ig: @namemonarch
Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.
"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."
Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 2 - Variabel Baru dan Hadiah Sistem
Ye Chen terus melangkah menyusuri tepian sungai yang alirannya tampak berkilauan memantulkan cahaya matahari sore yang mulai meredup. Suara gemericik air yang menghantam bebatuan sungai menjadi satu-satunya melodi yang menemani kesunyian perjalanannya. Sambil terus berjalan dengan langkah yang teratur, pikirannya perlahan memutar kembali rentetan memori dari kehidupan masa lalunya yang kini terasa seperti mimpi buruk yang sangat jauh.
Ia berasal dari planet modern bernama Bintang Biru. Itu adalah sebuah peradaban yang sepenuhnya dikendalikan oleh teknologi tinggi, algoritma kompleks, dan aliran data komputasi yang tak pernah tidur. Di sana, ia adalah seorang analis sistem tingkat atas; seseorang yang hidup di balik barisan kode dan terbiasa membedah masalah paling rumit menjadi bagian-bagian logis yang bisa diselesaikan.
Perpindahannya ke dunia ini terjadi dengan sangat tiba-tiba, tanpa peringatan, dan tanpa penjelasan ilmiah yang masuk akal.
Ia hanya mengingat sebuah insiden aneh di pusat server saat ia sedang melakukan pemeriksaan. Terjadi sebuah anomali energi, disusul kilatan cahaya biru yang menyilaukan mata hingga menembus kesadarannya. Setelah itu, kegelapan total menelan dunianya, menyisakan kekosongan yang dingin. Saat ia kembali membuka mata, pemandangan pencakar langit baja dan kaca telah berganti menjadi hamparan hutan purba yang asing dengan pohon-pohon raksasa yang puncaknya seolah menembus awan.
Bagi kebanyakan orang, situasi ini pasti akan memicu kepanikan luar biasa atau keputusasaan. Namun, bagi Ye Chen, emosi berlebihan hanyalah variabel tidak berguna yang merusak akurasi keputusan. Sebagai seorang analis, tugas utamanya sekarang bukan meratapi nasib, melainkan beradaptasi secepat mungkin dan mempelajari aturan main yang berlaku di dunia ini. Ia harus memperlakukan dunia baru ini sebagai sebuah sistem operasi asing yang perlu ia pelajari.
Menjelang senja, saat langit mulai berubah warna menjadi jingga keunguan, Ye Chen akhirnya tiba di pinggiran sebuah pemukiman manusia yang terlihat cukup stabil. Desa itu dikelilingi oleh pagar kayu tebal yang ujungnya diruncingkan, bertindak sebagai benteng pertahanan primer terhadap ancaman liar. Beberapa penjaga berwajah kasar dan berkulit gelap berdiri mengawasi gerbang masuk dengan tombak berkarat di tangan mereka. Mereka mengenakan pelindung dada dari kulit hewan yang sudah usang dan tampak kaku, menandakan teknologi di sini masih berada di level pra-industri.
Ye Chen memperhatikan otot-otot lengan para penjaga yang menonjol dengan cara yang tidak alami saat mereka bergeser. "Sistem, lakukan analisis tingkat kekuatan rata-rata dari penjaga gerbang itu," pintanya dalam hati sambil berjalan menunduk, mencoba terlihat seperti pengembara yang tidak berbahaya.
[Status Target: Manusia Fana.]
[Tingkat Kultivasi: Belum mencapai Tahap Awal Penempaan Tubuh.]
[Estimasi Output Kekuatan: Mampu mengangkat beban sekitar 400 hingga 500 jin.]
Ye Chen sedikit menyipitkan matanya mendengar laporan tersebut. Orang pinggiran yang bahkan belum mulai melangkah ke jalur kultivasi saja sudah memiliki kekuatan fisik sehebat itu. Fakta ini adalah informasi krusial yang menegaskan betapa rentannya posisi Ye Chen saat ini. Tanpa peningkatan, ia hanyalah target empuk di dunia yang menghargai kekuatan murni ini. Tubuhnya saat ini masihlah tubuh fana biasa yang lemah, tanpa proteksi energi apa pun.
