NovelToon NovelToon
Suara Hati DARREN

Suara Hati DARREN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Berbaikan
Popularitas:222.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Menceritakan seorang pemuda bernama Darren yang kehidupannya tampak bahagia, namun terkadang menyedihkan dimana dia dibenci oleh ayah dan kakak-kakaknya karena sebuah pengakuan palsu dari seseorang.

Seseorang itu mengatakan bahwa dirinya sebagai pelaku atas kecelakaan yang menimpa ibunya dan neneknya

Namun bagi Darren hal itu tidak penting baginya. Dia tidak peduli akan kebencian ayah dan kakak-kakaknya. Bagi Darren, tanpa mereka dirinya masih bisa hidup bahagia. Dia memiliki apa yang telah menjadi tonggak kehidupannya.



Bagaimana kisah kehidupan Darren selanjutnya?
Yuk, baca saja kisahnya!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Video Gilang Dan Darka

Dor.. Dor..

Dor..

Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya dan Pamannya Darren memberikan tembakan demi tembakan kepada orang-orang yang masih mengejarnya. Tembakan-tembakan tersebut mengenai tepat sasaran. Sekitar 20 orang tewas terkena tembakan di bagian kepalanya, perut dan dada.

Kini tersisa sekitar 80 orang lagi. Yang sudah tewas sekitar 40 orang. Semuanya masih terus mengejar Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya dan Pamannya Darren sembari terus memuntahkan peluru-pelurunya.

"Sial! Kalau seperti ini aku dan yang lainnya bakal mati." batin Darren.

Ketika Darren hendak menembak pelurunya kearah orang-orang tersebut, namun sialnya pelurunya tersebut sudah habis.

"Sial!"

Darren membuang senjatanya ke sembarang tempat. Sementara untuk ketujuh sahabat-sahabatnya dan Pamannya masih terus menembaki orang-orang tersebut sembari terus berlari.

Dor.. Dor..

Dor..

"Ren, tangkap!" seru Dylan yang melempari satu senjata kepadanya.

Darren yang mendengarnya langsung melihat. Dan dengan gesitnya, Darren langsung menangkap senjata itu.

Setelah itu, Darren langsung menembaki orang-orang di depannya.

Dor.. Dor..

Dor..

Bruukk..

Semuanya tewas seketika. Begitu juga dengan orang-orang yang menembaki ketujuh sahabat-sahabatnya dan Pamannya. Semuanya mati.

"Mereka masih banyak!" seru Darel.

"Dari mana mereka datangnya?!" tanya Rehan yang melihat musuh-musuhnya bukannya berkurang, malah bertambah.

"Kalau seperti ini, bisa-bisa kita kehabisan peluru dan berujung nyawa kita yang melayang," ucap Jerry.

"Sudahlah, kalian jangan bicara seperti itu. Kita pasti bisa terlepas dari mereka. Yang penting disini, jangan ada yang lengah, tetap waspada!" Darren berucap sembari memberikan ketenangan kepada sahabat-sahabatnya.

"Paman, apa Paman terluka?" tanya Darren yang menatap kearah sang Paman.

Marco seketika tersenyum. "Tidak, Sayang! Paman baik-baik saja."

"Kalian, tolong lindungi Paman Marco. Jangan sampai Paman Marco terluka. Jika hal itu terjadi, pasti aku yang akan kembali disalahkan."

Mendengar ucapan dari Darren membuat hati mereka seketika sesak, terutama Marco.

"Sayang, kamu jangan bicara seperti itu ya? Jika terjadi sesuatu terhadap Paman, Bibi kamu dan ketiga sepupu kamu tidak akan seperti ayah dan kakak-kakak kamu."

"Kita tidak ada yang tahu isi hati manusia, Paman! Ditambah lagi, sifat manusia itu sering kali berubah-ubah. Dengan kata lain, plin plan."

Seketika Marco terdiam ketika mendengar jawaban dari Darren. Di dalam hatinya, Marco tidak menyangkalnya. Justru dia membenarkan apa yang dikatakan oleh keponakannya itu.

"Sudah.. Sudah! Kita hentikan pembicaraan ini sampai disini. Musuh-musuh kita masih berkeliaran dan masih mengejar kita." Qenan seketika menghentikan pembicaraan antara Darren dan Paman Marco.

^^^

Di lokasi yang sama hanya jarak yang memisahkan. Terlihat sekitar 200 orang-orang berpakaian hitam lengkap dengan senjata di tangan dan wajah di tutupi topeng.

"Bos, ini mobil ketujuh adik-adiknya ketua!"

