Gea menerima tawaran bara yang mengajaknya menikah,walaupun ini awalnya hanya pernikahan kontrak namun gea berharap akan tumbuh cinta diantara mereka. Atau justru harapan gea harus pupus dengan kehadiran orang ketiga yang menyukai bara? Akankah hidup gea berubah atau justru ia akan semakin merasakan sakit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risti rika safitri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
Gea terpaku saat melihat foto bara dengan seorang perempuan yang tahu siapa. Gea menarik napasnya mencoba untuk tetap tenang.
"Mas"panggil gea
Bara yang sedang asik dengan ponselnya menoleh saat gea memanggilnya,ia mengernyitkan dahinya melihat ekspresi lain dari wajah istrinya.
"Ada apa?"tanya bara
"Ehem aku menemukan ini dilemari kamu mas"ucap gea sambil memberikan foto tersebut kepada bara
Bara langsung mengambilnya,ia juga meremat foto tersebut. Bara menatap gea yang juga menatapnya,ada helaan napas yang terdengar dari bibir bara.
"Maaf saya lupa membakar foto ini,kamu jangan berpikiran yang tidak-tidak ini hanya masalalu saya"ucap bara
"Ah iya mas gapapa kok aku lanjut beresin baju kamu dulu ya"sahut gea tersenyum
Gea berbalik dan menghela napas panjang,baru saja hendak melangkah gea terkejut ketika bara menarik tangannya,gea yang tak siap pun akhirnya terjatuh kesofa bersama bara.
"Maaf jika ini membuat perasaan kamu tidak enak,saya berani bersumpah jika itu hanya masalalu saya. Saya lupa membuang fotonya"ucap bara lagi
Bara sangat takut jika gea berpikiran yang tidak-tidak,ia sedang berusaha untuk meyakinkan gea,ia tak ingin hal seperti ini malah membuat gea kembali ragu kepadanya.
"Aku gapapa kok mas,semua orang pasti mempunyai masalalu dan aku paham itu."sahut gea tersenyum lembut
"Saya takut hal ini akan membuat kamu ragu kepada saya"ucap bara lirih
Bara meletakkan kepalanya dipundak gea,entah kenapa ia begitu takut jika gea meragukannya atau mungkin gea akan meninggalkannya.
"Aku tidak sekekenakan itu mas,udah kamu tenang aja aku gapapa kok"sahut gea meyakinkan bara
"Boleh saya memeluk kamu?"tanya bara
"B-boleh"jawab gea gugup
Bara langsung membalikkan badan gea kearahnya,ia memeluk gea menenggelamkan wajahnya didada gea. Bara merasa sangat nyaman dan rasanya tak ingin jauh dari gea,ia ingin seperti ini terus.
"Saya akan merindukan pelukan ini"ucap bara
Gea tersenyum dan mengelus kepala bara membuat pria itu semakin nyaman berada dalam dekapan gea.
"Aku harus membereskan semua pakaian kamu mas,besok kamu akan berangkat"ucap gea
"Baiklah tapi nanti saya akan minta dipeluk lagi"sahut bara melepaskan pelukannya
Gea terkekeh saat baru tahu bagaimana manjanya bara,asdos yang katanya galak ini ternyata juga bisa bermanja. Gea pun melanjutkan aktivitas nya yang sempat tertunda,sedangkan bara melanjutkan pekerjaannya.
\~
Jam 8 bara dan yang lainnya sudah selesai makan malam,kini mereka sedang berkumpul diruang keluarga.
"Besok kamu jadi berangkat bar?"tanya lukman papa bara
"Jadi pa"jawab bara
"Kamu tidak mengajak gea sekalian bulan madu? Kemarin kan bulan madu kalian tertunda"ucap lukman
"Gea sedang sibuk dengan pemotretan nya besok,aku memang memiliki rencana itu namun aku urungkan saat aku ingat jika gea akan bekerja"sahut bara membuat gea menoleh ke arahnya
"Kenapa kamu gak bilang mas? Aku bisa kok membatalkan nya jika kamu memang ingin aku pergi bersama kamu"ucap gea
"Tidak masalah masih ada lain waktu"sahut bara
"Gapapa mas aku batalkan saja,tunggu ya aku ambil ponsel dulu"ucap gea lalu berlari kecil ke kamarnya
'Kalian ini benar-benar membuat menantuku cemas saja,lihat dia sampai berlari seperti itu"ketus sekar
"Jika menunggu putramu bergerak entah sampai kapan kita akan mendapat cucu ma''ucap lukman
Gea kembali dengan membawa ponselnya,ia tersenyum kepada bara dan yang lainnya.
