NovelToon NovelToon
Bangkitnya Klan Abadi

Bangkitnya Klan Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: hdibibu

Di dunia yang penuh dengan keajaiban, di mana yang Abadi mampu membelah lautan dan menghancurkan gunung, di mana Akar Roh menjadi penentu antara yang fana dan yang Abadi, jiwa lain bangkit di tubuh manusia fana.

Dengan kitab harta karun yang ia peroleh, jiwa itu membawa tekad untuk bertahan di dunia yang kejam. Ia melangkah ke dunia kultivasi, menciptakan klan kultivasinya sendiri. Setiap langkah adalah perlawanan, setiap kemajuan dipenuhi berbagai rintangan dan cobaan.

Namun ia ditakdirkan untuk tidak menjadi biasa-biasa saja.

Ia ditakdirkan untuk mencapai sesuatu yang besar.

Saksikan bagaimana seorang manusia fana memulai jalan kebangkitan untuk klannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hdibibu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch.10 - Berburu (3)

Sepanjang perjalanan, setiap kali terdapat sesuatu -batu, akar pepohonan atau gundukan tanah- yang dapat menghentikan laju kereta luncurnya, dia akan segera menghancurkannya untuk perjalanan yang lebih mulus. Dia seperti bulldozer yang gegabah.

Perjalanan pulangnya memakan waktu berjam-jam. Sudah senja saat ia mendekati desa. Dan saat itu juga, beberapa penduduk yang melihat binatang yang ia seret di kereta luncur langsung terkejut dan terbelalak.

Beberapa berlari menuju desa dengan panik, sepertinya ingin membawa memberi tahu penduduk lainnya.

Yan Lei menatap mereka dengan senyuman, dan mereka membalasnya dengan senyuman pula, dan sedikit…jarak dan rasa hormat.

Lagipula hanya ahli bela diri tingkat Master yang mampu menghadapi makhluk-makhluk itu, dan karena ia kembali dengan buruan dua Macan Tutul Biru, itu artinya pemuda yang tampak sederhana selama ini ternyata merupakan Master tersembunyi.

Dan di manapun itu berada, seorang Master akan selalu diperlakukan dengan hormat! Itulah status yang dibawa oleh sebuah kekuatan.

“Kepala desa, kepala desa!” seorang pemuda gemuk dan sedikit pendek berlari di tengah desa, berteriak saat ia mendekati rumah tiga lantai. Saat gerbang rumah itu belum terbuka, teriakannya semakin kencang.

“Siapa yang begitu ribut di jam begini?” seorang pria lanjut usia, berusia sekitar 50 tahun, dengan sebagian rambut pendek dan janggut panjangnya memutih, membuka gerbang dengan amarah. Dia baru saja menikmati sore harinya bersantai meminum teh, tapi teriakan yang tiba-tiba itu membuatnya kaget dan tersedak.

Dan keparat, teh itu masih panas saat ia menelannya!

“Kepala desa..” pemuda itu tidak peduli dengan amarahnya dan buru-buru bicara, “ada ahli bela diri Master yang datang.”

“Ohhhh..” mata sang kepala desan Yan Song, menyipit, dahinya sedikit mengerut, “dan dari mana dia berasal?”

“Itu.. ada yang bilang dia penduduk di desa kita,” jawab pemuda itu ragu-ragu.

“Apa katamu!?” suara sang kepala desa naik satu oktaf, amarahnya yang baru saja reda kembali berkobar. Jengkel. “Kau menggangguku untuk sebuah lelucon? Apa kau mabuk, atau sudah gila!?”

Pemuda itu meringis pelan, lemak di perutnya sedikit bergoyang. Dia hanya melaksanakan perintah yang diberikan oleh orang-orang dewasa, mengapa dia tiba-tiba dianggap gila?

“Itu.. saya hanya disuruh.”

Yan Song menahan rasa jengkelnya dan menatap pemuda itu selama beberapa saat. Ketika ia melihat tidak ada tanda-tanda kebohongan di wajahnya, emosinya kembali tenang.

“Baik kalau begitu, ayo pergi lihat siapa orang itu sebenarnya,” katanya, dengan sedikit keraguan dan kebingungan dalam suaranya.

Desa mereka memiliki ahli bela diri tingkat Bawaan. Ada tiga. Dia mengenal mereka dengan sangat baik. Bisa dibilang jalan mereka masih sangat panjang untuk mejadi seorang Master. Justru karena itu ia menjadi bingung.

Tapi jika bukan mereka, lalu siapa lagi?

Kepala desa berjalan menuju belakang desa dengan cepat, dan langsung menerobos kerumunan yang sudah berkumpul dan saling berbisik di sana.

Tatapannya langusng tertuju pada mayat Macan Tutul Biru di kereta luncur, dan tubuhnya seketika membeku. Dua Macan Tutul Biru! Master macam apa yang mampu memburu dua binatang itu sekaligus!?

