NovelToon NovelToon
Cinta Salah Sasaran

Cinta Salah Sasaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Persahabatan / Romansa
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sabia X

Kirana adalah gadis ceria, polos dan kebal bully apa jadinya kalau ia bertemu dengan seorang pemuda raja bully yang tidak sengaja mobilnya ia tabrak saat pulang dari kampus, dan parahnya ia harus rela menjadi pelayan dirumah pemuda itu, karena sang pemuda dendam gara-gara kejadian itu ia diputuskan pacarnya, baca keseruan, kekonyolan dan kekocakan mereka berdua di novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabia X, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Oliv vs Ana

Sedangkan Janet mengangguk setuju.

“Bener itu, aku juga dengar sih, masa katanya mereka bully hanya gara-gara mereka gabut, gak somplak tuh geng mereka, tapi dah gitu tetap aja banyak fans nya, secara mereka ganteng-ganteng, walau rada laknat kelakuan.” sahut Janet sembari memasukkan makanan kedalam mulutnya.

“Heh, iya kah, baru tahu aku, kok kalian tahu.” tanya Ana kepo.

“Ya tahu lah aku kan punya teman yang sudah semester tiga disini, gosipnya lagi tuh Kak Dewa diputusin sama si bunga kampus Oliv gara-gara gak bawa mobil baru pas jemput, apa gak jatuh harga dirinya, dah gitu sekarang tuh si Oliv udah dekat aja Sama si Presma kak Lukas, apa gak sakit hati tuh kak Dewa.” lanjut Janet menjadi penyebar akun gosip terpercaya, Ana yang mendengar hanya manggut-manggut, berpikir pantes saja kalau Dewa marah sama dirinya.

“Trus yang namanya kak Oliv yang mana?” tanya Ana polos, kepo juga dia ingin tahu mantan mas Dewa laknatnya itu yang mana.

“Kebetulan tuh, orang nya yang arah jalan kesini bersama dua babunya, kak Oliv yang tengah.” jawab Janet sedikit berbisik, Ana melongo melihat ketiga gadis berpakaian modis dan rapi berjalan kearah mereka, terlebih gadis yang katanya mantannya Dewa, cantik banget memang apalagi postur tubuhnya yang tinggi semampai bak model, dengan wajah putih bersih, dan terlihat sangat anggun berkelas, maklum anak orang kaya. Ketiga orang itu berjalan melewati mereka bertiga tanpa senyum bahkan saat Mili dan Janet pun menyapa mereka hanya melirik malas tanpa membalas.

“Cantik doang, tapi minim akhlak.” celetuk Mili.

Ketiga gadis itu seketika menghentikan langkahnya dan berbalik badan.

“Apa loe bilang tadi, ulangi.” pinta Oliv sang anak dewan dengan ketus, ia tidak terima, bagaimana mungkin anak maba berani mengatainya, Mili hanya memutar bola matanya malas.

“Aku bilang, percuma cantik kalau minim akhlak.” ulang Mili tanpa takut, mana mungkin Mili takut, ayahnya adalah seorang Jendral militer, ia sudah dididik keras sejak orok, kalau hanya menghadapi orang-orang kaya, manja, mana mungkin ia akan takut.

“Berani loe ya,! cari masalah sama kita, kita itu gak selevel ya, kalau harus jawab sapaan kalian yang gak penting itu.” jawab cewek berambut sebahu bernama Mita itu ketus.

“Wow, slow, gak selevel, emang kalian hidup didunia lain, tinggal juga sama napak tanah nih, kok bilang gak selevel, jangan-jangan kalian Kunti nih.” celetuk Janet tanpa rasa dosa.

“Kalian." ucap Selly geram, mau menjambak rambut Janet, namun dengan sigap Ana menepis tangan itu.

“Kakak-kakak yang cantik, gak usah adu fisik dong, bukan hanya gak ramah ternyata kalian juga berjiwa preman, kasian sekali, cantik-cantik preman.” ucap Ana santai membuat ketiga cewek itu seketika melebarkan matanya mendengar ucapan Ana yang tajam namun dibalut kata manis.

“Kalian benar-benar cari masalah ya!.” teriak Mita.

“Ehem!, ada apa ini?” terdengar suara bariton menegur mereka, dan kompak mereka semua menoleh kearah sumber suara yang ternyata itu adalah Dewa dan geng laknatnya, Ana sudah menghela nafas pasrah, karena pasti Dewa akan membela mantannya.

“Ini ni Wa, anak Maba bikin masalah, ngata-ngatain kita.” adu Selly, Dewa mengernyit memandang ketiga gadis yang ditunjuk Selly, dan ia langsung tersenyum tipis sangat tipis hingga tidak ada yang bisa melihatnya, begitu tahu ada Ana disana.

“Bohong kak, kami hanya menyapa dengan ramah, namun mereka malah judes, ya udah sekalian aja kita tegur, eh ternyata merasa dan marah.” jawab Mili santai. Mendengar itu Aldo dan Aldi sudah terkikik geli sedang Cristian hanya mesem.

