NovelToon NovelToon
Istri Kedua

Istri Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: gustinara

Kini aku sudah resmi menjadi istri dari Anggara Putra Gibson. Namun, aku menjadi istri kedua. Aku yang masih duduk di perkuliahan semester delapan, menyusun skripsi sembari menata hidup baru bersama lelaki yang sudah mempunyai istri itu, dan dia adalah suamiku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gustinara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#10 PREPARE

Libur semester

"Apa kabar anak papah? Kok baru kesini sekarang sih?" ucap Randi sembari memeluk Luna.

"Baik pah. Aku kesini bareng pak Richard, katanya dia ada urusan di Gunung Kidul. Jadi aku sekalian deh dibeliin tiket pesawat juga. Hehe"

"Baik banget. Makasih dari papah ya.."

"Iya pah alhamdulillah, ada mereka aku jadi bisa terus kuliah. Terlebih aku juga gaperlu bayar kosan kan. Ini berkat sikap papa dulu suka baik sama anak-anak magang sih jadi karma baik datang ke aku. "

"Papa selalu doakan kamu disini, syukurlah kamu dikelilingi sama orang-orang baik"

***

Semua mata tertuju pada Anggara. Richard dan Nida sebenarnya tidak ingin anaknya berkata begitu agar orang tua Luna tidak khawatir akan sesuatu, memang jahat bila berbohong tetapi ini lebih baik menurutnya. Sedangkan Randi dan Lintang beralih pandang ke putri bungsunya, seolah meminta penjelasan.

"Papah, Mamah.. Jangan khawatirkan sesuatu, aku gak macem-macem kok. Yang di kata tuan Anggara memang benar adanya, aku akan dijadikan istri kedua. Maka dari itu restui hubungan kami" ucap Luna.

Maaf pah, Luna lakuin ini demi papah. Batin Luna.

"Pak, bu, saya dan suami benar-benar menginginkan Luna menjadi menantu kami. Anggara, walaupun dia terlihat seperti ini namun dia lelaki yang bertanggung jawab atas semua tindakannya. " kini Nida yang mencoba mencairkan suasana. Randi tahu keluarga majikannya ini sangat baik pada anaknya, Luna selalu bercerita seperti itu setiap hari. Ingin Randi menolak dan langsung mengusir mereka, tetapi mungkin bila ia merelakan anak bungsunya setidaknya anak bungsunya akan serba kecukupan bila ia menjadi bagian keluarga Gibson.

"Luna.." ucap Randi lembut. "Sudah papah bilang sebelumnya, papah tidak mau mengatur apapun didalam hidup kamu kan? Bila itu membuat kamu nyaman dan bahagia, maka lakukanlah apa yang kamu inginkan. Papah yakin kamu sudah dewasa. Dan ingat tujuan kamu pergi ke Bandung untuk apa? Yang papah harapkan hanya kelulusanmu di kampus, selebihnya itu terserah kamu. Asal kamu tahu, pernikahan itu hal yang sakral dan tak patut dipermainkan " ucap Randi setelah menarik nafasnya panjang. Luna hanya terlihat berkaca-kaca menatap Randi seolah tak percaya dirinya mempunyai ayah sebijak itu.

"Luna sangat bahagia karena keluarga nyonya Nida menyayangi aku selama ini pah" ucap Luna yang kini tangisnya pecah. Lintang hanya mematung, takdir apa yang tuhan berikan untuk anak bungsunya ini.

Nida memeluk Luna, tangisnya ikut pecah. Lintang juga sama, ia berhambur peluk dan ketiganya menangis bersama. Richard dan Randi juga terlihat haru. Hanya berbedanya di perasaan masing-masing. Richard dan Nida bahagia karena Luna akan menjadi menantunya, sedangkan Randi dan Lintang terharu karena nasib yang anak bungsunya alami terlebih mereka tak banyak memberikan kebahagiaan.

"Jadi, rencana pernikahannya kapan?" ucap Randi bertanya pada semuanya.

"Saya mau pernikahan dilaksanakan minggu depan. Kebetulan saya sudah melamar anak anda. " kini Anggara kembali bersuara. Luna dengan senantiasa memperlihatkan benda yang melingkar di jari manis sebelah kirinya. Randi menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan.

