NovelToon NovelToon
Kutukan Jiwa Niskala

Kutukan Jiwa Niskala

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Romansa Fantasi
Popularitas:688
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

"Jika dunia menginginkanku mati, maka aku akan memastikan dunia hancur bersamaku!"

Terlahir dengan energi sihir yang disegel, Han-Seol dibuang dan dianggap sebagai aib keluarga. Demi bertahan hidup, ia kabur bersama Seol-Ah, seorang pemindah jiwa yang menjadi buronan paling dicari.

Di bawah bimbingan Master Lee yang legendaris, segel kekuatan kuno dalam tubuh Han-Seol mulai bangkit. Satu per satu rahasia kejam sang ayah terungkap, memicu perang besar yang akan melanda Cheon-gi Won.

Di tengah kepungan bahaya dan takdir yang rumit, mampukah Han-Seol melindungi wanita yang dicintainya dan menghancurkan mereka yang telah mengkhianatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Hukuman di Aula Cambuk

Han-Seol membungkuk berkali-kali, tangannya gemetar. "Maafkan saya, Paman! Nona Jin, maaf! Makhluk itu menyerang pelayanku! Aku tidak punya pilihan!"

"Hanya karena seorang pelayan, kau merusak hubungan dengan keluarga Jin?!" Do-Kwang mendesis.

"Jangan bergerak! Aku akan mengambil cambuk energi dan memberimu pelajaran!"

Saat Do-Kwang berbalik dengan penuh wibawa untuk mengambil cambuk, kakinya tersangkut jubah kebesarannya yang terlalu panjang.

GEDEBUK!

Pemimpin Cheon-gi Won yang ditakuti itu jatuh tersungkur mencium tanah.

Suasana mendadak hening. Han-Seol terpaksa menggigit bibir bawahnya kuat-kuat, bahunya berguncang hebat menahan tawa yang nyaris meledak di tengah situasi hidup-mati ini.

Di aula hukuman, Han-Seol berlutut lemas setelah menerima beberapa cambukan energi yang menghantam punggungnya. Seo-Jun dan Do-Hyun berdiri di sisi ruangan dengan wajah cemas.

Seol-Ah yang berdiri di balik bayangan pilar mendekati mereka. "Tuan-tuan... kumohon," bisiknya parau.

"Berikan sedikit energi sihir kalian untuknya. Han-Seol tidak akan kuat. Tubuhnya bukan tubuh penyihir, dia akan hancur."

Do-Hyun menatap Seo-Jun dengan sedih. "Seol-Ah, kau tidak mengerti. Memberikan energi sihir ke tubuh yang gerbang energinya tertutup rapat... itu mustahil bagi kami."

"Benar," tambah Seo-Jun dengan nada berat.

"Jika kami memaksanya, energi itu justru bisa berbalik membunuhnya. Kita hanya bisa... menunggunya bertahan sendiri."

Nara (Seol-Ah) mengepalkan tangannya. Kecewa menyelimuti hatinya. Ia menatap Han-Seol yang nyaris pingsan, lalu matanya beralih ke satu-satunya harapan yang tersisa: sebuah tong air besar di sudut aula.

‘Jika mereka tidak bisa menyalurkan energi melalui udara, maka aku akan menggunakan air untuk menghantarkannya,’ batin Nara.

Ia tahu teknik rahasia pembasmi yang bisa memaksa energi masuk melalui medium cair.

Nara menatap Han-Seol dengan tatapan yang kini penuh tekad. ‘Bertahanlah, Murid Bodoh. Gurumu akan menunjukkan cara bagaimana seorang tanpa energi bisa membalikkan keadaan.’

****

Di aula hukuman yang temaram, suara cambuk energi masih sesekali terdengar, diikuti erangan tertahan dari Han-Seol. Seol-Ah berdiri mematung dengan wajah pucat, hingga sebuah bayangan mendekatinya. Itu adalah Park Ji-Hoon.

"Nona Seol-Ah," panggil Ji-Hoon dengan suara rendah yang menenangkan. "Kami benar-benar hanya bisa menunggu hingga hukuman ini selesai. Setidaknya, setelah ini selesai, aku dan Seo-Jun bisa membantunya mengobati luka fisiknya."

Ji-Hoon terdiam sejenak, ia mencondongkan tubuhnya ke arah Seol-Ah dengan tatapan yang sangat menyelidik. "Tapi katakan padaku... apa Han-Seol seistimewa itu bagimu hingga kau tampak begitu hancur melihatnya dicambuk?"

Seol-Ah tidak menjawab, ia hanya meremas jemarinya yang dingin.

Ji-Hoon kemudian berbisik tepat di samping telinganya.

"Entah kenapa, aku merasa tidak asing denganmu, Nona Seol-Ah. Aku seperti pernah mengenalmu di masa lalu. Nada suaramu... caramu berdiri... mengingatkanku pada seseorang yang dulu sangat dekat denganku."

Nara tersentak. Jantungnya berdegup kencang hingga ia merasa sesak. ‘Apa maksudnya? Apa dia mengenaliku sebagai Nara, ataukah... raga ini, Seol-Ah?’ batinnya penuh waspada.

"Ah, begitukah?" Seol-Ah berusaha menstabilkan suaranya. "Memangnya Tuan mengenali saya sebagai siapa?"

Ji-Hoon menatap langit-langit aula, matanya menyiratkan duka yang mendalam. "Aku dulu sempat punya seorang sepupu. Dia sangat ceria, namun dia menghilang saat keluarganya dibantai habis oleh keempat keluarga penyihir karena tuduhan pengkhianatan."

Deg!

Seol-Ah kembali tertegun. ‘Jangan bilang... dia adalah sepupu dari kerabat ibuku?’ batinnya menjerit.

