Dimitri Romanov seorang CEO perusahaan Romanov Industries jatuh cinta kepada seorang aktris dan saat mereka akan bertunangan, sang Aktris dinyatakan berselingkuh dengan pria lain. Akankah Dimitri mempertahankan sang Pujaan Hati tetap disisinya atau ia lebih memilih menyerah dan kembali ke mantan tunangannya yang dulu?
Andai saja waktu bisa diputar, ia ingin memperbaiki semuanya - Dimitri Mikhail Romanov
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Badai
Aleandra duduk di sofa kamarnya.Dia baru saja mendapatkan telepon dari ibunya untuk segera pulang. Tapi dia menolak pulang sekarang, karena dia masih ada masalah yang harus diselesaikan disini terutama menyangkut dengan Aleandra Ivanov. Dia ingin sekali bertemu dengannya secara langsung dan menyelesaikan kesalahpahaman ini.’’Dimana aku harus menemuimu?’’
🌻🌻🌻
Aleandra telah bersiap-siap akan kembali ke Moskow ketika terdengar suara petir yang memekikan telinga disertai angin kencang. Awan hitam telah mengantung di langit.
‘’Sepertinya badai akan segera akan datang. Sebaiknya nona cepat pergi," kata pemilik penginapan.
Baru saja Aleandra akan melangkahkan kakinya keluar rumah, hujan deras tiba-tiba saja turun dengan deras disertai dengan angin kencang. Pohon-pohon terlihat membengkok dan kelihatan akan patah. Aleandra akhirnya masuk kembali ke dalam penginapan menunggu sampai hujan reda.Selama 2 jam ia menunggu dan akhirnya hujan reda.
Di luar terlihat sangat berantakan. Ranting-ranting pohon dan daun berserakan dimana-mana dan jalanan juga banjir.Pemilik penginapan juga telah mendapat kabar ada tanah longsor sehingga jalan utama tertutup oleh tumpukan tanah yang menggunung. Kini Aleandra, beserta penduduk lainnya sudah benar-benar terisolasi. Sekarang ia tidak bisa pergi kemana-mana sebelum longsoran tanah dibersihkan dan itu memerlukan waktu yang tidak sedikit.
"Bagaimana ini aku tidak bisa pulang ? Dan aku tidak bisa mendatangi lokasi syuting besok tepat waktu,"gumamnya. Terlihat raut cemas di wajahnya
Aleandra segera menyalakan Hpnya dan keberuntungannya belum ada di pihaknya. Hpnya tidak ada sinyal sama sekali, lalu dicobanya di telepon penginapan juga tidak bisa. Aleandra hanya bisa mendesah pasrah.
🌻🌻🌻
Hampir tengah malam Dimitri pulang kerumah. Suasana rumah sudah gelap dan sepi yang terdengar hanya suara jarum jam dinding.Dikejauhan Sergei melihat kedatangan Dimitri dengan tatapan sedih.’’Dimitri, kamu menjadi seperti ini hanya karena seorang Aleandra. Gadis itu sudah membuat kehidupanmu berantakan," gumamnya, lalu kembali ke kamarnya.
Dimitri duduk di pinggir tempat tidurnya sambil memandangi foto Aleandra dan mengelusnya dengan tatapan pilu.’’Kamu tahu betapa aku sangat merindukanmu.Setiap hari rasa rinduku padamu semakin bertambah sampai-sampai dadaku terasa sesak."
Raut wajah Dimitri kembali berubah menjadi marah ketika dia teringat Aleandra bersama pria lain.Tidak terasa kedua tangannya sudah terkepal dengan kuat.Sejak Aleandra meninggalkannya , Dimitri sudah mulai merasakan kesepian dan kekosongan hatinya. Hidupnya setiap hari terasa semakin hampa dan untuk menghilangkan rasa sepinya dia mengencani Sofia berharap ia bisa mencintai wanita itu. Banyak wanita yang memburunya setelah Dimitri kembali berstatus lajang.
