NovelToon NovelToon
Selingkuhan CEO

Selingkuhan CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Mafia / Aliansi Pernikahan / Persaingan Mafia
Popularitas:742
Nilai: 5
Nama Author: Sabana01

Natalie terpaksa bekerja pada Ares demi memenuhi kebutuhan ekonominya, termasuk bekerja di club malam dan kemudian menjadi asisten pribadinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sabana01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Elena Kinski dan Permainan Cermin

Malam Pesta Pra-Pernikahan: Kediaman Utama Sastrawan

Setelah tiga hari isolasi dan pelatihan intensif, Natalie memasuki pesta pra-pernikahan di Kediaman Sastrawan. Ia tidak lagi Natalie, pelayan bar yang dipecat, tetapi Elena Kinski, seorang analis seni berkelas dari London, dengan portfolio investasi misterius yang membuatnya menarik di mata para elit.

Penampilannya sangat berbeda. Rambutnya ditata elegan, ia mengenakan gaun malam biru tua yang mahal namun bersahaja—dipilih dengan hati-hati agar tidak memancing kemarahan Claudia, tetapi cukup berkelas untuk mengundang perhatian Ayah Claudia.

Natalie berjalan di samping Ares.

Ares, dalam balutan setelan velvet hitam, memegang lengan Natalie, isyarat kepemilikan dan kepercayaan. Langkahnya mantap dan matanya dingin. Ia memperkenalkan Natalie kepada para tamu dengan narasi yang meyakinkan: "Nona Kinski baru saja menyelesaikan kesepakatan seni yang rumit untukku di Eropa. Dia adalah penasihat yang tak ternilai."

Natalie memainkan peran Elena Kinski dengan kesempurnaan yang dingin. Ia berbicara tentang pasar seni Eropa, menggunakan istilah teknis yang ia pelajari di vila. Ia tertawa dengan suara yang lebih rendah dan lebih halus daripada tawa khas pelayan bar.

Ares dan Natalie adalah pusat perhatian, menciptakan ketegangan yang diinginkan Ares.

Reaksi sang Tunangan

Seperti yang sudah diperkirakan, Claudia Sastrawan adalah orang pertama yang bereaksi keras. Ia mendekati mereka berdua, ditemani Ayahnya, Tuan Sastrawan, seorang pria paruh baya yang tampak licin dengan senyum yang terlalu lebar.

Claudia mengenakan gaun merah menyala, berlian Kalung Pusaka berkilauan di lehernya. Ia memancarkan amarah yang tersembunyi.

"Ares, sayang. Siapa ini?" tanya Claudia, nada suaranya manis, tetapi matanya menatap Natalie dengan kebencian murni.

Ares tersenyum tipis. "Claudia, perkenalkan. Ini Elena Kinski. Dia adalah rekan bisnis dari London. Dia akan membantuku mengamankan beberapa aset investasi baru."

Claudia mengulurkan tangan. "Sungguh suatu kehormatan. Atau mungkin, kejutan yang menyenangkan. Aku tidak tahu Ares membutuhkan penasihat dari luar negeri di saat-saat seperti ini. Aku pikir dia memiliki tim yang memadai."

"Elena sangat spesialis, Claudia," sela Ares, dengan tekanan lembut.

Natalie tersenyum ramah—senyum yang dirancang untuk menusuk. "Tuan Ares adalah klien yang sangat menuntut, Nyonya Sastrawan. Tapi saya pastikan, saya tidak akan mengganggu persiapan pernikahan Anda yang indah."

Claudia menyeringai, matanya menyipit. "Tentu saja tidak. Kami sangat senang melihat Ares akhirnya membuat beberapa pilihan yang tepat dalam hidupnya. Beberapa pilihannya belakangan ini... cukup mengejutkan. Seperti, katakanlah, mantan pelayan bar yang tiba-tiba mendapat promosi."

Claudia melepaskan serangannya. Semua orang yang mendengar tahu dia sedang menyindir Natalie yang sebenarnya. Ia mencoba untuk merusak identitas Elena Kinski.

Natalie tidak menunjukkan reaksi. Ia menoleh ke Tuan Sastrawan, mengubah target pembicaraan sesuai instruksi Ares.

"Tuan Sastrawan, saya dengar keluarga Anda memiliki koleksi seni Asia Tenggara yang menakjubkan," kata Natalie.

Tuan Sastrawan langsung tertarik. Ia mengabaikan drama putrinya. "Ah, Nona Kinski! Memang benar. Sebuah investasi yang bagus. Anda harus melihatnya, mungkin ada beberapa yang Anda tertarik untuk jual."

"Tentu saja. Ares memberi saya pemahaman yang luar biasa tentang kebutuhan asetnya di sini. Saya akan senang berdiskusi tentang peluang di pasar gelap—maksud saya, pasar seni yang tersembunyi," jawab Natalie, sedikit tersenyum untuk menunjukkan bahwa dia mengerti permainan.

Umpan yang Ditangkap

Tuan Sastrawan langsung menarik Natalie menjauh dari Ares dan Claudia. Umpan itu bekerja: dia melihat Natalie sebagai jalan uang baru, dan Ares sebagai perantara. Claudia ditinggalkan di tempat, matanya terbakar amarah.

Saat Tuan Sastrawan berjalan, Natalie memulai pengamatannya yang intens.

