Laki-laki hanya mencintai satu kali, sisanya hanya menjalani hidup. Ada yang mengatakan seperti itu. Damien tidak tau apakah itu benar, namun perjalanan hidupnya kali ini benar-benar diluar prediksi dan rencana.
Dia kehilangan istri dan keluarga kecilnya juga terancam pecah, namun di saat yang hampir bersamaan, ternyata semua bencana yang dia alami mengantarkan dia bertemu kembali ke sosok wanita yang dulu sangat dia idam-idamkan sepenuh jiwanya untuk menjadi pasangan hidupnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shelly Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di sisi lain.
Bab 16
7 Januari 2025
Morin masih tertidur lelap saat Aling masuk pelan-pelan ke dalam kamar dimana tempat Morin dan Bayu tidur.
Sambil perlahan menghampiri Mereka berdua, Aling duduk lalu mengusap pelan rambut Morin sambil berucap lembut,
“Bangun, Cece..ayo sekolah, biar ga telat , harus mandi jam segini ..”
Morin masih memejamkan matanya , dia masih sangat mengantuk namun mulai menyadari Ama nya sudah duduk di samping tempat tidurnya dan sedang mengelus kepalanya . Sementara Bayu bahkan hanya membalikkan badan di samping Morin dan lanjut tidur dengan sedikit mendengkur.
“Yuk banguun, A-ma masakin mie goreng Seafood loh, ga pedes, boleh dibawa untuk bekal ke sekolah sekalian” lanjut Aling sambil tertawa kecil.
Morin akhirnya membuka matanya . Masih terasa sepat, namun masih bisa dibuka sedikit. “Aku masih ngantuk, A-ma... 5 menit lagi ya “ bisik Morin sedikit tidak jelas.
“Bener nih, 5 menit lagi ? Nanti A-ma balik lagi ke kamar, A Rin sama A Pay sudah harus bangun untuk mandi yaa..” Jawab A Ling memanggil nama Morin dan Bayu, namun lafal “B” nama Bayu berubah menjadi “P”.
Morin hanya menganggu beberapa kali dengan samar, dan kembali memejamkan matanya.
Aling memandang sang cucu perempuan nya dengan penuh rasa sayang. Lalu ia bangun dan berjalan berputar kali ini menuju ke arah Bayu yang sedang tidur.
“A pay juga harus bangun yaaa. 5 menit lagi, bareng sama Cece ... harus sekolah.” Bisik Aling pelan namun jelas ke dekat telinga Bayu, sekedar memastikan untuk Bayu juga mendengarkan kata-katanya.
Bayu tidak menjawab, hanya menguap dan mengusap-usapkan kepala nya makin dalam ke bantal.
Kembali Aling membelai rambut sang Cucu lelakinya, seperti dia tadi mengusap rambut Morin. Lalu dia beranjak pergi ,mematikan AC di dalam kamar mereka berdua,dan keluar dari kamar namun tetap membiarkan pintu nya terbuka sedikit.
Ia lalu menuju ke arah dapur, untuk menempatkan Mie goreng berwarna kecoklatan yang masih hangat dengan wanginya yang menggugah selera ke dalam wadah stainles khusus untuk mie. Sambil menyendokkan Mie goreng penuh topping Seafood itu dengan Spatula dengan hati-hati namun cepat dan cekatan, dia juga telah menyiapkan 5 piring untuk sarapan Mie tersebut, untuk para penghuni rumah ini. Kemudian dia mengambil box makan berwarna Pink milik Morin, yang memang sengaja dia beli untuk menaruh bekal makanan sekolah. Tidak lupa juga dia mengambil kotak makan berbahan Stainless Steel dengan tutup plastik putih yang akan dia berikan ke Bayu saat sekolah nanti.
Dengan tenang dan hati-hati dia memasukkan mie goreng itu kedalam masing-masing box makanan, menyisakan sedikit tempat untuk menaruh Chicken nugget , dan kerupuk merah yang sudah dia masukkan kedalam plastik bening berukuran kecil. Sendok dan garpu sudah memakai tempatnya tersendiri, jadi dia tidak menyelipkan sekaligus di dalam box makanan itu.
Aling sudah menyiapkan bekal makanan untuk kedua cucunya, ketika dia mendengar langkah kaki menuruni tangga dengan pelan. Dia menoleh ke arah tangga, dimana terlihat mbak Nunuk dengan ekspresi yang masih terlihat mengantuk namun tampak berusaha keras untuk terjaga, turun dari tangga menuju ke bawah, menghampiri Aling. “ Maaf ibuu, saya baru bangun..” kata Nunuk dengan pelan dan sedikit takut.
Aling menggelengkan kepala “ Nga apa-apa, kamu langsung mandi aja , lalu sembahyang... ini bekal makanan untuk Arin dan A Pay, tolong masukkan dulu ke tas sekolah masing-masing ya “ jawab Aling sambil menunjuk 2 kotak bekal makanan diatas meja makan.
