NovelToon NovelToon
Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Delapan Tahun Dicari Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Lari Saat Hamil / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Malam itu hidup Alena hancur setelah tanpa sengaja menumpahkan minuman ke tubuh Kael Ardion, mafia paling kejam di kota. Satu malam kelam merenggut segalanya, lalu pria itu membuangnya tanpa belas kasih saat Alena datang membawa kabar kehamilan.

Delapan tahun berlalu.

Alena hidup susah membesarkan putranya seorang diri hingga takdir mempertemukannya kembali dengan Kael. Namun pria yang dulu menghancurkannya itu kini justru terobsesi mendekati putra kecil Alena, tanpa tahu bahwa anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Tak Berjarak

Sorak sorai warga masih memenuhi sepanjang bibir pantai. Beberapa penonton bahkan mulai menunjuk layang-layang biru milik Kai yang kini terbang paling tinggi di antara peserta lain.

Layang-layang bergambar rembulan itu tampak mencolok di langit biru pesisir. Sementara empat sosok wanita di bawahnya terlihat seperti sedang menjaga rembulan tersebut bersama-sama.

Dan entah kenapa gambar sederhana itu berhasil mencuri perhatian banyak orang, meskipun tidak mewah tapi seperti mempunyai aura yang tidak bisa dibiarkan begitu saja.

“Itu layang-layang siapa?”

“Bagus banget maknanya.”

“Anak kecil tadi ternyata hebat.”

Kai sendiri masih berdiri di arena sambil memegang gulungan benangnya erat. Napasnya belum sepenuhnya tenang setelah tadi hampir kehilangan kendali.

Namun sekarang…mata anak itu benar-benar berbinar penuh bahagia setelah berhasil menerbangkan mimpinya diatas langit sana.

“Ma!” serunya sambil menoleh pada Alena. “Kai berhasil!”

Alena langsung tersenyum lebar sambil menahan air matanya sendiri.

“Iya Sayang… kamu berhasil.”

Sementara Senna kembali heboh sendiri sampai hampir menarik perhatian satu pantai.

“SIAPA DULU ANAKNYA!” teriaknya bangga.

“Bu Senna please…” Anne sampai menutup wajah malu.

Rina hanya tertawa kecil sambil menggeleng pasrah melihat tingkah sahabatnya itu.

 Dan di tengah suasana hangat tersebut Kael justru masih membeku di tempatnya. Tatapannya sama sekali tidak berpindah dari Alena, ada sedikit ketakutan yang merayap didalam hatinya.

 Delapan tahun ia mencari bahkan berapa ratus orang yang sudah ia kerahkan. Bahkan hasilnya sangat nihil tapi di kota kecilnya ini tanpa ia sangka ternyata sesuatu yang selama delapan tahun ia cari ada di tempat ini.

  "Ternyata kamu ada di sini," gumamnya lirih.

Dan wanita itu ternyata benar-benar ada di depan matanya. Kael bahkan sampai lupa bagaimana cara bernapas dengan benar.

Sementara Edgar yang berdiri di belakang mulai terlihat tegang sendiri. Karena untuk kali ini ia melihat sorot mata atasannya berubah kacau seperti itu.

“Tuan…” suara Edgar mengecil hati-hati.

Namun Kael tidak menjawab. Tatapannya perlahan turun menuju Kai yang sedang tersenyum di tengah arena.

Lalu kembali lagi pada Alena. pria itu mulai merasa takut memikirkan satu kemungkinan besar yang terus menghantam kepalanya.

Gadis muda yang ia tolak dulu, ternyata bisa membesarkan seorang anak yang tidak diinginkan sama sekali sementara dirinya bisa hidup dalam bergelimangan harga, untuk sesaat rahang Kael langsung mengeras.

Tatapannya kembali jatuh pada wajah Kai.

Cara anak itu berdiri. Bahkan bentuk garis wajahnya… semakin lama semakin membuat dada Kael sesak.

