NovelToon NovelToon
Embers Of The Twin Fates

Embers Of The Twin Fates

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Cinta Istana/Kuno / Reinkarnasi
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: ibar

di dunia zentaria, ada sebuah kekaisaran yang berdiri megah di benua Laurentia, kekaisaran terbesar memimpin penuh Banua tersebut.

tapi hingga pada akhirnya takdir pun merubah segalanya, pada saat malam hari menjelang fajar kekaisaran tersebut runtuh dan hanya menyisakan puing-puing bangunan.

Kenzie Laurent dan adiknya Reinzie Laurent terpaksa harus berpisah demi keamanan mereka untuk menghindar dari kejaran dari seorang penghianat bernama Valdrik mortis

hingga pada akhirnya takdir pun merubah segalanya, kedua pangeran itu memiliki jalan mereka masing-masing.

> dunia tidak kehilangan harapan dan cahaya, melainkan kegelapan itu sendiri lah kekurangan terangnya <

> "Di dunia yang hanya menghormati kekuatan, kasih sayang bisa menjadi kutukan, dan takdir… bisa jadi pedang yang menebas keluarga sendiri <.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ibar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERPISAHAN DI TENGAH HUJAN API

__..__

Ledakan besar mengguncang langit.

Asteroid yang ditarik oleh kekuatan Tetua Zarco pecah menghantam menara utama. Gemuruhnya memekakkan telinga, diiringi runtuhnya dinding dan tangga batu yang selama ini menjadi saksi sejarah Kekaisaran Laurent.

Langit pun menangis.

Butiran hujan turun satu per satu, menyatu dengan abu, darah, dan air mata.

Dari hantaman itu Kenzie dan yang lainnya terpental hingga tertindih oleh puing-puing bangunan kekaisaran yang kini hancur berkeping keping.

Di balik reruntuhan, Kenzie tergeletak dalam pelukan Tetua Volzek, tubuhnya bergetar karena syok. Di sisi lain, Reinzie terpejam, darah menetes dari pelipisnya, dan aura hitam samar masih berkibar dari tubuhnya.

Reinzie kini kehilangan kesadarannya dan terbaring lemah akibat energi hitam yang sejak awal mencoba mengambil ahli tubuhnya.

Disisi lain tetua zarco terlihat lelah karena mengarahkan seluruh kekuatannya, kini stamina nya terkuras habis, tapi ia tetap energik sebab rencananya telah berhasil

"hahahaha... Akhirnya.. Dirimu telah menerima akhir yang menyedihkan xuanzi, aku tak menyangka akan berhasil melakukan semua ini." tawa renyah tetua zarco terdengar kencang dan ia akhirnya berhasil melakukan apa yang telah menjadi keinginannya sejak lama.

"semuanya telah selesai, saatnya aku kembali ketempat asalku.... Sisanya ku serahkan padamu untuk mengakhirnya" ucap zatrah pada tetua zarco

"baik tuan Zahra, saya sendiri yang akan menyelesaikan sisanya" jawab zarco dengan penuh hormat.

Kini sisa roh zatrah mulai memudar, dan ia akan kembali ketempat tubuh aslinya di segel, yaitu di benua zyphora, tempat yang dimana kuil penyegelan dirinya berdiri. Kuil penyegelan itu didirikan oleh dewa (langit ketujuh).

Lanjut tetua zarco menatap kehancuran istana kekaisaran Laurent. Lalu berkata

"kelima orang itu masih hidup ya... Untuk hari cukup sampai disini saja..." ucap tetua zarco. "energi yang ada di tubuh reinzie juga telah kembali memudar, kemungkinan ia akan tersadar kembali..aku akan menunggu kembali, sampai energi di tubuhnya sepenuhnya menelan hatinya!. Lebih baik aku kembali saja... jika aku memaksakan diri pasti kedua tetua suci itu membuat diriku kewalahan dan kini tak ada lagi pengawasan dari tuan zatrah jadi aku bisa pergi kembali." ucapnya sebelum pergi meninggalkan istana yang telah runtuh itu.

