NovelToon NovelToon
ASI Untuk CEO

ASI Untuk CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Menjadi pengasuh CEO yang berpura pura menjadi anak berumur 7 tahun?
CEO bernama Halton Felix berumur 25 tahun, tubuh tinggi kekar dan juga berisi.

Menceritakan kehidupan yang sungguh pahit yang di jalani seorang perempuan polos yang bernama Qiandra Januar Putri. Dia berstatus pelajar kelas 2 di sekolah SMA Negeri yang ada di kota nya.
Dia seorang gadis yang cantik, baik dan juga ramah. Dia adalah anak yatim piatu, yang di tinggal orang tua nya sejak dia duduk di bangku kelas 6 SD.
Setiap hari dia berjualan donat di sekolah untuk menghidupi kehidupan dirinya dan juga adik kandungnya.
Di sekolah Qiandra adalah korban perundungan. Karena semua orang membenci dirinya akibat kemiskinan yang dia jalani.
Qiandra juga disukai Rio Dewandaru tuan muda yang terkenal akan kekayaan dan juga ketampanannya di sekolah.
Alih alih melindungi orang yang dia cintai, tuan muda yang terkenal akan kecerdasannya malah menjadi orang pertama yang ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6.

Qiandra akhir nya keluar dari ruangan adik nya, dia ber jalan dengan langkah kaki yang gontai.

Cacing cacing di perut nya terus saja ber bunyi, untuk meminta makanan pada diri nya.

Bahkan kini keringat dingin membasahi ke dua pelipis nya. Bibir yang awalnya berwarna merah ranum, kini berubah menjadi putih pucat.

Qiandra ber jalan pelan sembari memegang perut nya, agar rasa sakit di perut nya sedikit mereda. Bahkan kini dia ber jalan sembari tangan nya, memegang dinding yang koridor rumah sakit.

Bukan hanya rasa lapar, rasa sedih rasa kecewa karena ucapan adik nya, rasa sakit di bagian perut dan lututnya. Sungguh seperti sebuah penderitaan bagi Qiandra.

Akhir nya Qiandra pun sampai di dekat pintu keluar rumah sakit, dia melirik ke arah makanan di kantin rumah sakit berada.

Melihat dari kejauhan sebuah donat yang dibanderol dengan harga sepuluh ribu rupiah di atas meja kantin. Dengan banyak nya pertimbangan, akhir nya setelah melihat harga donat itu, Qiandra pun mengurung kan niatnya untuk membeli makanan lain di kantin rumah sakit ini.

"Astaga mahal sekali harga donat itu? Terus bagiamana dengan harga makanan yang lain, pasti mahal semua," Ucap gadis ber wajah pucat yang memakai daster kebesaran itu.

Dengan otak nya yang pas pasan, dia sedang membandingkan harga donat yang biasa dia jual seribuan di sekolah.

Sesuai dengan pemikiran anak sekolah yang ber umur 17 tahun pada umum nya. Harga donat rumahan dan kantin rumah sakit, perbandingan 10 kali lipat, 1000 vs 10.000, bagi Qiandra itu adalah sebuah harga yang mahal.

Akhir nya Qiandra memilih untuk menahan rasa lapar nya saja. Dia ber jalan dengan langkah kaki yang begitu pelan, di trotoar jalan setelah keluar dari area rumah sakit.

Qiandra berencana ingin segera  membeli bahan bahan untuk membuat donat, setelah itu langsung pulang ke rumah, agar bisa segera membuat donat donat itu. Lalu dia bisa mengambil sebagian donat untuk dia makan sebagai pengganjal di perut nya.

Jadi dia tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk makan, tapi Qiandra merasa, apakah dia sanggup berjalan pulang ke rumah dengan keadaan seperti ini. Batin Qiandra dari dalam hati nya.

Qiandra masih terus ber jalan dengan langkah yang ter tatih tatih. Dia merasa lama lama pandangannya itu menjadi kabur. Bahkan kaki nya yang tadi terasa sakit saar berjalan. Kini tidak merasa kan sakit lagi, di bagian kaki nya

Bugh

Akhirnya Qiandra pun limbung dan jatuh pingsan.

*****

Julia yang masih ingin memantau pergerakan Qiandra, calon ibu susu dari anak nya, hanya bisa menghembus kan nafas dengan kasar, sembari melihat ke arah beberapa kertas kertas yang sudah di siap kan oleh ke dua asisten nya di atas meja.

"Memang nya apa kah segenting itu masalah nya?" Tanya Julia ke pada salah satu asisten nya, dengan menaik kan satu alis nya.

"Iya bu, dewan direksi meminta kita untuk melakukan rapat sekarang, karena perusahaan utama tuan Halton sedang tidak baik baik saja Bu, bahkan indeks saham di perkirakan akan turun drastis. Karena berita sang CEO yang mengalami kecelakaan dan dalam keadaan koma, telah tersebar di media sosial." Ucap Reno dengan nada yang terlihat gemulai.

"Hhhh, rapat di lakukan pukul berapa?" Tanya Julia sembari menghembus kan nafas dengan kasar, dia terlihat sedang memeriksa makala dan juga berkas berkas yang ada di depan mata nya.