Memorinya yang terkubur tentang keluarga aslinya sebelum ia menjadi Nara sang Pembasmi kini mulai muncul kembali.

"Maaf Tuan... bolehkah saya tahu siapa nama Anda?" tanya Seol-Ah lirih.

Ji-Hoon menoleh dan tersenyum tipis—sebuah senyum yang terlihat tulus namun menyimpan luka. "Oh, aku lupa. Dari tadi kita belum berkenalan secara resmi. Aku Park Ji-Hoon, sahabat Seo-Jun, Do-Hyun, Chae-Rin, dan juga Han-Seol si keras kepala itu."

Nara mematung di tempatnya berdiri. ‘Jadi benar... dia adalah Park Ji-Hoon. Sepupuku. Sepupu dari Lee Seol-Ran.’

Air mata nyaris jatuh, namun Nara segera menahannya sekuat tenaga. ‘Ah tidak, nama Lee Seol-Ran sudah mati sejak lama saat seluruh keluargaku dihabisi. Aku tidak boleh terlihat mencurigakan. Dia tidak boleh tahu bahwa jiwa yang ada di dalam raga ini adalah jiwa yang sama dengan masa lalunya.’

Ji-Hoon mengibaskan tangannya di depan wajah Seol-Ah yang pucat. "Kenapa kau malah melamun? Apa kau takut dengan ceritaku?"

"T-tidak, Tuan," Seol-Ah buru-buru menunduk.

"Saya hanya merasa sedih mendengar cerita Tuan. Saya hanyalah pelayan rendahan, mana mungkin saya mengenal orang-orang hebat seperti keluarga Anda."

Ji-Hoon tertawa kecil, namun matanya tetap mengawasi Seol-Ah. "Mungkin itu hanya perasaanku saja. Tapi Seol-Ah, jagalah Han-Seol. Dia tidak punya siapa-siapa lagi di rumah ini selain kita... dan sekarang, kau."

Seo-Jun yang berdiri tidak jauh dari mereka melirik ke arah Ji-Hoon dengan tatapan penuh tanya. "Ji-Hoon, berhenti menginterogasi pelayan orang lain. Fokuslah pada Han-Seol."

Tepat saat itu, suara cambuk berhenti. Han-Seol jatuh tersungkur di lantai, napasnya tersengal dan punggungnya berdarah. Nara tidak memedulikan tatapan Ji-Hoon atau Seo-Jun lagi. Ia langsung berlari menghampiri Han-Seol, mengabaikan larangan para pengawal.

****

Han-Seol dibaringkan di bale-bale kayu koridor samping yang dingin. Napasnya pendek, tersengal di antara rasa perih yang membakar punggungnya. Keringat dingin membasahi keningnya, bercampur dengan noda debu dan darah.

Saat ia membuka mata yang berat, ia melihat bayangan Seol-Ah berdiri di hadapannya, menghalangi cahaya rembulan.

Han-Seol mencoba mengulas senyum tipis di bibirnya yang pecah. "Kau... kenapa masih di sini? Kembalilah ke kamar. Aku tidak apa-apa... syukurlah kau tidak terluka oleh anjing itu."

Seol-Ah menatapnya dengan tatapan yang membeku. Tidak ada kehangatan, tidak ada air mata. Hanya ada kekosongan yang mengerikan.

"Lihat dirimu," ucap Seol-Ah, suaranya sedingin es yang retak. "Mengenaskan. Sangat mengenaskan."

Han-Seol terbatuk, wajahnya meringis menahan sakit yang menjalar ke saraf. "Paman Do-Kwang hanya sedang emosi. Aku hanya perlu tidur sebentar..."

"Berapa kali kau harus hampir mati hanya untuk melindungi pelayan sepertiku, Han-Seol?"

Seol-Ah maju satu langkah, auranya menekan. "Kau tidak punya sihir. Kau tidak punya kekuatan. Kau hanya manusia biasa yang keras kepala. Jika kau terus begini, kau tidak akan menjadi pahlawan. Kau hanya akan menjadi beban yang membusuk di tangan mereka."

Han-Seol tertegun. Kata-kata itu terasa lebih menyengat daripada cambukan energi tadi. "Apa maksudmu? Aku melakukan ini karena aku tidak ingin kehilanganmu..."

1
Soobin Chan
mampir juga di cerita baru aku kak. 'The Emerald and Her Four Mates'
Protocetus
Beludru itu apa thor?
Soobin Chan: beludru itu sejenis bahan kain halus dan lembut gitu. jadi ibaratnya suaranya itu kaya beludru, lembut dan halus.🤭
total 1 replies
Protocetus
Ini bacanya Cheongi apa Cheon Gi min?
Soobin Chan: Cheon-gi 🤣
total 1 replies
Protocetus
Mampir ya ke novelku Remontada
Soobin Chan: oke kak😄
total 1 replies
Dao Biru
Latar Korea ya
Soobin Chan: iya kak😄
total 1 replies
T28J
wah wah wah
Soobin Chan: 🤣terima kasih udah mau komen
total 1 replies
T28J
woww.. secantik apakah dia /Slight/
Soobin Chan: bayangin ajah wajah song he kyo. begitulah kira kira.😄
total 1 replies
T28J
mantap kak 👍
Soobin Chan: terima kasih🤭
total 1 replies
Soobin Chan
komen dong guys. biar aku semangat nulusnya😍🤭
Soobin Chan: tetap semangat. mudah-mudahan banyak yang suka sama ceritanya💪
total 1 replies
Soobin Chan
ceritanya bagus guys, ayo merapat! di jamin kalian bakalan suka/Drool/
Soobin Chan: ramein dong guys...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!