“Tuan…” Edgar kembali mencoba bicara. “Apa perlu saya—”

“Jangan bergerak.” Suara Kael rendah. Tapi cukup membuat Edgar langsung diam.

Sementara di arena festival—

PRIIIIITTT!!

Peluit panjang kembali terdengar.

“SEPULUH PESERTA TERBAIK SILAKAN BERKUMPUL DI DEPAN PANGGUNG PENILAIAN!”

Seketika para peserta mulai bersorak kecil. Kai langsung menoleh gugup.

“Ma…”

“Kai masuk sepuluh besar…” Nada suaranya terdengar tidak percaya.

Seketika Senna langsung memekik histeris. “ASTAGAAAAA!”

Wanita itu sampai mengguncang tubuh Anne keras. “Anakku masuk sepuluh besar!”

“Bu Senna aku pusing…” keluh Anne sampai sempoyongan.

Rina ikut tertawa sambil menepuk pundak Kai bangga. “Tuh kan? Kamu hebat.”

Namun justru Kai mulai terlihat panik. “Kalau nanti Kai kalah gimana?”

Alena langsung membungkukkan tubuhnya di depan anaknya lalu memegang kedua pundaknya lembut.

“Kamu dengar Mama ya…”

“Kamu sudah menang sejak pertama kali berani memperjuangkan mimpi kamu sendiri.”

Kalimat itu membuat Kai terdiam. Perlahan bibir kecilnya mulai tersenyum lagi.

Dan tanpa sadar… Kael mendengar semuanya dari kejauhan. Tatapannya semakin dalam memperhatikan Alena.

Wanita itu masih sama. Masih berbicara selembut dulu. Masih memandang seseorang dengan penuh kehangatan seperti itu. Dan hal itulah yang justru membuat hati Kael semakin kacau.

Karena selama delapan tahun ini… ia hidup dalam penyesalan yang tidak pernah benar-benar hilang.

Dan di sisi lain panitia mulai kembali memanggil peserta yang berhasil masuk ke dalam sepuluh besar terbaik.

“Kailan Alvero, silakan maju ke area penilaian!”

Kai langsung menoleh cepat.

“Iya Pak!”

Anak itu buru-buru menarik gulungan benangnya sambil membawa layang-layangnya perlahan turun dari udara.

Namun karena terlalu gugup…

BRUKK!

Tubuh kecil Kai tersandung tali peserta lain hingga hampir jatuh ke pasir.

“KAI!” Alena langsung panik maju.

Refleks. Seseorang di area VIP juga ikut melangkah cepat pada saat bersamaan. Bahkan pria itu sendiri sampai tidak sadar kalau tubuhnya bergerak lebih dulu. Akan tetapi sebelum siapa pun sampai— Kai sudah lebih dulu bangkit sendiri sambil tertawa kecil malu.

“Aku nggak apa-apa!”

Seketika keempat wanita itu langsung menghela napas lega bersamaan.

Sedangkan Kael… pria itu mendadak berhenti di tempat. Tatapannya turun pada tangannya sendiri yang tadi refleks bergerak ingin menolong anak itu.

Dan lagi-lagi… dadanya terasa semakin tidak normal.

“Kenapa…” gumamnya pelan.

Kenapa ia terus mengkhawatirkan anak itu?

Sementara di sisi lain Alena akhirnya merasa seperti ada seseorang yang memperhatikan mereka terus sejak tadi.

Perlahan wanita itu mulai menoleh ke arah area VIP.

Dan detik itu juga tatapan mereka hampir bertemu. Jantung Kael langsung menghantam keras. Namun sebelum Alena benar-benar melihat jelas wajahnya.

“KAI CEPAT SINI!” teriak Senna heboh.

Seketika perhatian Alena buyar lagi menuju arah Kai. Wanita itu langsung berlari kecil menghampiri anaknya tanpa sadar siapa yang hampir ia lihat tadi.

Sedangkan Kael, pria itu berdiri diam dengan rahang mengeras. Untuk pertama kali setelah delapan tahun jarak mereka tinggal sedekat ini. Tapi anehnya Kael justru takut.

