NovelToon NovelToon
Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Kehidupan Ke 2 Legenda Raja Pembunuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:872
Nilai: 5
Nama Author: Iqbal Pertha

black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.

" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."

" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

istriku terlalu hebat dan luar biasa

Keesokan paginya ayu yang penasaran dengan kartu bank yang Satya berikan, ayu memutuskan untuk mengeceknya dengan cara masuk akun yang sudah tertera di surat yang sudah di selipkan.

dan ketika ayu berhasil masuk ke akun bank tersebut ayu mengecek saldo akun itu, yang terjadi selanjutnya ayu di buat terkejut bahkan sempat berteriak membuat Wira berlari setengah mati agar bisa segera melihat ayu yang berteriak .

" ada apa ay...." panik Wira.

" kamu lihat kamu lihat itu....." ujar ayu menunjuk ponselnya yang masih menyala.

" ada apa...." tanya Wira.

" kamu lihat lah, sahabat mu itu sangat gila...." ucap ayu.

" kenapa ay...." Wira melihat ponsel ayu yang ternyata masuk ke akun bank.

" itu lihatlah nominal yang tertulis di sana." ujar ayu.

" ada apa ini kan hanya 1 triliun....." ujar Wira.

" apa 1 triliun......" ujar Wira. Selanjutnya juga terkejut.

" ha .... Ayo.... gila kan teman kamu itu." ucap ayu.

" tidak bukan gila, tapi terlalu kaya sepertinya." ujar Wira.

" kamu coba tanya dulu, nanti itu takutnya ada masalah." ucap ayu.

" memang masalah apa...." ucap Wira.

" masalah dengan istrinya, bukankah istrinya akan bertanya mengapa sampai mengeluarkan uang sebesar itu." ucap ayu.

" oh begitu...." jawab Wira.

" iya cepat hubungi Satya." ujar ayu.

" ay serius kita mau hubungi dia, bagai mana jika dia benar salah, dan mengambil kartu itu lagi, kan sayang." ucap Wira.

" hah pantas saja di dalam surat Satya begitu jelas menuliskan untuk kamu tidak mengetahuinya." ucap ayu.

" hehehe, uang sebesar itu, siapa saja akan khilaf." ucap Wira.

" sudah cepat sana hubungi." ujar ayu.

...****************...

" halo Satya, apa kamu tidak salah memberikan hadiah pernikahan waktu itu kan." ucap Wira.

" kado pernikahan....." jawab Satya bingung karena dirinya sama sekali tidak tau.

" iya waktu itu kamu memberikannya secara tersembunyi padaku untuk di berikan pada ayu." ujar Wira.

" oh itu...., benar kok apa ada masalah." ujar Satya.

Wira dan ayu seperti bermain mata jika kado itu benar dan tidak salah.

" kau benar memberikan 1triliun pada kami." ucap Wira.

" benar... Apakah kurang, aku bisa mengirimnya lagi jika kurang." ujar Satya.

" boleh....." ujar Wira.

" tidak tidak sudah sudah cukup terimakasih kadonya." ucap cepat ayu.

" Satya lanjutkan saja kesibukanmu, jangan dengarkan suamiku ini, aku akhiri dulu panggilan ini." ucap ayu kemudian memutus panggilan.

" ay ada apa sih...." ujar Wira.

" kamu gila masih meminta tambah..." ucap ayu.

" mengapa tidak dia yang memberikan kita tidak meminta." ujar Wira.

" malu Wira malu....." ucap ayu pergi.

Wira melihat ayu pergi mengambil kartu bank yang tertinggal dan tersenyum licik.

" eit.... , bahaya jika kamu yang memegang ini...." ucap ayu yang entah sejak kapan sudah kembali.

" eh... itu aku hanya memegangnya saja kok." ucap Wira seperti berat melepaskan nya.

" tidak boleh." ucap ayu.

" udah aku mau mandi dulu kita akan mencari gedung untuk toko perhiasanku." ujar ayu.

" kita mandi bersama." semangat Wira.

" tidaaaaaaak...." tolak keras ayu, mengingat Wira yang sangat ganas jika melihat ayu tidak mengenakan apapun.

" istriku jahat..." ucap Wira.

" tidak mempan..." jawab ayu.

