NovelToon NovelToon
Pembalasan Sempurna Kirana

Pembalasan Sempurna Kirana

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mysterious_Man

Dikhianati hingga mati, Kirana terbangun di masa lalu dengan satu tujuan: membalas dendam pada adik tiri dan mantan tunangannya. Demi merebut kembali warisannya, ia nekat mengikat pernikahan kontrak dengan Adyatma Surya—CEO kejam berdarah naga yang dikutuk. Menawarkan diri sebagai penawar nyawa pria itu, Kirana tak menyadari bahwa kontrak berdarah tersebut justru menjebaknya dalam obsesi gelap sang predator yang takkan pernah melepaskannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mysterious_Man, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Catur Global Sang Ratu

Angin laut yang membawa uap garam berembus kencang di balkon lantai paling atas Menara Nusantara, namun Kirana Larasati tidak sedikit pun bergeming.

Matanya yang kini memiliki binar perak samar menatap lurus ke arah cakrawala, di mana siluet kapal-kapal kargo raksasa tampak seperti bidak catur yang sedang menunggu perintah. Di tangannya, sebuah tablet holografik menampilkan peta navigasi ekonomi Asia Tenggara yang kini sedang memerah—tanda serangan akuisisi paksa dari Ares Group.

Ares Group bukan sekadar perusahaan investasi. Berdasarkan intelijen yang dikumpulkan Reno melalui pelacakan data backdoor, mereka adalah sayap finansial dari faksi Barat Dewan Tetua Langit. Jika klan Scorpio adalah otot yang melakukan pekerjaan kotor di lapangan, maka Ares adalah jantung mekanis yang memompa dana ke seluruh jaringan terorisme digital di dunia.

"Mereka bergerak lebih cepat dari perkiraanku," gumam Kirana. Suaranya dingin, seolah-olah emosinya telah dibekukan oleh tanggung jawab besar yang kini ia pikul.

Adyatma melangkah keluar dari pintu kaca, kemeja hitamnya berkibar tertiup angin. Ia membawa dua gelas cairan berwarna biru bening—minuman elektrolit khusus yang dirancang laboratorium Benteng Cendana untuk menstabilkan metabolisme tubuh mereka setelah resonansi besar di Gunung Lawu.

"Ares Group telah memblokir tiga jalur logistik utama kita di Selat Malaka," ucap Adyatma, menyerahkan gelas itu kepada Kirana. "Mereka menggunakan pengaruh diplomatik untuk menahan kapal-kapal Nusantara Group dengan alasan 'pemeriksaan keamanan siber'. Mereka tahu kita sedang bermigrasi ke ekosistem Cendana-Drive secara masif."

Kirana menerima gelas itu, menyesapnya perlahan. Rasa dingin yang menenangkan mengalir di tenggorokannya. "Mereka ingin mengisolasi kita, Adyatma. Mereka pikir dengan mengunci gerbang laut, kita akan berlutut memohon akses. Mereka lupa bahwa di era ini, kedaulatan tidak lagi ditentukan oleh batas air, melainkan oleh aliran data."

Strategi "Tembok Cendana" Regional

Kirana kembali ke dalam ruangan, diikuti oleh Adyatma. Di sana, Reno sudah menunggu bersama tim elit analis siber. Di layar utama, sebuah diagram kompleks menunjukkan bagaimana Ares Group mencoba menyusup ke server-server mitra Nusantara di Singapura dan Malaysia menggunakan protokol serangan Man-in-the-Middle.

"Reno, aktifkan fitur Google Forms khusus untuk seluruh CEO aliansi teknologi Asia Tenggara," perintah Kirana. "Bukan formulir biasa. Gunakan enkripsi biometrik resonansi perak yang kita kembangkan di Lawu. Aku ingin mereka semua bergabung dalam satu frekuensi aman malam ini."

"Nyonya, apakah Anda yakin ingin melibatkan pihak luar secepat ini?" tanya Reno ragu. "Dewan Tetua mungkin memiliki mata-mata di antara para CEO tersebut."

Kirana tersenyum miring, sebuah ekspresi yang memancarkan kecerdasan predator. "Justru itu tujuannya, Reno. Aku ingin mata-mata itu mengirimkan sinyal balik ke Ares Group. Aku ingin mereka melihat 'Tembok Cendana' sedang dibangun, agar mereka melakukan langkah ceroboh yang bisa kita lacak hingga ke markas pusat mereka."

Perjamuan Digital: Jebakan Sang Ratu

Malam itu, Kirana tidak mengadakan pesta fisik yang mewah. Ia mengadakan "Perjamuan Digital". Melalui integrasi Google Workspace tingkat tinggi yang telah disuntikkan kode Sastra Cyber, Kirana menciptakan ruang pertemuan virtual yang menggunakan teknologi Quantum Key Distribution (QKD), membuatnya mustahil untuk diretas oleh teknologi konvensional.

Tujuh pemimpin perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara muncul dalam bentuk avatar holografik di ruang rapat Menara Nusantara. Suasana terasa sangat tegang. Mereka semua adalah orang-orang yang selama ini tunduk pada tekanan finansial Ares Group.

"Nyonya Surya, Anda meminta kami mengambil risiko besar," ucap salah satu avatar, seorang pria paruh baya dari Singapura. "Ares Group mengancam akan menarik seluruh investasi mereka dan mem- blacklist kami dari pasar global jika kami bekerja sama dengan Nusantara Group."

