Wang Ryu, seorang pria modern, tiba-tiba menemukan dirinya terlempar ke masa lampau, lengkap dengan status setengah dewa yang misterius.
Di dunia yang asing ini, di mana kelangsungan hidup adalah prioritas utama, Wang Ryu memutuskan untuk menggunakan pengetahuannya dari masa depan untuk membangun sebuah bisnis.
Dengan kecerdikan dan sedikit sentuhan magisnya sebagai setengah dewa, dia berusaha keras untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga menciptakan jejaknya sendiri di zaman kuno.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5 Membantu
Rumah itu bersih jadi Wang Ryu hanya Menganti perabotan yg terlalu tua dengan yg baru dengan meminta bantuan paman Feng.
Seperti membeli ranjang,meja dan kursi serta peralatan dapur.saat siang hari Wang Ryu memutuskan untuk kembali ke penginapan saat melihat tak perlu lagi membeli sesuatu.
Dan saat dia duduk dimeja untuk makan siang dia melihat kenalan.Mu Zhilin dan kapten Zhao berjalan ke arahnya dan memberi salam.
Dia mengundang ke duanya udah minum teh bersama.Wang Ryu baru tau jika rombong Mu Zhilin lah yg melewati rumahnya tempo hari.
Mereka datang dari kota Hu ,yg berjarak tak jauh dari kota Wu untuk memutuskan pernikahan, karena Mu Zhilin akan pergi ke medan perang untuk menjadi prajurit.
Dia menolak pernikahan ini karena merasa kasihan pada Nona Fei dan tak ingin menahan gadis itu disisinya, karena jelas dia kan jarang kembali kerumah.
Mungkin seumur hidup dia akan menghabiskan hidupnya di barak militer ,dan gugur disana,dengan niat ini dia pergi ke desa Wu,namun yg terjadi membuat kecewa dan marah.
Wang Ryu merasa kasihan pada anak ini, niatnya tulus dia juga dengan berani datang ke kota Wu untuk menyelesaikan masalah keluarganya,tapi sikap Nona Fei diluar prediksi Mu Zhilin.
Wang Ryu menyentuh dahi nya dibalik kerudungnya.Mu Zhilin segera bertanya dengan hati-hati."...apa anda akan pergi besok?"
" Benar,Aku hanya akan bersantai saja untuk saat ini...." Mu Zhilin mengigit bibirnya,dia ingin bertanya apa mereka dapat bertemu lagi.
Namun Tuan dewa pasti sibuk, walaupun dia berkata bahwa dia akan bersantai itu semua mungkin hanya alasan.
"Benar maaf jika lancang,tapi apa kamu sakit?"tanya Wang Ryu,dia melihat bahwa anak ni sepertinya menjawabnya terlalu lambat.
Setelah mendengar nya Mu Zhilin tertegun."Sejujurnya telinga sebelah kiri bermasalah..."
"Apa tak bisa mendengar sama sekali?" Dia melihat bahwa tak nampak jika anak ini tak bisa mendengar dengan baik.
Mu Zhilin mengangguk." Ya, kadang dia berdengung dan membuat sakit kepala..."
"Bisakah aku melihatnya?" Tanyanya hati-hati.kapten Zhao hanya memperhatikan ke duanya.
Anak itu mengangguk."Ya..."
Lalu Wang Ryu melepas topinya,dan kali ini Mu Zhilin dan Kapten Zhao benar-benar melihat tampilannya secara langsung,mata biru itu benar-benar indah.
Dia berdiri dari kursinya, melangkah ke arah Mu Zhilin, Wang Ryu sedikit menunduk untuk mengecek telinga anak itu.
Kondisi dalam telinga nampak baik-baik saja,tapi sepertinya ada kotoran yg menyumbat terlalu dalam ke arena telinga, harusnya dia bisa diobati dengan obat tetes telinga.
Saat Wang Ryu menunduk,bau harum buah yg kemarin dia cium kini nampak tepat berada diujung hidungnya,rasa segar ini membuatnya mengingat buah-buahan segar yg tersaji di acara besar di istana.
Wang Ryu tak tau apa yg dipikirkan anak itu,dia ingin membantu anak ini,apa lagi tak tega jika dia terus-menerus dibilang cacat hanya karena dokter tak tau apa yg terjadi pada telinganya.
Mungkin dokter-dokter disini masih fokus pada pengobatan cek nadi dan akupuntur.dia ingat bahwa dikamar nya tersimpan berbagai jenis obat dia yakin pernah melihat obat tetes telinga disana.
Tapi bagaimana dia memberikannya pada Mu Zhilin.?
"Tuan Wang ada apa?" Tak mendengar suaranya,Mu Zhilin menjadi cemas apa telinga bermasalah.
Wang Ryu kembali ke kursinya. Berkata dengan jujur."... sebenarnya telinga mu bisa disembuhkan..."
"Benarkah?!"teriak ke duanya dengan terkejut.Dia mengangguk."...hanya saja obatnya tersimpan ditempat ku,dan tak ada orang asing yg boleh melihat tempat itu..."
"Ini...." Keduanya saling memandang.apa itu berada di surga.
Wang Ryu tak melihat pikiran ke duanya."...Apa besok kamu akan kembali ke Kota Hu?jika iya kamu bisa mengikuti ku kembali..."
"Ada tempat mu ada dikota Hu?" Kali ini Mu Zhilin yg terkejut.
Dia menggelengkan kepalanya."Tidak,besok kembalilah bersama ku..."
"Saya mengerti, terimakasih Tuan!"apapun itu karena Tuan muda bersedia membantunya, makan dia akan mengikutinya.
