Sinopsis
Seorang anak laki-laki kini menatap kosong karena sistem meninggalkannya setelah memberikan hadiah pemula: Fisik Saiyan, dan pelatihan Qi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayang_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuroawa Ren (10)
Kurosawa Ren (10)
Setelah mandi dan istirahat, Ren pergi ke Ichiraku, melihat Naruto yang sudah ada di sana dan mereka saling menyapa dan mengobrol.
Hari menjelang sore dihabis dengan bersantai, waktu pendudukan desa untuk menikmati hidup saat ini.
{Hebat sekali kau sudah jadi murid dan latihan fisik! Aku sangat iri di kelas aku hanya mendengar ceramah Iruka-sensei~!} Naruto ingin menjadi lebih kuat, namun dia seperti tidak punya bakat, menjadi yang paling lemah.
Tentu saja Naruto tidak menerima, dia yakin dia akan menjadi yang terkuat, menjadi Hokage dan mendapatkan pengakuan oleh penduduk desa.
{Kau harus belajar dengan giat, menjadi Hokage akan sibuk, Hokage harus pintar, kau harus tahu itu Naruto.} Ren menjelaskan.
Naruto tergagap.
{Eh, begitu ya... aku akan belajar giat nanti! Aku pasti akan jadi Hokage!} Naruto teringat sesuatu yang penting.
{Aku tadi pagi bertemu gadis yang waktu itu!}
{Siapa?} Ren menebak kalau itu adalah Ayane karena hanya dia gadis yang Ren ajak bicara.
{Nama... Namanya Ayane! Ya, itu namanya!} Suara Naruto yang nyaring membuat pelanggan lain yang tidak suka dengan Naruto, semakin tidak menyukainya.
Naruto menciutkan lehernya.
{Paman, aku yang bayar ramen, Naruto. Ayo kita bicara di luar saja Naruto.}
Teuchi tersenyum ramah dan menerima uang Ren.
Naruto bangkit dan mengikuti Ren keluar dari kedai Ichiraku.
{Ayane menanyaiku?} Ren berjalan, kedua tangan dalam saku celana.
{Dia bertanya tentangmu, aku hanya bilang kalau aku juga tidak tahu... Ren, kau punya teman yang baik...} Naruto menundukkan kepala, tersenyum masam.
{Kenapa kau seperti itu, sikapmu seperti kau tidak punya teman saja... Naruto, kau juga punya teman, coba ingat baik-baik.}
Naruto menatap Ren, dan menggaruk kepala, Naruto mengingat baik-baik, dia juga punya teman di Akademi, ada Shikamaru, Choji, yang sering membolos bersamanya, dan Sasuke yang menyebalkan yang Naruto anggap sebagai saingan.
Dan juga Ren menjadi temannya.
{Hehe~ sekarang aku punya teman... tapi, Ren, temanmu seorang gadis... Hiss, aku jadi iri... Sakura-chan tidak suka padaku...} Naruto meratapi lagi, jadi jengkel pada Sasuke.
Ren geleng kepala, harus ingat di dunia ini anak-anak sudah tahu romansa sejak usia dini dan keanehan yang tidak bisa dikesampingkan.
{Kau kenal Hyuuga Hinata, kan? Gadis yang kita lihat di Ichiraku waktu itu?}
Naruto menoleh, {... kami sekelas, dia gadis aneh... pernah pingsan saat aku mengajak bicara...} Naruto garuk-garuk kepala.
{Ini sebenarnya rahasia, karena aku temanmu, aku berbaikan hati... Hinata menyukaimu...}
Naruto tertegun, tercengang dan menunjuk dirinya sendiri.
{Menyukaiku~!} serunya dengan takjub, jelas tidak percaya bagaimana Hinata menyukainya, Naruto pernah berpikir kalau Hinata pingsan karena takut padanya {Mustahil...}
Ren berhenti di toko es loli dan membeli untuk dibagi dengan Naruto.
{Terima kasih...} Naruto menatap es loli di tangannya.
Ren sengaja melakukannya dan tidak ingin Naruto terjebak dalam cinta monyet, menyukai Sakura yang jelas-jelas menyukai Sasuke.
Mengingat kembali, begitu banyak gadis-gadis yang sepanjang jalan cerita menyukai Naruto, beruntung Naruto terlalu polos tentang perasaan perempuan, jika tidak, pasti Naruto sudah membentuk Harem.
Naruto menikmati es loli sambil memikirkan Hinata, Naruto bingung apakah yang dikatakan Ren, benar nyatanya.
{Kita berpisah di sini, cepatlah pulang, sampai jumpa lain waktu, aku akan mampir ke rumahmu.}
{Sungguh! Aku menantikannya Ren!} Naruto berjalan pulang, bisik-bisik penduduk desa saat melihat, langsung merubah suasana hati Naruto kembali sedih, berusaha tidak mendengar apa pun yang mereka bicarakan.
Pagi harinya, Ren memeriksa sistem panel dan kekuatan tempur kini 13 poin.
Rumah yang sunyi tidak membuatnya sedih, sudah terbiasa mandiri di kehidupan sebelumnya.
Setelah sarapan roti, telur mata sapi, dan segelas susu, Ren melangkah keluar rumah dan bersiap-siap joging pagi.
Author: (Yang mau dukung bisa lewat GOPAY ya~)
0821-9598-8184