Indah, seorang gadis dari kampung yang merantau ke kota demi bisa merubah perekonomian keluarganya.
Dikota, Indah bertemu dengan seorang pemuda tampan. Keduanya saling jatuh cinta, dan mereka pun berpacaran.
Hubungan yang semula sehat, berubah petaka, saat bisikan setan datang menggoda. Keduanya melakukan sesuatu yang seharusnya hanya boleh di lakukan oleh pasangan halal.
Naasnya, ketika apa yang mereka lakukan membuahkan benih yang tumbuh subur, sang kekasih hati justru ingkar dari tanggung-jawab.
Apa alasan pemuda tersebut?
Lalu bagaimana kehidupan Indah selanjutnya?
Akankah pelangi datang memberi warna dalam kehidupan indah yang kini gelap?
Ikuti kisahnya dalam
Ditolak Camer, Dinikahi MAJIKAN
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Kedatangan Selena
"Hallo, Sayang...!" Seorang wanita menyelonong masuk ke dalam ruang kerja Rama. "Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Apa kau merindukanku?!"
Wanita itu langsung menghampiri Rama di tempat duduknya dan hendak menciumnya. Namun, gerakannya ditepis oleh Rama. Dengan gerak refleks, Rama mendorongnya hingga membuat wanita dengan penampilan seksi itu nyaris terjengkang ke belakang jika tidak berpegangan pada meja kerja Rama.
"Auhhh... Sayang, apa yang kau lakukan?" Wanita itu merengek manja. Suaranya mendayu-dayu mengisyaratkan hausnya belaian.
"Maaf, Tuan. Saya sudah melarangnya masuk, tetapi Nona ini memaksa dan mengatakan sudah ada janji dengan Anda!" ucap Daniel, sekretaris yang bertempat duduk di depan ruangan Rama.
Sekretaris pria itu sadar dia baru saja melakukan kesalahan besar. Bagaimana bisa dia lupa, tuannya tidak pernah menerima tamu wanita kecuali di ruang khusus menerima tamu perusahaan. Bukan di ruang kerjanya.
Rama mengibaskan tangannya sebagai isyarat bahwa dia boleh pergi.
"Apa yang kau lakukan di sini?!" sergah Rama dengan suara datar dan dingin. Tatapan matanya tajam menusuk, membuat bulu roma berdiri.
"Dan, apa kau sudah begitu liarnya hingga tak tahu aturan bagaimana caranya bertamu?!" Tatapan mata Rama sungguh tajam. Tak ada sama sekali raut penuh kasih yang dulu selalu tersuguh untuk Selena, karena baginya semua telah sirna seiring pengkhianatan yang dilakukan oleh wanita di hadapannya ini dulu.
"Sayang, apa maksudmu? Aku ini kekasihmu. Apa yang salah jika aku mengunjungimu?" Wanita itu, yang tak lain adalah Selena, merasa kecewa dengan sambutan Rama.
"Bukankah dulu aku juga secara bebas keluar masuk ruanganmu ini, Sayang?!" Selena berbicara sendu, dengan dua mata berkaca-kaca. Dulu, dulu sekali, jika Selena sudah mengeluarkan raut seperti itu, maka Rama akan segera menariknya ke dalam pelukannya.
Dan dia pikir semua masih sama. Setelah berpisah selama dua tahun, pasti Rama sangat merindukannya.
"Kau sungguh terlalu percaya diri, Nona..." Rama menatap Selena tajam, matanya berkilat amarah.
Selena terkesiap, ternyata yang dia dapatkan tidak sesuai yang dia bayangkan. Selena tak menyangka Rama akan bersikap dingin seperti ini. Ia terbiasa dengan Rama yang lembut dan penuh perhatian. Ia merasa ada yang berbeda pada Rama. Ada dinding besar yang menghalangi mereka.
"Ya... Itu memang benar. Tetapi, itu dulu... dulu sekali... sebelum kau berkhianat dan meninggalkan aku di hari pernikahan, dan memilih kabur dengan temanku yang juga sama-sama pengkhianat!" jawab Rama. Sama sekali tak tersentuh dengan raut memelas yang ditampilkan oleh Selena. Sejujurnya, kehadiran Selena saat ini hanya mengorek kembali luka yang baru saja mengering.
"Oh, ayolah, Baby... Jangan seperti itu. Aku tahu kamu rindu. Sama, aku juga rindu, Sayang?" ucap Selena dengan tidak tahu malunya.
"Apa yang membuatmu begitu percaya diri?!" sarkas Rama, berbicara setenang mungkin, mencoba tak meledak amarah, meski wajahnya sudah memerah.
"Kebersamaan kita, cinta kita, kasih sayang kita. Tidak mungkin kan kau tidak mengingat itu, Sayang? Tidak mungkin semudah itu kau melupakan kisah kita, kan, Sayang?!" Selena berbicara dengan air mata yang mulai berurai. Sayang, di mata Rama, semua itu palsu.
"Harusnya pertanyaan itu dilontarkan padamu dua tahun yang lalu. Apakah tidak ada artinya semua yang telah kau ucap tadi sehingga dengan mudah kau mengkhianatiku?" Nada Rama tetap dingin.