Takut jika setelah Alena benar-benar melihatnya wanita itu akan kembali pergi menjauh seperti dulu.

 "Tidak aku tidak boleh seperti ini, aku tidak mau kehilangan jejak wanita itu lagi, jangan takut Kael. Selama hidup kamu tidak pernah takut sama siapapun apalagi seorang wanita," ucapnya berusaha meyakinkan diri sendiri.

 ☘️☘️☘️☘️

Beberapa jam kemudian…

Suasana festival semakin menegangkan saat matahari mulai bergerak turun perlahan ke arah barat. Angin laut masih bertiup cukup kuat, membuat puluhan layang-layang di langit terus menari saling beradu keindahan.

Dan kini babak final sedang berlangsung. Sepuluh peserta terbaik dipilih kembali untuk menerbangkan layang-layang mereka terakhir kalinya di hadapan para juri dan seluruh penonton.

Kai berdiri di garis pantai dengan napas yang masih sedikit tersengal. Kedua telapak tangannya mulai memerah karena terus menggenggam benang sejak tadi. Namun matanya tetap fokus menatap layang-layang biru miliknya yang masih menari stabil di atas sana.

“Waktu final selesai!”

PRIIIIITTT!!

Peluit panjang kembali terdengar.

Satu per satu peserta mulai menurunkan layang-layang mereka. Suasana mendadak berubah jauh lebih sunyi dibanding sebelumnya. Semua orang menunggu hasil keputusan juri.

Kai menelan ludah kecil. Jujur saja… sekarang ia mulai takut berharap terlalu tinggi.

Di belakangnya, keempat wanita itu terus berdiri memberi senyum semangat meski wajah mereka juga sama tegangnya.

Beberapa menit kemudian… Salah satu panitia akhirnya naik ke atas panggung kecil sambil membawa map hasil penilaian.

“Baiklah…” ucap pria itu melalui pengeras suara. “Setelah melalui penilaian cukup ketat, akhirnya para juri telah menentukan peserta terbaik festival layang-layang tahun ini.”

Jantung Kai langsung berdetak lebih cepat. Tangannya refleks menggenggam ujung baju Alena pelan.

“Dan untuk kategori peserta favorit anak…”

Suasana mendadak hening. “Peserta dengan layang-layang paling bermakna jatuh kepada…”

Panitia membuka lembar kertasnya perlahan. “Kailan Alvero!”

DUARRR!!

Tepuk tangan langsung pecah di seluruh area festival. Kai membeku. Anak itu bahkan sampai menoleh ke belakang seperti tidak percaya namanya benar-benar dipanggil.

“MAJU KAI!” teriak Senna paling heboh sendiri sampai hampir menangis.

Anne ikut tertawa haru sementara Rina langsung menutup mulutnya sendiri menahan air mata.

Dan Alena. Wanita itu hanya mematung sambil menatap anaknya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Kai…” bisiknya lirih.

Sementara di tengah tepuk tangan meriah itu, Kai justru terlihat gugup setengah mati. Anak itu berdiri kikuk sebelum akhirnya menarik tangan Alena erat.

“Mama ikut…”

Alena menatap Kai beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk pelan. “Iya Sayang…”

Perlahan wanita itu menemani Kai naik ke atas panggung kecil di tengah sorotan seluruh penonton. Jantungnya ikut berdebar karena ini pertama kalinya anaknya berdiri di depan banyak orang seperti ini.

Namun di sisi lain. Tatapan Kael sejak tadi tidak pernah lepas dari mereka. Pria itu berdiri di area VIP dengan rahang menegang keras.

Sementara Alena masih belum sadar sama sekali. Fokusnya hanya tertuju pada Kai yang terlihat gugup menerima ucapan selamat dari panitia.

Hingga tiba-tiba suara dari mikropon terdengar kembali.

“Dan penghargaan simbolis akan diberikan langsung oleh pemilik proyek dermaga Pantura…”

Panitia tersenyum sambil menoleh ke arah VIP. “Bapak Kael Ardion, kami persilakan naik ke panggung.”

