Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Musibah rumah sakit 2
Pak desa yang mendengar berita kebakaran rumah sakit itu segera menyiapkan barang yang dia perlukan, dia sungguh khawatir dengan kedua anak itu. Dia membangunkan Kanaya beserta adiknya karena dia dan istrinya akan kerumah sakit melihat keadaan Kayla dan Keisha.
"Ayo bangun nak, kita harus kerumah sakit melihat kakak dan adik kalian". Ucap bu desa ketika membangunkan Kanaya dan keenan.
"Ada apa ibu, kenapa ibu tampak panik seperti itu, apa terjadi sesuatu dengan kakak dan adikku??". Kanaya segera bangun melihat kepanikan ibu desa itu
Dia khawatir keadaan kakak dan adiknya karena tidak biasanya ibu desa panik seperti ini.
"Iya nak, ibu tidak tahu bagaimana keadaan mereka, tapi rumah sakit itu mengalami kebakaran dan kita harus melihat keadaan mereka sekarang".
"Baik bu, kami ganti baju dulu, ayo dek, kita siap-siap". Ucap Kanaya mengambil pakaiannya dan memakaikan baju pada sang adik beserta jaketnya.
Setelah semuanya siap, mereka langsung berangkat ke kota untuk melihat keadaan disana.
Sedangkan Kayla dan sang adik masih berada di mesjid itu tapi Setelah beberapa jam, Kayla menggendong kembali sang adik menuju rumah sakit, dan kini jam sudah menunjukkan pukul 2 pagi,
"Maaf bu, apa apinya sudah padam semua?? Tanya Kayla dengan sopan pada orangtua yang tengah duduk itu dan ternyata itu adalah ibu dari pasien sekamar dengan adiknya
"Iya nak, apinya sudah padam, dan tengah dibersihkan, kamu darimana?? Tanyanya memandang keduanya
"Saya berada di mesjid bu, saya tidak mungkin bisa menggendong adik saya terus jadi saya membawanya ke mesjid untuk istirahat".
"Syukurlah nak, karena ruangan rawat inap kita yang kebakaran, pihak rumah sakit telah mencari ruang kosong untuk kita semua, oh iya sejak tadi suster Aisyah mencari kamu tapi tidak menemukanmu".
"Iya bu, nanti saya akan ketemu dengan suster Aisyah, aku tahu beliau pasti mengkhawatirkan aku".
"Ya sudah nak, duduklah dulu, kita tunggu dan dengar pemberitahuan tentang ruangan kita sementara". Ajaknya pada Kayla yang sejak tadi berdiri menggendong sang adik dan juga ranselnya.
Setelah menunggu Suster Aisyah berjalan kearah Kayla untuk melihat keadaan keduanya.
" Kamu baik-baik saja nak, sejak tadi aku mencarimu, kamu kemana?? Tanya Suster Aisyah beruntun.
"Maaf suster, aku membawa adikku ke Mesjid dekat ujung sana, aku tidak mau berlari terus menerus, itu sebabnya aku masuk mesjid". Ucap Kayla dengan lembut.
Dia memandang sang suster dengan perasaan Haru yang menyeruak di hatinya, dibalik segala kepahitan hidup yang dia alami beserta sang adik, Tuhan mengirimkan banyaknya orang-orang yang menyayangi dirinya dan ketiga adiknya.
"Syukurlah jika seperti itu nak, sejak tadi aku cemas karena tidak mendapat berita tentang keberadaan mu dan juga adikmu". Suster Aisyah kini bisa bernafas lega.
" Bagaimana dengan kalian ibu-ibu apa yang lain sudah mendapatkan kamar rawat??
"Iya suster, kamar kelas satu dijadikan kamar kami semua, katanya Ranjang sementara dimasukkan kesana untuk kami, ada 5 kamar kelas 1 yang dijadikan kamar kami walau dalam kamar harus di isi 6 tempat tidur tapi itu lebih baik daripada kami diluar".
"Syukurlah jika seperti itu bu, aku sungguh lega mendengar nya, aku sejak tadi memiliki banyak pekerjaan terutama menyelamatkan berkas-berkas pasien".