Ia berhasil menyelinap masuk ke dalam desa tanpa menarik perhatian yang tidak perlu. Di dalam desa, pandangannya tertuju pada sebuah rumah kayu yang tampak hampir roboh di ujung jalan buntu. Seorang pria tua dengan kaki yang terlihat kaku dan pincang tampak sedang berjuang sendirian mengangkat sebuah gerobak kayu besar yang as rodanya patah. Gerobak itu penuh dengan kayu bakar, beban yang terlalu berat untuk pria seusianya.
Ye Chen melihat ini sebagai peluang strategis untuk mendapatkan tempat bernaung tanpa harus memelas. Ia mendekat, matanya memindai struktur gerobak itu dalam hitungan detik. Tanpa banyak bicara atau perkenalan diri, ia mengambil sebuah balok kayu panjang yang kuat dan meletakkannya di bawah poros gerobak, kemudian menaruh sebuah batu besar di posisi yang tepat sebagai titik tumpu mekanik.
Dengan memanfaatkan prinsip tuas dan memfokuskan berat badannya sendiri pada ujung balok, sisi gerobak yang tadinya mustahil diangkat itu perlahan-lahan terangkat ke atas. Pria tua itu tertegun, mulutnya sedikit menganga, namun ia segera bereaksi dengan memasang kayu penyangga darurat di bawah as roda yang patah tersebut.
"Kau... kau tahu persis di mana harus mengerahkan tenaga tanpa perlu membuang otot secara sia-sia," kata pria itu dengan suara serak yang dipenuhi rasa syukur. "Namaku Zhao. Orang-orang di sini memanggilku Paman Zhao. Apa yang kau inginkan sebagai imbalan atas bantuanmu ini, Nak?"
Ye Chen menatap Paman Zhao dengan raut wajah yang sangat tenang, ekspresinya terkontrol sempurna sehingga sulit dibaca. "Aku hanya butuh sudut yang kering di gudang kayu milikmu malam ini, Paman. Dan jika boleh, seteguk air bersih untuk menghilangkan dahaga."
Permintaan yang sangat minimalis itu langsung disetujui oleh Paman Zhao. Malam itu, untuk pertama kalinya sejak ia tiba di dunia ini, Ye Chen akhirnya bisa duduk bersila di atas tumpukan jerami kering di dalam gudang kayu yang gelap. Bau kayu tua dan debu memenuhi udara, namun bagi Ye Chen, ini adalah markas operasional pertamanya.
Di tengah kesunyian malam yang hanya dipecah oleh suara jangkrik, ia mulai memanggil antarmuka Sistem Kenaikan Surgawi di dalam kepalanya. Layar biru transparan yang hanya bisa dilihat olehnya muncul, menampilkan berbagai menu yang masih terkunci. Ia segera menyadari bahwa sistem ini memiliki fitur bawaan berupa [Ruang Penyimpanan Sistem] dengan kapasitas awal satu meter kubik. Ini adalah aset luar biasa; ia bisa menyimpan barang penting tanpa perlu membawa tas yang memberatkan pergerakannya.
"Sistem, lakukan pemetaan koordinat saat ini." perintahnya.
[Memproses data geografis...]
[Lokasi saat ini: Desa Kayu Hitam, wilayah pinggiran dari Kerajaan Angin Langit, Benua Timur.]
[Catatan: Area ini memiliki kepadatan Qi yang rendah, ideal untuk menyembunyikan identitas bagi pengguna tingkat rendah.]
Informasi tersebut diolah dengan cepat. Berada di pinggiran adalah keuntungan; sedikit kultivator tingkat tinggi berarti sedikit gangguan saat ia membangun fondasinya. Kini, Ye Chen siap untuk memeriksa modal utamanya yang diberikan sistem saat kedatangannya.
"Sistem, buka Paket Pemula sekarang," perintah Ye Chen di dalam benaknya.
[Mengekstrak Paket Pemula...]
[Selamat! Tuan Rumah mendapatkan 3 Hadiah Awal Kenaikan:]
Objek pertama adalah sebuah aliran data emas yang berputar-putar.
[Item 1: Seni Pernapasan Bintang Hampa.
Tingkatan: Teknik Kultivasi Tingkat Bumi.
Deskripsi: Teknik kuno yang berfokus pada pemurnian Qi melalui jalur meridian yang paling ekstrem. Akan ditanamkan langsung ke dalam jiwa untuk menghindari kesalahan sirkulasi.]
