Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10. Pertemuan yang Tak Terduga
ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ
Keesokan paginya, suasana di rumah Aisyah terasa sedikit mendung. Setelah mendengar cerita Papa Arya semalam bahwa Gus Aqlan ternyata sudah memiliki pasangan, hati Aisyah terasa perih dan kecewa. Meski mereka baru dekat beberapa hari, rasa kagum dan getaran hati yang muncul membuatnya merasa sedih.
"Apa boleh buat... mungkin memang bukan jodoh," gumam Aisyah pelan sambil merapikan hijabnya. Ia berusaha tegar, menyembunyikan kesedihannya agar Mama Laras tidak curiga dan Papa Arya tidak merasa bersalah.
Setelah mengantar Shuka ke sekolah, Aisyah melajukan mobilnya menuju kampus. Ia berjalan dengan anggun namun wajahnya terlihat lebih dingin dan serius dari biasanya. Ia berniat untuk fokus kuliah saja dan menjaga jarak dari Gus Aqlan mulai hari ini.
Namun, takdir berkata lain. Saat Aisyah baru saja sampai di depan gedung fakultas dan hendak masuk ke kelas, langkahnya terhenti.
Di sana, berdiri seorang wanita yang sangat ia kenali. Wanita yang kemarin sore ia lihat berdiri sangat akrab bersama Gus Aqlan di pom bensin! Wanita yang menurut Papa Arya adalah pacarnya Gus Aqlan!
Wanita itu memakai gamis berwarna soft blue yang anggun, sedang berdiri sambil melihat-lihat papan pengumuman. Wajahnya cantik dan sangat mirip dengan Gus Aqlan.
"Itu dia... ceweknya Gus Aqlan," batin Aisyah, jantungnya seketika berdegup kencang campur aduk antara cemburu, sedih, dan penasaran. "Kenapa dia ada di sini? Apa dia juga kuliah di sini? Atau cuma main-main?"
Aisyah mencoba ingin lewat begitu saja, tapi wanita itu justru menoleh dan melihat ke arahnya. Dengan senyum manis dan sopan, wanita itu malah menyapa duluan.
"Assalamu’alaikum. Permisi Kak, maaf mau tanya. Ini kelas untuk mata kuliah Metodologi Penelitian ya yang ada di lantai dua?" tanya wanita itu dengan suara lembut.
Aisyah terkejut, ia membalas salam dengan kaku. "W... Wa’alaikumsalam. Iya betul, mbak. .."
Aisyah bingung harus memanggil apa. Dalam hati ia bergumam, "Pantesan mirip banget, kan memang pacarnya."
"Alhamdulillah, ketemu juga. Saya Zea, Kak. Kebetulan saya mau ikut kelas itu juga sebentar, nemuin Kakak saya," jawab Zea ramah sambil mengulurkan tangan.
"Zea..." ulang Aisyah pelan, menjabat tangan itu dengan ragu. "Jadi ini namanya Zea. Cantik memang, cocok sekali sama pak Aqlan."
"Iya Zea. Saya Aisyah," jawab Aisyah singkat, berusaha menjaga sikap profesionalnya meski hatinya sedang tidak enak.
"Wah, Kak Aisyah! Oh iya! Kak Aqlan sering cerita soal Kakak lho!" ucap Zea dengan mata berbinar-binar.
Mendengar itu, dada Aisyah terasa semakin sesak. "Sering cerita... ya jelas dong, kan kalian pacaran. Pasti cerita hal manis-manis," batinnya semakin sedih.
"Oh ya? Dia cerita apa?" tanya Aisyah mencoba tersenyum kecut.
"Cerita kalau Kakak itu orangnya baik, cantik, dan kemarin sempat ditumpangi sampai rumah karena bensin habis. Masya Allah, Kak Aqlan jarang lho mau nawarin tumpangan seenak itu ke cewek lain, berarti Kakak orang spesial ya," celoteh Zea polos.
Aisyah hanya bisa mengangguk pelan. "Spesial apanya... kan dia sudah punya kamu," pikirnya lagi.
"Yuk yuk, kita naik bareng-bareng Kak! Kebetulan sekali bisa kenalan sama calon..." Zea berhenti bicara sejenak, tersenyum misterius. "...calon temen ngopi nanti!"
Aisyah berjalan di sebelah Zea, pikirannya kacau. Di satu sisi Zea terlihat sangat baik dan ramah, tapi di sisi lain Aisyah tahu bahwa wanita ini adalah "milik" Gus Aqlan.
BERSAMBUNG...