Ditinggalkan tanpa harta yang sebenarnya adalah haknya, membuat Shella tidak mempunyai apapun, tapi siapa sangka, dia malah di dekati oleh pria yang lebih berkuasa dari suami lama nya, yang sudah ditemani nya sejak NOL..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Pipin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Reygan
"Dasar CEO mesum memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan!" teriak Shella kesal beberapa puluh detik kemudian, mendorong dada bidang Reygan dengan sekuat tenaga hingga kungkungan pria itu terlepas.
Meskipun suaranya menggelegar, wajah Shella tidak bisa berbohong. Pipinya merah padam sampai ke ujung telinga, dan ia mendadak sibuk merapikan kaus polonya yang sebenarnya tidak berantakan sama sekali—hanya untuk menutupi rasa malu yang setengah mati.
Reygan merapikan kerah kemeja kasualnya, kembali ke mode tenang dan berwibawa dalam sekejap. "Dengar ya, Ibu-Ibu. Saya memang belum menikah, tapi bukan berarti orientasi seksual saya melenceng, paham?" ujar Reygan membela diri. "Lagian umur saya masih tiga puluh tahun. Alasan saya tidak suka kamu kemarin, bukan karena saya pencinta sesama jenis. Hanya saja... selera saya itu terlalu tinggi. Paham?!"
Shella langsung melotot, rasa malunya menguap digantikan oleh rasa tersinggung tingkat provinsi.
"Loh? Jadi maksud Bapak, muka saya ini jelek dan tidak masuk standar selera tinggi Bapak begitu?!"
"Tepat sekali, Shella," balas Reygan santai tanpa beban.
Shella menarik napas dalam-dalam, menunjuk wajah Reygan dengan jari telunjuknya yang bergetar menahan geram. "Oh, baiklah! Pak Reygan mesum! Dengar ya, ciuman—maksud saya, kelakuan mesum Bapak tadi itu adalah yang pertama dan TERAKHIR kalinya! Dasar pria mesum, cabul, pemaksa!"
"Kenapa? Kamu tidak mau menuduh saya belok lagi?" goda Reygan, sengaja memajukan wajahnya sedikit dengan senyum mengejek yang sangat menyebalkan.
"Awas saja ya! Kalau nanti saya lagi jalan di mall dan tidak sengaja melihat Pak Reygan lagi berduaan atau gandengan sama cowok, saya bersumpah akan langsung mem-video-kannya secara detail, lalu saya sebar ke grup lambe turah! Biar saham perusahaan Bapak anjlok!" ancam Shella brutal.
Reygan justru tertawa renyah, sebuah tawa lepas yang entah kenapa terdengar sangat renyah di telinga Shella. "Coba saja kalau berani. Sudah, ayo kembali ke mobil. Temani saya survei ke lokasi berikutnya."
Setelah kembali ke dalam mobil, atmosfer Tom and Jerry kembali tercipta. Shella memilih membuang muka, menatap ke luar jendela dengan melipat tangan di dada, sementara Reygan fokus menyetir dengan ekspresi wajah yang super lempeng dan dingin.
Namun, di balik wajah sedingin es batu itu... interior tubuh Reygan sebenarnya sedang mengalami gempa bumi tektonik.
Begitu mobil berhenti di lampu merah, Reygan mencuri kesempatan untuk melepaskan sebelah tangannya dari setir, lalu diam-diam mengusap dadanya yang berdegup setengah mati. Jantungnya berpacu begitu cepat hingga rasanya mau melompat keluar.
'Sialan... jantungku kenapa berisik sekali?' batin Reygan panik, melirik Shella sekilas untuk memastikan wanita itu tidak mendengar suara detak jantungnya.
'Tapi... ciuman pertamaku tadi... kayaknya sukses besar dan kelihatan pro, kan?'
Ya, sebuah fakta dunia yang tidak diketahui oleh siapa pun: Itu adalah ciuman pertama seorang Reygan Aliansyah!
Selama tiga puluh tahun hidupnya, Reygan adalah seorang workaholic gila kerja yang menghabiskan seluruh waktunya untuk membangun kerajaan bisnis. Dia sama sekali tidak punya waktu untuk berkencan, apalagi pacaran. Baginya, wanita hanya akan membuang waktu produktifnya.
Itulah mengapa tuduhan "belok" dari Shella kemarin benar-benar merusak harga diri keperjakaannya. Reygan kembali mengingat kilasan adegan di lorong pintu darurat tadi. Di dalam kepalanya, ia mulai mengevaluasi gerakannya sendiri.
'Sepertinya gerakanku tadi tidak amatir-amatir banget, kan? Untung saja aku ingat semua teori dan teknik dari film-film romansa Hollywood yang pernah tidak sengaja kutonton di Netflix saat senggang...' Reygan mengembus napas lega yang sangat tipis.
'Awas saja kalau sampai ketahuan kalau itu adalah first kiss-ku. Bisa-bisa mulut racun wanita cuci piring di sampingku ini makin jadi-jadi mengejekku seumur hidup!'
Reygan berdeham keras untuk menetralkan kegugupannya, lalu kembali menginjak pedal gas saat lampu berubah hijau, sementara Shella diam-diam masih sibuk memegangi bibirnya yang terasa masih hangat.