karena ambisi untuk menjadi kaya, seseorang rela menukar bayinya dengan bayi dari pria masa lalunya....
yuk ikuti kisah nasib bayi yang di tukar...
akankah berakhir bahagia atau semakin menderita....
Assalamualaikum....
masih biasa, bertemu lagi dengan Author receh... yang masih asal njeplak kalau bikin cerita... tanpa memikirkan plot dan twist...asal ngalir saja di pikiran...
yang masih setia dengan cerita-cerita author,mohon dukungannya... yang tidak suka , bisa di skip tanpa meninggalkan bintang satu....
dukungan kalian, adalah motivasi author...
terimakasih...
salam sehat selalu...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Malam itu, di sebuah gudang tua di pinggiran dermaga Jakarta, suasana terasa sangat mencekam. Aroma amis laut bercampur dengan bau mesiu dan keringat. Di bawah lampu temaram yang berayun, seorang pria bertubuh raksasa dengan tato di sepanjang lehernya duduk di kursi kebesaran.
Dia adalah Hans, sang legenda hitam dari dunia bawah Amerika yang baru saja mendarat di tanah Jawa dengan dendam yang membara.
Seina berdiri di depan Hans dengan tubuh gemetar, namun matanya memancarkan kegilaan yang sama. Di samping Hans, Cito berdiri menunduk. Cito adalah pion yang ditanam Hans bertahun-tahun lalu di Indonesia.
"Jadi... gadis bercadar yang menghancurkan kerajaan bisnisku di Nevada adalah anak tiri yang kau benci?" suara Hans terdengar berat, seperti geraman harimau.
"Dia bukan hanya anak tiri yang aku benci, Hans," desis Seina sambil menunjukkan foto Maudi "Dia adalah iblis yang menyamar jadi malaikat. Dia yang membuatku mendekam di sel, l"
"dan dia juga yang menjebloskanku ke penjara internasional. Kita punya tujuan yang sama." sahut Hans dengan suara dingin.
Hans tertawa terbahak-bahak, suara tawanya menggema di gudang kosong itu. "Maudi... atau Agen dari Sektor 7. Aku sudah membayar mahal seorang pengkhianat di markas pusatnya untuk mendapatkan nama aslinya. Aku tidak menyangka dia bersembunyi di balik cadar dan kepolosan seorang santriwati."
"maksudmu apa Hans?" tanya Seina yang tidak mengerti apa-apa , sebenarnya ia bingung mengapa Hans tahu banyak tentang Maudi yang ia tahu selama ini Maudi tinggal di pesantren.
"kau terlalu bodoh Seina, begitupun dengan semua keluarga Daneswara, Maudi tidak sepolos kalian kira, dia salah satu Agen rahasia di bawah pimpinan tertinggi di Amerika, sudah beberapa tahun ini dia di kontrak untuk menyelidiki berbagai kasus, dan salah satunya Aku yang terbukti menyelundupkan senjata-senjata ilegal serta jaringan obat-obatan terlarang. Padahal sebelum gadis itu bergabung, Bisnisku terbilang lancar,tapi semenjak ada iblis itu, semuanya jadi hancur" tutur Hans membuat Seina terpaku.
Ia menutup mulutnya sendiri ,tak percaya dengan apa yang Hans katakan, ternyata penyiksaan bertahun-tahun yang ia lakukan membuat Maudi tumbuh dengan kuat, dan berbahaya.
Hans berdiri, mendekati Seina dan mencengkeram rahang wanita itu dengan kasar. "Dengarkan aku, Seina. Aku akan membantumu menghancurkan keluarga Daneswara dan mengambil hartanya. Tapi sebagai gantinya, aku ingin Maudi diserahkan hidup-hidup padaku. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya sel yang dia berikan padaku."
"Tentu," sahut Seina tanpa ragu. "Ambil dia. Siksa dia. Aku hanya ingin Eliza kembali ke tanganku dan Doni berlutut memohon maaf padaku."
Hans menoleh ke arah Cito. "Cito... kau sudah melakukan tugasmu dengan baik dengan menyuruh Bram memfitnahnya tempo hari, meskipun gagal total karena kejeniusan gadis itu. Ucap Hans pada Cito ...." Sekarang, gunakan aksesmu. Aku tahu Harison memperketat keamanan. Cari celah di kampus mereka."
"Bram akan membusuk si penjara, jadi kita Bisa bergerak secara diam-diam" Hans tersenyum devil
sementara Seina bergetar ketakutan, laki-laki yang di kenalkan Bram ternyata bukan laki-laki biasa, Hans lebih mengerikan daripada yang ia kira, bahkan Hans tidak membantu Bram setelah Bram tidak berguna lagi....
____
Di kamar mansion yang mewah, Maudi sedang duduk di depan laptop canggihnya yang tersembunyi di balik meja rias. Layar monitornya dipenuhi kode-kode terenkripsi. Tiba-tiba, sebuah sinyal peringatan berwarna ungu muncul.
(WARNING\=GHOST SIGNAL DETECTED. ORIGIN\=NEVADA SYNDICATE. CURRENT LOCATION\= NORTH JAKARTA.)
