NovelToon NovelToon
Tiba-tiba Menikah

Tiba-tiba Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Beda Usia
Popularitas:81.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Dita, siswi kelas 12 SMA, harus menerima nasib pahit ketika ayahnya yang terlilit hutang dan terbaring sakit memaksanya menikah dengan Arjuna, seorang polisi duda beranak satu.

Pernikahan itu dijadikan tebusan atas kecelakaan yang melibatkan Arjuna dan membuat ayah Dita kritis.

Meski tak sepenuhnya bersalah, Arjuna menyetujui pernikahan tersebut demi menebus rasa bersalahnya. Di tengah perbedaan usia dan penolakan putri Arjuna terhadap ibu sambungnya yang masih belia, Dita dan Arjuna harus menghadapi ujian besar untuk mempertahankan rumah tangga mereka.

Apakah cinta diantara mereka akan tumbuh, atau pernikahan itu berakhir dengan perpisahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Penolakan dari Siena

Suasana di depan pintu utama yang seharusnya megah dan formal mendadak berubah menjadi arena adu mulut. Bu Kinanti berdiri mematung, matanya mengerjap tidak percaya melihat menantu dan cucunya saling melempar pandangan tajam bak pedang yang siap beradu.

"Heh, bocah ingusan! Jaga bicaramu ya! Siapa yang kamu panggil nenek sihir?!" bentak Dita, tidak terima dipanggil begitu di depan ibu mertuanya.

"Ya kamu! Yang berebut mainan sama anak kecil! Dasar nenek sihir jahat!" balas Siena tak kalah melengking.

Bu Kinanti segera melangkah ke tengah, merentangkan tangan untuk memisahkan keduanya. "Sudah, sudah... astaga, Ibu tidak menyangka kalian berdua sudah saling kenal dengan cara seperti ini," gumamnya cemas.

Arjuna yang sudah tidak tahan melihat keributan itu langsung bertindak tegas. Ia menyambar tubuh Siena, menggendongnya dengan satu tangan, sementara tangan lainnya meraih jemari Dita dan menggenggamnya erat. Dita terlonjak, rasa hangat dari tangan kekar Arjuna menjalar ke seluruh tubuhnya, membuatnya terdiam seribu bahasa.

"Ikut masuk sekarang. Tidak enak dilihat tetangga!" perintah Arjuna tegas.

Begitu sampai di dalam ruang tamu yang luas, Siena meronta-ronta minta diturunkan. Di saat yang sama, Bulan dan Pak Pras muncul dari arah ruang tengah, wajah mereka penuh tanya melihat suasana yang tegang.

"Ayah! Turunkan Siena!" teriak gadis kecil itu. Begitu kakinya menyentuh lantai, ia langsung menuding Dita dengan telunjuknya. "Ayah, apa maksudnya membawa nenek sihir ini ke rumah kita?!"

Arjuna menarik napas panjang, mencoba menstabilkan emosinya. Ia melirik Dita yang berdiri kaku di samping Bu Kinanti. Bu Kinanti sendiri justru merangkul bahu Dita dengan sayang, seolah memberi kekuatan. Dita sempat ragu, ia masih mencari-cari celah kebohongan di wajah keluarga ini, tapi tatapan hangat Bu Kinanti membuatnya mulai goyah.

"Siena, dengarkan Ayah baik-baik," Arjuna merendahkan tubuhnya agar sejajar dengan sang putri, namun suaranya tetap berwibawa. "Tante Dita itu... dia adalah istrinya Ayah. Dia ibu sambung mu sekarang."

Deg!

Siena terkesiap, wajahnya memucat seolah baru saja disambar petir di siang bolong. "Apa? Ayah sudah menikah dengan wanita itu?" Suaranya bergetar hebat. "Tidak, Ayah! Aku tidak setuju! Aku hanya mau Tante Maudy yang jadi ibuku, bukan wanita galak ini!"

Tunjuk Siena kembali mengarah pada Dita. Dita hanya bisa menggigit bibir bawahnya, merasa serba salah di tengah penolakan yang begitu terang-terangan.

"Cukup, Siena! Hentikan!" potong Arjuna dengan nada bicara yang lebih tinggi. "Ini sudah menjadi keputusan Ayah. Suka atau tidak, kau harus mulai belajar menerima Tante Dita sebagai Mamamu!"

