Rain menjadi ketua, dari geng yang dibuat sendiri, Rksabi. Yang berkecimpung pada tugas jasa, geng yang terdiri enam orang itu mencari klien dengan berbagai masalah demi mengumpulkan pundi-pundi uang. Sampai satu tugas yang menawarkan bayaran mahal, membawanya pada gadis muda, dan Rain merasa terjebak disana, di dalam rumah mewah keluarga Vick sebagai Pengawal pribadi Yasmin Celia. Dia datang untuk menyelesaikan misi sebagai Pengawal pribadi yang melindungi, tapi selesai tugas justru jadi Bapak yang mencari keturunannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asrar Atma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10
Haneul menangkap gerakan pintu yang terbuka, lalu memberi isyarat dengan telunjuk didepan bibir. Semua orang bungkam dan ikut melihat ke arah pandangan Haneul, pintu yang awalnya tertutup rapat kini terlihat renggang seperti baru saja dibuka dari dalam.
Rain berdiri, berjalan tanpa suara menuju pintu, lalu mendorong pintu itu hingga menimbulkan bunyi keras. Seorang pria setengah telanjang terhenyak dan langsung mendekap kekasihnya, pria itu menatap Rain dengan ekspresi takut yang tidak bisa disembunyikan.
"Mau apa? Siapa kamu?"
Rain memiringkan kepalanya merasa kenal dengan kedua orang yang saling berpelukan itu, lalu ia berdecih saat ingatan nya membawa pada satu momen. Dimana Rksabi tengah makan di pusat perbelanjaan dan tanpa sengaja matanya terarah pada kedua orang ini, yang waktu itu bersama wanita lain juga.
Ia yakin sekarang mereka punya hubungan gelap,wanita tempo lalu lah pacar di depan publik karena keduanya terlihat mesra waktu itu.
"Hanya orang-orang yang numpang berteduh, silahkan lanjut acara kalian. Hujan begini memang enaknya yang hangat-hangat"
"Ngga perlu, kami juga akan pulang" ujarnya.
Rain mengangguk dan perlahan mundur dari depan pintu, anggota nya bergerak menghampiri.
"Siapa Taka?"
"Orang yang akan membawa kita pada klien" mereka menelisik kedua orang yang baru keluar itu, menatap mereka sampai naik ke atas kendaraan membuat wanita itu tidak nyaman.
"Kenapa lihat-lihat, ngga pernah lihat cewek? Jomblo kelamaan ya?"kata si pria asing, tidak senang pacarnya dilihat.
"Enak aja, cewek berseliweran dijalan. Kau kira kita tidak tahu mana yang bukan batang?"
"Tampang kaya gutu beras saja sombong, tidak tahu aku sudah banyak menunggang. Seperti cewek kau itu aku tolak kehangatan nya. Tidak pernah lihat cewek? katanya"
"Iri bilang bos" ucap pria itu sebelum menghidupkan mesin motornya
"Modal babu! gubuk reyot ditempati, hotel sekali-kali." Pria itu tidak menanggapi lagi perkataan Bintang dan Alex, ia membawa kendaraannya melaju membelah jalanan yang diguyur hujan.
Rain menatap anggota nya satu per satu, mereka semua memiliki luka setelah perang. Namun semangat kian berkobar lewat tatapan mata.
"Pernah lihat kedua orang itu sebelumnya?"
"Pernah sekali di pusat perbelanjaan"
"Bagus, awasi dulu dua hari, baru dekati klien"
****
Sandi yang mengawasi pria itu selama dua hari terakhir memberi informasi, kalau benar adanya kedua orang yang mereka temui digubuk malam itu, telah berkhianat sebagai kekasih dan sahabat.
Perintah pun diturunkan oleh ketua, cara pertama, kribo dengan keahlian tanganya mencopet Hanphone calon klien untuk mengambil nomor, lalu Hanphone dikembalikan oleh botak. Mereka mengirimkan foto hasil perselingkuhan kekasih dan sahabat calon klien, beserta pesan bantuan jasa.
Namun wanita itu malah mengirim pesan mengancam akan melapor mereka sebagai peneror. Mereka pun membalas dengan video mesra sang kekasih dan sahabatnya sekaligus pemberitahuan alamat. Wanita itu menggeleng, lutut nya lemas. Ingin tidak percaya namun video terlalu nyata untuk dibiarkan.
Ia pun pergi menuju lokasi yang dikirimkan, dan ketika tiba jantung nya terasa sakit bagaikan diremas tak kasat mata. Ia mengamuk membabi buta, namun yang didapatkan malah pernyataan yang lebih menyakitkan. Ia keluar dari gubuk tua itu sembari menelepon nomor Rksabi, pikiran kacau dan tidak bisa memikirkan apapun selain membalas perbuatan penghianat dalam hidupnya.