Mendengar ucapan dari salah anggotanya membuat seorang pria yang ditunjuk sebagai pimpinan oleh Zoya langsung melihat kearah tunjuk anggotanya itu.

Setelah itu, pria itu melihat kearah dimana banyak para masyarakat berlalu lalang masuk ke lokasi karnaval.

"Kita kesana!"

"Baik!"

Setelah itu, mereka semua melangkah mengikuti langkah kaki orang-orang yang memasuki lokasi karnaval tersebut.

^^^

Para anggota dari Zoya terus berjalan sembari tatapan mata mereka melihat ke sekelilingnya dengan menggenggam erat senjatanya.

Mereka terus melangkah memasuki lokasi tersebut sehingga tiga diantaranya melihat keberadaan adik-adik dari para ketua mafia yang sedang bertarung.

"Bos, itu mereka!"

Mereka semua pun langsung berlari kearah kedelapan pemuda dan satu orang pria paruh baya yang sedang bertarung melawan sekitar 50 orang bersenjata.

^^^

Bag.. Bug..

Duagh.. Duagh..

Bugh..kreekk..

Bagh..

Duagh.. Duagh..

Bruukk..

Sekitar 10 orang tewas seketika akibat pukulan, tendangan dan berakhir kepala yang dipatahkan oleh Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.

Ketika semuanya tengah bertarung dengan lawan yang tak seimbang, tiba-tiba terdengar suara senjata api yang bertubi-tubi.

Dor.. Dor..

Dor.. Dor..

Dor..

Bruukk.. Bruukk..

Orang-orang yang menyerang Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya dan Pamannya Darren tewas seketika dengan peluru bersarang di perut, punggung dada dan kepala.

Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya dan sang Paman langsung melihat kearah orang-orang yang melangkah mendekatinya.

Detik kemudian mereka semua tersenyum lega.

"Tuan!" sapa seorang pria.

"Terima kasih!" Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya berucap bersamaan.

"Sama-sama, tuan! Lagian kami datang kesini juga atas perintah Bos Zoya."

Darren seketika tersenyum. Begitu juga dengan ketujuh sahabat-sahabatnya dan Pamannya.

"Ya, sudah! Lebih baik kita pergi dari sini," ucap Qenan.

Setelah itu, mereka semua pun pergi meninggalkan lokasi tersebut.

Sembari melangkahkan kakinya menuju mobil, pria yang berstatus pimpinan seketika memperlihatkan sebuah video kepada Darren.

"Tuan Darren, coba anda lihat ini!"

Darren mengambil ponsel milik pria itu. Dia dapat melihat sebuah video di layar ponsel tersebut.

Darren kemudian melihat video tersebut sembari terus melangkahkan kakinya.

Detik kemudian..

Darren tiba-tiba menghentikan langkahnya. Dan tanpa diminta air matanya mengalir begitu saja membasahi pipinya.

Melihat Darren yang tiba-tiba berhenti membuat semua orang khawatir. Namun tidak dengan pria pemilik ponsel tersebut karena dia sudah tahu penyebabnya.

"Sayang, kenapa?" tanya Marco sembari mengusap lembut kepala belakang keponakannya itu.

Darren tidak menjawab pertanyaan dari sang Paman. Dia masih terus menatap video tersebut dengan tangannya yang terlihat sedikit bergetar.

"Hiks... Kak Gilang, kak Darka." Darren seketika terisak.

"Sayang."

Marco tampak khawatir kondisi keponakannya itu. Dia tidak ingin jantung keponakannya itu kembali kambuh. Baru beberapa jam yang lalu keponakannya itu mendapatkan serangan di jantungnya, dan baru beberapa menit yang lalu keponakannya itu keluar dari rumah sakit. Dia tidak ingin itu terjadi lagi.

"Ren!" ketujuh sahabat-sahabatnya juga khawatir saat ini.

Detik kemudian..

Darren seketika menghapus air matanya. Setelah itu, dia mengembalikan ponsel tersebut kepada si pemiliknya.

"Aku tidak apa-apa."

Setelah itu, Darren kembali melangkahkan kakinya diikuti oleh yang lainnya.

^^^

Kini Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya, sang paman dan yang lainnya tiba di depan jalan.

Ketika tiba di depan dimana mobilnya di parkir, bertepatan kedua kakak mafia dengan masing-masing satu tangan kanannya datang.

"Kalian baik-baik saja?" tanya Noe ketika melihat kedelapan adik-adiknya dan Pamannya Darren.

"Kami baik-baik saja, kak Noe!" Willy menjawab pertanyaan dari Noe sebagai perwakilan sahabat-sahabatnya dan Pamannya Darren.