Siena terisak, air mata kekecewaan mulai membanjiri pipinya. "Aku benci Ayah! Aku benci nenek sihir itu!" teriaknya sebelum berbalik dan berlari kencang menaiki anak tangga menuju kamarnya. Bunyi pintu yang dibanting keras menggema di seluruh ruangan.

Suasana mendadak hening. Arjuna memijat keningnya yang berdenyut, sementara Dita tertunduk lesu.

"Sabar ya, Juna.... Dita," ucap Bu Kinanti lembut sambil tetap merangkul Dita. "Anak kecil memang butuh waktu. Mari, kita makan malam dulu, jangan biarkan makanan spesial ini dingin hanya karena emosi."

*

*

Makan malam di kediaman Diningrat berlangsung dengan kehangatan yang tak disangka-sangka oleh Dita. Pak Pras dan Bulan terus mengajaknya mengobrol, memperlakukannya dengan rasa hormat dan kasih sayang seolah ia sudah bertahun-tahun menjadi bagian dari keluarga itu. Dita yang awalnya tegang, perlahan mulai merasa nyaman dan diterima sebagai menantu di rumah megah tersebut.

Namun, di tengah denting sendok dan tawa kecil Bulan, Arjuna sempat tertegun menatap satu kursi kosong di ujung meja. Kursi yang biasanya ditempati oleh adik bungsunya yang paling ia sayangi.

"Loh, Aga mana, Bu? Tumben dia tidak ikut makan malam?" tanya Arjuna dengan nada cemas.

Bu Kinan tersenyum lembut sembari melirik Dita yang duduk di samping Arjuna. "Biasalah anak muda, pulang sekolah langsung mengurung diri di kamar. Besok juga sudah kembali seperti semula. Kau kan tahu sendiri seperti apa sifat adikmu itu kalau sedang ngambek."

Dita sempat termenung, merasa penasaran dengan sosok "Aga" yang disebut-sebut sebagai adik bungsu suaminya.

"Coba nanti aku temui Aga di kamarnya," gumam Arjuna.

"Terserah kamu saja, Juna," jawab Bu Kinan singkat.

Setelah makan malam usai, Bu Kinan segera bergegas menuju kamar Siena. Dengan kesabaran ekstra, ia membujuk cucu kesayangannya itu. Berkat ikatan batin yang kuat sejak kepergian ibu kandung Siena lima tahun lalu, akhirnya bocah itu mulai sedikit luluh, meski masih menyimpan ganjalan.

Sementara itu, di ruang keluarga, Bulan mengajak Dita duduk bersantai. Ia menyodorkan sebuah kotak kado berhias pita cantik kepada kakak ipar barunya itu.

"Wah, ini.... sepertinya terlalu mahal untukku, Mbak Bulan," ucap Dita canggung saat melihat merek barang tersebut.

Bulan tertawa ramah. "Mahal apanya sih? Ini sangat pantas dan cocok untukmu, Kakak Ipar. Meskipun usiamu masih sangat muda, kau tetaplah kakak iparku yang harus aku manjakan."

Di sisi lain rumah, Arjuna sedang berada di ruang kerja Pak Pras. Ayahnya menatapnya dengan pandangan serius namun bijak.

"Sebaiknya kau secepatnya memberikan informasi rekaman CCTV itu kepada istrimu, Juna. Jangan biarkan salah paham ini berlarut-larut," ujar Pak Pras tenang. "Dan ngomong-ngomong, kau pandai juga mencari istri. Dita anak yang cantik dan sopan. Jaga dia baik-baik. Soal Siena, jangan terlalu dipikirkan, waktu yang akan menjawab. Lalu... kapan kau membawa istrimu tinggal di rumah ini?"

Deg!

Arjuna sedikit terkejut. "Juna belum tahu, Yah. Nanti Juna coba bicarakan lagi dengan Dita."

"Kalau bisa secepatnya. Masa pasangan suami istri tinggal terpisah? Kapan kalian punya waktu bersama untuk memberikan Ayahmu ini cucu laki-laki?"

Arjuna menelan ludah, tenggorokannya mendadak kering mendengar tuntutan ayahnya.

"Sudahlah, Juna. Malam ini biarkan istrimu menginap di sini. Ayah sudah menyiapkan kamar pengantin untuk kalian berdua. Ayah tahu kamu super sibuk dan Dita baru saja berduka, pasti kalian belum sempat tidur satu kamar, kan?" goda Pak Pras dengan senyum jahil.