"Secepat itu?" ucap Randi. Anggara mengangguk dan mencoba tersenyum. "Baiklah. Saya akan sangat bersedia untuk menjadi wali dari Luna"

***

Luna dan Lintang berkecamuk dengan alat-alat dapur yang lengkap karena bekas peninggalan dari kejayaan keluarganya. Nida dan Richard memilih untuk berjalan-jalan dihalaman kebun yang ada dikediaman orang tua Luna ini di tuntun oleh Randi, mereka sangat pas untuk mengobrol karena keduanya suka tanaman.

"Lun.. Temenin masmu di sana gih, kasian sendirian. Biar mama disini aja yang masak. " ucap Lintang.

"Aku kangen masak bareng mamah. Gak papa ah dia kan udah gede mah" ucap Luna yang tak terlalu ingin menemani calon suaminya itu.

"Ishhh gimanapun juga dia tamu sayang dan dia calon suami kamu, gimana sih" ucap Lintang yang mengambil sayuran yang dipegang oleh Luna. Luna mendengus sebal dan menuruti perkataan ibundanya.

Ia melangkahkan kaki menuju ruang tamu kembali. Dilihatnya seorang lelaki matang sedang menatap layar ponselnya. Apapun ekspresi wajah dan pose badan yang dilakukan Anggara, tak akan pernah aura ketampanannya terhilangkan. Luna mulai mengagumi lelaki yang selalu memerintahannya itu, Luna langsung menyadarkan dirinya dan melanjutkan langkahnya mendekat.

"Tuan? Butuh sesuatu?" ucap Luna. Kini Anggara mendongak dan menggeleng juga tersenyum.

"Boleh kita bicara?" ucap Anggara. Diangguki oleh Luna.

"Tentu saja tuan. " ucap Luna lalu duduk disebelah Anggara.

"Maaf.." ucap Anggara sembari menatap Luna teduh.

"Un untuk apa tuan?"

"Semuanya" ucap Anggara semu. Luna menatap sekitar, ia takut percakapannya didengar oleh seseorang.

"Apa sih tuan, saya gak papa kok gak usah minta maaf. Toh kita udah obrolin kan kemarin? Dan kita udah deal delan juga, gak usah dibahas lagi yang penting kita jalani kedepannya kayak gimana" ucap Luna dengan setengah berbisik mencoba santai.

"Saya tidak akan lama bermain seperti ini. Ayahmu benar, pernikahan adalah hal yang sakral dan saya mempermainkan hal yang sakral itu. Terimakasih sudah mau menjadi teman bermain saya" Luna mengambil nafas dan membuangnya pelan.

"Asalkan apa yang saya mau kemarin, anda lakukan. Maka saya akan senantiasa membantu anda tuan" ucap Luna dengan segala ketegasannya.

"Tentu. "

***

Setelah acara makan-makan selesai, keluarga Gibson dan Luna harus beranjak dari tempat itu. Luna tadinya ingin menetap beberapa hari tetapi mengingat jadwal sidang yang tinggal beberapa hari lagi, ia mrngurungkan niatnya. Keluarga Luna akan tiba di Bandung H-2 sebelum ijab kobul. Vinna sang kakak ternyata tidak sempat datang karena banyak urusan yang harus ia selesaikan.

Dengan penerbangan yang memerlukan waktu 1jam 10 menit itu, akhirnya Luna dan keluarga Gibson turun di bandara Husein Sastra Negara. Anggara memilih untuk langsung beranjak pergi kesuatu tempat karena pekerjaan. Padahal ini sudah hampir tengah malam, tetapi Luna tak terlalu memperdulikan itu.

Dua hari kedepan, Luna tak melihat tuan Anggara yang akan menjadi suaminya tersebut. Nida mengurus segala acara yang akan dilaksanakan di rumah besarnya hari Minggu nanti, yang tentunya berbagi saran dan pendapat dengan Luna yang akan menjadi Ratu di acara itu.

"Luna, hari ini kamu kemana?" ucap Nida terdengar dari arah belakang. Luna yang sedang memetik bunga mawar menoleh.

"Luna gak kemana-mana kok nyonya. Ada apa?"

"Kita ke toko mbak Lily yuk. Saya mau pesen bunga buat dekor rumah nanti. " ucap Nida lembut.

"Baik nyonya. Saya bersiap terlebih dahulu"

Kemarin baju dan pelaminan, trus makanan. Sekarang dekor, besok apalagi ya? Nikah ternyata seribet ini. Batin Luna.

