Keira hanya ingin mengejutkan pacarnya di Italia, tapi justru dialah yang dikejutkan. Dikhianati di negeri asing, Keira nekat melampiaskan rasa sakit dengan cara yang gila memesan seorang gigolo. Sayangnya, ia salah kamar. Dan pria yang menatapnya di ranjang… bukan siapa-siapa, melainkan CEO termuda di Eropa, Dean Alferoz
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyCaca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 10 - Keluarga Besar
“Mommy benar benar sangat terharu, selamat ya Keira kamu sudah bagian dari keluarga kami. Maafkan anak mommy,”ucap Anggun dengan drama memeluk gadis itu.
“Tidak apa-apa tante. Kei juga sedikit senang memiliki keluarga baru, jika bukan karena Dean mungkin Kei,”gantung gadis itu mengingat kejadian 3 hari yang lalu.
“Sudahlah nanti bisa drama di rumah mom, tamu yang lain masih banyak.”datar Dean kepada mommy nya.
“Hah dasar kau,”kesal Anggun.
Keira menerima semua ucapan selamat dari banyak orang tapi satu pun tidak ada yang dia kenal di sana, bahkan keluarga nya? Ah dia lupa dia tidak memiliki keluarga tapi setidaknya dia harus memberitahu ibu panti akan pernikahan nya bukan.
Gadis itu menunduk sendu, tidak ada senyuman. Dean yang melihat itu melirik Kei, lalu mengalihkan pandangan nya kepada Mathew. Pria itu yang paham dengan kode Dean langsung menutup akses untuk saliman dengan pengantin.
“Kenapa kau mau menikah dengan ku? Kita kan baru kenal?”tanya gadis itu menatap Dean.
“Karena kau mengambil,”belum selesai Dean berbicara gadis itu menatap kesal Dean.
“Katakan masalah yang logis! Itu aneh, bukan kah semua orang di sini bebas melakukan hal itu, kenapa harus menikah!”tanya Keira kepada Dean.
“Kau masih bertanya? Mommy ku itu keturunan asia, hal seperti ini adalah tabu bagi nya, jangan remehkan dia. Jika aku tidak menikahi mu, maka kita berdua akan di seret ke altar dan di paksa berbicara,”ketus Dean kepada gadis itu.
“Tante Anggun?”gumam Keira melirik wanita cantik itu yang menerima ucapan dari tamu tamu lain.
Saat Keira menunduk sedih itu akhirnya dia sudah menjadi istri orang padahal yang berpacaran lama dengan nya adalah Tom tapi yang menikahi nya adalah Dean. Seorang pria datang menepuk bahu Dean.
“Selamat atas pernikahan mu tuan Alferoz. Bajingan dia mendulukan kami, benarkan Leon,”ucap Lukas merangkul kembaran nya itu.
“Bukan kah dia ingin bersama Dhea?”tanya Dean dengan tatapan datar.
“Hah kenapa? Ada yang menyebut nama ku?”tanya Dhea tiba tiba datang.
“Bajingan,”umpat Leon kesal.
“Apa kenapa sih?”kesal Dhea menatap orang orang itu.
“Tidak ada, Leon mengatakan sebelum pulang apakah kau sibuk dan ingin mengajak mu pergi naik bianglala bersama,”ucap Lukas merangkul Leon.
“Benarkah Leon? Mau mau,”teriak Dhea semangat.
“Baiklah,”ucap Leon singkat.
Semua orang di sana seketika tertawa dan Dhea hanya menatap mereka bingung, terutama Keira dia tidak tau. Mereka sepertinya orang orang hebat semua, tapi gadis cantik di sana sepertinya masih muda.
“Keira selamat ya, perkenalkan aku Shasa istri nya Luis,”bisik Shasa kepada gadis itu.
“HAH LUIS WILLIAM?!”kaget Keira menatap Luis dah Shasa di sana karena tadi memang mereka berdiri di belakang.
“Kenapa kau sekaget itu?”tanya Dean datar.
“dia itu CEO nomor satu apa kau lupa, duit nya sangat banyak, bagaimana aku tidak kaget. Kenapa kalian bisa berteman,”bisik Keira kepada Dean.
“Kenapa ya? Mungkin karena dia kasihan,”jawab Dean santai.
