Semoga kalian suka ya.
Di dunia ini dihuni lima ras: manusia, elf, dark elf, beast, dan demon, lalu ada kekuatan "Aliran Alam" yang mengatur api, air, tanah, dan angin mulai terganggu drastis. seorang pemuda dari desa kecil yang bisa melihat jejak kekuatan tersembunyi ini terpaksa keluar dari rumahnya menuju Hutan Awan Gelap, tempat yang dilarang masuk oleh semua ras, menyebarkan kekuatan gelap yang merusak alam sekitar dan memicu konflik antar ras.
Bersama seorang elf yang melarikan diri dari tugasnya, seorang beast muda yang hilang ingatan, serta ditemani oleh seorang dark elf penyelidik dan seorang demon yang mencari kebenaran tentang masa lalunya, ia menjadi pengelana dalam perjalanan panjang menuju hutan terlarang.
Mereka harus bekerja sama melewati berbagai rintangan dari berbagai pihak yang punya kepentingan sendiri, untuk menghentikan bahaya yang mengancam seluruh dunia dan mengungkap rahasia lama tentang hubungan kelima ras yang selama ini disembunyikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Klan Beast
Setelah memasuki portal bersinar, Liam dan Naomi menemukan diri mereka di sebuah ruang terbuka yang dikelilingi oleh empat menara kecil.
Masing-masing berwarna coklat tua, biru muda, hijau segar, dan merah pekat. Udara di sini terasa berbeda, seperti setiap napas membawa energi yang berbeda pula.
"Tempat ini... hangat," ucap Naomi, menggerakkan jari-jari tangannya yang masih terluka.
Kilatan energi emas di tubuhnya kini semakin jelas, dan lukanya mulai mengering perlahan.
Liam menyentuh salah satu menara berwarna coklat tua – energi elemen tanah mengalir deras di dalamnya.
Ia merasakan kekuatan yang besar tapi juga stabil, seperti bertemu dengan sesuatu yang sudah ada sejak awal penciptaan dunia.
"Ini adalah Pintu Gerbang Elemen," bisiknya, membaca pesan alam yang muncul di benaknya. "Tempat di mana keempat elemen utama berkumpul sebelum mengalir ke seluruh benua."
Tiba-tiba, suara keras menggema dari arah menara berwarna merah pekat. Seolah merespons kehadiran mereka, api kecil mulai muncul di puncak menara itu, kemudian menyebar membentuk pola seperti hewan buas yang sedang menggeram.
"Kita harus memilih salah satu jalur," kata Liam dengan tenang, melihat keempat menara yang mulai bersinar satu per satu.
"Setiap menara akan menguji kita dengan kekuatan elemen yang berbeda."
Naomi mengangkat dagunya dengan percaya diri. "Aku akan ikuti pilihanmu. Tapi rasanya aku punya hubungan dengan yang berwarna merah itu."
Liam berpikir sebentar, kemudian menunjuk ke arah menara berwarna coklat tua dan merah pekat. "Kita akan melalui keduanya – tanah untuk memperkuat dasar kita, dan api untuk menguji kekuatan kita."
Mereka mulai berjalan menuju menara tanah terlebih dahulu. Saat mendekat, tanah di sekitar mereka mulai bergetar perlahan, membentuk dinding-dinding tanah yang tinggi di kedua sisi jalur.
Di ujung jalur, sebuah sosok besar yang terbuat dari tanah dan akar pohon berdiri menghadang jalan.
Uji Coba Elemen Tanah
Liam menarik energi dari tanah di sekitarnya, membentuk perisai yang kuat di depannya. Naomi menggunakan kecepatannya untuk melintas ke sisi kanan sosok tanah itu, cakarnya menyala dengan kilatan api samar.
Bersama-sama, mereka bekerja sama – Liam menjaga perisai dan mengarahkan energi tanah, sementara Naomi menyerang titik lemah pada sosok itu dengan serangan cepat.
Setelah sosok tanah menghilang, energi dari menara mengalir masuk ke tubuh Liam. Rasanya seperti mendapatkan kekuatan baru yang membuat dirinya semakin stabil dan kuat.
Selanjutnya mereka menghadapi menara api. Kali ini, jalur yang terbentuk penuh dengan nyala api yang berkobar tinggi, tapi tidak menyengat seperti api biasa.