“Adik-adik yang sopan sama kakak senior, walau mereka rese tetap harus hormat, gak boleh seenaknya, paham." ucap Dewa sok bijak membuat Ana mendengus kesal.

“Kan bener belain mantan, dasar cungkring apes bener hari ini aku harus berurusan dengan mas Dewa si kampret, gak punya harga diri udah diputusin masih aja dibela, berharap balikan pa ya.” monolog Ana dalam hati.

“Emang bendera harus dihormati, kalau salah ya salah, pake dibela segala mentang-mentang mantan, yuk dah men-temen cabut, ngladeni orang gak waras ikutan gak waras nanti.” sembur Ana menatap Dewa galak dan berlalu pergi, membuat geng somplak itu ternganga tidak percaya dengan ucapan Ana yang berani melawan, bahkan Selly sudah geram setengah mati, namun tidak berani membalas karena ada Dewa dan geng nya, Mili dan Janet tersenyum puas, mengikuti langkah Ana, dari jauh terlihat mereka cekikikan. Sementara Dewa merasa tertohok dengan ucapan Ana.

“Cabut.” ucap Dewa dingin melangkah pergi tanpa melihat kearah Oliv sang mantan, masih dongkol, karena diputusin secara tidak elit.

Sesampainya ditempat biasa nongkrong, Aldi tertawa ngakak, membuat mereka bertiga menatap bingung.

“Kenapa loe, kesambet?” tanya Aldo menaruh curiga.

“Kagak lah, lucu aja ma tuh botol Yakult, berani bener ngomong gitu ma Dewa, astaga, patah harga diriku karena bela mantan yang udah deket ma Presma.” ledek Aldi tak punya perasaan.

“HoOh, lagian ngapain sih loe Wa, bela in tuh si Oliv, masih pengen balik lo, kalau gue mah mending masuk jurang dari pada balik ma modelan cewek matre gitu, cuma gara-gara sepele loe diputusin, astaga masih juga dibela.” tambah Aldo malah semakin memanasi.

“Diem kalian, siapa juga mau balik sama mantan, pengen ngerjain tuh si pendek biar kapok.” ucap Dewa acuh.

“Tapi loe sendiri yang kena.” jawab Cristian sembari mesem mengingat wajah Ana yang lucu menurutnya.

“Cie cie.. kenapa loe mesem-mesem, kesambet juga loe.” ucap Aldo melihat wajah Tian yang agak lain. Dewa langsung menatap wajah Cristian dingin, ia tahu betul sahabatnya itu memikirkan apa.

“Sudah gak usah dibahas lagi, bikin badmood aja.” ucap Dewa kesal membuat mereka bertiga langsung kicep.

Kirana berjalan dengan gontai memasuki halaman rumah, dimana mobil Dewa sudah terparkir disana, Ana semakin cemberut mengingat Dewa yang dengan wajah songong saat melewati nya dengan mobil mewahnya, rasanya Ana ingin menimpuk wajah itu dengan sendal, sudah harinya panas, haus melanda tenggorokannya, majikan laknat nya bukannya memberi tumpangan malah meledek nya, gimana tidak kesal coba, apa lagi mengingat saat Dewa terus mengerjainya, hingga Ana dapat hukuman.

“Hei pendek.” panggil Dewa santai membuat langkah Ana terhenti.

“Apa lagi mas Dewa.” jawab Ana menahan kesal.

“Bikinkan aku jus seperti biasanya dan bawa ke kamar.” perintah Dewa dan berlalu pergi.

“Benar-benar gak bisa lihat orang nganggur dikit, gak tahu apa lagi capek, sabar demi bayar hutang, lima tahun berkurang sedikit.” gumam Ana semangat, saat hendak ke dapur bik Sum sudah membawa nampan berisi jus dan dua piring berisi nasi goreng.

“Wah, bik Sum tahu aja kalau perut aku lagi laper.” ucap Ana cengengesan seakan masalah yang tadi ia dapatkan hilang begitu saja melihat makanan dihadapannya.

“Tentu tahu, sudah bawa keatas sebelum nak Dewa ngereog.” balas bik Sum.

“Siap bik, jangan khawatir kalau nanti ngereog tinggal bawakan kuda lumping, biar sekalian kesurupan.” balas Ana membuat bik Sum tertawa ngakak.

“Ada-ada aja sudah sana sebelum orangnya makan beling.” Ana cekikikan mendengar ucapan bik Sum dan mengacungkan jempolnya dan langsung ngacir.

1
Ria Ningsih
up nya 2 x sehari kak klau bsa
Sabia X: Waduuh, keriting nanti otak sama jariku kak Ria, 🤣 diusahakan.
total 1 replies
Heni Mulyani
lanjut
Heni Mulyani
lanjut.tetap semangat up nya
Heni Mulyani: tetap semangat
total 2 replies
Ria Ningsih
ceritanya seru
Sabia X: terimakasih..👍
total 1 replies
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!