran.
'Apa mungkin Rayhan juga mencintaiku? Tapi kenapa dia masih saja kasar padaku?' gumam Izzah.
"Izzah kumohon jangan pergi. Jangan tinggalkan aku. Aku akan berusaha untuk berubah. Aku akan menjadi lebih baik untukmu. Bisakah kau tetap bersamaku dan mencintaiku?"
"Tu..tu..tuan..." ucap Izzah tak dapat melanjutkan kata-kata karena Rayhan telah memeluknya dengan erat. Izzah membalas pelukan Rayhan dengan penuh cinta. Air mata bahagia tumpah tak dapat terbendung lagi.
'Terima kasih yaa Allah. Tapi, bagaimana dengan keluarganya? Apakah Ibunya akan menerimaku?' gumam Izzah.
"Tuan...." belum sempat Izzah bertanya jari telunjuk Rayhan menyentuh bibirnya.
"Mulai sekarang jangan panggil aku tuan, panggillah aku dengan sebutan lain. Yang lebih pantas, aku inikan suamimu." ucap Rayhan seraya mengecup kening Izzah.
"Mmmm bagaimana kalau saya panggil Abang saja." ucap Izzah malu-malu.
"Wah-wah kalau kau panggil aku Abang didepan orang nanti dikiranya aku abang tukang bakso dong Zah." cetus Rayhan dengan senyum menggoda.
"Isshh. Abang itu kan panggilan sayang. Bolehkan saya panggil abang?" ucap Izzah.
"Terserah kau saja. Satu hal lagi, jangan lagi pakai kata saya, terlalu formal. Gunakan saja bahasa orang normal, aku kamu gitu." jawab Rayhan.
"Hihihi gak bisa dong, kan gak sopan.“ jawab Izzah.
"Terserah kaulah Izzah" ucapnya seraya mencubit hidung Izzah.
"Bang, bagaimana dengan orang tua Abang. Apa Ibu Abang bisa menerima Izzah sebagai istri Abang." tanya Izzah dengan hati-hati.
"Izzah, maafkan abang. Untuk saat ini abang harap Izzah bisa mengerti. Abang belum bisa ngasih tau Mami kalau abang sudah menikah. Tapi abang janji sama Izzah suatu saat nanti Abang akan memperkenalkan Izzah bukan hanya ke Mami, tapi ke seluruh dunia bahwa Izzah adalah istri dari Rayhan Aditya. Izzah maukan nunggu?" tanya Rayhan.
"Insyaallah Izzah siap menunggu Bang." jawab Izzah.
"Itu baru istriku. Nah untuk itu mulai minggu depan Abang ingin Izzah ikut kekantor." ucap Rayhan yang membuat Izzah kget.
"Untuk apa Bang?" tanya Izzah.
"Izzah akan bekerja sebagai sekretaris pribadi Abang. Di kantor kita bisa berpura-pura sebagai Bos dan karyawan agar tidak ada yang curiga. Dari situlah nanti akan Abang perkenalkan Izzah dengan Mami pelan-pelan. Bagaimana, Izzah setuju?" tanya Rayhan.
"Tapi Bang, Izzah takut. Lagipula Izzah tak punya pengalaman kerja dikantor apalagi sebagai sekretaris. Dulu dikampung Izzah hanya bekerja sebagai pelayan toko dan guru ngaji saja Bang." jawab Izzah.
"Tenang saja. Izzah cuma perlu datang dan duduk. Selebihnya nanti Abang yang atur. Nanti juga lambat laun Izzah pasti terbiasa dan mengerti." bujuk Rayhan.
Izzah terlihat berpikir. Rayhan lalu memegang tangannya.
"Gimana Zah? Maukan? Demi hubungan kita." tanya Rayhan.
"Baiklah Bang, jika itu yang Abang mau." ucap Izzah. dengan berat.
"Izzah tenang aja, semuanya akan baik-baik aja. Gak usah terlalu khawatir, Izzah kan satu ruangan sama abang." ucap Rayhan sambil mencubit hidung Izzah.
"Iya...iya, asal berhenti cubit-cubit hidung Izzah, nanti lama hidung Izzah jadi merah kayak badut." jawab Izzah yang membuat Rayhan tertawa lalu beralih mencubit pipi Izzah dengan gemas.
lanjutkan Thor Q
q selalu menanti update mu
😘😘😘😘😘😘
tetap semangat selalu Thor
😘😘😘😘😘😘😘