Jantung Maudi seakan berhenti berdetak. "Hans..." gumamnya lirih. "Bagaimana bisa dia sampai ke sini secepat ini?"
Maudi menyadari satu hal, Seina kabur bukan karena keberuntungan, tapi karena dia dijemput oleh predator yang lebih besar. Jika Hans sudah bekerja sama dengan Seina, maka nyawa Kakek, Papa, Saka, dan Eliza berada dalam bahaya yang jauh lebih mengerikan daripada sekadar fitnah keluarga.
"Astaghfirullah.... kenapa bisa jadi seperti ini" Maudi meraup wajahnya sendiri.
Keesokan harinya, konvoi tiga SUV hitam keluar dari Mansion Daneswara. Maudi duduk di mobil paling belakang, matanya terus memantau spion. Ia melihat sebuah motor sport hitam mengikuti mereka dari jarak yang sangat jauh.
"Kak Saka, Eliza... dengarkan aku," ucap Maudi melalui grup telepon mereka. "Jangan pernah lepas dari pengawal. Jika kalian melihat orang dengan tato ular di leher atau pergelangan tangan, segera lari ke arah kerumunan pengawal kita."
"Maudi, kau membuatku takut. Ada apa sebenarnya?" tanya Saka dari mobil tengah bersama Eliza.
"Lakukan saja, Kak! Ini bukan lagi soal Ibu Seina, ini soal sesuatu yang jauh lebih besar," tegas Maudi.
____
Di sisi lain, Rasya yang sedang bersiap untuk pulang dari rumah sakit setelah mandi cairan antiseptik tiga kali pagi itu dan memakan sarapan yang dikirim oleh Maudi ...ia mendapati Kevin masuk dengan wajah pucat pasi.
"Tuan... ada kabar buruk dari intelijen perusahaan kita," bisik Kevin.
"Apa lagi? Ada kuman jenis baru di kampus Maudi?" tanya Rasya sambil memakai sarung tangan kulitnya.
"Bukan, Tuan. Hans, ketua gengster dari Amerika, terdeteksi masuk ke Indonesia secara ilegal dua hari lalu. Dan menurut data siber, dia sedang mencari seorang wanita bercadar , dan yang lebih mengejutkan lagi, ternyata yang Hans cari adalah Maudi, ada dendam tersendiri pada Maudi"
Rasya terdiam. Tatapan matanya yang dingin mendadak berubah menjadi sangat tajam dan berbahaya. Ia melepaskan masker medisnya dengan kasar.
"Hans? Pria kotor yang hobi bermain senjata itu mencari Maudi-ku?" Rasya berdiri, auranya mendadak berubah dari CEO yang takut kuman menjadi pria yang sangat dominan. "Siapkan seluruh tentara bayaran kita yang paling terlatih. Dan Kevin... pastikan senjata mereka sudah disterilkan. Aku tidak mau Hans mati karena infeksi, aku ingin dia mati dengan sangat rapi di tanganku sendiri."
"Tapi tunggu Kevin, kenapa dia bisa mencari Maudi ?!, sedangkan kau tahu sendiri , Maudi baru beberapa hari di jakarta dan sebelum itu dia berasal dari pesantren". Tanya Rasya dengan wajah penasaran.
"Itu yang anda tidak tahu Tuan,anda terlalu sibuk dengan kuman dan bakteri sehingga tidak tahu nona Maudi itu siapa....!" jawab Kevin dengan wajah serius.
"Maksudmu...?"
"Tuan, setelah aku menyelidiki semuanya termasuk kehidupan Maudi di pesantren, sesuatu yang mustahil terjadi, di usia 14 tahun nona Maudi sudah lulus SLTA atau setara dengan SMA, kemudian mendapatkan beasiswa penuh di Amerika dan hanya dalam waktu 4 tahun ia menyelesaikan study nya dan mendapatkan gelar master .... Dan menurut mata-mata yang aku perintahkan, ternyata di sana nona Maudi tidak hanya belajar, melainkan ia menjadi agen rahasia dengan kedudukan tinggi " tutur Kevin membuat mulut Rasya menganga lebar.
Eliza bakalan jadi musuh lagi buat Maudi, bakalan mengira kalau Maudi merebut Rasya darinya 🤣🤣🤣🤣 padahal Rasya menyelamatkan Eliza karena Maudi 😂 ahh elahhj Elizaaaa jangan jadi kacang lupa kulit kau, atau kami piteeeessss palamu yaaa 😏
Kata Rasya si Maudi orang asing ehh kata Hans, maudi datang bersama suaminya 🤣🤣🤣🤣🤣 ucapnmu bagian dari doa yg ku aamiin kann hans 🤣🤣
Tahan napas pas Maudi lompat dari pintu Helikopter untuk misi penyelamatan Eliza, smg setelah ini Eliza tidak akan melupakan jasa Maudi yg bertaruh nyawa untuk menyelamatkan dirinya dari racun Ibu kandungnya sendiri 🙄
Seina Seina.... bisa²nyaa seorang ibu tapi tak memiliki jiwa keibuan sama sekali bahkan dengan anak yg dilahirkan dari rahimnya sendiri, benar² wanita gila yg haus dan serakah akan harta.