NovelToon NovelToon
Suami Dadakan Untuk Cantika

Suami Dadakan Untuk Cantika

Status: sedang berlangsung
Genre:Pernikahan Kilat / Perjodohan
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Anjay22

Cantika perempuan miskin dari desa ,karena salah paham warga hingga dipaksa menikah dengang pria yang baru ia kenal,dan Cantika tidak menyangka kalau suami dadakannya adalah CEO, bagaimana Cantika menjalankan rumah tangga dadakannya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anjay22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kripik singkong pedas daun jeruk

Hari demi hari Cantika terus menekuni rutinitasnya,ia tidak peduli pandangan orang orang ,tentang masa depannya ,baginya keluarga bisa makan adalah lebih penting .

Menyadari bahwa keripik singkong original mulai jenuh di pasaran, Cantika mulai memutar otak. Ia melihat banyak anak-anak muda di desa tetangga yang suka makanan pedas. Dengan sisa uang yang ada, ia membeli cabai kering dan daun jeruk yang kebetulan ada di pekarangan rumahnya .

Ia melakukan eksperimen di dapurnya. Ia menumbuk cabai, mencampurnya dengan sedikit bumbu rahasia peninggalan ayahnya, lalu menambahkan aroma jeruk yang segar. Lahirlah "Kripik Singkong Pedas Daun Jeruk".

Awalnya, ia ragu. Namun, saat ia menitipkan sepuluh bungkus di kantin sekolah dekat desa, hanya dalam satu jam, keripik itu habis ludes.

"Cantika! Keripikmu yang pedas itu laku keras! Besok bawa tiga puluh bungkus ya!" teriak penjaga kantin dengan antusias

Cantika masih berdiri di depan kantin sekolah dengan senyum lebar yang tak bisa disembunyikan. Tangan kanannya memegang uang receh hasil penjualan sepuluh bungkus keripik yang ludes dalam satu jam. Jantungnya berdegup kencang, campuran antara bahagia dan tak percaya.

“Besok tiga puluh bungkus, Tante,” jawab Cantika sambil mengangguk cepat. Ia berjalan pulang dengan langkah ringan, seolah kakinya tak menyentuh tanah. Di sepanjang jalan setapak menuju rumah, ia sudah membayangkan bagaimana caranya memproduksi tiga puluh bungkus dalam satu malam.

Sesampainya di rumah, Cantika langsung masuk ke dapur kecil yang hanya diterangi lampu neon kuning. Ibu sedang duduk di teras depan sambil menganyam tikar anyaman bambu. “Ibu, besok aku harus bawa tiga puluh bungkus ke kantin sekolah!” seru Cantika girang.

Ibu menoleh, alisnya terangkat. “Tiga puluh? Dari mana uangnya buat beli bahan, Nak?”

Cantika tersenyum malu-malu. “Modalnya dari penjualan hari ini, Bu. Aku pakai dulu ya. Nanti kalau laku, aku ganti.”

Malam itu Cantika tak tidur. Ia menumbuk cabai kering sampai tangannya terasa panas dan pedas. Daun jeruk yang ia petik sore tadi dari pohon belakang rumah dicincang halus. Bumbu rahasia ayahnya yang terdiri dari ketumbar sangrai, bawang putih goreng, dan sedikit garam laut dicampur dengan telaten. Aromanya langsung memenuhi dapur kecil itu, campuran pedas yang menggigit dan segar jeruk yang bikin hidung senang.

Pukul dua dini hari, tumpukan keripik singkong yang sudah digoreng kemarin sore mulai dibumbui satu per satu. Cantika bekerja pelan tapi pasti. Ia tak mau buru-buru dan merusak rasa. Saat fajar menyingsing, tiga puluh bungkus kecil sudah rapi di dalam keranjang anyaman.

Keesokan harinya, kantin sekolah ramai seperti pasar. Begitu Cantika meletakkan keripik di meja, anak-anak langsung mengerubungi. “Yang pedas daun jeruknya, Kak!” “Aku dua bungkus!” “Aku tiga, buat dibagi temen!”

Dalam waktu kurang dari dua jam, tiga puluh bungkus habis lagi. Kali ini penjaga kantin, Tante Siti, langsung memesan lima puluh bungkus untuk lusa. “Ini laris banget, Cantika. Anak-anak pada ketagihan. Rasanya pedasnya pas, nggak bikin tenggorokan terbakar, tapi daun jeruknya bikin segar.”

Cantika pulang dengan kantong plastik penuh uang koin dan lembaran kecil. Malam itu ia duduk bersama ibunya di teras. “Bu, kalau begini terus, kita bisa nabung buat beli mesin penggoreng yang lebih besar,” katanya pelan.