" eh jika mencari gedung mengapa tidak minta bantuan firman saja, dia lebih banyak relasi pasti mudah mendapatkan dan tentunya dengan harga murah." ujar Wira.

" ide bagus, jika begitu boleh kamu hubungi saja firman, tapi sebelum itu tanyakan dulu apakah dia sibuk." ujar ayu.

" baik.... Lalu apa kita mandi bersama sekarang...." ujar Wira.

" tidak...." ayu berlari ke kamar mandi.

...****************...

" halo.... Firman bagai mana tentang hal yang aku minta itu...." ujar Wira.

" hahaha aku sudah menemukannya kak." jawab firman.

" bagus aku tau kamu memang bisa di andalkan." puji Wira.

" selama aku bisa pasti aku akan melakukan sebaik mungkin." ujar firman.

" baik baik, kakak iparmu akan pergi untuk melihat, apa kamu sibuk seorang." ujar Wira.

" sebentar lagi aku ada miting, jadi aku tidak bisa mengantar mu kak. tapi aku akan menghubungi pemilik gedung itu dan memberikan lokasi pada kakak." ujar firman.

" oh baik lah...." jawab Wira.

" kak aku ingin mengundang mu dan kakak ipar untuk makan malam, aku ingin membagi kebahagian, karena saat ini Diana sedang mengandung." ujar firman.

" wah ini kabar baik selamat, kamu akan segera menjadi ayah." ujar Wira.

" iya iya terimakasih kak." ujar firman menjawab.

Panggilan berakhir dan ayu keluar dari kamar mandi setelah beberapa menit.

" sudah menghubungi firman...." ujar ayu bertanya.

" sudah tapi katanya dia sedang ada meeting." ujar Wira.

" oh ya sudah kita cari cari saja dulu, toh masih tidak terlalu buru buru." jawab ayu menanggapi.

" tapi tadi firman mengatakan dia memiliki seorang yang di kenal, dia akan mengirim lokasi dan menghubungi nya, kita bisa melihatnya dulu." ujar Wira.

" um, keberuntungan lagi, aku rasa semuanya terlalu berjalan begitu lancar, seperti tuhan sudah menyiapkan jalan." ucap ayu.

" hahaha. Itu pasti karena istriku baik dan cantik." ucap Wira merasa tarikan menerkam istrinya.

" berhenti.... Lebih baik sekarang kamu mandi dan kita bisa segera pergi." ujar ayu.

" satu ronde saja." ucap Wira.

" tidak aku tidak percaya dengan hanya satu ronde, aku tau stamina suamiku di atas tempat tidur." ucap ayu.

" aku berjanji...." ucap Wira.

" tidak.... Kita lakukan itu nanti malam saja." ujar ayu.

" sepakat...." jawab cepat Wira.

" eh....." tapi Wira sudah ke kamar mandi, ayu sendiri seperti merasa sudah masuk jebakan tapi ayu tidak tau.

" mengapa aku seperti masuk jebakan ya....." gumam ayu.

Ayu dan Wira kini sedang berada di pusat kota M, tempat ini merupakan kawasan ramai dan banyak juga toko toko dan mall.

" melihat dari titik lokasi sepertinya gedung ini...." ujar Wira.

" lokasinya tepat di pusat kota...." Jawab Ayu.

" jika melihat gedung ini bagai mana menurut mu ay, apa kah gedung ini akan membawa kemakmuran untuk kita...." tanya Wira.

" memangnya aku peramal, mana aku tau." ucap ayu.

" lihat lah dari kacamata bisnis, dan usaha, menurut mu bagai mana." ujar Wira.

ayu merasa yang di katakan suaminya ada benarnya pemilihan tempat merupakan hal penting yang tidak bisa di abaikan.

ayu mulai membuka indranya untuk bisa merasakan sekitarnya, dari mulai kendaraan, orang, bangunan, suara burung, angin, orang mengobrol dan gedung yang akan ayu lihat.

" gedung ini bisa di bilang strategis, hanya perlu di poles sedikit agar orang mau melihat." ucap ayu.

" mengapa hanya melihat, mengapa tidak datang." tanya Wira.

" mata itu adalah kunci utama, seseorang akan datang atau tidak tergantung apa yang mereka lihat. " ucap ayu.

" aku tidak tau ada hal seperti itu, tapi aku rasa istriku sangat hebat dan luar biasa." ucap Wira.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!