“Sekolah A Pay kalau agak sedikit telat, nga apa-apa ya ? Saya baru ingat TK dia lebih dekat dari rumah mereka dibandingkan sekolah Arin ya ..” setengah bertanya Aling mendekati salah satu piring berisi mie goreng, dan memberikan nya kepada Nunuk.
Nunuk menerima piring berisi mie goreng itu sambil mengangguk mengucapkan terima kasih dengan sangat pelan, lalu menjawab “, Iya ibu... apa perlu saya antar sendiri Bayu, sementara ibu mengantar Morin ??, nanti saya coba hubungi tukang ojek langganan kami..”
Aling yang sudah mau membalikkan badan badan, melirik ke arah Nunuk...” tukang ojeknya mau antar jemput kesini ?, jauh lah...pakai ojek online saja. “ Jawab Aling dengan datar.
Nunuk mengangguk kembali.
“Kamu mau mandi dulu atau makan dulu, Nuk ?” Tanya Aling.
“Oh..saya lebih baik mandi dulu, Bu...” Jawab Nunuk segera.
“ Yasudah, kamu mandi lalu siap-siap dan makan dulu, A Rin sama A Pay biar saya yang urus. “ Jawab Aling datar.
Nunuk kembali mengangguk, lalu buru-buru kembali ke atas untk mengambil peralatan mandi dan kemudian bergegas pergi ke kamar mandi yang letak nya juga diatas lantai dua.
Aling membersihkan remah-remah mie goreng yang sedikit tercecer dengan tisu kering, mengelapnya dengan tisu basah dan lalu kembali membersihkan nya dengan tisu kering. Setelah dirasa cukup bersih, dia kembali berjalan menaiki anak tangga menuju lantai 2 untuk menghampiri Morin dan Bayu.
Morin dan dan Bayu masih terlihat lelap. Lalu Aling menghampiri kembali kedua cucu kesayangan nya, dan kali ini benar-benar menggerak-gerakkan badan Morin sambil berucap lebih tegas namun tetap lembut.
“ Ayoo A Riiin, A Paayy... banguun, mandi, shalat lalu siap² sekolah..mie goreng nya sudah siap A-ma buat yaa “ ujar Aling lalu memegang pipi Morin dan Bayu sekaligus dengan kedua tangannya.
Morin tampak bergerak lalu menguap lebar, sementara Bayu masih bersungut-sungut mengantuk lalu mencoba membalikkan badannya. Namun Aling dengan sigap langsung menahan pergerakan badan Bayi sambil tertawa..
“Ayoo, ga boleh malas sekolah.. ! Nanti ga pintar, ga naik kelas, nanti ga bisa jadi dokter , katanya mo jadi dokter hewan.. .” Ujar Aling masih tertawa.
Morin membuka matanya yang masih terasa sepat. Sambil mengerjakan matanya dia bertanya.,
“ Jam berapa, A-ma..?”,
“Jam 5 subuh, Arin..” Jawab Aling tersenyum.
“hmmhh...jam segini dirumah aku belum bangun..” Jawab Morin sedikit bersungut-sungut.
Aling tersenyum,
“Bangun lebih pagi sedikit, makin sehat...tapi tidurnya juga ga boleh malam-malam. Jam 9 sudah harus tidur seperti tadi malam yaa. “
Morin masih berbaring di tempat tidur, namun matanya sudah mulai awas sekarang. Akhirnya dia bangun dengan pelan lalu mengulat sambil menguap lebar kembali.
“Aku mo langsung mandi aja, terus shalat “, jawab Morin masih terus menguap kembali.
“Iya, boleh ... Mie Gorengnya mau dimakan sekarang atau nanti ?” Tanya Aling.
“Kalau masih ada, aku mau makan...tapi sedikit aja “, jawab Morin sambil beranjak bangun lalu pelan-pelan berjalan menuju kamar mandi yang berada di luar kamar.
Dia sempat terdiam sejenak ditengah jalan, lau memutar balik untuk mencari handuk mandinya, namun Aling dengan sigap sudah mengeluarkan handuk Morin yang sudah dia siapkan di samping tempat tidur.
Sambil menggumamkan terima kasih, Morin mengambil handuk itu dan kembali berjalan menuju luar kamar.
Aling mengalihkan pandangannya sekarang ke arah Bayu, lalu dia menggosok-gosokkan tangannya ke rambut Bayu dengan gelas.
“Ayoo bangun, calon Dokter Hewan ga boleh maless..” ujar Aling sambil lalu membuka seimbang melingkupi Bayu.
Bayu mengernyitkan alisnya, matanya langsung terbuka.
“Cece udah bangun ?” Tanya Bayu dengan suara sejak.
“Udah , ayo A Pay bangun juga.. !” jawab Aling dengan nada sedikit lebih tegas.
