NovelToon NovelToon
Pewaris Dalam Bayangan

Pewaris Dalam Bayangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Persahabatan / Action / Romantis
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: Hime_Hikari

Semua orang melihat Kenji Kazuma sebagai anak lemah dan penakut, tapi apa jadinya jika anak yang selalu dibully itu ternyata pewaris keluarga mafia paling berbahaya di Jepang.
Ketika masa lalu ayahnya muncul kembali lewat seorang siswa bernama Ren Hirano, Kenji terjebak di antara rahasia berdarah, dendam lama, dan perasaan yang tak seharusnya tumbuh.
Bisakah seseorang yang hidup dalam bayangan, benar-benar memilih menjadi manusia biasa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hime_Hikari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 – Malam Berdarah

Tiga belas tahun lalu, di sebuah malam musim gugur yang tenang, rumah keluarga Kazuma berdiri megah di pinggiran kota Tokyo. Di dalamnya, tawa lembut seorang wanita terdengar mengisi udara. Misaki, istri Kazuma, sedang menyisir rambut Kenji kecil yang baru berusia empat tahun.

“Kenji, jangan banyak gerak, nanti Mama susah nyisirnya,” katanya sambil tertawa kecil.

Kenji yang mungil menatap ibunya dari cermin. “Mama, kapan Papa pulang?” tanyanya polos. Misaki tersenyum lembut. “Sebentar lagi. Papa cuma keluar sebentar, ya?”

Tampak, di luar jendela, angin malam berhembus lebih dingin dari biasanya. Kazuma memang sedang tidak jauh di markas lamanya. Ia menatap meja perundingan dengan ekspresi gelap. Di seberangnya, duduk seorang pria berjas putih dengan tato naga di lehernya Daisuke Hirano.

“Kau sungguh ingin keluar dari organisasi?” suara Daisuke datar tapi tajam.

Kazuma mengangguk. “Aku sudah cukup, Hirano. Aku ingin hidup tenang bersama keluargaku. Dunia ini tak punya arti tanpa mereka.”

Daisuke menatapnya lama, lalu tersenyum dingin. “Orang yang keluar dari dunia ini hanya punya dua tempat tujuan: kuburan … atau neraka.”

Kazuma berdiri. “Kalau begitu, aku akan buat jalan ketiga.”

Ia meninggalkan ruangan itu tanpa menoleh, tapi langkahnya terasa berat seolah ia tahu sesuatu buruk akan terjadi.

Malam itu, sekitar pukul dua belas, langit mendadak diselimuti suara ledakan kecil. Kazuma yang baru pulang mendapati gerbang rumahnya terbuka lebar. Pelayan-pelayan berlarian panik. Api mulai menjilat sisi kanan rumah.

“Sayaka! Kenji!” teriaknya sekuat tenaga.

Dari dalam, terdengar suara tembakan. Dua pria berpakaian hitam masuk ke koridor rumah, senjata mereka berasap. Kazuma menarik pistol dari balik jas nya, menembak cepat dua peluru tepat menembus dada mereka.

“Kenji!” ia terus berlari menembus asap.

Di ruang tamu, Misaki berlutut memeluk tubuh kecil Kenji yang menangis ketakutan. Darah menetes dari bahunya karena ia tertembak.

“Kazuma,” kata Misaki dengan suara bergetar. “Mereka datang, untuk Kenji.”

Kazuma berlari menghampiri, menembak seorang penyerang yang mencoba mendekat dari belakang. Suara tembakan memecah malam. Bau mesiu dan darah bercampur dalam udara panas.

“Misaki, bertahanlah!” teriak Kazuma, mencoba menahan pendarahan di bahu istrinya.

Misaki menatapnya dengan mata lembut, walau napasnya tersengal. “Kau harus bawa Kenji pergi…”

“Tidak! Aku tidak akan tinggalkanmu!” teriak Kazuma sedang mencoba untuk menyadarkan Misaki.

Misaki tersenyum, menyentuh pipinya. “Kau harus hidup … untuk dia.”

Tepat saat Kazuma hendak mengangkatnya, suara peluru kembali terdengar. Tubuh Misaki terhuyung karena sebuah peluru menembus dadanya. Ia jatuh dalam pelukan Kazuma, darah sudah mengalir membasahi tangan suaminya.

“Mama!” tangis Kenji kecil memecah udara.

Kazuma menatap wajah istrinya yang perlahan kehilangan warna. Dunia seolah berhenti berputar. Ia menatap pintu yang terbuka, tempat beberapa bayangan hitam muncul dengan senjata teracung.

Kazuma menatap anaknya dan menggertakkan gigi. “Tutup matamu, Kenji.”

Ledakan berikutnya mengguncang rumah. Kazuma mengangkat tubuh Misaki dan menyingkirkannya ke sisi ruangan, lalu menarik Kenji keluar lewat pintu belakang.

Ryo sudah menunggu di sana dengan mobil yang menyala. “Cepat, Kazuma!”