Objek kedua adalah sebuah botol keramik kecil.
[Item 2: Pil Pembersih Sumsum Emas.
Tingkatan: Pil Tingkat 3.
Deskripsi: Berfungsi untuk merombak total struktur tulang dan otot fana, membuang kotoran biologis, dan membuka jalur meridian yang tersumbat.]
Objek ketiga adalah sebuah senjata yang tampak suram.
[Item 3: Belati Malam Tanpa Suara.
Tingkatan: Artefak Senjata Tingkat Fana Puncak.
Deskripsi: Terbuat dari tulang Macan Kumbang Bayangan. Memiliki sifat unik menyerap cahaya dan suara, menjadikannya senjata ideal untuk serangan mendadak.]
Ye Chen merasakan kepuasan batin saat melihat deskripsi item tersebut. Sebagai analis, ia tidak langsung menggunakannya secara serampangan. Ia bertanya pada sistem mengenai risiko penggunaan pil tersebut terlebih dahulu. Setelah dikonfirmasi bahwa tubuhnya mampu menanggungnya, barulah ia bertindak.
"Transmisikan Seni Pernapasan Bintang Hampa ke jiwaku, lalu keluarkan Pil Pembersih Sumsum Emas," perintahnya tegas.
Seketika, aliran pengetahuan yang sangat padat membanjiri pikirannya, mencetak metode pernapasan kuno ke dalam setiap sel sarafnya. Bersamaan dengan itu, pil berwarna emas redup muncul di telapak tangannya. Ye Chen langsung menelannya tanpa ragu sedikit pun.
Dalam hitungan detik, rasa sakit yang tak terlukiskan meledak di dalam perutnya. Rasanya seolah-olah ada lava panas yang mengalir paksa melalui pembuluh darahnya, merobek dan menyambung kembali setiap inci otot dan tulangnya. Ye Chen menggertakkan gigi sekuat tenaga hingga rahangnya sakit, namun ia tidak mengeluarkan satu pun suara teriakan. Ia segera menerapkan ritme Seni Pernapasan Bintang Hampa untuk mengarahkan energi panas tersebut agar tidak merusak jantungnya.
Cairan hitam kental berbau busuk dan kotoran yang telah mengendap di tubuh fananya selama bertahun-tahun mulai merembes keluar dari pori-porinya.
Proses ini berlangsung selama berjam-jam, sebuah siksaan fisik yang hanya bisa ditahan oleh seseorang dengan tekad baja seperti Ye Chen. Ia bisa merasakan tulangnya berderak, menjadi lebih padat dan kokoh.
Ketika fajar mulai menyingsing dan cahaya matahari pertama menembus celah-celah gudang, proses itu akhirnya selesai. Ye Chen membuka mata, dan pemandangan di depannya terasa jauh lebih tajam. Ia bisa mendengar detak jantungnya sendiri yang kini jauh lebih lambat namun bertenaga. Pakaian kemejanya kini benar-benar hancur dan kotor oleh residu tubuhnya.
[Proses Pembersihan Sumsum Selesai.]
[Selamat! Tuan Rumah berhasil menembus: Alam Penempaan Tubuh (Tahap Awal).]
[Kekuatan Fisik Terakumulasi: Setara dengan 1.000 jin.]
Ye Chen mengepalkan tangannya, merasakan kepadatan otot yang luar biasa di balik kulitnya yang kini terlihat lebih bersih. Ia menyadari bahwa tubuhnya bukan lagi tubuh seorang analis yang lemah, melainkan sebuah wadah yang siap untuk menampung kekuatan besar. Kekuatannya kini melampaui para penjaga gerbang desa kemarin.
Setelah membersihkan diri di sumur belakang rumah Paman Zhao dengan sangat cepat agar tidak ketahuan, Ye Chen kembali ke gudang. Ia mengenakan sisa-sisa pakaiannya yang masih bisa dipakai, meski compang-camping. Ia tahu bahwa meskipun ia sudah kuat, melompat langsung ke dunia luar tanpa persiapan sosial adalah tindakan bodoh. Ia harus memulai interaksi sosial dan pengumpulan informasi fungsional dari titik ini.
ada usul tidak jelas