"Setengah jam lagi, rapat akan di mulai. Rapat akan di lakukan di gedung utama perusahaan Halton group milik Felix," Ucap Nala dengan nada terdengar yang begitu serius.

Seketika Julia pun melirik tajam ke arah salah satu asisten nya itu. "Dia itu tuan mu jangan asal menyebut nama nya, dia itu bukan teman mu lagi. Panggil nama resmi nya yaitu tuan Halton," ucap Julia dengan suara yang terdengar begitu tajam.

Reno yang seakan tahu, apa yang akan terjadi, akhir nya memilih menjadi penengah antara Nala dan juga boss nya itu.

"Ayo lebih baik kita berangkat sekarang, takut nya semakin menambah citra yang buruk untuk perusahaan tuan Halton, jika kita sebagai pemilik utama perusahaan malah datang terlambat ke rapat dewan direksi yang di lakukan secara dada kan, untuk membahas tumbang nya sang CEO alias pemilik utama halton group yang memiliki beberapa cabang di bawah nya." Ucap Reno sembari menarik Nala, agar menjauh dari bos nya yang akan mengamuk.

Setelah mendengar penuturan Reno asisten nya. Julia pun akhir nya memilih mengalah, tidak memperpanjang masalah yang terjadi, lalu dia mengajak ke dua asisten nya untuk segera pergi ke perusahaan utama halton group. Untuk menghadiri rapat dadakan.

******

Di sebuah kamar yang ada di rumah mewah ber cat warna putih. Sebuah bangunan rumah yang bergaya khas Eropa dengan berbagai perabotan yang terlihat mahal.

Qiandra tidur begitu nyenyak. Sampai dia merasa sulit untuk membuka mata nya. padahal dia sudah bangun sedari tadi dari pingsan nya.

"Apakah aku berada di surga? kenapa ini nyaman sekali. Dan hmmm, sungguh bau masakan yang sangat harum, sungguh menggugah selera," gumam Qiandra masih menutup ke dua mata nya, dia merasa heran kenapa dia tidur di atas kasur yang begitu empuk dan nyaman seperti ini. Dan dia terbangun karena mencium bau masakan yang sangat harum, untuk perut nya yang masih kosong.

"Nona muda apakah anda sudah bangun? Karena tuan muda menyuruh saya untuk mengantarkan makanan makanan ini kepada Anda," ucap seorang pelayan yang datang, bersama troli yang berisi banyak nya makanan di atas nya.

Seketika Qiandra pun membuka mata nya. Mata Qiandra seketika terlihat berbinar dan merasa takjub. Dengan pemandangan yang ada di depan nya. Ruangan yang ber nuansa putih dan sungguh sangat enak di pandang mata. Seumur hidup Qiandra baru melihat, pemandangan sebuah kamar, yang semewah ini.

Melihat perempuan yang berada di depan nya malah mematung, pelayan wanita yang ber umur 30 tahunan itu, akhir nya kembali ber ucap, "tuan muda meminta saya untuk menyuruh anda segera memakan makanan ini."

Qiandra yang tadi nya rebahan tiba tiba duduk, dia tidak menjawab ucapan yang pelayan wanita itu. Qiandra malah asyik menepuk nepuk pipi nya.

"Tolong jangan sakiti diri anda, lebih baik segara makan makanan ini. Karena saya takut, tuan muda akan memarahi saya, jika anda tidak makan semua makanan ini. Karena tuan muda berkata, Anda begitu kelaparan," ucap pelayan wanita itu, dengan nada yang terlihat kesal.

"Maaf bukannya saya menyakiti diri saya sendiri. Saya cuman mau memastikan bahwa semua ini bukanlah sebuah mimpi," ucap Qiandra dengan sebuah senyuman. Bahkan kini Qiandra mulai ber usaha turun dari kasur.

"Baik lah, kalau begitu saya cuman takut jika anda tidak memakan makanan yang sudah saya sediakan. karena tuan muda kalau marah, begitu menakut kan," ucap pelayan wanita itu, dengan begidik ngeri.

Qiandra pun ber jalan dengan langkah yang begitu pelan, lutut nya masih terasa sakit, walau pun dia kini merasa luka pada lutut nya itu di perban.

Baru saja dua langkah, Qiandra hampir saja ambruk. Karena tubuh nya begitu lemas. Saat akan jatuh ke lantai, seorang laki laki mendekat ke arah Qiandra, menopang tubuh nya agar tidak terjatuh.

"Kalau gak kuat itu, gak usah jadi sok kuat." Ucap seorang Laki laki yang kini memegang tubuh Qiandra.

"Tu - tuan muda, maaf saya yang akan membantu nya," ucap pelayan wanita itu, dengan suara terbata bata, dia sedang memindah kan makanan yang tadi ada di troli ke meja sofa yang ada di kamar mewah itu.

Qiandra sendiri hanya membulat kan mata nya, dia menatap laki laki yang di panggil tuan muda itu, dengan tatapan heran.

1
Nurul Mentari
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!