Susan siswa baru kelas 10 yang baru saja menyelesaikan ospeknya ternyata disukai oleh cowok populer disekolahannya sejak berada dibangku SMP. Levy berpacaran dengan Susan secara diam diam, Levy yang didepan para penggemarnya bersikap dingin namun tidak apabila dia didepan Susan. Levy selalu perhatian pada Susan hingga ada konflik besar yang menimpa keduanya namun semua itu tidak menggoyahkan rasa sayang mereka berdua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
aesthetic love
...Kayla, Dimas dan Siska tertawa pelan melihat Rudy dilempar kacang oleh Levy....
...Levy mulai memutar film horor, sepanjang pemutaran film Levy melihat seksama setiap adegannya beda dengan Susan yang memeluk Levy karena ketakutan. Levy yang tak mau melepas kesempatan itu diam diam membalas pelukan Susan dengan hangat sambil menepuk-nepuk belakang pundak Susan....
...Rudy yang ketakutan meringkuk di pundak Kayla, “gede badan doang nonton film horor takut” bisik Kayla....
...“Biarin aja dari pada tetangga sebelah ngambil kesempatan dalam kesempitan” bisik Rudy yang membuat mata Kayla mengarah pada Susan dan Levy....
...Beda dengan temannya Siska dan Dimas menonton keseruan film sambil makan snack, “dih kurang serem” ucap Siska sambil menyuapi Dimas....
...“Iya sayang apalagi kuntilanaknya masak ketawanya kayak kurang gitu lho” ucap Dimas mengambil kaleng soda untuk Siska....
...Mbok inem yang terbangun karena mendengar suara tv langsung ke ruang keluarga, “seru non nontonnya” ucap mbok inem....
...Mereka berenam langsung melihat kebelakang, betapa terkejutnya sambil berteriak melihat ada sosok wajah putih pucat dibelakang mereka “aaaaaa” teriak semuanya....
...“Ini mbok non”....
...“Astaga mbok inem” ucap Levy mengelus dada....
...“Mbok pakai apa sih diwajah malam malam gini warna putih pula” tanya Susan mengatur nafas pelan....
...“Bardi kemarin bilang kalau wajah mbok kusam makanya mbok pakai masker wajah yang non kasih kemarin” ucap mbok inem....
...“Mbok inem lagi kasmaran” bisik Kayla pada Rudy....
...2 jam berlalu film telah usai, para cewek tertidur di pangkuan pacar mereka masing-masing, “lucu juga kalau Siska tidur” ucap Dimas tersenyum sambil mengelus pipi Siska dengan lembut....
...Rudy pun tak kalah dengan Dimas, dia mengusap kepala Kayla pelan sambil mencium kening Kayla....
...Levy hanya bisa menatap wajah cantik Susan saat tidur, dia tak berani menyentuh bahkan menciumnya karena statusnya masih digantung oleh Susan....
...“Seperti nya kamu sama Susan sudah balikan lev?” Tanya Dimas penasaran....
...“Maunya aku sih gitu” ucap Levy meletakkan kepalanya di pundak sofa....
...“Kalau aku jadi kamu udah aku tembak lagi Susan lev” ucap Rudy....
...“Aku mau beri dia kebebasan untuk memilih rud, aku gak mau maksain perasaan dia demi keegoisan ku sendiri” ucap Levy....
...(Flashback) Saat Levy mengeringkan rambut Susan, dia meluapkan isi hatinya kalau dia masih cinta dengan Susan. Levy juga meminta maaf atas kesalahan tantenya, “aku tahu kesalahan Tanteku sangat besar ke kamu tapi aku juga gak maksa kamu untuk kembali sama ku san” ucap Levy....
...Susan memegang tangan Levy, mematikan hair dryer yang dibawa Levy. Tangan Susan menepuk kasurnya mengisyaratkan Levy disuruh duduk disebelah Susan “aku sudah memaafkan tantemu lev, untuk kisah cinta kita apa kamu mau menunggu jawabanku setelah aku menyelesaikan masalah keluarga ku?” Ucap Susan....
...“Aku selalu menunggu kamu San” Levy memeluk Susan erat....
...Levy menggendong Susan kekamar Susan diikuti Dimas dan Rudy, cewek-cewek tidur dikamar Susan sedangkan cowok cowok tidur dikamar tamu bawah....
...Sebelum cowok cowok tidur, mereka membersihkan ruang keluarga yang mereka berantaki dengan sampah makanan....
...Jam dua dini hari Susan terbangun dari tidurnya, dia menuruni tangga untuk mengambil air minum. Seperti biasa kalau dia kangen dengan papanya, Susan akan masuk ke ruang kerja papanya memandangi foto orang tuanya yang terpanjang di dinding “pa, Susan sudah mulai menemukan titik terang” ucap Susan menangis....
...“Siapa pun orangnya Susan akan membalas semuanya untuk mama dan papa” sahut Susan lagi....
...“Sekalipun itu om Susan sendiri” ucapnya lagi sambil mengusap air matanya....
...Susan mengambil foto orang tuanya yang terpajang di atas meja lalu memeluknya....
...Mendengar ada orang yang menangis di luar kamar, Levy diam diam keluar kamar lalu mencari sumber suara itu. Levy melihat bayangan di ruang kerja, “Susan” ucap Levy masuk kedalam ruangan....
...“Kamu belum tidur?” Tanya Susan meletakkan foto orang tuanya ke posisi semula....
...“Aku terbangun karena mendengar ada yang menangis sesenggukan” ucap Levy....
...“Aku tadi yang nangis, aku kebangun terus ambil minum karena aku kangen sama orang tuaku makanya aku kesini. Maaf kalau aku membangunkan kamu!!”....
...Levy mengusap pipi Susan, “kamu balik tidur lagi” ucap Levy tersenyum....
...Susan menganggukkan kepala sambil tersenyum pada Levy....
...Keesokan harinya teman-teman Susan merapat ke ruang makan untuk sarapan pagi, “pagi” ucap para cowok-cowok yang baru keluar kamar....
...“Pagi juga” ucap para cewek-cewek yang sudah berada di ruang makan di kursinya masing-masing....