NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 03 Kekuatan baru

Ini bukan sekedar bela diri biasa, ini adalah cara menyalurkan energi spiritual menjadi serangan mematikan. Kitab seni bela diri arus langit.

Li Zie menatap kagum pada kitab kuno di hadapannya tersebut ini adalah jalan untuk menuju kebangkitan dirinya, Li Zie harus kuat untuk bisa melindungi diri dari orang-orang yang berniat jahat padanya. Bahkan mungkin bisa membalas dendam dengan apa yang telah menimpa pemilik tubuh ini.

Li Zie menutup kitab kuno tersebut. Lalu beralih ke kitab satunya lagi, yang sampulnya bergambar mata manusia yang dikelilingi urat-urat emas, saat Li Zie menyentuhnya, buku itu langsung terbuka dengan sendirinya

Li Zie tertegun 'Kitab Mata Dewa' itu terbuka sendiri dan tiba-tiba sebuah cahaya masuk ke pupil matanya, hingga Li Zie mengerang kesakitan lalu jatuh tersungkur.

Perlahan Li Zie kembali membuka matanya, tapi kali ini tatapan matanya sangat berbeda, ia tidak tahu tapi saat ia melihat kakinya, tiba-tiba saja pandangannya menjadi transparan bisa melihat urat di dalam tubuhnya, meski masih terbalut dengan hanfu yang penuh tambalan.

Li Zie tersentak, saat dia bisa melihat aliran darah pada tubuhnya bahkan organ lainnya pun bisa ia lihat. Jika ia memfokuskan pandangannya, bahkan hanfu yang menutupi pun tidak mampu menutupinya, kulit pun seolah tidak ada, ia benar-benar bisa melihat jelas organ dalamnya Jika ia memfokuskan pikirannya.

Li Zie kembali menatap tubuhnya memfokuskan kembali pikirannya, Li Zie dapat melihat aliran darah, detak jantungnya, persis seperti melihat hasil Ct-scan dan MRI secara Real Time dengan mata telanjang.

Tiba-tiba saja Li Zie merasa sangat kelaparan, benar-benar kelaparan, Ia pun dengan tidak sabar segera berlari dengan kaki yang masih bergetar, Li Zie berlari ke dekat pohon apel spiritual, lalu mengambil dan memakannya dengan rakus ia tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya.

Namun tiba-tiba saja perutnya terasa sangat lapar, seperti bisa saja menghabiskan satu kambing guling.

Li Zie menghabiskan enam buah apel spiritual tersebut lalu kembali meraup air spiritual dengan rakus, barulah perlahan rasa lapar yang sangat kuat itu menghilang, bahkan kini ia semakin merasa bugar.

"Luar biasa... " gumam Li Zie. Tapi Ia sangat penasaran Kenapa tiba-tiba ia terasa sangat lapar, laparnya sangat luar biasa menyiksa.

Li Zie langsung menggelengkan kepala tidak ingin pusing dengan hal itu, mungkin itu hanya karena ia sudah lama tidak makan pikir Li Zie.

Namun ada Binar semangat di matanya, untuk kembali hidup dan merencanakan kebebasannya. Ia teringat dengan pelayan kecilnya, sedangkan ia sudah terlalu lama berada di sana, mungkin ada dua jam.

Li Zie memfokuskan pikiran pemandangan indah itu langsung lenyap, berganti dengan pemandangan tirai yang sudah tidak layak lagi dan atap paviliun yang hampir roboh, ia kini sudah berada di kamarnya yang kumuh itu.

Kini nafasnya tidak lagi berat, dan tatapannya sangat jelas,

Li Zie mendengar isak tangis yang sangat menyayat hati.

"Nona... Nona muda.... Hiks... jangan tinggalkan Ji Yu... "

"Hey, kenapa kau menangis?" ujar Li Zie dengan suara yang halus, ada ketegasan dari suaranya.

Pelayan kecil itu yang bernama Ji Yu, ia sedang berlutut di tanah sambil memegangi mangkuk yang pinggirannya retak. Hanfunya penuh dengan tambalan.

"Eh! Nona! " pelayan itu tersentak, tadi ia melihat nona mudanya tidak ada. Tapi kenapa sekarang ada?

Li Zie langsung berpura-pura lemah. Ia kembali berbaring dengan mata terpejam, nafasnya dibuat kembali tersengal seolah ia akan mati.

"Nona, tadi Ji Yu pikir Nona sudah di buang oleh selir, " ujar Ji Yu terisak, ia perlahan berdiri, dan kembali berkata, "Nona Ji Yu sudah bawakan bubur, ayo Nona makan dulu. "

Li Zie membuka mata melirik sekilas pada mangkuk jelek itu tanpa minat, dia melirik hanya ada air tajin tidak ada bubur atau satupun nasi di mangkuk itu, itu benar-benar hanya air tajin yang bahkan sangat encer.

"Nona, Ji Yu hanya mendapatkan ini saja," ujarnya, wajah Ji Yu memerah seperti bekas tamparan, Li Zie pun terdiam mengingat-ingat kejadian sebelumnya, Yang ternyata memang sudah sering terjadi.

Li Zie ingat jika pemilik tubuh ini benar-benar sangat disiksa, bahkan kematiannya sangat Ditunggu oleh keluarganya, dan pelayan di sampingnya rela dipukul hanya demi mendapatkan air tajin untuknya.

Li Zie tidak ingin berpura-pura di hadapan pelayan kecil itu, ia akan duduk tapi sebuah langkah terdengar begitu berisik, seorang pelayan wanita datang dengan wajah arogan.

Dia adalah Cui Ma pelayan selir Chu, berusia sekitar empat puluh lima tahun wajahnya sangat arogan seperti seorang nyonya besar, ia menatap jijik pada ranjang kayu yang sudah reot.

"Panjang juga umur mu, padahal sudah tidak di beri makan tapi kamu tidak mati-mati, " ujar Cui Ma melirik ranjang.

1
ilensya
aku ga sabar soalnya😄🙏
Fitria: Author baru up, kak. Kemarin lagi sibuk banget soalnya
total 1 replies
ilensya
mana ya lanjutan nya
ilensya
lanjut dong thor jangan lama2 up nya
ilensya
pencuri handal
ilensya
makan terus si li zie, epek bertahun-tahun cuma dikasi tajin encer🥲
ilensya
kapok lu
ilensya
rasakan kau
ilensya
💪💪💪
ilensya
ji yu 🤣
ilensya
haha gatau aja kamu,, dia sekarang juragan emas🤣
ilensya
jangan harap jubah itu kembali feng
Fitria: Makasih udah mampir, Kak.
total 1 replies
ilensya
🤣🤣🤣
ilensya
gahabis pikir aku sama si li zie
ilensya
haha mengerikan
ilensya
li zie hebat banget
ilensya
💪
ilensya
makin seru
ilensya
jadi orkay li zie
ilensya
💪💪💪
ilensya
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!