Kembali kepada Kenzie dan yang lainnya.

“Reinzie… Bangun, kumohon…” bisik Kenzie, suaranya parau.

Chelsea, dengan tubuh yang terluka, memeluk Reinzie dari sisi lain. “Jangan ambil dia dari kami…” gumamnya dengan lirih.

Tetua Zember mendekat. “Kita tak punya waktu lagi… Kita harus menjauh dari tempat ini. Zarco akan memburu siapa pun yang masih selamat.”

Volzek menatap ke langit, lalu ke arah reruntuhan tempat Kaisar Xuanzi dan kedua Permaisuri menghilang dalam cahaya. Matanya berair, namun suaranya tegas. “Kita harus berpisah. Jika kalian bersama, kalian akan menjadi target yang terlalu mudah untuk ditemukan oleh zarco.”

Kenzie menoleh, matanya memerah. “Apa maksudmu… berpisah?!”

Volzek menunduk. “Zarco mengincar reinzie dan ia juga akan menjadikan reinzie sebagai wadah… Dan Zatrah kini mengawasi setiap jejak kalian. Jika kalian bertiga tetap bersama, ia akan lebih cepat menemukan kalian.”

Chelsea menggigit bibir. “Tapi aku tak bisa… meninggalkan kak Kenzie. Dan Reinzie... dia—”

Reinzie tiba-tiba terbatuk, lalu membuka matanya perlahan. Mata merahnya menatap kabur ke sekeliling. “Kak...?” suaranya lirih, seperti anak kecil yang baru terbangun dari mimpi buruk.

Kenzie langsung menggenggam tangannya. “Aku di sini, Reinz... aku di sini.”

Tetua Zember memejamkan mata, lalu menempelkan telapak tangannya ke dahi Reinzie. Sebuah cahaya biru menyala sebentar, lalu padam.

“Aura Zatrah dalam dirinya sudah terlalu dalam,” bisiknya. “Jika kalian tetap bersama, energi hitam itu bisa makin kuat dan membuat Zarco dapat melacak keberadaan kita.”

Hujan turun lebih deras.

“Tidak… Kumohon…” suara Kenzie tercekat. “Jangan pisahkan kami sekarang. Kami baru kehilangan Ayahanda dan Ibunda kami… Jangan… Tolong…”

Chelsea menggenggam tangan Kenzie. “Kalau itu bisa membuat Reinzie tetap hidup… Aku akan menyetujuinya dan tetap ikut bersama dengan Rein.”

Reinzie menggigil, dan untuk sesaat, ia menatap Kenzie dengan kesadaran penuh. “Kakak... aku... maafkan aku... aku takut... aku selalu mendengar suara-suara itu setiap malam... dan aku pikir... aku pikir aku bisa melawannya...”

Kenzie memeluknya erat. “Bukan salahmu... Reinz... Tidak pernah salahmu...”

Volzek menarik napas dalam. “Kenzie… Ini keputusan yang tidak adil. Tapi hanya dengan begini kalian bisa bertahan hidup... Jika benar dunia ini ingin melihat kalian tumbuh sebagai pejuang, maka kalian harus berjalan berpisah... dengan penderitaan ini sebagai awal kebangkitan kalian untuk membalas kejahatan zarco.”

Reinzie menyetujuinya, akan tetapi Kenzie masih memiliki keraguan dihati, dan keraguan itu pada akhirnya hilang, kini ia pun menyetujui perpisahan ini.

Tetua zember mulai membisikkan mantra pemindahan. Angin mulai berputar, membentuk pusaran sihir yang cukup besar untuk tiga orang.

Chelsea menatap Kenzie lama, lalu mendekat dan memeluknya erat. “Lindungi dirimu. Dan suatu hari... kita akan bertemu lagi. Aku janji.”

Kenzie nyaris tak bisa bicara. “Kau... kau harus jaga dia, Chelsea. Dia satu-satunya... yang kumiliki...”

