NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.Menantu Baru.

Siang ini Anggiba eh maksudnya Anggi😁

Anggi saat ini sedang belajar menata bunga, hal yang tak pernah ia lakukan di rumah Bibik, karena menurut nya membuang waktu dan Bibiknya tentu sepemikiran.

Anggi menaruh semua bunga yang cantik di pot, dan sesekali Helena akan melirik Anggi.

"Lumayan, ternyata kamu berbakat dalam hal ini, apa kamu pernah menjadi pembantu di rumah orang kaya?"tanya Helena.

Anggi yang awalnya menunduk mengangkat kepala."Tidak Nyonya besar, aku nggak pernah kerja di rumah orang kaya, aku cuman di rumah membantu bibik, dan pekerjaan ini, adikku yang selalu mengerjakannya, sering kali aku melihatnya melakukan ini, dan ini hinggap di otak kecilku,"kata Anggi nyengir.

Helena tertegun,lalu Ia dengan cepat kembali bertanya."ingatanmu tajam juga."

Anggi tersenyum di puji begitu."Terima kasih."

"Apa kamu selalu meminum herbal yang di berikan Sudara setiap malam?"tanya Helena.

"iya, aku selalu minum," jawab Anggi tersenyum.

Dahi Helena mengerut."Apa Hazard juga menaruh perjanjian agar wanita ini tidak hamil? kalau iya bagus, dan seperti nya wanita ini hanya membutuhkan harta saja," batin Helena merasa lega.

Wajahnya yang awalnya datar mulai tersenyum."Anggi."

"iya Nyonya besar."

"panggil mama saja."

Anggi cukup terkejut,apa kini Ia di terima sebagai menantu?

Jika Ia tentu Anggi sangat senang."emm Mama, sekarang kita bakalan apa?"

"Hari ini, kamu harus memasak untuk kita semua, kamu bisa masak, kan."

"iya."

"Ayo kita ke dapur,"Helena berdiri sambil mengulurkan tangan pada Anggi yang mematung beberapa detik, sebelum meraih uluran tangan mertuanya.

Mereka berjalan melewati taman, bahkan mengundang tanda tanya di benak para pelayan.

"sepertinya Nyonya besar sudah membuka hati untuk Nyonya muda."

Begitulah isi hati para pelayan, yang melihat keakraban majikan mereka dengan menantu baru.

Hazard yang berpapasan dengan mereka menatap heran perlakuan sang Mama pada sang Istri.

"Ma, mau kemana?"tanya Hazard.

"Mama, mau ke dapur, mau masak sama menantu Mama."

Menantu Mama?

"oh,"hanya itu sahutan yang keluar dari bibir Hazard, lalu melenggang pergi.

"Sekarang,saya mau kamu masak, makanan yang super duper lezat, oke! Mama mau pergi tidur dulu."

Anggi terpaku di tempat, Ia pikir Mama mertuanya itu akan ikut memasak dengannya,tapi ternyata salah.

Mama mertuanya malah pergi meninggalkannya tidur di kamarnya.

"Nyonya,"tegur Hana melihat Anggi yang bengong.

"umm, ya, kita masak sekarang."

"kita masak apa Nyonya?"

"Kita masak apa yang ada saja, yang penting enak, kan."

"iya, Nyonya besar memang berkata begitu."

Anggi mulai memasak sesuai keinginan mertuanya untuk makan siang.

********

Hazard sendiri duduk di dekat pria yang di panggil Papa.

"Hazard, apa tidak ada rasa rindu yang kamu rasakan pada Shara yang lama tak pulang ke Indonesia?" tanya Tuan Azam.

Hazard melihat datar Tuan Azam."Sejak kapan urusan rindu jadi urusan Papa?"

"ya, kan, Papa cuman tanya saja, memang tidak boleh?"

"Tidak boleh, yang Papa urus cuman pernikahan ini dan kerjasama dengan keluarga Wiratama," tegas Hazard.

"Kenapa berkata begitu?apa kamu merasa Papa Jual nak?"

"Iya, tapi,saya tahu, saya harus membalas budi karena di besarkan oleh keluarga ini."

"Kenapa bicara begitu, kamu seperti anak yang kami asuh Hazard, kamu itu anak kandung kami."

"Pa,saya memang merasa di perlakukan seperti anak angkat,karena semua keputusan hidup selalu Papa dan Mama yang atur, seakan saya tidak boleh memilih dan menentukan masa depan sendiri,"tutur Hazard mengeluarkan isi hatinya.

Tuan Azam menghela napas."ini demi kebaikan kamu."

Hazard sudah menduga akan mendengar jawaban itu lagi, dan lagi.

"Jika nanti Istri mu bertemu dengan Shara, apa yang akan kamu lakukan Hazard?"