Mereka melarikan diri di tengah kobaran api. Dari jendela mobil, Kenji kecil menatap rumahnya yang terbakar, sementara bayangan mamanya masih terlihat di dalam cahaya merah itu seolah melambaikan tangan untuk terakhir kalinya.

Kazuma memeluk Kenji erat. “Maafkan Papa,  maafkan Papa …”

Malam itu menjadi malam di mana seorang anak kehilangan ibunya, dan seorang ayah kehilangan kedamaiannya .

Kenji terbangun dari tidurnya. Dahi dan tangannya basah oleh keringat dingin. Mimpi buruk itu lagi. Ia duduk di ranjang, menatap gelapnya kamar sambil menggenggam kalung kecil peninggalan ibunya.

“Kenapa aku terus melihat malam itu …” gumamnya lirih.

Di lantai bawah, suara samar terdengar dari ruang kerja. Kenji menuruni tangga perlahan, langkahnya nyaris tanpa suara. Dari celah pintu yang sedikit terbuka, ia mendengar suara papanya dan Ryo berbicara.

“Aku menyesal tidak sempat menyelamatkan Misaki,” suara Kazuma berat dan serak. “Aku masih ingat bagaimana dia tersenyum meski sudah sekarat.”

Ryo menjawab pelan, “Itu bukan salahmu, Kazuma. Tapi yang membuatku khawatir… Hirano tidak mati malam itu, kan?”

Kenji membeku, saat mendengar percakapan Ryo dan papanya saat mereka menyebutkan nama itu, Hirano. Kenji seketika mengingat kejadiaan dimana mamanya meninggal, sekilas ia melihat seseorang dengan tato ular di lehernya.

Kazuma menunduk. “Tidak. Mereka masih hidup. Dan sekarang, mereka tahu Kenji juga masih hidup.”

Kenji menatap pintu itu dengan napas tercekat. Matanya perlahan membesar  amarah , takut, dan sedih bercampur jadi satu.

Jadi selama ini semua kebohongan, semua larangan Papa, semua rahasia itu … karena malam berdarah itu.

Ryo melanjutkan, “Kau tidak bisa menyembunyikannya selamanya. Cepat atau lambat, Kenji akan tahu tentang kejadian ini.”

Kazuma menghela napas. “Aku tahu … walaupun aku ingin dia seperti diriku, aku tidak mau kehilangan dia seperti aku kehilangan Misaki, di satu sisi aku ingin dia kuat seperti diriku tetapi di satu sisi aku takut kehilangannya.”

Mendengar percakapan Ryo dan Kazuma, Kenji menyandarkan tubuh ke tembok dan lalu menunduk, dadanya terasa sesak, lalu ia melepaskan kalung di lehernya dan bergetar oleh genggaman tangannya. Ia berbalik, naik ke kamarnya dengan langkah berat namun mantap.

Di depan cermin, ia menatap bayangan dirinya. Mata yang dulu terlihat lembut kini dipenuhi amarah yang membara.

“Jadi mereka yang membunuh Mama …” katanya pelan, suaranya serak menahan emosi.

Ia menatap kalung peninggalan Mamanya dan menggenggamnya kuat.

“Aku akan membalas mereka, karena mereka aku kehilangan orang yang paling aku sayangi, sepertinya besok aku harus membicarakan keinginanku ini dengan Papa dan Ryo,” ucap Kenji dengan matanya menatap tajam ke cermin.

“Mama kamu tenang saja akan aku balas apa sudah mereka lakukan kepada Mama,” kata Kenji dengan penuh tekad.

Di luar jendela, langit malam tampak gelap, hanya diterangi cahaya petir yang menyambar jauh di kejauhan  seolah menandai lahirnya tekad baru dalam hati Kenji. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dan mulai sekarang tatapan Kenji bukan lagi tatapan seorang anak yang takut tapi melainkan tatapan seseorang yang siap memasuki kegelapan demi balas dendam.

Sebenarnya Ryo sudah menyadari keberadaan Kenji saat dia sedang Kazuma sedang membahas Daisuke Hirano. Dan saat Kenji kembali kamarnya, Ryo mengikuti Kenji dari belakang, namun saat Kenji masuk ke kamarnya, Ryo hanya menunggu di balik pintu kamarnya. Dan mendengar semua perkataan yang Kenji ucapkan dari balik kamarnya, dan  tanpa Kenji sadari, Ryo berdiri diam wajahnya serius, matanya penuh kekhawatiran.

“Jadi … pada akhirnya kau akan tahu semua, Kenji,” bisiknya pelan.

“Tapi jangan biarkan dendammu menghancurkanmu seperti Papamu dulu.”,

1
Glastor Roy
yg bayak tor up ya
Glastor Roy
update
Glastor Roy
up
Glastor Roy
update ya torrr ku
Hime_Hikari: hallo kak di tunggu saja kak untuk update terbarunya
total 1 replies
putri baqis aina
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
Hime_Hikari: Terima kasih kak 😁😁
total 1 replies
Ryner
Author, kapan nih next chapter?
Hime_Hikari: Ditunnggu saja ya kak

Terima kasih kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!