Ke esoknya Harinya, dia benar-benar melupakan janjinya pada paman Feng yg akan mengantar kembali.
melihat rasa canggung Tuan surgawi,pria tua itu segera tersenyum ramah."...tuan lebih baik anda pergi bersama mereka,saya tak masalah lagi pula anda sudah membelikan saya makanan kemarin...."
"Paman maaf merepotkan kamu..."Dia merasa sedikit bersalah,membuat pria tua itu harus bolak-balik pergi.
"Tidak ..Tidak itu tak masalah,tuan berhati-hati lah dijalan...."setelah mengantarkan hal ini paman Feng pergi dengan gerobaknya.
Melihat pria tua itu pergi sekolah melarikan diri membuat Wang Ryu merasa tak berdaya,Mu Zhilin mengundang nya masuk ke dalam kereta kuda.
Mereka pergi dari kota Wu, dalam perjalanan keluar perbatasan,mereka melewati sungai yg akrab bagi Wang Ryu, sepertinya rumahnya ada didepan.

"Berhenti...!" Dia menghentikan Rombongan.
Wang Ryu membuka pintu dan turun,disusul Mu Zhilin.Kapten Zhao turun dari kudanya berjalan ke arah mereka."...tuan apa sudah sampai?"
Wang Ryu mengangguk,melihat ke jalan depan yg kosong dan berkerikil."...ya hanya jalan sebentar sebelum Sampai..."
Wang Ryu memintanya untuk melarang orang-orang ini melihat ke mana mereka pergi.Jadi para pelayan dan penjaga ditutup matanya dengan kain dan berjongkok disekitar kereta kuda.
Wang Ryu diikuti oleh Mu Zhilin dan Kapten Ling berjalan kedepan sekitar 10 meter dari kereta mereka melihat,dua pohon Persik disisi jalan.
Wang Ryu melihat bahwa buah-buah persik sudah matang,dia harap dia bisa membuat manisan kering untuk dimakan dimusim dingin.
Mu Zhilin dan Kapten Ling juga melihat dua pohon persik berbuah sangat lebat anehnya tak ada hewan yg merusak buah-buahan itu,mereka masih nampak segar dan berkilauan.
Tanpa sadar mereka menelan ludah.
" Ayo masuk...."ucap Wang Ryu berbelok ke arah gerbang persik.
"Apa...?"keduanya saling melirik, sebelum melihat punggung Tuan Wang melintasi tengah pohong dan menghilang.
"......" Mata keduanya melebar!
"Ayo cepat waktu ku terbatas...!"suara Wang Ryu terdengar dengan agak tak sabar, keduanya tanpa basa basi segera berjalan cepat ke arah gerbang pohon Persik.
Lalu mereka melihat sebuah pintu kayu sebuah rumah dengan dinding tinggi didepan mereka.dan Wang Ryu berdiri didepan pintu yg terbuka lebar.
"Selamat datang dirumah ku..."senyumnya pada keduanya,angin segar dengan bau persik meniup kerah mereka.
Bang!
" Yang mulia!" Teriak mereka berlutut dengan dahi menyentuh rumput hijau ditanah.
"....." Oh ini dia lagi.
Kedua orang yg masih terkejut itu masuk ke dalam rumah Wang Ryu dengan langkah hati-hati,lalu mereka disambut dengan halaman luas dengan banyak bunga bermekaran dan kolam ikan.
mereka juga melihat dua pohon persik yg mereka lewati ternyata berada diarena depan rumah Tuan Wang.
Wang Ryu membuka ruang tamu dan meminta mereka duduk dimana pun,dia pergi ke dapur untuk membuat minuman segar.
hari ini cuaca agak panas nyatanya cuaca dalam rumah dan diluar sama tak ada perbedaan.
Mu Zhilin melihat bahwa ruang tamu dirumah Tuan surgawi sangat mewah,ada kuris panjang dengan bantalan empuk untuk tamu duduk ,juga sebuah meja teh ukiran yg cantik.

Dan banyak hiasan dinding dari ukir-ukiran kayu dan lukisan kaligrafi yg indah tersimpan didinding dengan luar biasa.
"Tuan muda...Tuan ini,tidak bagaimana kami memanggilnya?"bisik kapten Zhao hati-hati,dia agak cemas jika salah menyebutnya.
"Tuan surgawi tak ingin kami memanggilnya terlalu sopan, jadi tetap panggil saja dengan namanya yg sekarang...." Balas Mu Zhilin dengan serius.
"Saya mengerti...."kapten Zhao mengangguk.
Di dapur Wang Ryu tidak tau bahwa dua orang tamunya sedang berdiskusi soalnya agar tak menyingung dirinya.
Dia mengambil es batu kulkas dan menaruhnya di gelas keramik yg ada dirumah, awalnya dia ingin menggunakan gelas kaca,tapi takut membuat mereka ketakutan jadi dia mengubahnya.
Dia menuangkan jus persik dan menaruh es batu didalamnya.lalu membawa ke tiga gelas itu ke ruang tamu, melihat bahwa Tuan surgawi membuatnya minum' sendiri.
Kapten Zhao dan Mu Zhilin segera berdiri dengan panik."...Tuan kenapa anda membuatnya sendiri!"
"Tak masalah,ini lebih nyaman untuk ku...ayo cobalah..."dia menyajikan minuman dan cemilan pada mereka diatas meja.
Mereka duduk,dan dia bawah desakan Wang Ryu mereka mengambil minum' cangkir.mata keduanya melebar." Ini Enak...!"
"Hari semakin panas air persik sangat cocok untuk diminum...."keduanya mengangguk setuju,Mu Zhilin dan Kapten Ling menikmati minuman mereka dengan hati-hati.
Ya kapan lagi mereka bisa minum air buah persik buatkan Dewa surgawi!ini sekali seumur hidup!