Ibu tersenyum sambil mengusap rambut Cantika. “Pelan-pelan, Nak. Jangan terlalu cepat senang. Yang penting jaga kualitasnya.”

Tapi Cantika sudah kepikiran jauh. Ia ingin keripiknya tidak hanya dijual di kantin sekolah. Besok pagi, ia memberanikan diri mendatangi warung makan Mbok Minah di pinggir jalan desa yang biasa ramai oleh pengendara motor menuju kota. Mbok Minah, perempuan berusia lima puluhan dengan suara lantang, langsung mencoba satu keripik saat Cantika menawarkan.

“Wah, enak ini! Pedasnya nendang, tapi ada aroma jeruknya yang anehnya bikin nagih. Berapa harga per bungkus?” tanya Mbok Minah sambil mengunyah terus.

“Sepuluh ribu, Mbok.”

“Mahal sedikit. Tapi rasanya beda. Coba taruh di sini sepuluh bungkus dulu. Kalau laku, besok aku ambil lagi.”

##

Dua hari kemudian

“Semua habis! Anak-anak sekolah yang lewat sini pada mampir. Mereka bilang ini keripiknya beda dari yang lain. Bawa lagi dua puluh bungkus ya!” Ujar mbok Minah dengan memberikan uang hasil penjualan kripik kemarin

Kabar tentang “Kripik Singkong Pedas Daun Jeruk” Cantika mulai menyebar lewat mulut ke mulut. Anak muda yang suka nongkrong di warung kopi mulai memesan lewat grup WhatsApp. Bahkan beberapa ibu-ibu PKK desa minta dijadikan oleh-oleh untuk acara arisan.

##

Suatu sore, saat Cantika sedang sibuk menjemur singkong yang baru diiris tipis, datang seorang pemuda naik motor RX king,Namanya Robi mahasiswa semester awal yang pulang kampung karena libur semester. Ia sering lewat depan rumah Cantika dan selalu mencium aroma gorengan yang menggoda.

“Kak Cantika, ini keripik yang lagi viral di desa sebelah ya? Boleh coba?” tanyanya ramah.

Cantika memberikan satu bungkus gratis. Robi mencoba, lalu matanya membelalak. “Gila, Kak! Ini enak banget. Pedasnya nggak berhenti di lidah, tapi daun jeruknya bikin fresh. Kalau Kakak izinkan, aku mau bantu promosi di Instagram. Aku punya akun kecil, tapi followers-nya lumayan dari anak-anak kampus.”

Cantika ragu sebentar. Ia tak terlalu paham media sosial. Tapi melihat antusiasme Robi , ia mengangguk. “Boleh. Tapi aku nggak punya hp dan foto bagus-bagus.”

“Tenang, aku yang fotoin,” kata Robi sambil tersenyum.

"Nggak usah ,nanti merepotkan."

"Enggak kak,Aku seneng bisa membantu kakak."

"Maaf kak ,sebelumnya,apa aku boleh bertanya secara pribadi ?" Robi berkata dengan hati -hati ."

"Boleh ,Apa yang kamu tanyakan?"

"Apa kakak mempunyai hubungan dengan kak Andi ?"

"Mas Andi?"

"Iya ,kak Andi ,Apa kak punya hubungan dengan kak Andi ?"

"Aku tidak punya hubungan dengan mas Andi ,aku memang mengenalnya dan berteman dengannya ."

"Masak sih kak ,soalnya pakde dan bude selalu ribut terus gara gara kak Andi punya hubungan dengan kak Cantika ."

"Aku tidak punya hubungan dengan mas Andi ."

"Bagus lah kalau begitu,soalnya aku pusing melihat pakde dan bude ribut terus ,hanya karena kak Andi ."

Cantika hanya tersenyum .

"Kak mau nggak aku kenalin sama Teman teman kampus Aku ?"

"Untuk Apa ? untuk beli kripik singkong ?"

"Bukan lah kak ? Untuk cari cowok lagi ,Biar kak Andi bisa mof on ,sehingga pakde dan bude tidak ribut terus ."

Cantika hanya terkekeh ,mendengar ucapan Robi ,Robi memang orangnya asik diajak bicara ,walaupun Cantika dan Robi baru kenal beberapa hari .

"Maaf ya Robi,Aku saat ini aku belum berniat mempunyai hubungan serius dengan cowok manapun ,sekarang aku hanya serius mencari uang untuk kelangsungan hidup keluargaku ,tapi nggak tau juga ,kalau nantinya aku tiba -tiba menikah ."

Cantika dan Robi tertawa bersama mendengar candaan Cantika

1
Bu Dewi
lanjut kak
MayAyunda: siap kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!