"Untuk apa kau kembali sekarang? Atau karena kekasihmu itu telah bangkrut karena selalu menuruti gaya hidupmu?!" Rama tahu apa yang dilakukan Selena di luar sana. Dua tahun tidak bersama, Rama pernah mencoba mencari tahu tentang Selena, dan fakta yang ditemukannya sungguh meremukkan hatinya.
"Aku tahu aku salah, Sayang. Aku khilaf. Sekarang aku sudah sadar, dan aku sudah kembali. Aku kembali karena aku tahu hanya kamu yang paling menyayangiku, dan karena aku percaya kau tak mungkin berubah. Aku benar, kan, Sayang? Maafkan aku, ayo kita kembali..." rayu Selena.
"Sayangnya, kamu salah, Selena!" balas Rama datar. Yang Selena bayangkan, Rama menerima kembalinya dirinya dengan raut bahagia. Sayangnya, rayuan Selena tetap tak mempan. Yang dia terima tetap suara Rama yang dingin.
"Apa maksudmu, Sayang? Ah, aku tahu, kau pasti ingin mengujiku, kan? Iya, Sayang, aku sudah salah. Ayo maafkan aku, dan ayo kita kembali bersama. Lagi pula, saat itu aku bisa sampai khilaf karena kamu yang terlalu sibuk sehingga tak ada waktu untukku, sehingga aku bisa terlena. Dan kau juga terlalu mengekangkan aku, melarangku ini dan itu. Aku merasa terkekang, Sayang. Aku sempat stres saat itu, hingga aku mudah tergoda!"
Selena mencoba mencari pembenaran dan melemparkan kesalahan pada Rama. Dengan begitu, dia berharap Rama akan merasa bersalah lalu memaafkan dirinya dan menerimanya kembali.
"Jadi, itu salahku??!! Jadi, kalau kau berkhianat, itu aku yang salah??!!" Rama merasa geram karena Selena tidak menyadari kesalahannya, tetapi justru ingin membuatnya merasa terpojok.
"Bukan... Bukan seperti itu maksudku...!" Selena merasa panik karena ternyata umpannya salah.
"Kau benar-benar hebat, Selena. Bukan merasa bersalah atas kesalahan yang kau lakukan, tetapi justru ingin memutar balik fakta dan menjadikan aku sebagai tersangka. Wah... Wah... Kau benar-benar hebat, Selena. Aku bertepuk tangan untukmu."
Prok prok prok...
Rama berbicara sambil bertepuk tangan.
"Sayang, kenapa kau jadi seperti ini? Di mana cintamu yang dulu?" Selena menggeleng-gelengkan kepalanya, melihat reaksi Rama. Sungguh, itu di luar dugaannya. Kenapa Rama berubah? Di mana Rama yang dulu begitu mencintainya?
"Cinta itu sudah tidak ada. Waktu selama dua tahun sudah mengubah hatiku, Selena. Sekarang aku bukanlah Rama yang sama lagi. Aku bukan Rama yang dulu. Aku bukan Rama yang mencintaimu. Sekarang aku adalah Rama yang lain." Rama berucap tegas
"Aku bahkan sudah menikah. Aku sudah memiliki istri dan bahkan istriku sedang hamil sekarang!"
Bukan hanya Selena, bahkan Rama sendiri tercekat dengan kalimat terakhirnya. Bagaimana mungkin dia mengaku bahwa dia punya istri yang sedang hamil? Kenapa tiba-tiba yang terlintas dalam pikirannya adalah bayangan indah? Ini benar-benar gila.
"Itu bohong, Rama. Kamu pasti hanya sedang marah, kan? Iya, marah saja. Aku terima kemarahanmu. Setelah itu maafkan aku, ya. Ayo kita kembali bersama!" Air mata Selena sudah tidak bisa dibendung lagi. Gadis itu menangis pilu.
"Rupanya kamu tidak tahu bahasa manusia, ya? Apa kamu tidak tahu artinya menikah? Aku sudah menikah. Aku sudah move on darimu. Dan kemungkinan untuk kita bersama adalah NOL, karena aku sangat mencintai istriku... lebih besar dari cintaku yang pernah kurasakan padamu dulu!"
Entah kenapa Rama bisa berbicara selancar itu. Tak pernah dibayangkan bahwa dia akan berhadapan dengan Selena kembali dalam keadaan tanpa ada debar-debar rasa sedikit pun dalam dadanya. Ke mana hilangnya getar rasa itu? Kenapa dia sudah tidak merasakannya lagi saat berhadapan dengan Selena? Apa benar seperti yang dia katakan tadi, bahwa dia telah move on?
Dan kenapa tiba-tiba jadi bayangan wajah indah yang muncul?
"Sudahlah, Selena. Pergilah dan jangan pernah datang kembali ke sini lagi. Pergilah dengan baik. Jangan sampai aku memanggil security untuk menyeretmu agar mau keluar, karena sekarang aku sudah tidak segan lagi."
keselek biji kedondong gak tuh/Smug//Smug/
In Syaa Allaah segala urusannya di lancarkan Moms.. sehat wal'afiat terus ttp semangat.. Love you bbyk² buat Momsay sekeluarga.. 😘😘😘💪🏻💪🏻💪🏻🥰🥰🥰