NovelToon NovelToon
A Stepbrother'S Obsession

A Stepbrother'S Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikahmuda / CEO
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

Setelah memergoki kekasihnya berselingkuh membuat Nina Safira kehilangan akal sehatnya. Dia datang ke sebuah bar berniat untuk menghibur diri, namun hal tak terduga terjadi, akibat kecerobohannya dia mabuk berat dan bermalam bersama pria asing di sebuah hotel. Bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah. Lantas tindakan apa yang diambil Nina setelah kehormatannya terenggut oleh pria yang belum dikenalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30. Apa Aku Harus Mengakuinya

"Tidak mungkin! Pasti kamu berbohong! Kamu bukan ayah saya!"

Wiryo tersenyum smirk dan melangkahkan kakinya mendekat. "Tanyakan saja pada ibumu! Dia pasti akan jawab."

Nina menggeleng. Meskipun ia tahu bukan anak kandung Hermawan ia juga tak Sudi mengakuinya sebagai ayah kandungnya. Sejak masih di dalam kandungan ia sudah ditelantarkan, bahkan sejak matanya terbuka ia hanya mengenali Hermawan sebagai ayahnya. Mana pantas orang seperti itu dianggap sebagai orang tua?

"Enggak! Saya tidak memiliki orang tua seperti anda. Saya anaknya Pak Hermawan, bukan anak anda!"

Nina menahan air matanya agar tidak jatuh di depan orang yang tidak layak untuk disebut sebagai ayah. Dia langsung meraih tangan Rendra untuk di bawanya keluar.

"Kamu yakin kalau dia Ayah kandung aku?" Nina bertanya kepada Rendra saat berada di parkiran dengan mengusap air matanya yang mulai meleleh.

Pria itu mengedikkan bahunya. "Aku nggak tahu apa-apa, tapi aku berharap dia memang bukan  ayah kandung kamu," jawab Rendra. "Sekalipun dia Ayah kandung kamu, dia tidak pantas disebut sebagai Ayah." Rendra berusaha untuk menguatkan hatinya yang rapuh. Ia bisa melihat sendiri betapa rapuhnya Nina saat itu. Sebagai saudara sekaligus orang yang begitu tulus menyayanginya ia berusaha keras untuk memberinya rasa tenang dan juga nyaman.

"Sudah, buat apa orang seperti itu ditangisi? Nggak penting," ucapnya sembari mengusap surainya.

"Aku syok kak! Aku benar-benar terkejut. Mama bahkan tidak pernah bercerita tentang hubungannya dengan pria. Andai saja aku tahu Mama memiliki hubungan dekat dengan pria itu Aku tidak akan mengizinkannya masuk ke rumah. Aku menyesal sudah memintanya masuk ke rumah, ternyata kedatangannya hanya ingin mencari tahu tentang kami."

Rendra menarik pundaknya dan memeluknya begitu berat. Dia tak peduli walaupun banyak pasangan mata yang melihatnya. Saat ini Nina hanya butuh kenyamanan. Ia sendiri juga tidak lagi mementingkan egonya. Setidaknya saat ini ia ada buat menemaninya.

"Sudahlah, nggak perlu terlalu dipikirkan. Bukankah selama ini yang selalu untukmu hanyalah kata Hermawan? Kenapa kamu malah memikirkan orang lain? Sekalipun dia Ayah biologismu, tapi dia tidak memiliki hak buat mempertahankanmu."

Nina terisak-isak di dada bidangnya. Air matanya bahkan menembus kemeja yang dikenakan pria itu.

"Bukankah dia bilang Papa sudah pulang? Lebih baik kita pulang sekarang."

Nina menggeleng. "Aku mas ingin di luar."

Satu alis Rendra terangkat. "Maksudnya kamu ingin menghabiskan waktu diluar?"

Nina menoleh dengan terisak-isak. "Kenapa? Kamu nggak mau temani aku? Kalau kamu mau pulang pulang aja! Aku nggak papa kok sendirian."

"Ya enggaklah. Mana mungkin aku akan membiarkanmu sendirian di luar. Kalau sampai ada orang memiliki niatan jahat gimana?" Rendra membantu menghapus air mata yang membasahi pipinya. "Aku akan menemanimu!"

Di dalam mobil mereka sama-sama diam dengan pemikiran masing-masing. Nina terlihat begitu sedih, bahkan air matanya tak berhenti menetes.

"Kenapa ya? Semua orang menghianatiku?" Dia tersenyum getir menertawakan dirinya sendiri. "Ditelantarkan ayah kandung, dibohongi ibu sendiri, bahkan dikhianati pacar. Hidupku ini benar-benar buruk! Semua orang tega padaku! Apa gunanya aku hidup? Untuk membahagiakan diriku sendiri aku bahkan tidak bisa. Dunia ini benar-benar membuatku gila! Haruskah aku mati biar semua orang senang? Aku benci pada diriku sendiri!"