Chelsea menunduk, menahan tangis.

Lalu ia menarik Reinzie masuk ke dalam pusaran mantra. Kenzie menatap keduanya saat tubuh mereka mulai memudar, dibawa pergi ke tempat yang dirahasiakan.

Dan saat Reinzie menghilang, ia berteriak:

> “Kakak... Jangan lupakan aku...!”

Kenzie mengepalkan tinjunya. Hatinya robek.

Tetua Volzek memegang bahunya. “Terkadang... untuk menyelamatkan satu-satunya cahaya dalam hidup kita... kita harus rela berjalan dalam kegelapan sendirian.”

Kenzie tak menjawab.

Ia hanya berdiri di bawah hujan, menatap langit yang tak lagi biru—menangisi keluarga yang hilang, adik yang berpisah dengannya, dibawa pergi untuk menghindari kejaran zarco, dan takdir yang kini terasa seperti hukuman.

> Dan di tengah kehancuran Kekaisaran Laurent, hanya satu hal yang tersisa:

Seorang kakak yang bersumpah akan melindungi adiknya,

Meski dunia telah memisahkan mereka,

Meski kelak mereka berdiri di sisi yang berjauhan…

Kenzie Laurent tidak akan pernah berhenti mencoba menjadi seorang yang kuat untuk bisa bertemu kembali dengan Reinzie.

Di sisi lain, Reinzie yang di telan oleh formasi teleportasi. Di dalam ruang dan waktu Reinzie berkata, "aku tak akan memaafkan dirimu zarco, karena dirimu lah yang menjadikan diriku seperti ini, dan kaulah yang menjadi orang yang patut disalahkan karena telah membuat ayahanda dan Ibunda mengakhiri hidup mereka..." ucapnya dengan kebencian. "Jika saja aku tak memiliki perasaan tersebut, kemungkinan semua ini tak akan terjadi."

Chelsea berbisik di samping Reinzie "semua ini bukan salahmu, melainkan ini takdir yang telah di tetapkan oleh langit." mata biru kehijauannya menatap dalam kearah Reinzie.

dalam diam sebuah suara muncul kembali dalam pikirannya. "kamu tak sepenuhnya salah, ini adalah kesalahan zarco... Dialah orang yang pantas di salahkan." bisik suara tersebut di pikirkan Reinzie.

Reinzie tak meresponnya ia hanya diam dan tak memiliki pikiran untuk mendengarkan perkataan dari suara itu.

kembali pada Kenzie yang duduk terdiam di samping tetua volzek.

"jangan jadikan kejadian ini sebagai akhir dari segalanya... Tapi jadikan kejadian ini sebagai tekad mu untuk menjadi kuat, pada saat nanti ketika kau dan Reinzie bertemu kembali dirimu telah menjadi kuat sehingga kalian bisa saling melindungi satu sama lain" ujar tetua volzek pada Kenzie.

Kenzie yang mendengar perkataan tersebut hanya bisa melihat langit yang menurunkan hujan, dan air matanya yang keluar tertutupi oleh hujan tersebut.

Singkat cerita. hari demi hari Kenzie berlatih bersama tetua volzek tanpa memedulikan waktu. Pagi menjadi siang, siang menjadi malam. Bagi Kenzie tak pernah berhenti, tak pernah mengeluh dengan kerasnya latihan, satu hal yang ingin di raihnya yaitu menjadi cukup kuat, menjadi yang terkuat.

1
Ibar, {iba'rat Askar}
singgungan para petinggi istana yang tak ingin hasil bumi di sembunyikan🤭
Ibar, {iba'rat Askar}
lelucon hirarki para petani menanam hasil panen atau barang untuk di jual kembali jika harga melonjak naik
أسوين سي
💪💪
أسوين سي
💪
أسوين سي
💪💪💪
أسوين سي
👍
Ibar, {iba'rat Askar}
keren
LanLan.CNL
ayok bantu support
أسوين سي: mudah-mudahan ceritanya bagus sebagus Qing Ruo
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!