"Ayah.... aku dan Dita tidak terpikir sampai ke situ. Apalagi Dita masih berstatus pelajar!" protes Arjuna salah tingkah.

"Jangan dijadikan alasan. Dia sudah hampir lulus, kan? Menjalankan kewajiban suami istri itu wajib hukumnya, Juna," pungkas Pak Pras sambil tertawa kecil, membayangkan kehadiran cucu laki-laki di rumah itu.

Selesai mengobrol dengan ayahnya, Arjuna menghampiri Dita dan mengajaknya ke balkon lantai atas yang sepi. Dita sempat curiga dan berpikir yang macam-macam, namun Arjuna segera mengeluarkan tablet dari tasnya.

"Ini soal rekaman CCTV saat kejadian mendiang ayahmu pingsan dan terkena serangan jantung, Dit," ucap Arjuna dengan nada rendah namun jujur. "Aku ingin kau melihat semuanya sendiri. Aku ingin kau tahu bahwa aku benar-benar tidak bersalah atas kematiannya."

Dita terdiam. Jantungnya berdegup kencang. Rasa penasaran dan keraguan berperang di dalam dadanya saat ia mulai menatap layar yang menunjukkan detik-detik peristiwa yang mengubah hidupnya selamanya.

Bersambung...

1
Nar Sih
semagatt💪💪dita,jdi gak sabarr nuggu kejutan dri dita dan juna besok
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: tunggu besok ya kak 🤭
total 1 replies
Teh Yen
duh manis banget ini pengantin baru serasa dunia milik berdua yah hihii 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: yang lainnya ngontrak ya kak 🤣🤣
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
lanjut lagi thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lanjut besok ya kak 🙏😊
total 1 replies
Arum Dyah
istrimu bkn lagi kekuatanmu juna tpi dia adalah seorang pawang dari singanya mabes🤣🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: nah betul itu kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
bikin iri saja😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Chuckle//Chuckle//Chuckle/
total 1 replies
Teh Euis Tea
cinta monyet legendaris ga tuh 🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: entahlah 🤣🤣🤣
total 1 replies
Nar Sih
ahir nya sidang pra nikah di kantor kepolisian tmpt suami mu bertugas lancar ya dita,dan ditunggu sgra pesta pernikahan nya🥰🥰
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siap kal 🙏😁
total 1 replies
neny
selamat dita,,sebentar lg mau mengelar resepsi nikahan secara negara dan dinas,,💪🤍
neny: sama2🤭
total 2 replies
Ariany Sudjana
kok masih kasih kado? bukannya sudah jaman transfer ke rekening pengantin kan?
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: itu beda lagi kak, ini sebagai tanda mata atau kenang-kenangan
total 1 replies
Nurhayati Yati
lanjut thor
Teh Euis Tea
dr Fatma, udah ya jgn punya niatan untuk dekatin Juna, kita cari duren tajir aj yu, aku temenin dah ya tp jgn ajak othor dia mah ribet kudu izin misuanya dulu 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 4 replies
Patrick Khan
ow dapet undangan mantan ta😁😁😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak🤣
total 1 replies
𝐵💞𝓇𝒶𝒽𝒶𝑒🎀
si dokter gatel yg gw suntik sianida jg nih 😒
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Chuckle//Chuckle/
total 3 replies
Nar Sih
nah gitu dong dita,tunjukin klau arjuna juma milik mu seorang biar gak ada calon,,pelakor yg mau masuk
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 👍🏼🥰
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
selesai sudah marathon nya....
walaupun gak comend di setiap bab nya... di krn kan fokus ke cerita....
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: ya ampun, terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
neny
nah gtu,,dr fatma se kali2 hrs dikasih faham,,spy tdk berharap lg,,dan untuk urusan asdos,,yakinlah dita,km bs dan tunjukan sm dr fatma bahwa km cerdas,,💪🤍
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Ariany Sudjana
bagus Dita, jangan biarkan pelacur murahan seperti Fatma itu menghancurkan rumah tangga kamu dengan Arjuna
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😁
total 1 replies
Maulana ya_Rohman
sebener nya Maudy itu gimana sih...😒, sok brrkuasa... yang punya rumah aja ramah sekali, lha kok yang gak ada hubungan nya keluarga ngegas dan sinis.... hanya bibi dari Shiena aja sok waw😏
Maulana ya_Rohman
mampir di sini thor
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir kak 🙏🥰
total 1 replies
Fatmawati Ita
buruan lanjut nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!