"Aku butuh bantuan, tolong buat mereka merasakan rasa sakit yang sama seperti yang aku rasakan."
Pria di seberang sana menyetujui, "Akan aku antar uangnya seperti yang kamu minta" jawab wanita itu.
Telepon ditutup, Sandi melihat Rksabi sembari mengaguk.
"klien meminta eksekusi "
Rencana pun disusun, mereka lantas berbagi tugas. Botak, kribo dan Haneul akan ditugaskan dipusat kota, di acara karnaval tengah berlangsung. Mereka bagian berurusan dengan klien, Haneul menelepon klien saat melihatnya sudah datang diantara keramaian.
"Cari badut dengan perut besar" titah nya dengan suara dibuat parau, mereka harus mengamankan uang bayaran.
"Aku sudah menemukannya, sekarang apalagi?" Ucap wanita itu setelah berkeliling, tidak jauh dari tempatnya berdiri badut tengah melakukan atraksi yang membuat orang bosan.
"Ikuti intruksi badut disana"
"Kalian ngga membodohiku kan?"
"Untuk apa? Anda memang sudah bodoh percaya dengan kekasih anda, kami pastikan anda mendapatkan kabar yang memuaskan setelah ini. Kami menjalankan tugas tidak pernah setengah-setengah, percayalah sama seperti kami memberitahukan kenyataannya pada anda"
Wanita itu mengangguk, ia tidak lagi meragu saat diingatkan mereka lah yang membuka matanya tentang penghianatan itu. Ia mendekati badut yang tersenyum lebar, Meke-up nya tebal hingga sulit dikenali.
"Nona silakan masukan hadiah anda dalam topi" ucap badut mengulurkan topi berbentuk kerucut, wanita itu menerimanya.
Orang-orang disekitar mulai tertarik melihat interaksi mereka, perlahan kerumunan pun tercipta diantara kedua orang yang tengah melakukan transaksi. Badut juga memberitahu, bagaimana cara memasukan hadiah tanpa tertangkap penglihatan penonton. Wanita itu melipat topi yang dapat mengecil lalu memasukan ke dalam tas, disana ia meletakan cek senilai 30 juta.
"Iya benar, Nona" ucap badut, saat wanita itu berhasil mengeluarkan topi dari dalam tas tanpa terlihat hadiah didalamnya.
Badut melihat sekeliling, "apakah kalian melihatnya?" Tanyanya lagi dengan suara dibuat manja.
Mereka serempak menggeleng dan mengatakan'tidak', badut pun mulai dengan atraksi. Topi kerucut hitam yang dalam itu, diputar dengan tangannya dimasukan kedalam, yang sebenarnya mengluar bros dari bagian terdalam untuk ditampakan, lalu menarik resleting agar cek tetap aman. Setelah nya isi dalam topi itu ditunjukkan kepada penonton sekeliling, lalu diputar lagi dan dikocok sebelum diperlihatkan lagi kepada penonton.
"Hadiahnya hilang,wah...." seru penonton seolah takjub, badut memasukkan tangannya mengeluarkan benda didalam.
Seperti kalung, cincin, anting, sarung tangan, kaos kaki. Melihat topi itu dapat mengeluarkan barang-barang yang lain, semua serempak bertepuk tangan, badut membuat ekspresi kebingungan dengan membalik topi namun bros itu tidak juga terjatuh.
Lalu badut menghampiri seorang pria diantara mereka dan memintanya berbalik, semua mata pun terbelalak tidak percaya saat melihat bros yang hilang berada di ujung kaos penonton pria. Semua bertepuk tangan memberi aspirasi, tidak tahu di balik sulap Haneul lah dalang menyangkut bros yang berbentuk sama itu ke pakaian penonton.
"Ini Nona, terima kasih" badut memberikan bros itu kepada klien yang pura-pura gembira menerima kembali hadiahnya.
Topi hitam itu diletakkan kedalam kantong badut, sementara botak mulai beratraksi dengan benda lain. Klien beserta yang lainnya masih menonton pertunjukan, wanita itu tersenyum, sedikit banyak pertunjukan badut menghibur hatinya yang lara.
Namun seorang laki-laki muda menditraksi, "Kakak, Hanphone nya tadi hampir jatuh" ucap laki-laki muda itu sembari mengulurkan ponsel miliknya.
Ia mengambil Hanphone, "Terima kasih "dan mengucapkan kalimat ajaib meski sedikit bingung bagaimana bisa ponselnya ada ditangan laki-laki itu. Ia mengecek ponsel mencari sesuatu kala merasakan ada yang tidak beres, namun tidak mendapatkan apapun selain nomor Rksabi yang hilang.