Deg.

Seketika tubuh Alena membeku. Darahnya seperti berhenti mengalir. Perlahan wanita itu menoleh.

Dan di saat bersamaan Kael juga melangkah naik ke atas panggung.

Mata mereka akhirnya bertemu. Tanpa penghalang dan jarak. Rasanya seperti seluruh dunia runtuh dalam satu detik. Wajah Alena langsung pucat. Tangannya mulai gemetar hebat.

Sementara Kael… Pria itu bahkan tidak mampu berkata apa-apa. Tatapannya terkunci penuh tidak percaya pada sosok wanita di depannya.

“Alena…” gumamnya lirih hampir tak terdengar.

Dan di tengah suasana yang tiba-tiba terasa sunyi itu, Kai justru mendongak polos menatap pria di hadapannya.

“Om…” ucap anak itu pelan. “Kenapa lihat Mama Kai seperti mau nangis?”

Bersambung ...

Selamat hari raya idul Adha untuk yang merayakan dan jangan lupa di selah aktivitas kurban tetap membaca perjalanan Alena ya.🙏🙏🙏🙏

1
Sugiharti Rusli
bahkan dengan kekayaan yang si Kael miliki berapapun, ga akan membuat Alena silau sejak dulu dan sampai kapanpun,,,
Sugiharti Rusli
meski sekarang dia mengatakan ingin menebus kesalahannya dulu, tapi luka yang Kael buat terlalu dalam bagi Alena,,,
Sugiharti Rusli
padahal dalam rahim Alena saat itu sedang dikandung putra yang dulu tidak dia harapkan kehadirannya,,,
Sugiharti Rusli
dan itu dulu Kael lakukan dengan sadar saat gengsi dalam dirinya terlalu tinggi dan meremehkan perempuan rendah menurut dia seperti Alena,,,
Sugiharti Rusli
yah terkadang manusia tuh baru menyadari kalo sebenarnya dia sudah kehilangan harta paling berharga karena keegoisannya sendiri yah,,,
Sugiharti Rusli
sepertinya dia harus melakukan pendekatan berbeda kepada Alena sih, karena dia pasti trauma kalo sampai berhadapan kembali sama si Kael
Sugiharti Rusli
masa iya si Kael akan melakukan hal yang sama kepada yang dia yakini kalo Kai adalah putra kandungnya sendiri
Sugiharti Rusli
karena baik Alena dan teman" nya tidak tahu masa lalu Kael yang sangat kelam tentang ibunya yang dibunuh ayahnya sendiri kan,,,
Sugiharti Rusli
padahal di sisi lain justru si Kael takut Alena akan pergi lagi begitu melhat dirinya, apalagi saat melihat dirinya kecil pada wajah Kai,,,
Sugiharti Rusli
di sini Alena dan sahabatnya mengkhawatir kan apa yang akan bisa Kael lakukan terhadap putranya yah,,,
tia
ditunggu kelanjutannya thor
Sugiharti Rusli
entah apa yang nanti Alena akan lakukan setelah kembali bertemu si Kael setelah 8 tahun berusaha hidup dengan tenang meski serba sederhana bersama sang putra,,,
Sugiharti Rusli
kalo si Kai mungkin masih belum nyadar yah kalo wajah laki" itu ada kemiripan dengannya,,,
Sugiharti Rusli
apalagi dulu dia yang menyarankan agar Alena mendatangi si Kael ke kantornya,,,
Sugiharti Rusli
tapi seharusnya Rina tahu kan kalo dulu Alena dilecehkan oleh bos Ardion itu namanya,,,
Sugiharti Rusli
memang jadi semacam ada rasa tegang dan canggung tanpa semua yang di sana ketahui yah,,,
Boby The Blind Massage Entertaiment AND Freelance (BOBY_freelance)
Ayu Alina segera saja kabur lagi sejauh-jauhnya!
tia
hayo gerak kael jgn lemot lemot.
Hesty
good
Hesty
yah thorrr up gi☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!