Dimitri sudah beberapa kali mengencani Sofia. Dia semakin dekat dengannya sejak pertama kali kencan. Tentu saja kedekatan mereka semakin terendus wartawan. Dimitri dan Sofia selalu terlihat tampil berdua di acara-acara pesta.Hubungan kedekatan mereka sudah menjadi rahasia umum.
Dimitri masih saja memandangi foto wanita yang dicintainya dan tetesan air matanya sudah mulai membasahi figura foto.
’’Aleandra, aku masih belum bisa memaafkanmu. Kamu sudah melukai perasaanku begitu dalam.Aku akan memulai kehidupanku yang baru dan aku sudah mengambil suatu keputusan. Kuharap kamu bahagia dengan pria itu."
Untuk terakhir kalinya Dimitri mencium foto itu dengan mesra dan dia memasukan segala benda yang menyimpan kenangannya dengan Aleandra termasuk foto ke dalam kardus dan menutupnya rapat-rapat.
’’Selamat tinggal Aleandra, kekasihku."
Sergei berada di taman keesokan paginya memandangi satu persatu pesawat kertas yang dibuat Dimitri untuk menyampaikan perasaannya pada Aleandra. Para pelayan sedang memungutinya.
‘’Dasar anak itu. Dia sudah membuat halaman belakang rumah menjadi kotor gara-gara pesawat-pesawat kertas ini.Kasian para pelayan harus setiap hari memunguti pesawat kertas ini dari halaman belakang,"gumamnya.
Sergei kembali memasukan pesawat kertas itu kesebuah kantung besar plastik yang berisikan pesawat kertas buatan Dimitri. Ia tidak tega jika harus membuangnya ketempat sampah, karena disana tertulis segala perasaan Dimitri terhadap Aleandra.
🌻🌻🌻
Anastasia terlihat sangat cemas memikirkan Aleandra yang masih belum pulang juga. Berkali-kali ia melihat jam dan berjalan mondar-mandir.’’Bagaimana ini sebentar lagi syuting iklan akan segera dimulai."
"Aleandra, ada dimana dirimu?’’
Secara resmi hari ini Dimitri mengumumkan Sofia Hendrikova sebagai kekasihnya dan itu tentu saja mengejutkan semua orang. Mereka berpikir Dimitri Romanov sangat cepat berpindah ke lain hati. Alexei sangat geram melihat keputusan yang diambil Dimitri.
Orang yang paling senang dalam hal ini tentu saja Sofia. Dia tidak mengira Dimitri akan mengumumkannya secara resmi menjadi kekasihnya. Satu langkah lebih dekat menuju pernikahan pikirnya.
‘’Selamat ya Sofia. Akhirnya kamu berhasil mendapatkan Dimitri kembali. Kamu sangat pintar bisa merebut hatinya."
"Terima kasih Anne. Ayo bersulang."
Sofia tersenyum menyeringai. Dia merasa sudah berhasil merebut Dimitri dari tangan Aleandra.
"Apa menurutmu kekasihmu itu sudah melupakan mantan kekasihnya?’’
"Aku harap dia sudah melupakannya, kalau belum aku akan membuat dia melupakannya."
"Apa rencanamu selanjutnya?’’tanya Anne. Sofia mengoyang-goyangkan gelas winenya.
"Tentu saja menikah dengannya. Itu sudah menjadi mimpiku menjadi istri Dimitri Romanov."
"Kuharap kamu berhasil melakukannya."
"Aku pasti berhasil. Aku ingin segera dia menjadi milikku dan aku tidak akan membiarkan Aleandra kembali merebut Dimitri dariku."
Sofia menghabiskan winenya dengan sekali teguk.
🌻🌻🌻
Aleandra berada di taman sambil membaca koran dan dia terkejut ketika melihat wajah seorang pria dengan wanita yang pernah ditemuinya.