"Saya akan tetap memperkenalkannya sebagai istri pada Shara," tegas Hazard.

Tuan Azam membelalak kaget."Jangan gegabah Hazard,"

Hazard menatap datar."apanya yang gegabah, dari pada saya sembunyikan dan akhirnya ketahuan, lebih baik saya jujur, soal kerja sama mungkin Papa bisa bicara baik-baik dengan mahes Wiratama."

"Tidak bisa, orang tua mana yang mau melanjutkan kerja sama dengan orang yang membuat hati putri nya hancur Hazard," tegas Tuan Azam.

Hazard membalas dengan santai."itu berarti mereka tidak profesional."

"Hazard, Papa mohon,proyek ini sangat menguntungkan kita, bila proyek ini gagal setengah saham dari perusahaan kita ganti ruginya."

"Tapi pernikahan Hazard juga penting Pa."

"Hazard! kamu benar-benar anak tidak tahu di untung, kalau sampai kamu mengakui wanita itu di hadapan Shara sebagai Istrimu! maka Papa akan menghapus nama kamu dari Hak waris Darkizan!"

Mata Tuan Azam memerah saat mengatakan ancamannya.

******

"Siap!, akhirnya makan siangnya udah jadi, sekarang panggil semuanya ke meja!"seru Anggi pada Hana yang langsung pergi.

Tak lama Hana kembali dan membantu Anggi menata meja.

Di pintu utama, sosok yang memakai baju dress hitam sebatas baju lengan pendek, rambut yang bergelombang sampai bahu,tak lupa bibir yang di poles warna nude.

Ia berjalan seperti pemilik rumah ini, langkahnya begitu santai tapi mampu membuat suara nyaring di lantai.

Semua anggota keluarga datang, termasuk Hazard dan Tuan Azam yang membawa suasana dingin.

Helena melirik kedua pria yang menjadi bagian hidup dan jiwanya itu.

"Kalian bertengkar?"tanya Helena.

Anggi yang duduk di dekat Hazard juga merasakan aura dingin Hazard yang terlihat datar.

"Masak apa kamu?" tanya Tuan Azam datar sambil melihat masakan sang menantu.

"Aku masak telur balado,sama Sayur asem, dan juga spageti kalau Papa tidak suka hidangan yang lain."

"Papa,"ulang Tuan Azam.

Anggi menegakkan tubuh melihat Tuan Azam seperti tak suka di panggil Papa.

"Berani sekali wanita rendahan seperti kamu menangis saya Papa! saya bukan Papa kamu mengerti!"

Anggi terlonjak kaget begitupun Helena yang baru pertama kali melihat suaminya meninggikan suara.Hazard yang melihat itu memegang erat tangan Anggi seraya mengelus pelan.

"Pa," panggil Helena pelan.

Tuan Azam melirik istrinya."Papa nggak marah."

"Om! tante! sayang!"seru wanita yang datang dengan dua pelayan yang membawakan hadiah.

Semuanya menoleh ke arah wanita itu, Helena dan Azam terlihat sumringah, berdiri dari duduknya.

"Shara! ya ampun Tante kangen banget!"seru Helena memeluk calon menantunya.

"Kapan kamu pulang nak."sapa Tuan Azam begitu lembut menepuk kepala Shara dengan sayang.

Anggi yang melihat betapa cantiknya wanita yang seharusnya berada di posisinya menunduk, merasa memang tak pantas disini.Tapi bukan salahnya bila Ia disini, lagi pula itu karena paksaan Hazard, dan jebakan Bibiknya.

"Baru aja om, habis dari bandara langsung kesini naik kapal,"Shara langsung menghampiri Hazard, memeluknya erat di tempat duduk tanpa aba-aba.

"Aku kangen sayang,"bisik Shara.

Tuan Azam melihat putranya yang tak bereaksi sama sekali,sedangkan Helena tersenyum melihat interaksi itu.

Anggi akan melepaskan tautan tangannya dengan Hazard,tapi Hazard mengeratkan pegangan itu, tak membuat Anggi bisa melepaskannya.

Shara mengerutkan kening melihat wanita asing yang duduk di dekat sang kekasih.Ia melepaskan pelukannya sambil duduk di depan Hazard.

"Sayang, dia siapa?"tanya shara sambil menunjuk Anggi yang menunduk dalam.

Tuan Azam menatap sang putra penuh intimidasi dan ancaman.

Wuuuh, Kira-kira Hazard bakalan bilang nggak ya, kalau Anggi Istrinya.

Apakah Hazard akan memilih Istri atau Harta warisan ya?

Jangan lupa komen😚

1
Micheil gendox
sesama wanita kok meleceh kan wanita.
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!