NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Reinkarnasi Sang Kaisar Pedang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Epik Petualangan
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Lima ratus tahun yang lalu, Lin Chen adalah Kaisar Pedang Ilahi yang berdiri di puncak Alam Dewa. Namun, saat ia mencoba menembus batas tertinggi kultivasi, ia dikhianati oleh tunangannya, Dewi Teratai Salju, dan saudara seperjuangannya, Kaisar Naga Hitam. Tubuhnya hancur, dan jiwanya tercerai-berai.
​Kini, lima ratus tahun kemudian, jiwa Lin Chen terbangun di Benua Langit Biru, di dalam tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama. Pemuda ini dikenal sebagai "Sampah Terbesar" di Kota Daun Musim Gugur karena meridiannya cacat sejak lahir. Namun, mereka tidak tahu bahwa di dalam lautan jiwanya, Lin Chen membawa Sutra Pedang Kehampaan, sebuah teknik kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap energi alam semesta.
​Dimulailah perjalanan Lin Chen untuk merangkai kembali takdirnya, menginjak jenius arogan, menaklukkan naga suci, dan kembali ke Alam Dewa untuk menuntut darah para pengkhianatnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Tungku Darah

​"Sombong! Serang!" Jiang Wuya menggeram, wajahnya berkerut penuh penghinaan melihat Lin Chen yang justru menyeringai di tengah kepungan.

​Atas perintah tersebut, tiga puluh murid elit Perkumpulan Naga Sejati bergerak serentak. Mereka tidak maju secara acak, melainkan menyatu dengan aliran energi merah dari Formasi Pembantai Nyawa. Dari dua pilar batu raksasa, ribuan bilah Qi pedang darah berputar naik, meluncur deras dari langit lembah menuju titik tempat Lin Chen berdiri.

​WUSH! WUSH! WUSH!

​Setiap bilah Qi darah itu membawa ketajaman yang mampu menembus perisai baja kultivator Tingkat 9 biasa. Udara di dalam kubah formasi berdesing memekakkan telinga.

​Lin Chen berdiri diam, membiarkan Pedang Berat Penelan Bintang tetap menancap di tanah. Ketika ribuan bilah Qi darah itu menghantam tubuhnya, sebuah pemandangan yang menentang logika terjadi.

​TING! TING! TING! TING!

​Bilah-bilah energi itu pecah berantakan begitu menyentuh kulit perunggu Lin Chen. Tidak ada setetes pun darah yang keluar; yang terdengar hanyalah suara benturan logam yang renyah. Fisiknya yang telah ditempa oleh metode ekstrem Sutra Pedang Kehampaan bertindak seperti tungku suci yang tidak bisa ditembus oleh energi spiritual fana.

​"Fisik macam apa itu?!" Mu Hongling yang menonton dari atas tebing menahan napas, matanya membelalak lebar.

​"Terima kasih atas energinya, Jiang Wuya," Lin Chen berbisik pelan.

​Di dalam Dantian-nya, tekanan dari Formasi Pembantai Nyawa justru memicu pusaran Qi cairnya untuk berputar semakin gila. Setiap kali bilah Qi darah menghantam tubuhnya, esensi energi dari formasi itu diserap secara paksa melalui pori-porinya, dikompresi menjadi tetesan cairan emas baru di lautan Dantian.

​"Jangan berhenti! Tiga Komandan, pimpin formasi tombak!" Jiang Wuya berteriak, mulai merasakan firasat buruk.

​Tiga orang murid yang berada di Ranah Pembentukan Fondasi Tingkat 1 melompat maju dari tiga arah. Mereka mengalirkan seluruh Qi murni mereka ke ujung senjata, memadukannya dengan energi formasi hingga membentuk tiga kepala tombak raksasa berelemen darah setinggi lima meter.

​"Tusukan Pemutus Jiwa!"

​Ketiga Komandan melesat bagai kilat, menusukkan tombak energi tersebut tepat ke arah jantung, leher, dan Dantian Lin Chen.

​Lin Chen akhirnya bergerak. Tangan kanannya mencabut Pedang Berat Penelan Bintang dari tanah, memutarnya dengan satu gerakan melingkar vertikal yang sangat bersih.

​Sembilan Langkah Kehampaan: Langkah Pemutus Bayangan!

​BAM!

​Udara di depan Lin Chen meledak. Ketika ketiga tombak energi itu merobek ruang kosong, Lin Chen telah muncul di sela-sela ketiga Komandan tersebut. Gerakannya begitu cepat hingga distorsi ruang meninggalkan tiga bayangan sisa yang membingungkan musuh.

​SRAAAAANG!

​Lin Chen mengayunkan Pedang Penelan Bintang dengan satu tangan secara horizontal. Berat 500 kilogram yang ditenagai oleh kekuatan fisik murni Tingkat 9 Puncak membelah udara dengan suara ledakan sonik yang menyakitkan telinga.

​CRAT! CRAT! CRAT!

​Tidak ada benturan senjata. Bilah hitam tumpul itu melewati zirah spiritual ketiga Komandan Pembentukan Fondasi seolah-olah mereka hanya terbuat dari kertas basah. Tubuh ketiga ahli tersebut terpotong menjadi dua bagian di bagian dada, menyemburkan darah segar ke udara sebelum ambruk ke lantai batu.

​Mati dalam satu kedipan mata! Tiga ahli Pembentukan Fondasi hancur seketika!

​"Monster! Dia monster!" Teriak salah satu murid elit dari faksi Naga Sejati. Kepercayaan diri mereka runtuh seketika melihat tiga pemimpin mereka tewas semudah membalikkan telapak tangan.

​Lin Chen berdiri di tengah hujan darah, rambut hitamnya yang terurai sedikit ternoda warna merah. Warna emas di pupil matanya berkilat semakin terang, memancarkan aura kegilaan bertarung yang tak terbendung.

​"Satu langkah, satu nyawa," desis Lin Chen. "Hari ini, tidak ada satu pun dari kalian yang akan meninggalkan lembah ini dalam keadaan utuh."

1
Eddy S
kecewa cerita tanpa kelanjutan episode nya
Anonim: sabar lah bos ya kali langsung tamat
total 1 replies
Eddy S
pasti cerita ga ada kelanjutan nya 🤣🤣🤣cape deh
Albiner Simaremare
lanjut thor
Zero_two
👍👍👍👍
Zero_two
Dewi teratai udah terpesona sama 'kekuatan' terpendam si naga hitam kayaknya/Doge//Doge//Doge//Blush/
Romansah Langgu
Mantap thor,,, bar bar..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!