Nara adalah seorang gadis yang memiliki kekurangan yang terletak pada wajahnya ia setiap hari dibully oleh teman sekelasnya sampai ketika ia menyelamatkan seorang pria mulai sejak itu kehidupannya berubah kedatangan pria itu membuat hidupnya menjadi lebih baik. pria itu selalu melindunginya dan membantunya ketika ia menghadapi masalah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anastya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10
Milka yang merasa terus di pojokan itu pun jadi semakin panik.
Lalu Nara pun langsung berdiri dan berjalan menuju Milka. Milka dan teman-teman yang lain pun langsung kaget.
Loh bukannya kamu bilang rok kamu ke tempel di kursi kok kamu bisa berdiri ucap salah seorang murid.
"Aku nggak tahu apa salah aku sama kamu sampai kamu tega ngelakuin ini sama aku. padahal aku nggak pernah ngerasa menyinggung kamu" ucap Nara kepada Milka.
"Apa maksud kamu, jelas-jelas kamu mau ngejebak aku. bilang bahwa kursi kamu itu aku yang lem. pasti kamu kan yang naruh lemnya di tasku "ucap Milka.
"Tadi emang rok aku ke tempel di kursi sampai aku nggak bisa berdiri. tapi untung aku punya teman yang bisa diandalkan mereka mau ngebantu aku' ucap Nara.
"Aku bingung sama kamu Kamu nggak bisa apa lihat aku bahagia satu hari aja. Aku nggak kaya aku nggak cantik aku nggak punya apa-apa .kenapa kamu masih iri sama aku" ucapnya sambil menangis karena ia tak tahan lagi dengan perlakuan dari Milka.
Milka yang merasa panik langsung menuduh bahwa perbuatan itu dilakukan oleh Lala dan Tasya dan tidak ada kaitannya dengannya.
"Itu semua bukan perbuatan aku, itu perbuatan Lala dan Tasya mereka yang udah ngelakuin itu sama kamu "ucap Milka untuk membela diri.
Lalu Tasya dan Lala pun langsung menoleh ke arah Milka Dengan tatapan tajam.
Lala dan Tasya yang takut Dan panik langsung membela diri. Mereka juga tidak mau diproses di kantor apalagi sampai orang tua mereka dipanggil .jadi mereka melimpahkan semua kesalahan itu kepada Milka. Lagian Milka yang duluan menyebutkan nama mereka berdua kepada Kiandra. Mereka langsung berteriak kepada Milka.
"Enak banget ya mulut lo Milka, berani-beraninya lo nuduh kita yang lakuin itu jelas-jelas lem itu ada di tas lo "ucap Tasya.
"Iya bener, itu jelas-jelas lemnya ada sama kamu kenapa jadi nuduh kita yang lakuinnya" ucap Lala lagi.
"Ternyata Milka yang ngelakuin itu ,emang benar-benar nggak punya hati .padahal sama-sama perempuan loh ,masa tega sih ngelakuin hal itu meskipun Nara nggak secantik dia ,tapi sebenarnya dia nggak boleh ngelakuin hal itu" ucap salah seorang murid.
"Bener itu" serentak sama murid mengatakannya.
Karena merasa malu, Milka buru-buru keluar dari kelas. Iya berlari dengan cepat dan mengunci diri di dalam WC
"Tega-teganya mereka ngelakuin ini sama gue awas aja kalian" ucap Milka
Milka sangat kecewa kepada Lala dan Tasya iya begitu sangat marah.
Karena melihat Milka yang tidak kembali-kembali Tasya dan Lela pun merasa khawatir Mereka pergi menyusul Milka ke WC.
Sesampainya mereka di depan WC Lala langsung mengetuk pintu wc dan memanggil nama Milka.
"Milka ! Milka ! buka pintunya" ucap Lala.
Milka yang mendengar Lala mengetuk pintu pun langsung membuka pintu wc itu.
Lalu mereka berdua langsung masuk ke dalam WC. Setelah itu ,Milka langsung bertanya kenapa mereka berdua melakukan itu kepada Milka.
"Kenapa kalian cuman nuduh aku sendiri padahal ini kan rencana kita bertiga" ucap Milka.
"Lo nggak bisa dong nyalahin kita ,lo duluan kan yang nuduh kita berdua aja yang lakuinnya. kita juga nggak mau diproses cuman gara-gara lo "ucap Tasya.