Kirana berdiri, berjalan perlahan di antara bayangan cahaya holografik tersebut. Aroma cendana di ruangan itu menguat, memberikan efek menenangkan sekaligus mengintimidasi bagi para peserta rapat.

"Investasi Ares adalah racun yang dibalut madu, Tuan-tuan," suara Kirana bergema dengan wibawa yang tak terbantahkan. "Mereka tidak memberikan modal untuk pertumbuhan, mereka membeli jiwa perusahaan Anda agar bisa dikendalikan oleh Dewan Tetua. Hari ini, saya menawarkan alternatif. Nusantara Group, dengan dukungan penuh teknologi perak Surya Corp, akan memberikan jaminan keamanan digital dan akses pasar tanpa batas melalui protokol Cendana."

Kirana mengangkat tangannya, dan di layar muncul sebuah kontrak digital yang bercahaya keemasan—sebuah Smart Contract yang tidak bisa diubah. "Ini bukan kontrak bisnis biasa. Ini adalah pakta pertahanan. Siapa pun yang menandatangani ini, akan berada di bawah perlindungan langsung 'Naga' dan 'Cendana'. Ares tidak akan bisa menyentuh satu bit pun dari data Anda tanpa berhadapan dengan murka kami."

Satu per satu, para CEO itu terdiam. Mereka bisa merasakan kekuatan yang memancar dari Kirana—sesuatu yang jauh lebih nyata daripada sekadar angka di atas kertas.

Pengkhianatan di Ruang Virtual

Tiba-tiba, salah satu avatar mulai berkedip-kedip merah. "Peringatan! Upaya peretasan dari dalam!" teriak sistem AI Nusantara Group yang berbasis pada deteksi anomali perilaku.

Avatar dari seorang pengusaha logistik Thailand mencoba menyuntikkan virus pelacak ke dalam server utama Kirana saat proses penandatanganan berlangsung.

"Sudah kutemukan," desis Kirana. Ia tidak memutus koneksi. Ia justru membiarkan virus itu masuk ke dalam sandbox terisolasi, namun segera membungkusnya dengan "Penjara Cendana"—sebuah algoritma isolasi yang akan membalikkan arus data tersebut kembali ke pengirimnya.

"Tuan Somchai, saya tahu Ares Group menjanjikan pembebasan hutang judi Anda di Makau sebagai imbalan atas pengkhianatan ini," ucap Kirana santai, membuat avatar pria itu gemetar hebat.

Adyatma melangkah maju, auranya meledak menjadi cahaya biru yang memenuhi ruang rapat virtual, memberikan tekanan psikologis yang nyata bagi avatar yang terhubung. "Reno, kirimkan tim eksekusi ke koordinat persembunyian Tuan Somchai di Phuket sekarang juga. Serahkan dia ke otoritas setempat dengan seluruh bukti korupsinya yang sudah kita amankan di Drive."

Dalam hitungan detik, avatar Somchai lenyap dari layar, meninggalkan kekosongan yang mencekam. Para CEO lainnya menelan ludah. Mereka baru saja menyaksikan betapa efisien dan mengerikannya kekuatan gabungan Kirana dan Adyatma: satu menghancurkan dengan data, satu menghancurkan dengan kekuatan fisik.

Fajar di Cakrawala Global

Setelah pertemuan berakhir dan enam dari tujuh pemimpin teknologi menandatangani pakta tersebut, Kirana terduduk di kursi kebesarannya. Kelelahan mulai merayap di matanya, namun ia merasa puas.

"Langkah pertama selesai," bisik Kirana.

Adyatma berlutut di depan Kirana, memijat lembut pergelangan tangan istrinya yang masih terasa hangat akibat resonansi energi. "Kau baru saja menyatukan ekonomi Asia Tenggara di bawah satu komando digital, Kirana. Dewan Tetua di Zurich pasti sedang mengamuk sekarang."

"Biarkan mereka mengamuk," jawab Kirana, menyandarkan kepalanya di bahu Adyatma. "Semakin mereka marah, semakin banyak kesalahan yang mereka buat. Dan setiap kesalahan adalah paku di peti mati mereka."

Kirana membuka folder baru di sistemnya yang terintegrasi dengan Google Drive tingkat lanjut. Folder itu berjudul "Proyek Mahameru: Restorasi Benua".

Pembalasannya terhadap Bagas dan Herman hanyalah kerikil kecil di jalan setapak. Kini, Kirana menyadari bahwa ia sedang membangun sebuah peradaban baru di mana tidak ada lagi tempat bagi benalu-benalu global untuk bersembunyi.

Di luar sana, matahari mulai terbit di ufuk timur, menyinari puncak Menara Nusantara yang berdiri tegak. Sang Ratu Cendana telah memenangkan babak pertama di papan catur dunia, namun ia tahu bahwa menteri dan raja musuh masih menunggu di balik bayangan markas besar Ares Group.

*** [Bersambung ke Bab 18...]

1
Aisyah Suyuti
.menarik
Luzi
kerenn
Mifta Nurjanah
eps brpa pas dia udh jebol??😭😭
Emi Widyawati
baca awal, sudah jatuh cinta. bagus banget Thor 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!