"Aku tak perlu izin,ternyata pemotretannya diundur menjadi minggu depan''ucap gea tersenyum
''Jadi apakah besok kamu mau ikut?"tanya bara
"Yaa boleh"jawab gea tersenyum
Gea merasa senang karena disini kehadirannya begitu dihargai,disambut hangat oleh kedua orang tua bara. Bara juga tersenyum perlahan tapi pasti ia akan membuat gea melupakan rasa sakitnya diabaikan oleh orang tuanya.
"Gea orang tua kamu tidak ada menghubungi?'tanya lukman
"Gak ada pa,mereka gak akan ingat sama aku. Mereka akan menghubungi aku jika ada perlu saja"jawab gea tersenyum kecut
"tak apa sayang kan sekarang sudah ada mama dan papa disini,kami juga orang tua kamu"ucap sekar lembut
"Saya tak masalah jika harus menjadi anak tiri asal kamu bisa bahagia"sahut bara membuat mereka tertawa
"Ternyata menikah dengan orang yang baru kita kenal itu tak selamanya buruk"batin gea
"Yaudah sekarang kalian istirahatlah dikamar,besok harus berangkat pagi"ucap sekar
"Mama sama papa juga istirahat ya jangan begadang nanti sakit"sahut gea
"Iya sayang"ucap sekar tersenyum
Mereka pun membubarkan dirinya,bara dan gea langsung menuju ke kamar. Mereka akan tidur lebih cepat mengingat besok mereka harus berangkat pagi. Bara menarik tubuh gea untuk mendekat,gea mencoba untuk terbiasa dengan hal seperti ini mengingat status mereka yang sudah sah menjadi pasangan suami istri.
\~
Ditengah malam yang dingin ini ada seorang wanita yang baru saja pulang dari club malam,ia berjalan memasuki rumah dengan langkah sempoyongan.
"Astaga vania kamu dari mana saja baru pulang jam segini"ucap ratih
"Mama jangan berisik,kepala vania sakit"sahut vania lirih
"Kamu mabok lagi? Astaga vania kamu itu perempuan kenapa tingkah kamu seperti ini"ucap ratih lelah
Hutomo keluar dari kamarnya saat mendengar keributan,ia terkejut ketika melihat putri satu-satunya tengah mabok.
"Apa lagi vania yang membuat kamu sampai seperti ini?'tanya hutomo sambil menahan tubuh putrinya
"Bara pa,bara yang membuat aku seperti ini! Paa aku ingin bara,papa harus bisa membawa bara kesini jika tidak aku akan bunuh diri"ancam vania
"Jangan macam-macam vania,kita bahas besok sekarang kamu harus istirahat"ucap hutomo
"Perempuan itu merebut bara dari aku pa hiks! aku ingin bara pa,aku ingin bara menikah dengan ku. Aku tak sudi melihat bara bersama perempuan lain"racau vania
Hutomo dan ratih tak menghiraukan ucapan vania,mereka membopong tubuh putrinya ke arah kamar. Ini bukan pertama kalinya vania mabok,vania akan pergi ke club jika ia sedang ada masalah.
"Papa bagaimana ini? Mama gak mau jika vania melakukan hal yang engga-engga pa"ucap ratih
"Ma sabar ya,papa juga tidak tahu.Bara anak tuan lukman itu kan sudah menikah"sahut hutomo
"Lalu bagaimana dengan putri kita? Sudahlah pa kita temui tuan lukman besok,kita katakan tentang perjodohan ini"ucap ratih
"Perjodohan apa ma? kamu jangan gilaa,bara itu sudah menikah papa tidak mau mengusik rumah tangga orang"sahut hutomo
"Mama gak perduli pa,seharusnya memang bara itu menikah dengan putri kita,hanya saja waktu itu kita sedang ada urusan."ucap ratih keras kepala
Hutomo tak habis pikir dengan sikap istrinya,bisa-bisanya wanita ini ingin melakukan pertemuan dengan keluarga lukman hanya demi obsesi sang putri.