"Kalian benar-benar udah bikin gue kecewa tahu nggak sih "ucap Milka.
Lalu lala menenangkan Milka Dengan mengatakan.
"Udahlah Milka, jangan sampai cuma gara-gara ini persahabatan kita jadi hancur. Ini bukan salah kita tapi ini salah Nara dia yang udah buat kita malu jadi kayak gini "ucap Lala.
"Bener apa kata Lala" ucap Tasya.
"Awas aja ya lo Nara, tunggu pembalasan gue" ucap Milka.
Lalu setelah Milka keluar dari WC ia langsung dipanggil oleh guru ke ruang guru.
Karena setelah Milka keluar dari kelas, Keandra langsung pergi ke ruang guru untuk melaporkan perbuatan Milka kepada Bu Tiara.
"Bu saya sudah temukan pelakunya, pelakunya adalah Milka "ucap Keandra.
"kalau begitu panggil Milka ke ruang guru sekarang juga" ucap Bu Tiara.
beberapa saat kemudian, Milka datang ke ruang guru. sampai di sana ia langsung ditanya oleh Bu Tiara.
"kenapa kamu ngelakuin hal ini sama Nara, apa kamu tahu akibatnya ngelakuin hal ini" tanya Bu Tiara.
"iya ,saya tahu Bu "jawab Milka.
"terus kenapa kamu masih ngelakuin hal itu" tanya Bu Tiara lagi.
Milka hanya menunduk dan diam karena tidak mungkin dia bilang bahwa alasannya melakukan hal itu karena dia iri pada Nara. karena Nara bisa dekat dengan Keandra sedangkan dia tidak.
"Karena kamu udah ngelakuin hal yang nggak sepatutnya kamu lakuin. kamu bakal ibu hukum mulai besok .selama 3 minggu kamu ibu hukum membersihkan WC. kalau kamu nggak ngelakuin itu kamu bakal ibu keluarin dari sekolah ini kamu ngerti nggak" ucap Bu Tiara.
"Baik bu "ucap Milka.
Milka keluar dari ruang guru dengan wajah kesal Karena iya harus membersihkan WC selama 3 minggu lalu ia berkata kepada Lala dan Tasya.
"Pokoknya kalian juga harus ngebantuin gue, kalau nggak gue laporin juga kalian "ucap Milka.
terpaksa mereka hanya bisa mengangguk agar Milka tidak melaporkannya kepada Bu Tiara.
"akhirnya masalah hari ini selesai juga"ucap Sisil.
"iya, hari ini gue capek banget"ucap Nara.
"hee Nara, lo emangnya gak ngerasa kalau Keandra itu suka sama lo"ucap Sisil.
"kenapa kamu ngerasa kayak gitu"ucap Nara.
"ya habisnya, dia selalu belain kamu kan. jangan-jangan dia suka lagi sama kamu"ucap Sisil.
"nggak mungkin, mungkin itu cuman perasaanmu kali"ucap Nara.
"ya udah kalau kamu nggak percaya"ucap Sisil.
"mending kita ke kelas aja, soalnya udah mau masuk "ucap Nara.
"hmmm "ucap Sisil.
lalu mereka pun berjalan menuju kelas. di perjalanan Nara dan Sisil bertemu dengan Milka dan teman-temannya. yang baru saja selesai membersihkan WC. Milka dan teman-temannya menatap Nara dan Sisil dengan tetapan tajam.
Nara dan Sisil hanya melanjutkan perjalanan tanpa menghiraukan mereka.
"mentang-mentang sekarang Keandra udah ngebelain Nara, dia jadi berani sama gue. tunggu aja pembalasan gue"ucap Milka.
sesampainya Nara dan Sisil di kelas, mereka langsung duduk di bangku mereka. belum beberapa lama Sisil dan Nara duduk, tiba-tiba Milka dan teman-temannya masuk ke ruang kelas dengan wajah yang lesu, karena kecapean.
tiba-tiba Alex bertanya kepada Milka
"kenapa wajah kalian begitu lesu, seperti orang tidak pernah makan"tanya Alex.
"lo bisa diem nggak"ucap Milka.
"iya, banyak banget pertanyaannya"ucap Tasya.
sementara lalah hanya diam dan duduk di bangkunya dengan tatapan kosong. karena baru kali ini dia membersihkan WC. dan rasanya begitu sangat melelahkan. seperti melakukan pekerjaan yang begitu sangat sangat berat.