Lalu matanya tertuju pada pemuda yang berada di depan kereta luncur tersebut, yang sedikit berlumuran darah di pakaian tebal yang ia pakai, dengan beberapa patahan ranting kecil dan rumput yang masih terselip, yang dikelilingi oleh saudara-saudarinya, dengan Yan Xie berlari gembira bersama teman-temannya mengitari mayat-mayat itu, dan segera tercengang.

“Yan Lei? nak, itu kau?!” serunya dengan ekspresi tidak percaya.

Dia mengenalnya. Ayah mereka dulu adalah seorang veteran pemburu di desa, dan sesekali membawa daging hasil buruan ke rumahnya. Karena itu, ia mengenal dan dekat dengan keluarga Yan Lei. Saat bocah, mereka berlima sering bermain di halaman rumahnya. Dia praktis menyaksikan mereka tumbuh dari kecil hingga menjadi dewasa.

Selain dari Yan Wei, yang mewarisi keberanian dan gen pemburu ayahnya, dua putranya yang lain justru mewarisi kelincahan dan kecerdasan dari ibu mereka. Namun siapa sangka, pemuda yang selalu kurus di benaknya ini ternyata menyimpan kekuatan yang besar?

“Tetua Yan Song, “ sapa Yan Lei sopan, “sangat jarang melihatmu berjalan di sore hari.”

 “Nak, apakah ini penting? Bukankah ada yang lebih penting sekarang?,” desak kepala desa Yan Song.

“Ohh, bukan hal yang besar, hanya beberapa buruan,” sahut Yan Lei dengan ekspresi datar.

Yan Song terdiam. Dia menatap pemuda tersebut selama beberapa saat, dan perlahan menghela napas tak berdaya. Karena Yan Lei tidak ingin membicarakannya, Yan Song tidak akan bertanya lebih jauh. Setiap orang memiliki rahasia.

Sementara itu, Yan Lei perlahan-lahan menyeret kereta luncurnya, melewati para penduduk yang menatapnya dengan bingung dan heran, dan berbicara, “oh ya Tetua Song, jangan lupa datang ke rumah nanti,”

Yan Song masih terdiam. Dia menyaksikan kepergian Yan Lei yang mampu menyeret dua binatang rakasasa itu tanpa sedikit pun kesulitan di wajahnya, dan sedikit pikiran terlintas di matanya.

Beberapa pria dengan tubuh yang tinggi dan kekar menghampiri Yan Song. Salah satunya, seorang pria berusia 32 tahun, berambut hitam pendek, berbisik pelan. “Kepala desa, bukankah ini sebuah kesempatan?”

Yan Song langsung termenung mendengar perkataannya.

Pria itu lanjut menyeringai, “dengan kami bertiga sebagai ahli bela diri Bawaan, dan ditambah dengan munculnya seorang Master di desa, mengajukan petisi untuk menjadi pengikut Klan Sue bukan lagi hal yang mustahil.”

“Dengan Dewa Abadi di belakang mereka, desa kita dapat berkembang dengan baik, dan anak-anak kita bahkan punya kesempatan untuk mengikuti ujian akar roh. Mungkin, suatu saat nanti, ada yang beruntung dan menjadi Dewa Abadi.”

Hati Yan Song tergerak, dia jelas memikirkan hal itu juga. “Mari kita bicarakan dengan Yan Lei nanti malam di rumahnya, kalian bertiga akan ikut denganku.”

Mereka mengangguk dengan penuh semangat. Akhirnya, setelah sekian lama, desa mereka dapat melihat masa depan yang lebih baik.

Sementara mereka sibuk dengan pikiran mereka, Yan Lei sudah sampai di rumah, dan bersama dengan Yan Wei dan Yan Jun, mereka menguliti kulit binatang itu. Adapun Yan Sue, dia sibuk menghadapi beberapa tetangga yang masih penasaran di halaman depan.

“Hati-hati, hati-hati, jangan merusak kulitnya, “Yan Wei bergumam terus-menerus, tatapannya tidak pernah lepas dari pisau di tangannya.

“Hei kakak tertua, berhenti begitu berisik!” Yan Jun akhirnya tidak tahan lagi dan menatapnya dengan kesal.

“Apa yang kau tahu? Kulit ini dapat dijual hingga ratusan tael, bagaimana bisa saya membiarkan sesuatu yang ceroboh terjadi?” balas Yan Wei dengan mata melotot.

“Kalian..selesaikan ini dengan cepat,” Yan Lei menatap mereka dengan tak berdaya.

Keduanya lalu terdiam dan kembali fokus pada pekerjaan. Berkat kekuatan mereka, proses pengerjaannya hanya berlangsung selama lima menit. Yan Lei lalu menggunakan kelincahan dan kekuatannya, memotong-motong daging menggunakan parang dalam ukuran yang besar.

1
Hebibu
Halo para pembaca budiman. Author di sini...

Rencana saya update 2 chapter/hari.

Bagi kawan2 yang menyukai cerita ini, bantu like dan komen skuyy.

Dukungan kalian jadi motivasi buat Author.

Salam membaca, Salam dari dunia kultivasi. Gua tunggu lu pada di sana.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!