Song Jiao, di kehidupan pertamanya dia adalah Jenderal Wanita terkuat yang berhasil menguasai Dunia, tapi hidupnya berakhir begitu cepat karena sebuah penyakit bawaan yang belum ada obatnya.
Tetapi jiwa berdarah-darah Song Jiao tidak diterima di Surga maupun Neraka, hingga pada akhirnya dia harus menjalani kehidupan kedua sebagai Song Jiao yang lain, yaitu putri Raja yang kehilangan statusnya setelah gagal mengkudeta Kekuasaan Kaisar yang tidak lain adalah Kakaknya sendiri.
Terbangun di tubuh gadis muda kurus yang lemah di akhir musim dingin, ingatan asing diterima Song Jiao begitu membuka mata, dan dari dalam ingatan itu dia tau hidupnya tinggal sebatang kara, dimana orangtuanya meninggal sebelum datangnya musim dingin, lalu para pelayan yang tersisa pergi setelah mengambil seluruh harta milik keluarga Song Jiao.
Tanpa harta, tanpa kekuatan, juga tanpa orang yang bisa diandalkan. Sanggupkah Song Jiao menjalani kehidupan keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemenangan Mudah
Tenda besar Raja Beiliang, Song Yanzhe di perkemahan Pasukan Serigala Salju.
"Ayahanda, keluarga Qin menolak keberadaan putra ini, bahkan mereka sedikitpun tidak mengijinkan putra ini mengintip sedikit saja bagian dalam Kota Beixuan."
Song Jianyu yang belum lama tiba di Kota Hanyue, dia melaporkan hasil perjalanannya pada Raja Beiliang, membuat pria itu sangat kecewa pada hasil yang didapat, tapi dalam diam dia semakin tidak menyukai keluarga Qin, apalagi akhir-akhir ini dia merasa sedang diawasi, tapi tidak kunjung tau siapa yang sedang mengawasinya.
Situasi saat ini benar-benar membuat Raja Beiliang merasa keberuntungannya sedang sangat buruk, dan harus lebih berhati-hati lagi dalam setiap tindakannya.
"Aku sudah menduga jika semua itu akan terjadi padamu. Lebih baik kamu istirahat untuk memulihkan diri!"
Menggerakkan tangannya, Raja Beiliang menyuruh Song Jianyu pergi dari tendanya, mencoba tetap bersikap baik pada putra angkatnya, meski sebenarnya berkali-kali dia menahan diri untuk tidak mengakhiri hidup Song Jiao yang memiliki wajah sangat mirip dengan Qin Shiyun, wanita yang menolak lamarannya, tapi pada akhirnya justru menjadi pasangan adiknya sendiri.
"Kau pergi ke tempat Pangeran Xue Rong, sampaikan jika untuk sementara waktu aku tidak bisa membantunya mengumpulkan informasi dari Kota Beixuan!"
Raja Beiliang berbicara dengan salah satu pengawalnya yang langsung pergi begitu menerima perintah.
"Haaah... keluarga Qin, secepatnya aku akan menghancurkan kalian!"
***
Jika Raja Beiliang sedang marah-marah, di perkemahan pasukan Serigala Utara, Pangeran Xue Rong tampak sedang bermain dengan beberapa wanita di dalam tendanya, sama sekali belum tau jika bahaya besar sudah sampai di halaman rumahnya.
Sudah berkali-kali Pangeran Xue Rong mencelupkan miliknya secara bergantian ke taman hangat milik para wanita, tapi dia masih sanggup melakukannya lagi dan lagi, membuat tubuhnya semakin kehilangan tenaga, dan itu akan berdampak buruk jika sewaktu-waktu terjadi serangan musuh.
Dalam keadaan tenaga telah terkuras habis karena permainannya dengan para wanita, jangankan untuk melawan, Pangeran Xue Rong akan kesulitan hanya sekedar untuk melarikan diri.
Tetapi karena terlalu yakin tidak akan ada bahaya yang mendekat selama beberapa waktu ke depan, Pangeran Xue Rong terus melanjutkan aktivitasnya, bahkan itu berlanjut sampai malam hari, disaat Song Jiao sudah bergerak di sekitaran perkemahan pasukan Serigala Utara.
Song Jiao dan sepuluh prajurit wanita bergerak cepat memanfaatkan gelapnya malam, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, menjelajahi tiap-tiap tempat berkumpulnya prajurit di dalam perkemahan.
Bukan pergi tanpa tujuan, tetapi mereka saat ini tengah menyebar obat tidur, obat yang akan membuat prajurit Serigala Utara tertidur, dan besar kemungkinan mereka tidak akan pernah bangun untuk selama-lamanya.
Selesai dengan apa yang dilakukannya, Song Jiao membawa 10 prajurit wanita pergi ke tempat peristirahatan pasukan Harimau Besi, dan kedatangannya berhasil mengejutkan paman juga kakaknya.
