NovelToon NovelToon
NIKAH KONTRAK 9 BULAN

NIKAH KONTRAK 9 BULAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ningsih Hada

Dunia Sarah Wijaya jungkir balik setelah mendapat pelecehan dari seorang pria yang begitu ia segani dan hormati.Sebanyak asa yang mebumbung angan seakan sirna menjadi sebuah kemalangn. “Pergi! Menjauhlah dari hidupku selamanya”.Sarah wijaya “Jangan membenci takdir,maaf,kalau aku hanya singgah bukan untuk menetap”.Lingga Pratama. Tiada tebusan yang paling berharga atas rasa sakit tidak dianggap oleh seorang yang begitu diharapakn kehadirannya.Waktu telah merubah segalanya,membawa Lingga dalam penyesalan tam berujung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ningsih Hada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 20

Pria itu berjalan cepat keluar. Menghadang Sarah yang baru pulang. Sontak saja kedatangan Lingga yang tiba-tiba membuat Sarah kaget dan langsung mengerem langkahnya.

“Ikut gue!” ucap pria itu langsung menarik tangan Sarah dengan kesal.

“Nggak mau,lepas!” seru Sarah meronta dari cengkeraman Lingga.

“Ikut, apa susahnya sih! Lo harus jelasin sesuatu?” Lingga menatap dingin dan galak. Tangannya kembali menarik Sarah agar mengikutinya.

“Lepasin! Tolong!” pekik Sarah jelas tidak mau mengikuti Lingga.

“Nggak usah teriak. Gue cuma mau ngomong, diem nggak!” tukas pria itu galak.

“Aku nggak mau, kalau kamu maksa, aku bakaln teriak biar semua orang yang ada di rumah ini dengar.”

“Benar-benar ya,tukang caper, maumu apa sih? Maksudnya apaan ngirim paket tespack segala ke aku? Maksudnya apa?” tandas Lingga menatap marah.

Sarah menghempas cengkeraman tangan Lingga yang menahan dirinya dengan emosi.

“Sakit, lepasin, sakit!” seru Sarah hampir menangis. Lingga yang gemas sampai tak sadar ia menekan terlalu kuat. Bahkan terlihat memerah di lengannya.

“Kalian lagi ngapain?” tanya Bu Alice memergoki keduanya.

“Mama, kok tumben jam segini sudah pulang. Nggak ada Ma, ini Sarah mau pinjam buku-buku diktat, aku bilang ada di kamar. Ayo Sa!” seru Lingga mengkode dengan kepalanya.

Tentu saja gadis itu tidak bodoh dan tak sudi mengiyakan.

“Nggak kok Bu, ini Sarah baru pulang dan mau masuk. Pamit dulu Bu,” ucap Sarah tersenyum ramah pada Bu Alice. Mengabaikan Lingga yang bahkan kepalanya sudah ngebul.

Pria itu mendelik tak percaya. Pintar sekali gadis itu berkamuflase. Tentu saja hal itu membuat Lingga marah besar. Kendati demikian keberadaan ibunya menyelamatkan segalanya. Ia akan membalas nanti setelah ada kesempatan.

Lingga kembali ke kamar dengan begitu kesal. Jelas saja ia tidak tenang, bahkan saat di suruh bergabung untuk makan malam. Lingga melewatkan begitu saja dengan alasan masih kenyang karna sore sudah makan diluar.

Pria itu jelas berbohong, ia hanya sedang banyak pikiran dan merasa seseorang tengah merencanakan sesuatu untuknya.

Keesokan paginya, Lingga sengaja menghadang Sarah hendak ke kampus. Pria itu sengaja di luar rumah agak menepi agar tidak ketahuan orang rumah. Sarah yang sehari-hari tengah menunggu ojol dibuat kaget dengan keberadaan Lingga yang begitu tiba-tiba.

“Ikut gue masuk ke mobil!” hardik Lingga menarik Sarah lalu mendorong agar masuk ke mobilnya.

“Nggak mau, lepasin! Apaan sih Ga! Lepas!” pekik Sarah meronta kuat.

“Masuk, kita harua bicara! Gue nggak akan nyakitin!” sentak pria itu gemas.

“Tapi mau ngapain, aku mau kuliah!” seru Sarah tak sudi mengikuti pria brengsek itu.

Lingga tidak peduli, ia berlari cepat dan segera mengunci mobilnya sebelum Sarah berusaha keluar.

“Buka Lingga, buka! Aku nggak mau! Mau kamu apa sih!” sentak Sarah marah.

Lingga tidak menggubris, melajukan kecepatan mobilnya dengan ugal-ugalan. Membuat Sarah tak habis pikir dengan kelakuannya yang serampangan dan seenaknya sendiri.

Akibat pri itu mengemudi dengan kecepatan tinggi, membuat Sarah mual-mual. Gadis itu merasa betapa tidak nyamannya di mobil.

“Berhenti Ga, tolong berhenti , aku pusing!” seru Sarah dengan wajah memucat.

Melihat itu membuat Lingga menghentikan mobilnya. Kesempatan untuk Sarah keluar, dia sudah tak tahan ingin mengeluarkan isinya. Baru juga membuka pintu, Sarah langsung muntah-muntah-muntah. Hak itu di saksikan langsung oleh Lingga sendiri yang hanya diam. Menatapnya datar, bahkan membiarkan saja tanpa berniat menolong.

Dia hanya butuh klarifikasi dan tidak pernah menghubung-hubungkan kejadian itu dengan dirinya. Karna bagaimanapun, Lingga tidak mau ada yang tau tentang insiden itu.

“Nih tissu, lap tuh mulut kamu, suruh siapa nggak nurut. Apa susahnya sih? Ginikan , nyusahin aja,” omel pria itu tanpa perasaan.

1
Sabil illah
bagus kak ceritanya.... semangat update kak
Ningsih Hada: Terima kasih ya😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!