NovelToon NovelToon
Ascending The Goddess Peak

Ascending The Goddess Peak

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi / Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: nona cacha

[ Karya pertama di NovelToon ]
[ Semua visual di dalam didapat dari apk pinterest ]

----------

Yu Lingxi adalah Nona Muda Sekte Naga Giok. Ia dipuja-puja sebagai dewi karena memiliki kemampuan diatas rata-rata para kultivator wanita luar. Namun, ada suatu masa Sekte Naga Giok runtuh, disebabkan oleh Sekte Iblis Guntur yang secara terang-terangan mendeklarasikan peperangan dadakan. Dan diakhir hanya menyisakan nyawa Yu Lingxi dan Kakek Naga—Yu Tianlong. Peristiwa itu mengakibatkan mereka terpaksa meninggalkan sekte demi keberlangsungan hidup.

Tapi, tanpa Sekte Iblis Guntur ketahui, akan ada masanya Yu Lingxi membalaskan ketidakadilan dan dosa besar yang sudah mereka lakukan terhadap Sekte Naga Giok. Yu Lingxi, akan segera datang. Tunggu saja ...

----------

[ Hasil ketik tangan sendiri ]
[ Segi dunia, kultivasi, profesi, tingkatan, kekuatan, dan lain sebagainya adalah sebuah rekayasa dari ide author sendiri. Jika ada kesalahan kalimat/typo, mohon beritahu author ]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nona cacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bahaya? #01

^^^Xīngqī sān, At Puncak Shuangfeng^^^

Bunyi dentang tungku alkimia yang baru saja ditutup dengan kasar oleh Lingxi bergema di antara tebing. Cahaya temaram menyusup di antara celah-celah rak buku kayu tua yang menjulang tinggi hingga ke langit-langit. Aroma kertas kuno bercampur dengan bau tajam tanaman obat yang menguap. Lingxi seolah kehilangan fokus pada tungku kuno tingkat kuning yang sudah berapa kali meledak—menandakan kegagalannya terhadap dunia alkemis. Entah sudah berapa hari Lingxi berurusan dengan tungku tua itu.

"Ayolah, tungku sialan! Kau tidak mungkin tega menjeratku di sini selama berbulan-bulan!" celetuk gadis itu dengan perasaan dongkol.

Sementara itu, di pojok ruangan, Shen Zhengtian tengah menyibukkan diri dengan menelisik setiap buku yang terpajang di rak-rak yang berderet rapi sesuai aturan. Sesekali Lingxi melihat laki-laki itu menyodorkan jari telunjuk lalu sedikit menggoreskannya ke kayu lapuk rak tersebut—seolah-olah sedang memastikan kebersihannya.

"Hei, Zhengtian, bisakah kau membantuku menyempurnakan pil ini?" Lingxi bertanya lembut dengan kedua bola mata permatanya yang terpoles indah itu membesar bak anak kecil.

Shen Zhengtian tak sedikit pun menoleh. "Tidak," balasnya singkat, padat, jelas sembari melanjutkan penelitiannya terhadap ruangan kumuh itu.

Jawaban Shen Zhengtian membuat Lingxi naik pitam. Dalam satu tarikan napas, ia melangkahkan kaki mendekat ke posisi Shen Zhengtian. Hentakan kakinya sangat dahsyat, sampai menggetarkan sekitar. Shen Zhengtian dapat merasakan hawa mencekam menyelimuti gadis yang kini berjalan menghampirinya dengan raut wajah masam.

Dengan blak-blakan Lingxi langsung meraih kerah hanfu milik Shen Zhengtian erat-erat, lalu menariknya cukup kuat sampai hanya menyisakan sedikit jarak di antara mereka. Shen Zhengtian tidak sempat menarik diri. Kini, wajah mereka hanya terpaut beberapa inci—begitu dekat hingga Zhengtian bisa merasakan embusan napas Lingxi yang hangat menerpa permukaan kulitnya.

Pemuda itu mendadak membeku. Ketenangan yang selalu ia tanamkan, runtuh seketika. Perlahan-lahan warna merah padam mulai merambat naik dari balik kerah hanfunya, menjalar melewati leher hingga memenuhi seluruh permukaan pipinya. Mata Shen Zhengtian yang berwarna cokelat kemerahan itu melebar, kehilangan fokus tajamnya. Napasnya tertahan di tenggorokan, dan jakunnya bergerak naik-turun saat ia menelan ludah dengan susah payah.

"Nona Yu?" Shen Zhengtian tertegun.

Ia berusaha mempertahankan postur tegapnya, namun ujung telinganya yang kini sewarna dengan buah delima matang membongkar segalanya. Ia tidak mampu membalas tatapan Lingxi—matanya bergerak gelisah ke arah lain.

Damn ... ini terlalu dekat, batin Shen Zhengtian dengan permukaan wajah yang sudah tak bisa disembunyikan lagi.