Rendra kembali memeluknya. Dia tahu hati gadis itu sangatlah rapuh. Dia bahkan baru sadar, sikapnya yang begitu dingin hanya ingin menutupi kerapuhannya.

"Nina, tenanglah! Jangan berpikir terlalu jauh! Tidak semua orang membencimu! Tidak semua orang mengabaikanmu," cicit Rendra. "Masih ada aku! Aku akan selalu ada buat kamu! Aku akan ada buat melindungimu! Tolong kamu jangan terlalu berprasangka buruk."

"Bukannya aku berprasangka buruk, aku hanya kecewa kenapa Mama menyembunyikannya dariku? Kemarin pas dia datang ke rumah, aku tanya sama Mama katanya lagi ada masalah sama keluarganya terus nyariin papa. Itu sama saja dengan Mama membohongiku! Jika saja aku tidak bertemu dengannya tadi, Aku tidak akan pernah tahu kebenarannya kan?"

Nina tidak tahu apa yang ada di pikiran ibunya. Selama ini ia hanya tahu ibunya sangat baik dan perhatian padanya, bahkan apapun yang diinginkan selalu diusahakan. Dia juga tidak pernah memperkenalkan Ayah kandungnya meskipun beberapa kali ia pernah bertanya tentang ayah kandungnya. Ibunya bahkan tidak mau menjelaskan di mana Ayah kandungnya berada.

"Kamu nggak boleh berpikir negatif mengenai Mama. Bisa jadi Mama sengaja menyembunyikannya darimu karena merasa kamu nggak pantas mengenalnya sebagai ayah kandungmu. Tanpa dia hidupmu sudah berkecukupan. Papa kan tidak pernah membeda-bedakanmu dengan anak-anaknya yang lain, justru kamu diperlakukan bak Putri raja melebihi dari anak kandungnya sendiri."

Memang benar apa yang dikatakan oleh Rendra. Hermawan memang selalu memberikan yang terbaik untuknya. Bahkan apapun yang ia inginkan selalu diusahakan, bahkan anak-anak kandungnya sendiri tidak diprioritaskan.

"Terus sekarang aku harus bagaimana? Apakah aku harus mengakuinya sebagai ayah kandungku? Atau aku pura-pura tidak mengenalnya?"

Nina benar-benar diambang kegalauan. Haruskah ia mengakui Wiryo sebagai ayah kandungnya? Pria itu sudah menanamkan luka di hatinya, bahkan sangat sulit untuk mencabut luka itu. Sekiranya apakah ia sanggup menutup lukanya dengan mengakuinya sebagai orang tua?

"Semua jawaban hanya ada di hatimu. Aku tidak akan bilang iya atau tidak, aku hanya akan bilang kalau aku selalu ada untukmu, apapun keputusanmu," jawab Rendra.

Nina mengulas senyuman paksa. Di saat ia benar-benar butuh teman, Rendra ada untuk menemaninya. "Terima kasih kakak, kamu masih memiliki kepedulian terhadapku. Jika saja malam ini aku keluar sendiri dan bertemu dengan orang itu, entah apa yang akan aku lakukan?"

"Menurutku kamu tidak perlu melakukan apa-apa. Cukup tinggalkan dan tidak usah ditanggapi," nasehat Rendra. "Aku kasih saran, jika nanti kamu bertemu dengan dia lagi kamu nggak perlu menanggapinya terlalu serius. Bukannya aku ingin kamu menjadi anak durhaka tidak mau mengakui Ayah kandungnya sendiri, tapi karena kebenarannya ayah kandung kamu tidak pernah peduli sama kamu. Di saat ibumu hidup susah dia meninggalkannya bahkan menelantarkannya seperti sampah. Menurutmu apakah orang seperti itu masih pantas dianggap sebagai ayah?"

Nina menggeleng dengan tangannya mengepal. "Tentu saja tidak. Orang seperti itu tidak pantas dianggap sebagai ayah. Dia sudah membuangku sebelum aku dilahirkan, lalu untuk apa aku harus mengakuinya sebagai ayahku?" Gadis itu tersenyum smirk dengan mengusap air matanya. Ia yang hampir frustasi  terkejut mendapatkan pengakuan dari Wiryo, kini ia berusaha untuk tegar kembali, tidak ingin berlarut-larut dengan masalahnya.

"Bagus kalau kamu paham akan hal itu. Jika sewaktu-waktu nanti kamu bertemu dengannya, kamu harus menghadapinya dengan penuh percaya diri, dan katakan padanya kalau kamu tidak akan pernah membutuhkannya."

1
aku
asekk!! aku suka keributan mereka 😁😁🤣🤣
aku
gass wir, tuntutlah, biar endingnya ente yg masuk bui 🤣🤣🤣
Kadek Suarmi
kok tidak ada kelanjutannya?
Ermakusmini
nggak menarik
Ika Dw: nggak usah dibaca, out aja
total 1 replies
Ermakusmini
kok cuma 1 bab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!