Di ujung jalur, seekor singa kecil yang tubuhnya terbentuk dari api berdiri dengan tenang.
"Kau kenal aku bukan?" ucap singa api itu dengan suara yang merdu namun kuat. "Aku adalah penjaga ingatanmu, Naomi."
Naomi berdiri kaku, matanya memperbesar. Benar saja, saat singa api itu mendekat, gambar-gambar samar mulai muncul di benaknya.
Tentang sebuah klan besar dengan simbol cakar, tentang suara tawa teman-temannya, dan tentang sebuah perjanjian yang pernah dibuat oleh leluhurnya.
"Aku... aku mulai ingat sedikit," bisik Naomi, tangannya menyentuh singa api itu dengan tanpa rasa sakit. Energi api mengalir masuk ke tubuhnya, membuat lukanya sembuh total dan kekuatannya meningkat.
Setelah melewati kedua ujian itu, keempat menara mulai bersinar bersama-sama. Sebuah jalan baru terbentuk di depan mereka, mengarah keluar dari ruang gerbang menuju kawasan hutan yang lebih dalam.
Tempat di mana mereka akan menemukan jalur menuju tempat tinggal klan Beast milik Naomi.
–Beberapa hari kemudian–
Setelah berjalan melalui hutan yang semakin rimbun, Liam dan Naomi akhirnya melihat sebuah pagar besar yang terbuat dari kayu keras dan tanduk hewan besar.
Di atas gerbang utama, simbol cakar yang sudah dikenalnya Naomi terpampang jelas – ini adalah wilayah Klan Belang Kemarau, tempat asalnya.
Namun suasana di sekitar klan terasa suram. Udara yang biasanya penuh dengan energi kini terasa berat, dan sebagian pagar terlihat rusak akibat dampak Awan Gelap yang pernah melintas di sini.
"Aku merasa sangat dekat dengan tempat ini," ucap Naomi, telinganya bergerak cepat mengikuti setiap suara di dalam klan. "Tapi ingatanku masih belum jelas sepenuhnya."
Saat mereka hendak memasuki gerbang, seorang Beast lain dengan tubuh belang hitam-putih muncul menghadang jalan.
"Siapa kamu? Pendatang tidak boleh masuk tanpa izin!" teriaknya dengan suara yang kuat.
"Kecuali jika kamu bisa membuktikan bahwa kamu layak dengan cara klan kita!"
Seperti yang Liam tahu dari catatan budaya Beast. 'Pendatang yang ingin masuk harus bertarung secara adil dengan salah satu petarung klan.'
Naomi mengangkat tangannya ke depan, menoleh pada Liam. "Aku akan menangani ini."
Tanpa menggunakan senjata apa pun, Naomi menghadapi petarung klan itu.
Kecepatannya luar biasa, sementara kilatan api di cakarnya membuat setiap serangannya lebih kuat. Meskipun masih belum ingat semua teknik tempur klannya, naluri alaminya bekerja dengan baik.
Setelah beberapa menit bertarung, dia mengalahkan lawannya dengan gerakan cepat yang tidak menyakitinya parah – sesuai dengan aturan pertarungan adil klan Beast.
"Bagus sekali!" suara keras datang dari belakang gerbang.
Seorang Beast yang lebih tua dengan warna belang keperakan muncul dengan senyum hangat. "Aku mengenali gerakanmu itu, nak. Kamu adalah putri dari pemimpin kita yang terdahulu, Naomi!"
Kata itu seperti kilatan petir bagi Naomi. Segera setelahnya, gambar-gambar masa lalunya mulai muncul dengan jelas.
Tentang bagaimana ibunya mengajarinya bertarung, tentang bagaimana ayahnya menjaga klan dengan penuh kasih, dan tentang bagaimana Awan Gelap datang dan membuatnya terluka parah hingga kehilangan ingatan.
"Kita telah menunggu kamu kembali, Naomi," ucap pemimpin klan yang baru itu. "Awan Gelap telah merusak sebagian wilayah kita dan membuat banyak dari kita sakit. Kita butuh kekuatanmu untuk membantu kita."
Liam melihat ke arah dalam klan, merasakan jejak energi gelap yang masih tersisa di sana.