NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Anak Adik Ipar

Menjadi Ibu Susu Anak Adik Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Konflik etika / Selingkuh / Romansa / Pihak Ketiga / Ibu susu
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: myabra

Raisa cukup kaget saat mertuanya menyurunya menjadi ibu susu keponakannya sendiri anak dari adik suaminya. apakah Raisa menyetujuinya atau menolaknya?..

*******************************
"milikmu enak sekali beda jauh dengan milik istriku" pujinya kala milik mereka telah menyatu, membuat wanita yang dibawahnya tersenyum bangga " aku ingin setiap hari kita melakukan ini" ucapannya lagi sambil mulai menggoyangkan pinggulnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon myabra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 34

Keesokan harinya dikediaman kelurga Lukman. Tantri yang panik mendengar Talita sampai jatuh sakit. Akhirnya menemui menantu kesayangannya itu .

" Sayang kenapa kamu bisa seperti ini?" Tanya Tantri dengan tangis penyesalan. Melihat kondisi menantu sekaligus keponakan kesayangannya itu yang kini terbaring diatas ranjang dengan wajah pucat Pasih.

" Talita gak apa-apa mah" Ujarnya terlalu lemas untuk menanggapi pertanyaan Tantri. Talita yang niatnya tadi berpura-pura sakit ternyata dia sakit benaran tiba-tiba perutnya terasa mual ingin muntah tapi tidak ada apapun yang keluar hanya air . Hingga membuatnya lemas seperti sekarang ini

" Putriku memang pintar akting. kalau tau gitu kenapa dulu gak aku jadiin artis aja kan lumayan." batin Maya tersenyum puas melihat Talita begitu meyakinkan dalam bersandiwara.

" Sudah dua hari ini Talita gak mau makan Tan, dia memikirkan nasib pernikahannya yang sudah diujung tanduk" ujar Maya lirih dengan airmata buayanya berharap Tantri akan merasa iba dan merasa bersalah karena sudah membuat Talita sampai sakit. Padahal ada senyum samar disana.

Tumbuh penyesalan dalam hati Tantri. "Ini semua gara-gara wanita itu yang sudah mencuci otak Arga. Lihat saja kamu Raisa saya akan memberikan kamu pelajaran yang berharga karena sudah membuat menantu saya sakit seperti ini." Semua tuduhan tertuju kepada Raisa.

" Mbak tolong ambilkan makanan untuk Talita biar saya menyuapi nya" ujar Tantri yang tidak tahan melihat Talita menderita. Dia terus mengusap puncak kepala Talita dengan sayang dengan airmata yang masih membasahi pipinya.

" Iya mbak, saya ambilkan dulu" Maya pamit sambil melirik kearah putrinya yang sangat-sangat pucat " dia pake make-up apa sampai pucat kaya mayat gitu" batinnya penasaran karena putrinya sangat menjiwai perannya.

Maya datang membawa nampan berisi nasi serta lauk pauk dan segelas air putih, langsung memberikannya kepada Tantri, yang ingin menyuapi sendiri Talita.

" Ayo sayang makan biar kamu ada tenaga" rayu Tantri sambil mendekatkan sendok yang sudah berisi makanan ke mulutnya. Talita ingin membuka mulutnya tapi bau makanan yang menyengat membuatnya mual, hingga dia menutup mulutnya hendak muntah.

Uwek.. uwek . Perut Talita bergejolak hingga mengeluarkan isinya yang hanya air. Sampai Matanya pun mengeluarkan air mata. Perutnya seperti dikuras , hingga membuatnya lemas.

" Talita kamu kenapa?" Panik Tantri melihat Talita yang muntah diatas piring dan selimut bahkan sebagian muntahnya mengenai tangan bahkan pakaian Tantri.

" Talita!" panik Maya , sekarang dia baru sadar bahwa semua itu bukanlah akting. Putrinya benar-benar sakit. Maya yang panik segera menghubungi dokter untuk segera datang kerumahnya untuk memeriksakan kondisi putrinya. Bahkan Lukman yang baru datang pun ikut berlari mendengar suara gaduh dari dalam kamar putrinya.

" Ada apa mah dengan Talita?" Teriak Lukman dari luar kamar. Lukman pun menghampiri mereka . Dan melihat si bibi yang sedang membersihkan muntahan Talita yang berceceran dimana-mana. Terlihat Tantri dan istrinya sedang panik.

Dalam kepanikan Lukman, ada senyum tersembunyi. Dia tidak menyangka istri dan putrinya itu berakting sangat bagus, dia pun hampir terkecoh kalau tidak mengingat tentang rencana mereka semalam.

" Tantri kalau sampai terjadi apa-apa dengan Talita, saya akan menuntut Arga dan kamu karena sudah membuat putri Saya seperti ini" ancam Lukman yang melihat kepanikan di mata Tantri.