Gigi Lingxi menggertak cukup keras, sebelum akhirnya berkata dengan lantang, "aku sudah menerima tawaran dari Kakek untuk berlatih denganmu, dan begini kah caramu berbalas budi?" Sepasang netra kembar miliknya menatap nyalang ke mata milik Shen Zhengtian.

Shen Zhengtian menggelengkan kepala. "Kakek Tianlong hanya memerintahkan saya untuk menjaga Anda, bukan untuk membantu Anda." Hela napas terdengar panjang keluar dari indra penciumannya.

"KAU—!" Lingxi tersentak kecil.

Tanpa banyak berbasa-basi lagi, pelan-pelan Lingxi melonggarkan cengkraman di kerah hanfu milik Shen Zhengtian. Lingxi berdiri dengan napas memburu, matanya yang biru berlian menatap tajam ke arah Shen Zhengtian. "Cukup, kalau kau memang tidak berniat membantuku, lebih baik aku hancurkan saja kuali ini," ujarnya santai sembari membalikkan badan, meninggalkan Shen Zhengtian yang terpaku di tempatnya.

Shen Zhengtian kini tampak kehilangan kata-kata. Postur tubuhnya yang tegap mendadak terlihat kaku dan serba salah. Ia mengangkat tangannya setengah jalan, seolah ingin meraih bahu Lingxi. Namun segera menariknya kembali dengan ragu.

"Nona Yu, tunggu!" Ia mengambil langkah maju.

kali ini langkahnya terdengar berat. Ia berhenti di belakang Lingxi, menundukkan kepalanya hingga helai rambut hitamnya menutupi sebagian wajahnya yang mulai memerah karena rasa bersalah.

"Saya ... saya tidak bermaksud m-meremehkan kemampuan Anda," gumamnya dengan terbata-bata. "Hanya saja, untuk membuat pil itu ... jika dilakukan tanpa persiapan yang matang, saya takut energi baliknya akan melukai Anda," jelasnya sambil menengadahkan kepalanya. Ia menatap kedua bola manik milik Lingxi dengan nelangsa.

Lingxi berbalik dengan bahu sedikit menurun. "Sudah hampir satu bulan kita saling kenal, Zhengtian. Aku menganggapmu lebih dari sekadar teman, melainkan seorang guru."

"Sebagai seorang pembimbing, kau harus bisa melepaskan ketakutan itu!" celoteh Lingxi sambil berkacak pinggang—ke dua alisnya saling bertaut dengan wajah masam tertera jelas, menandakan kekesalannya terhadap laki-laki muda di hadapannya.

Shen Zhengtian menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal—sebuah gestur yang sangat jarang ia lakukan. Wajahnya yang biasanya sejuk kini tampak sangat kikuk. "Maafkan saya. Saya memang tidak pandai bicara ..." Jeda sesaat tampak jelas. "Saya hanya ingin melindungi Anda, tapi cara saya menyampaikan hal itu mungkin sangat buruk." Shen Zhengtian berbicara penuh kepedihan.

Dapat ia rasakan dadanya kembang-kempis, terasa sesak seiring berjalannya waktu. Hela napas pasrah menderu, lalu pandangan mereka kembali bertemu. "Bisakah ... bisakah kita mulai lagi? Saya akan membagikan catatan saya, meski itu melanggar perintah dari Kakek Tianlong," sambungnya dengan memasang senyum samar.

Bagiku, keselamatanmu lebih penting ...

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

Lingxi berdiri dengan peluh membasahi keningnya. Jari-jemarinya yang lentik gemetar, berusaha menahan arus energi spiritual yang mulai liar di dalam tungku. Tiba-tiba, sebuah tangan kokoh mendarat di punggungnya, menyalurkan aliran energi yang murni dan dingin seperti es pegunungan.

Shen Zhengtian telah berdiri di belakangnya. Matanya tajam, menatap lurus ke arah api tungku yang mulai berubah warna menjadi merah kebiruan. "Jangan biarkan pikiran Anda goyah, Nona Yu. Fokus pada titik pusat api. Biarkan Qi mu mengalir." Shen Zhengtian menjelaskan dengan detail.

Napas Lingxi tersengal dengan gigi terkatup rapat. "Tapi Zhengtian, energinya terlalu besar! Tungku ini akan meledak jika kita tidak menekannya sekarang!"

"Bukan ditekan, tapi diarahkan!" tegur Shen Zhengtian.

Pemuda itu menghentakkan kaki kirinya. Seketika, lingkaran formasi es muncul di bawah kaki mereka, meredam getaran hebat di ruangan itu. Rak-rak buku yang tadinya berderit seketika terkunci. Ia mengangkat tangan kanannya, membentuk segel ular meliuk-liuk. Cahaya keemasan mengalir dari ujung jarinya, masuk ke dalam lubang ventilasi tungku.

"Sekarang! Masukkan esensi tumbuhan Teratai Suci ke dalam tungku!" titah Shen Zhengtian kepada Lingxi.