Mereka terkejut sekaligus takjub begitu tau apa yang baru saja dilakukan oleh Song Jiao dan sepuluh prajurit wanita yang dipimpinnya.
"Paman, Kakak, segera persiapkan pasukan! Sebentar lagi pasukan musuh akan tertidur pulas, menyisakan sedikit orang yang seharusnya tidak akan mempersulit tujuan kalian!"
Song Jiao berbicara sambil mendudukkan dirinya di tempat yang nyaman, dan hal serupa dilakukan oleh 10 prajurit wanita yang tampaknya cukup kelelahan setelah terus bergerak sampai malam tanpa adanya istirahat yang cukup.
Tapi bukannya merasa tersiksa, mereka justru merasa apa yang dilakukan hari ini sangat baik untuk perkembangan diri mereka, hingga akhirnya nanti mereka benar-benar layak berada di sisi Song Jiao.
Dalam diam, mereka sangat mengagumi Song Jia, dan ke depannya ingin selalu berjuang bersama dengannya.
"Kami sudah sangat siap melakukan serangan malam hari ini, dan kali ini Paman ingin kamu tetap istirahat di tempat ini! Setidaknya biarkan tubuhmu istirahat, begitu juga dengan kelompok kecil yang pergi bersamamu!"
Song Jiao cepat menganggukkan kepala usai mendengar ucapan Qin Tianyu.
Tubuhnya saat ini memang butuh diistirahatkan, begitu juga dengan mereka yang mengikutinya.
"Emm, aku akan istirahat di tempat ini dan menunggu Paman, Kakak, juga yang lainnya kembali dengan membawa kabar kemenangan!"
Qin Tianyu senang dengan balasan yang dia dengar, dan setelahnya dia mulai memimpin pasukan Harimau Besi menuju tempat perkemahan musuh, sebuah tempat yang saat ini terasa jauh lebih hening dari sebelumnya.
Di tengah keheningan yang tengah melanda perkemahan pasukan Xue Long, prajurit yang berjaga di pintu masuk perkemahan merasa melihat adanya pergerakan orang dalam jumlah besar di kegelapan, tapi belum sempat dia melaporkan apa yang dilihatnya, sebuah ajah panah sudah lebih dulu menancap di keningnya, memberikan kematian yang sangat cepat.
"Syut... Syut... Syut..."
Anak panah kecil melesat di kegelapan malam menargetkan prajurit yang malam ini bertugas patroli menjaga kawasan perkemahan.
Dalam waktu singkat pasukan pemanah khusus yang dipimpin Qin Zixuan berhasil membunuh puluhan prajurit penjaga perkemahan, dan terus saja mereka bergerak memburu prajurit penjaga di sisi lainnya.
"Bunuh musuh yang terlihat! Jangan beri pengampunan ke mereka, sama seperti apa yang mereka lakukan ke saudara kita di medan perang!"
Perintah Qin Zixuan sangat jelas dan tegas, membuat prajurit pemanah khusus langsung saja melakukan seperti apa yang diperintahkan oleh pemimpin mereka.
Saat Qin Zixuan akhirnya tiba di tenda terbesar, dia dihentikan oleh dua pengawal bayangan, dan seketika terjadi pertarungan jarak dekat, membuat Pangeran Xue yang berada di dalam tenda akhirnya tau jika perkemahannya diserang musuh, tapi saat dia ingin keluar, cepat dia dihentikan oleh pengawal bayangannya.
"Yang Mulia, di luar sudah dikuasai oleh musuh. Sebaiknya Yang Mulia mengikuti kami pergi dari tempat ini!"
Mendengar apa yang diucapkan salah satu pengawal bayangannya, Pangeran Xue Rong yang tidak ingin mati muda, dia cepat pergi mengikuti dua pengawalnya, tapi sebelumnya dia lebih dulu membunuh empat wanita yang telah memberinya kepuasan selama lebih dari 12 jam lamanya.
Pergi melalui jalur rahasia di belakang tenda, tidak ada yang menyadari kepergian Pangeran Xue Rong dan kedua pengawal bayangannya.
Dan tidak lama setelah kepergian ketiganya, mereka adalah tiga sosok yang berhasil menyelamatkan diri, sedangkan untuk sisa orang di perkemahan, sebagian besar dari mereka mati di tangan pasukan yang dipimpin Qin Tianyu, dan sisanya mati di tangan Qin Zixuan dan pasukan pemanah khusus.
Serangan malam ini bukan sekedar memukul mundur musuh untuk kembali ke Kota Langya, tetapi malam ini telah menjadi malam pembantaian bagi puluhan ribu prajurit Xue Long, menjadikan sebuah kekalahan terbesar yang dialami pasukan Serigala Utara sejak meletusnya perang antara dua Kekaisaran.
Meski meraih kemenangan besar, Qin Tianyu tidak ingin mengadakan perayaan apapun untuk kemenangan malam ini, dan jika memang perlu mengadakan perayaan, semua itu baru akan dilakukan begitu mereka berhasil merebut Kota Langya dari orang-orang Xue Long.