Bayu pun bangun dari tidurnya, namun masih berada di tempat tidur, sambil menguap lebar dan merentangkan tangannya ke atas.
Aling mengernyitkan hidung nya, meledek Bayu
“Bauuu...belum gosok gigi.. “ kata Aling sambil menahan tawa.
Bayu hanya menyeringai. Lalu bertanya
“A Ma..sekolah ku kan lebih dekat ke rumah daripada jalan dari sini, nanti yg antar aku siapa ? Mbak Nunuk ?” .
Aling terdiam sejenak. Lalu mengangguk.
“Gapapa..Bayu diantar mbak Nunuk ke sekolah, tapi tetap nginap disini yaa, temani Cece. Nga apa-apa ya ?”
“ Capek ah... kalau dari rumah kan lebih dekat, gapapa Cece aja yang nginap disini, aku sama Papa di rumah “, sahut Bayu kembali.
Aling menggelengkan kepala dengan cepat.
“A Ma masih kangen kalian... udaaahh, A Pay nginap disini dulu aja yaa bareng Cece Arin..” Jawab Aling dengan pelan.
Bayu hanya diam, lalu berkata kembali “aku mo makan mie goreng dulu... sambil nungguin Cece selesai mandi.”
“Boleeehh..tapi kumur-kumur duluu, baru makan “ jawab Aling.
Bayu mengangguk sambil beranjak cepat dari tempat tidur.
“Nanti Mama pulang kesini kan, A Ma ?”
Aling langsung terdiam . Dia merasakan dadanya perih sekejap.
“Iyaa...nanti Mama pulang kesini dulu kok”jawab Aling dengan senyum kecil.
“Okee, aku nginap disini sambil nungguin Mama.” Jawab Bayu ceria.
Aling hanya diam sambil tetap tersenyum.
Segera bayu berjalan cepat menuju tangga dan menuruninya, sementara Aling berjalan keluar kamar dan memanggil Nunuk.
“Nunuk.. sedia in A Pay mie goreng nya yaa, juga untuk A Rin.”
“Baik Bu.” Jawab Nunuk segera, sambil muncul dari kamarnya lalu bergegas turun ke bawah menemani Bayu.
Aling menghela nafas.
Dia memilih menunggu di kamar anak-anak sambil mempersiapkan baju sekolah masing-masing.
Sambil menahan sesak didadanya, Aling menyibukkan diri mengatur baju sekolah Morin dan Bayu, menyiapkan bedak bayi dan juga minyak kayu putih, tidak lupa juga menyiapkan kasus kaki dan sepatu mereka di dalam kamar.
Tak lama kemudian terdengar pintu kamar mandi dibuka dan tepak kaki yang berjalan terburu-buru mendekati kamar.
Morin sudah selesai mandi, dan dia langsung memasuki kamar mendekati tumpukan baju sekolahnya yang sudah dipersiapkan Aling.
“Mie goreng nya udah siap belum, A Ma ? , mau langsung kumakan, biar cepat pergi ke sekolah “ Tanya Morin sambil memakai pakaian dalam dan baju sekolahnya dengan cepat.
“Udaaahh... ayo cepetan deh, A Ma juga mo siap-siap antar Arin ke sekolah ya.” Aling pun buru-buru turun kebawah untuk menyiapkan diri nya sendiri.
Morin mengangguk, lalu duduk dipinggir tempat tidur untuk memakai kais kaki dan sepatu nya.
Setelah itu dia bangkit berjalan menuju ke tas sekolah nya dan mengeluarkan buku-buku pelajaran yang dia tau belum ada dalam mata pelajaran hari ini.
Dengan cepat dia meneliti buku-buku pelajaran hari ini, lalu menutup tas sekolah nya, dan berjalan keluar kamar sambil membawa tas sekolah nya.
Tepat dipinggir tangga, dia turun sambil mengernyitkan alisnya saat melihat Bayu yang tampak masih lahap memakan Mie Goreng, padahal di belum membersihkan dirinya sama sekali.
‘Pasti nanti Bayu diantar mbak Nunuk’ , pikir Morin cepat sambil terus berjalan menuruni tangga.
Ketika sampai di lantai bawah, dia langsung menuju meja makan yang sudah dipersiapkan semangkuk Mie goreng untuk dirinya.
Morin duduk dan langsung melahap Mie goreng itu dengan cepat.
Bayi sudah menghabiskan Mie Goreng nya. Lalu ia berkata kepada Nunuk, “ Aku mau mandi...mbak ambilin handukku ya , aku langsung ke kamar mandi”, ujar Bayu langsung.
Nunuk hanya mengangguk.
Morin membalas sambil menguyah, “ Nanti mbak Nunuk TOLONG ambil kan handuk ku yaaaa..” sambil melirik tajam kearah Bayu.
Bayu menyeringai , “ Iyaaa..Tolong yaa mbak Nunuk.” Balas Bayu.
Nunuk hanya tersenyum.