Lingxi mengangguk cepat, dengan lincah gadis itu mengambil Teratai Suci dengan menyebarkan kesadaran untuk mengunci tanaman tersebut. Dari dantian, Qi dialirkan melalui tangan. Kemudian, Qi itu melilit batang tanaman, lalu ditarik pelan ke arah mereka. Setelah Teratai Suci sudah mendekat, Lingxi langsung mengarahkannya untuk masuk ke tungku kumuh di hadapan.

Sekarang, Rak-rak buku tampak bergetar hebat hingga beberapa gulungan tua terjatuh ke lantai. Tekanan udara di ruangan tertutup itu meningkat pesat hingga debu-debu beterbangan membentuk pusaran.

3 ... 2 ... 1 ...

BOOMMMM!

Gelombang kejut menghantam dinding ruangan, namun segera diredam oleh segel pelindung Shen Zhengtian. Hening sesaat, asap putih tipis keluar dari celah tungku, beraroma sangat harum. Shen Zhengtian menarik napas panjang dan menurunkan tangannya. Di tengah tungku, melayang sebuah pil bulat sempurna berwarna putih bersih mengkilap jika terkena secercah cahaya yang menyelinap masuk.

Lingxi terduduk lemas di lantai, menatap pil itu dengan mata berbinar. "Kita ... kita berhasil? Membuat pil tingkat menengah?"

Shen Zhengtian tersenyum tipis sembari menyeka keringat di pelipisnya. "Sedetik lebih lambat, maka tamatlah kita. Tapi kau melakukannya dengan baik, Nona Yu."

Lingxi membalasnya dengan senyuman, sementara pil yang sudah jadi perlahan turun ke telapak tangannya, memancarkan aura suci yang menyejukkan hati dan pikiran. Melihat itu, betapa senangnya hati Lingxi.

"Pencapaian ini ... harus ku pamerkan kepada Kakek Naga! Aku yakin dia akan bangga!"

...✦•┈๑⋅⋯ ࿔‧ ֶָ֢˚˖𐦍˖˚ֶָ֢ ‧࿔ ⋯⋅๑┈•✦...

...…To Be Continued…...

1
T28J
banyak kali monsternya kak, gak terlalu OP apa tuh
T28J
semangat kak ✍️
Noona
Semangat berkarya thor /Curse//Curse//Curse/
Manusia Ikan 🫪
kasiaaan
Elsa Sefia
semangat kak 😊
钙Chaa: thankyouu udh mampirrr kakaa~ /Smile//Smile/ kakaaa jg semangatt yyaaa /Kiss//Rose/
total 1 replies
Dinorawr
Sejauh ini ceritanya lumayan menarik dengan nyelipin bumbu romance + action. But harapan aku kedepannya adegan fight diperbanyak ya kak/bang
钙Chaa: thank you for ur 5 stars, maniss. aku usahain ceritanya bagus yya, nantikan aja chapter selanjutnya /Smirk//Coffee/
total 1 replies
Fitri Zee
/Sob/
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hadir thor
钙Chaa: thankyou udh mampirrr /Smile/
total 1 replies
zoedrazit212
mantap banget ceritanya👍, suka banget ini
钙Chaa: thankyouuu udh mampirrr~ /Smile//Rose/
total 1 replies
Chen Wuji
kak mau nanya buat art novelnya dimana yak?😁😄
Manusia Ikan 🫪: kalau mau bagus coba pake APK "PixAI" tapi harus di pelajari dulu sih makenya
total 1 replies
cloudia
aw cantik banget 😍😍
钙Chaa: tentuu ajaa hruss tampil cntiii and mempesonaa sisss biar ditaksirr /Chuckle/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
bro ingin, baru bab 1 udah tragis banget ya/Hammer/
钙Chaa: wajibbbb, biar kuattt /Tongue/
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
muka nya
Marie
Visualnya mantep banget!/Drool//Good/
Nggak sia-sia bacanya, harap-harap alurnya juga semantep visualnya/Kiss//Rose/
钙Chaa: hayyieee kakkk, thankyou udh mampirr and meninggalkan 5 bintang nya /Smile//Smile/
total 1 replies
Marie
Next dong kakak, minimal sehari up 5 chapter lah /Tongue/
钙Chaa: otakkk authorr nda mampuu kakaaa /Sweat/
total 1 replies
Marie
Wkwk yang sabar ya neng Lingxi /Sweat//Sweat/
Marie
MAKAN RIBUAN ORANG? ITU BANYAK LOH, JAHAD BANGET 😭
Manusia Ikan 🫪: 🧐lebih tepatnya dua ribu dua ratus empat puluh delapan
total 1 replies
Marie
Baru juga awal udah disuguhkan kematian dua karakter 😭
钙Chaa: derita jdi mc di tangankuu yya gni takdirnya /Sneer/
total 1 replies
Marie
Detail banget mendeskripsikan fisik karakternya, bakal betah banget sih bacanya 🤭🤭
钙Chaa: aww thankyouuu bebbb~ harap' ceritanya pas di kamu yyaaa /Smile/
total 1 replies
Anone
makin di panasin ma si Xingluo /Sweat/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!