" Talita sayang" Lukman memeluk putrinya sambil berbisik " anak papah memang pintar" pujinya kepada Talita yang sudah tidak perduli dengan pujian Lukman. Dia merasa perutnya mulai bergejolak lagi namun tidak memuntahkan apa-apa. Membuat Lukman menatap kearah istrinya yang masih panik.

" Bu. ini bu dokternya sudah datang" si bibi datang membawa dokter yang di telpon tadi oleh Maya. Membuat Lukman tanda tanya. Mengapa istrinya itu harus sampai menelpon dokter? Apakah itu bagian dari rencana yang istrinya buat?.

" Dok tolong periksa menantu saya, dari tadi muntah, dan gak mau makan " panik Tantri yang masih terus terisak melihat kondisi Talita.

" Tenang yah.. ibu bapak silahkan keluar dulu biar saya periksa " titah dokter. Yang dituruti oleh mereka. Dokter pun mulai memeriksa kondisi Talita yang lemas dimintai keterangan pun susah, tidak bisa menjawab.

" Dok bagaimana dengan keadaan putri saya?" Tanya Maya saat dokter telah selesai memeriksa putrinya

" Iya dok bagaimana keadaan menantu saya" tanya Tantri yang tak kalah paniknya sedangkan Lukman biasa saja dia hanya mengamati kondisi putrinya dan wajah panik istrinya. Yang menurutnya perfect, mungkin kalau dia tidak tau rencana istrinya, Pasti saat ini dia sudah melarikan anaknya kerumah sakit untuk dirawat.

" Tidak ada yang serius jangan khawatir." Ujar dokter sambil tersenyum.

" Terus kenapa menantu saya muntah-muntah dok" tanya Tantri masih tidak percaya dengan kondisi mantunya yang dibilang baik-baik saja.

" Putri ibu sudah berapa lama telat datang bulan?" Tanya dokter kepada Maya. Maya yang ditanya seperti itu menatap Talita karena dia tidak tahu mau menjawab apa, karena putrinya baru seminggu ini ada dirumah.

Talita dalam kondisi lemah dia tidak ingat kapan terakhir kalinya dia datang bulan dia sudah lupa. Deg...

Ingatan Talita mulai kembali. Dia baru ingat kapan terakhir dia datang bulan dia mengedip-mengedipkan matanya dia takut kalau yang ada dipikirkannya itu benar terjadi " bagaimana ini" batin Talita takut.

" Saya lupa dok" jawabnya singkat.

" Begini saja lebih baik bawa anak ibu untuk berobat ke Puskesmas atau ke klinik terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut ." Karena dirinya tidak dapat jawaban yang jelas.

" Apa maksud dokter.. menantu saya sedang hamil?" Tanya Tantri dengan tatapan penuh harap.

" Itu bisa saja terjadi Bu, mengingat gejala yang ditimbulkan" Ujarnya masih dengan senyum.

Tantri mendekati ranjang Talita dan langsung memeluk wanita itu dengan sangat erat . " Selamat yah sayang sebentar lagi Ameera akan memiliki adik" ujar Tantri bahagia, mungkin ini jalan yang Allah tunjukkan agar mereka tidak jadi berpisah.

" Apa benar kamu hamil Ta?" Tanya Maya masih tidak percaya dengan apa yang dokter katakan begitupun dengan Lukman. Tapi mereka turut bahagia dengan begitu Arga akan membatalkan perceraian mereka mengingat putrinya sedang mengandung. Tetapi pikiran mereka berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Talita.

Kalau aku memang benar-benar hamil lalu siapa bapak anak yang ada didalam rahimku?. Bola matanya bergerak tak beraturan membuat kepalanya terasa sakit.

Talita masih diam setelah kepergian Tantri, yang pamit karena ada urusan yang sempat dia lupakan, jika dia ada janji bertemu dengan seseorang.

1
Farid Atallah
di gantung lagi
Su-heriyah🍒
asiapp🙏
اختی وحی
hrs ny jgn berbelit² thor, arga hrsnya ngmong sma bpkny klw dia tdk mnyentuh talita, sdh pasti itu bkn anknya
Indah Tuk Di Kenang
kenapa sih thorr ...
gak ngomong langsung👍👍👍
Frida Fairull Azmii
sekantor pada sakit semua kelakuan nua
Farid Atallah
doubel up dong Thor 😚
Su-heriyah🍒: lagi diusahakan kak🤭
total 1 replies
Eridha Dewi
udah ketahuan selingkuh kenapa tidak di cerai in
Tamirah Spd
Sudah jelas tanda tanda suami gak beres, betul pepatah ipar adalah maut. ini kelemahan istri selalu diremehkan kalau gak kerja sendi, untuk minta uang saja dibentak padahal untuk kepentingan pendidikan anaknya. Jangan menyerah harus kuat cari kerja bila perlu, kalau gak tahan minta cerai aja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!