"Pria ini kan yang waktu itu." Ingatan Aleandra kembali ke kejadian beberapa hari yang lalu saat dirinya hampir tertabrak.’’Ternyata dia adalah Dimitri Romanov."
Aleandra juga melihat nama apartemen yang ditinggali oleh Aleandra Ivanov yang tertulis di koran. Ia segera melipat korannya dengan terburu-buru dan mengeluarkan secarik kertas .
Anastasia masih saja terlihat berjalan mondar mandir. Menit demi menit telah berlalu dan masih belum ada kabar dari Aleandra. ‘’Aku harus menghubungi nona Natasha."
Anastasia baru saja akan menghubunginya terdengar suara bel pintu. "Tunggu sebentar!’’
Anastasia kembali meletakan teleponnya dan membuka pintu dengan terburu-buru.’’Aleandra...’’serunya terkejut.
Aleandra juga terlihat terkejut melihat sambutan wanita di depannya. ’’Se..Selamat siang!’’
Aleandra membungkukkan badan memberi salam. Anastasia membelalakkan matanya. Ada apa dengan Aleandra hari ini pikirnya. Meskipun tidak tahu apa yang telah terjadi padanya, Anastasia langsung menariknya masuk.
" Aleandra, kamu dari mana saja? Kenapa baru sekarang kamu pulang. Aku dari tadi menunggumu." Anastasia terus saja berbicara tanpa memberikan kesempatan pada Aleandra untuk bicara.
"Saya....saya....’’
"Sebaiknya kita pergi sekarang mungkin mereka sudah menunggumu. Kamu tidak perlu mengganti pakaianmu."
Anastasia sesaat memperhatikan pakaian yang dikenakan Maya. ‘’Pakaianmu terlihat bagus jadi tidak usah menggantinya karena kita sudah terlambat."
Aleandra bingung apa yang telah terjadi. Ia membuka tutup mulutnya hendak bicara tapi Anastasia terus berbicara. Tiba-tiba ia menarik lengannya.
"Kita mau kemana?’’
"Tentu saja ke lokasi syuting. Apa kamu lupa hari ini ada jadwal syuting iklan?’’
"Syuting iklan,’’teriaknya terkejut.
Anastasia menatapnya dengan heran.’’Kamu kenapa? Sepertinya kamu terlihat terkejut. Jangan katakan kamu lupa hari ada syuting."
"Bu..bukan begitu, tapi....’’
"Sudahlah sebaiknya kita pergi dari sini."
Anastasia kembali menarik tangan Aleandra dan menuruni tangga apartemen dengan cepat. Aleandra hanya bisa mengikuti kemana Anastasia membawanya
Lima belas menit kemudian mereka sudah tiba di lokasi syuting dan menyuruh Aleandra untuk segera masuk.
"Maaf kami sedikit terlambat,’’kata Anastasia. ’’Aleandra, kenapa diam saja? Ayo minta maaf."
"Ma..maaf’’katanya gugup.
Aleandra langsung di dandani oleh penata rias.
"Nona Ivanov, Anda tidak apa-apa? Sepertinya Anda terlihat gugup."
"Eh..i..iya." Aleandra kemudian menundukkan kepalanya.
"Lagi-lagi aku dianggap sebagai Aleandra Ivanov. Apa aku begitu mirip dengannya sehingga orang-orang tidak dapat membedakan kami berdua,’’katanya dalam hati sambil memasang wajah cemberut.Tapi Aleandra yang sebenarnya ada dimana sekarang? Bisa gawat kalau dia tiba-tiba muncul disini."
Setelah selesai di dandani Aleandra langsung menuju lokasi syuting.Dia terpana melihat kesibukan di lokasi syuting.Tubuhnya mulai gemetar karena selama ini dia sama sekali belum pernah melakukannya. Dia tidak pandai berakting, lalu terbersit ide nakal dalam pikirannya.Dia ingin mencoba merasakan sebagai Aleandra Ivanov. [ ]