"Ach, syukurlah!"

Noe dan Ziggy menatap kearah Darren yang tampak tak baik-baik saja.

"Ren!" Noe dan Ziggy menatap khawatir kearah Darren.

"Aku tidak apa-apa. Kakak tidak perlu khawatir."

Setelah mengatakan itu, Darren langsung masuk ke dalam mobil.

"Ada apa?" tanya Noe.

"Tuan Darren sudah melihat video itu, ketua!"

Mendengar jawaban dari anggotanya membuat Noe menganggukkan kepalanya mengerti. Begitu juga dengan Ziggy.

"Ya, sudah. Lebih baik kita pulang sekarang. Kasihan Darren. Dia tampak lelah dan tertekan," ucap Marco.

"Baik!"

Setelah itu mereka semua masuk ke dalam mobil masing-masing untuk pergi meninggalkan lokasi tersebut.

1
Cahaya Nilam
akhirnya pawang yg jaga daren dan ke7 sahabatnya di libatin jg 😁 dah kangen liat aksinya kk mafianya daren melawan musuh 😊
Erlina Nurhasanah: akhirnya meluncur juga ke 5 Kaka mafia Darren untuk perang
total 1 replies
whiteblack✴️
masalah Kampus lagi.....tuw orang...mau cari" gara" ya...😤...sepertinya masih banyak yg enggak suka ama Darren?
Desyi Alawiyah
Aku harap kakak-kakak mafia Darren di munculkan.. Buat bantuin Garvin melawan Raynard itu.. 🤭☺
Desyi Alawiyah
Noh liat Jer.. meskipun kmu sempat mengabaikan ucapan Darren, tapi Darren masih peduli sama kamu..

Dia udah menangkap gadis yang kau sukai itu dan pacarnya...
Desyi Alawiyah
Danish belum tahu yah kalo Darren memiliki kelebihan yang istimewa.. 😌
Himme
Kangen para kakak mafia beraksi. Gimana ya, umh.. nggak sabar menunggu kehancuran mereka-mereka. Tapi aku masih penasaran kenapa melakukan hal ini, bisnis kah? persaingan kah atau ada hal lain
Erlina Nurhasanah: di tunggu pembalasan garvin dan ke 2 sepupu nya darel dan Willy trus libatkan para Kaka mafia Darren pasti seruu tuhh pas perang apa lagi Kaka mafia nya Darren berada di urutan no 1 didunia
total 3 replies
Himme
Wah.. Lama juga tidak disini. Tetap semangat ya
Himme: Maaf yah.. ponsel aku bikin emosi. Macet mulu. Nah ini baru baik kan. Semangat ya ditunggu chapter selanjutnya dari cerita lainnya.
total 2 replies
whiteblack✴️
yerima kasih kak .sudah doeble up
whiteblack✴️
pertempuran besar akan segera terjadi ...
Erlina Nurhasanah: pasti seruu apa lagi kalau 5 Kaka mafia darren turun tangan
total 1 replies
whiteblack✴️
Duh ....permainan ini sunggu mengerikan....
tapi ada leganya Darren memiliki magic...
whiteblack✴️
wow...Darren bergerak cepat sekali...
whiteblack✴️
ngapain mencari ....nya...masih takut ya ...Ray ..😏...emang Banci loe Ray/Joyful/
Desyi Alawiyah
Yakin nih para kelompok itu akan berhasil? Sepertinya nggak deh.. 😁

Pasti Darren udah bisa liat kan, apalagi jika para kelompok itu berani menyentuh orang terdekatnya Darren.. 🤧
Desyi Alawiyah
Dasar nggak tahu malu.. Udah bawa kabur duit orang, ini malah mau ngulangin hal yang sama 😒..

Awas loh Blake, Darren sedang mengawasi gerak-gerikmu.. 😮‍💨
whiteblack✴️
ini musuh yg ke2...sama aja ke1 tadi ..😒...hasil kalian itu nol besar...!!
whiteblack✴️
Dari pada berteriak enggak jelas...Datanglah...langsung ...😅...Aneh kau Matthias...
Erlina Nurhasanah
tidak semudah itu mereka mencari membalas dendam karena selama ada Darren pasti aman
Erlina Nurhasanah
sapu bersih langsung kelompok Meraka jahat bener
whiteblack✴️
Berani enggak loe chell...😏....harus berani kan loe chel perbuat...harus berani bertanggung jawab.....😒...beraninya cuma Kabur doang.
Erlina Nurhasanah
makanya jangan suka jadi penipu ini lachh akibatnya kehancuran yg akn datang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!