"Ares selalu sangat berhati-hati dengan siapa dia berbisnis," kata Tuan Sastrawan, nadanya mengandung rasa bangga yang tersembunyi. "Senang melihat dia akhirnya mulai mendengarkan saran kami untuk ekspansi. Bukankah begitu, Nona Kinski?"

"Tentu, Tuan Sastrawan. Ares adalah orang yang sangat berhati-hati. Dia hanya mempercayai orang yang memiliki track record bersih dan, tentu saja, loyalitas mutlak," balas Natalie, menekan kata loyalitas.

Tuan Sastrawan terdiam sejenak. Mata besarnya berkedip, menunjukkan kilasan kegugupan yang singkat. Ini adalah reaksi yang tidak akan ditunjukkan oleh pebisnis murni.

Natalie memutuskan untuk memberikan tekanan lebih lanjut, berdasarkan Anomaly A—hutang Claudia.

"Saya dengar Anda membantu klien Anda mengatasi kesulitan finansial yang tak terduga, Tuan. Sebuah sikap yang mulia," kata Natalie, membuat seolah-olah dia berbicara tentang seorang kolektor seni lain.

Wajah Tuan Sastrawan mengeras. "Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan, Nona Kinski."

"Tentu, Tuan. Hanya gossip pasar seni," Natalie tertawa kecil. "Namun, saya menemukan bahwa investasi yang paling berisiko sering kali adalah yang melibatkan keluarga sendiri. Seseorang harus sangat hati-hati agar tidak ada kebocoran yang merusak bisnis utama, bukan?"

Tuan Sastrawan terlihat pucat. Ia melihat ke belakangnya, mencari bantuan. Pandangannya jatuh pada Claudia, yang masih berdiri di tempatnya dengan Ares.

Itulah isyaratnya. Ketakutan Tuan Sastrawan bukan pada pertanyaan tentang seni, melainkan pada koneksi tak terduga antara kebocoran dan keluarga.

Pengakuan Tanpa Kata

Tiba-tiba, Tuan Sastrawan menarik Natalie ke sudut ruangan, suaranya kini mendesak.

"Nona Kinski, Ares adalah mitra bisnis saya, segera menjadi menantu saya. Loyalitas adalah segalanya. Kami menghadapi tekanan pasar yang besar belakangan ini. Terkadang, kami harus melakukan penyesuaian untuk bertahan. Saya harap Anda mengerti," bisik Tuan Sastrawan.

"Penyesuaian, Tuan? Seperti memberikan informasi sensitif kepada pesaing Ares?" Natalie bertanya balik, nadanya tetap tenang, tetapi matanya mengunci mata Tuan Sastrawan.

Tuan Sastrawan menggigil. "Saya tidak tahu... saya hanya... saya hanya mencoba untuk mengamankan putri saya dan warisannya. Ini adalah permainan yang kotor. Tapi jangan khawatir, kami sudah memperbaiki semua kerusakan. Tidak ada yang akan terjadi lagi."

Itu adalah pengakuan bersalah. Tuan Sastrawan menjual informasi itu, dan ia menggunakan kelemahan Claudia sebagai alasan atau sebagai jalan untuk mendapatkan data yang Ares berikan.

Tepat saat Tuan Sastrawan akan mengatakan lebih banyak, Claudia menghampiri mereka, matanya berkilat-kilat.

"Ayah! Ares mencarimu. Dan Nona Kinski, Ares menyuruhmu kembali padanya. Sekarang." Suara Claudia penuh perintah.

Natalie tidak melawan. Ia sudah mendapatkan apa yang ia butuhkan.

Ia kembali ke Ares. Ia melihat ke matanya, dan Ares tahu. Dia melihat isyarat kemenangan di mata Natalie.

"Claudia tampaknya sangat posesif terhadap Anda, Tuan," kata Natalie, sambil mengambil gelas sampanye dari baki pelayan yang lewat.

"Tugasmu selesai," bisik Ares, nyaris tak terdengar. "Aku punya semua yang kubutuhkan. Permainan berakhir. Kita pergi."

Ares tidak berpamitan dengan Tuan Sastrawan, hanya memberikan anggukan singkat yang dingin. Ia meraih tangan Natalie, dan memimpinnya keluar dari pesta.

Saat mereka pergi, Natalie melihat ke belakang. Claudia berdiri sendirian, Kalung Pusaka di lehernya, bersinar di bawah lampu kristal. Dia mendapatkan cincinnya, tetapi ia baru saja kalah dalam perang terbesarnya.

Di luar, Ares langsung melangkah cepat ke mobil. Ia tidak berbicara hingga mereka berada di dalam, mobil itu bergerak cepat menjauhi kediaman Sastrawan.

"Semua sudah jelas?" tanya Ares, suaranya dingin dan tegas.

"Ayahnyalah pelakunya, Tuan. Dia menggunakan kerentanan finansial Nyonya Claudia sebagai alasan," jawab Natalie. "Dia panik saat saya menekan soal 'kebocoran' dan 'investasi keluarga'. Dia mengakui ada penyesuaian yang dibuat."

Ares bersandar di jok kulit, menutup matanya sejenak. Bukan lega, melainkan kepastian.

"Bagus, Natalie. Kau telah menyelamatkan kekayaan dan kehormatanku. Sekarang, saatnya aku membersihkan rumah. Tugas terakhirmu: Lupakan dirimu sebagai Elena Kinski. Mulai besok, kau adalah Natalie. Dan kita akan bersiap untuk perang. Perang yang sesungguhnya."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!