“Kei, kenapa kau kaget. Dean mengatakan kalau kita seumuran, tapi Dean lebih muda dari suami 3 tahun,”senyum Shasa dengan manis.
“Kau orang indo juga? Aku sangat senang,”jawab Kei mengenggam tangan Shasa.
“Iya tentu, kita akan sering bertemu karena kita tiga keluarga besar,”jawab Shasa.
Setelah banyak mengobrol, akhirnya acara selesai. Keira benar benar lelah, mereka akhirnya kembali ke mansion, padahal Anggun sudah menyuruh anak nya untuk menginap di hotel saja untuk melakukan bulan madu.
Tapi dengan polos nya lagi lagi Dean mengatakan jika dia sudah melakukan nya sebelum menikah, Keira sepertinya memang harus tebal muka kalau Dean berbicara. Gadis itu berjalan pelan masuk ke sebuah kamar bernuansa abu abu itu.
“Ini kamar ku, sebenarnya aku benci berbagi kasur dengan orang lain. Tapi sekarang kau istri ku, mau tidak mau, kita harus berbagi, pergi lah mandi aku akan menunggu di sini,”ucap pria itu santai berjalan menuju sofa dan mengambil laptop nya.
“Hah mandi?”kaget gadis itu.
“Kenapa kau kaget? Kau tidak gerah, bahkan bau seperti kandang babi, bogel,”jawab Dean.
“Apa kau bilang? Bogel! Aku tidak bogel!”kesal gadis itu.
“Kau memang bogel. Jika kau dapat menyentuh tangan ku di atas baru kau tidak bogel, itu nama nya bogel,”jawab Dean sibuk dengan laptop nya.
“Ah tau deh! Ga ada abis nya berdebat sama tu orang!”kesal Keira berjalan menuju kamar mandi.
Gadis itu kaget bahkan kamar mandi nya lebih besar dari kamar kos nya, serta kaca dan banyak sabun. Gadis itu benar benar seperti di hotel padahal ini rumah, dengan tidak sabar Kei menatap diri nya di kaca.
“Astaga gaun nya sangat cantik, aku sampai tidak menatap diri ku dari kaca karena terus berpikir apakah ini mimpi atau bukan.”gumam gadis itu menatap diri nya yang cantik.
Ya Keira memang tampak cantik dalam balutan gaun pengantin bewarna putih dengan kilauan di mana mana karena pantulan lampu, gaun ini benar benar menjempit pinggang ramping dan dada nya, sehingga membuat nya susah membuka.
“Seharusnya aku mengiyakan jika harus ganti baju dulu tadi di hotel, kalau di sini ga ada yang bantuin. Ih takut rusak pasti mahal,”gumam gadis itu berusaha menjangkau belakang punggung nya.
Berapa menit gadis itu berusaha tapi tidak bisa hingga akhirnya Kei membuka pintu kamar mandi, sadar akan hal itu Dean mendongkak kan wajah nya menatap Kei yang masih memakai baju pengantin.
“Kenapa belum mandi?”tanya Dean bingung.
“Ini baju nya ga bisa di buka, apa kau bisa membantu ku, aku takut rusak,”gumam gadis itu.
“Kalau rusak ya tinggal rusak kalau susah gunting saja,”jawab pria itu datar.
“Kau gila! Ini sepertinya sangat mahal! Bantu aku,”rengek gadis itu.
Akhirnya Dean mau tidak mau melangkah kan kaki nya masuk ke dalam kamar mandi, pria itu juga bingung bagaimana membuka nya, hingga akhirnya Dean melepaskan nya dengan kuat, sehingga malah merobek nya.
Krak…
“Kau bisa ga sih?!”kesal Kei menatap suami nya itu.
“Yaudah kalau sobek jadi gampang tuh ke buka nya,”tarik pria itu membuka gaun gadis itu dan menurunkan nya.
“HAH MESUM!!! JANGAN MEMBUKA NYA!!”teriak gadis itu memukul wajah Dean.
“Sakit, padahal aku sudah melihat nya juga,”kesal Dean tidak terima.
“BEDA!! SANA KELUAR!!”teriak gadis itu emosi.
“Aneh banget padahal udah nikah juga,”gumam Dean keluar kamar mandi.