"Iya suster, kami mengerti, kami bersyukur semua bergerak cepat dan sangat siaga sampai tidak ada yang terluka dalam insiden ini".
"Iya bu, kami bersyukur akan hal itu, Tuhan melindungi kita semuanya, dan tak ada apa-apa yang terjadi hanya barang-barang rumah sakit saja yang terkena api". Suster Aisyah membantu mereka semua masuk kedalam dengan proses dan bersama dengan teman-temannya.
"Ayo nak, kamu juga masuk, gendong adikmu ke dalam". Ajaknya kepada Kayla.
Setelah para pasien masuk kedalam kamar mereka yang nampak lebih luas, mereka bernafas lega karena mendapat kan kamar yang bahkan lebih baik dari sebelumnya.
"Terima kasih suster". Ucap mereka serempak karena para suster bertindak cepat dan tepat dalam situasi darurat.
"Sama-sama, kami meminta maaf atas insiden ini menyebabkan ketidaknyamanan dan ketakutan kalian akan ini. Kami seluruh jajaran rumah sakit dengan tulus meminta maaf". Ucap mereka menunduk.
"Tidak apa-apa suster, musibah tidak ada yang tahu, kita hanya bisa berusaha dan berikhtiar selebihnya Tuhan yang memiliki kuasa untuk merubah dan membuat keadaan". Ucap Kayla dengan bijak.
Semua orang yang ada disana menatap Kayla dengan pandangan sendu terutama para suster, mereka sangat kagum dengan kepribadian anak satu ini.
"Kalau begitu, kami pamit dulu, kami akan mengurus beberapa laporan dan beberapa pekerjaan karena insiden insiden ini".
Pamit mereka bersamaan setelah memastikan para pasien telah diobati dan mendapatkan penanganan maksimal.
Sedangkan kepala desa dan keluarga kini telah sampai kerumah sakit dan baru sampai, mereka tergesa-gesa masuk untuk mencari informasi dimana Kayla dan Keisha berada. Mereka beruntung saat ini mereka tengah berhadapan dengan suster Aisyah yang dipindahkan di UGD sementara.
" Maaf suster, kami ingin tanya keisha putri dirawat dimana?? Katanya ruangannya tadi terbakar, saya kepala desa di tempatnya tinggal ". Ucap pak desa dengan khawatir.
"Syukurlah pak, mereka semua selamat, mereka ada di ruangan baru tepatnya di kelas 1, Bapak bisa tanya ruangan mereka kepada orang saat bapak belok dari UGD ini, ada ruangan atau bangsal disana namanya Kenanga na itu ruangan keisha berada dikamar ujung". Jawabnya dengan Ramah.
"Syukurlah dokter, kalau begitu kami pamit dulu, saya sangat khawatir dengannya, begitupun dengan kedua adiknya ini".
"Oh mereka kedua Adik Kayla, kalian jaga adik kalian sementara yah, kasihan kakak kalian belum dapat tidur sejak semalaman dan ini sudah pagi dan dia belum tidur sama sekali, kalian mungkin dapat tidur diperjalanan". Ucapnya mengelus kepala kedua anak itu.
"Iya suster kami akan jaga adik, supaya kak Kayla bisa istirahat terlebih dahulu karena sebentar sore kami juga akan pulang kembali ke kampung bersama pak desa". Ucap Kanaya dengan sopan
"Terima kasih pengertiannya nak, tolong jangan tanya macam-macam dulu pak, biarkan Kayla dan keisha istirahat, merek tadi ketakutan dan panik saat kebakaran maka dari itu mereka membutuhkan banyak istirahat".
"Iya suster, kami hanya ingin mengetahui keadaan mereka, kami khawatir karena mendengar berita kebakaran tadi di televisi makanya kami kemari tengah malam tadi".
"Iya pak, kalian istirahat lah karena kalian baru tiba, maafkan saya tidak bisa menemani kalian, saya masih banyak pekerjaan karena insiden tadi".
"Iya suster kami mengerti dan terima kasih, kalau begitu kami pergi dulu ke ruangan Keisha". Pamit Kepala desa itu membawa rombongannya.