Luna melangkahkan kaki menuju paviliun dan keluar dengan balutan dress biru selutut dan memakai kardigan hitam juga rambutnya terurai bebas. Berjalan menuju mobil sedan putih milik majikannya itu.

"Kamu cantik banget pake dress kayak gitu. Kalau keburu kita ke paskal ya beli barang-barang buat seserahan. Maaf saya lupa kalau anak saya laki " ucap Nida lembut dan membuka pintu belakang mobil. Luna hanya mengangguk pasrah, ia mau tak mau harus menuruti calon mertuanya ini.

Tak memakan waktu lama, mereka sampai di salah satu toko bunga yang rimbun akan tanaman-tanaman segar menyejukkan. Mereka masuk kedalam toko tersebut dan langsung menyapa karyawan disana yang Luna kenali adalah Alisa, temannya dulu saat dirinya menjadi pegawai disana sebelum ditarik oleh Nida untuk menjadi florist keluarga Gibson.

"Hai Luna, lama gak ketemu nih. Apa kabar? Kamu makin cantik deh" ucap Alisa. Luna tersenyum malu.

"Kami kesini mau pesen bunga Al buat acara kecil. Mom Lily ada kan?"

"Ohh ada kok. Aku panggilin dulu sebentar ya" Alisa masuk kedalam, lima menit kemudian keluar lah Alisa dengan seorang perempuan setengah baya sedikit berisi.

"Ehh Luna, dan hallo Nida. Apa kabar?" ucap Lily menyapa keduanya. Luna mendengar panggilan Nida tanpa kata sebutan didepannya sedikit aneh.

"Baik sekali, kamu sendiri gimana? " ucap Nida sembari membalas cipika-cipiki mereka. Keduanya adalah sama-sama teman dibangku kuliah dan bersatu karena cinta dengan benda yang sangat indah yaitu bunga dan tanaman hias.

"Baik.. Yuk duduk, Luna yuk" ujar Lily. Nida dan Luna mengiyakan.

"Gini, saya mau pesan bunga untuk acara pesta dirumah. Seperti biasa bunga yang simpel ya tapi banyak daunnya. Bunganya jangan banyak-banyak deh, biar naturan gitu" ucap Nida.

Lily mengangguk-angguk kemudian mengambil sebuah pot. Mengisi dengan busa basah dan mulai mencoba merangkai sesuai keinginan sang pelanggan. Sesekali Nida dan Luna berkeliling memilih bunga yang kira-kira mereka sukai. Tak lama rangkaian bunga itu selesai, keduanya terlihat sangat puas.

"By the Way, untuk acara apa nih? Adhitya mau tunangan ya? Atau syukuran lagi?" ucap Lily

"Nih Luna mau nikah.." ucap Nida tersenyum. Alisa menyimak dan langsung penasaran, menatap Luna merasa kebingungan.

"Ohiya? Acaranya dirumahmu begitu? Kok bisa?" ucap Lily semakin penasaran.

"Dia bakal nikah sama anak saya" ucap Nida sedikit berbisik namun sangat bangga membagi kabar tersebut. Lily terkejut menutup mulut yang menganganya. Lalu ia mengangguk-angguk, ia tak menyangka mantan karyawannya akan menikah dengan anak teman seperjuangannya.

"Sama Adit ya? Tapi Adit belum selesai kuliah di Semarang kan? Satu angkatan sama Mawar anak saya kan?"

"Bukan sama Adit ih"

Lily semakin terkejut. Ia tahu bahwa anak yang belum menikah hanya Adhitya saja.

"Jadi Luna.. sama Anggara? Begitu?" ucap Lily yang masih tidak percaya. Luna hanya menundukkan kepalanya dan Nida mengangguk-angguk malu dan tersenyum.

"Yaampun Luna, kamu hebat ya bisa mencuri hati Anggara yang tampan itu. Jujur deh saya juga suka sama dia, rela deh dijadikan yang kedua" ucap Lily menggoda. Alisa yang menyimak seolah terkejut, memandang Luna seolah meminta penjelasan tetapi Luna memberi kode bahwa ia akan menjelaskannya nanti.

"Yaudah konsep bunganya seperti ini saja ya saya pesan sepuluh. Nanti sya minta sebesar ini dua buah untuk ruang tamu dan ruang tengah. " ucap Nida sambil menunjukkan foto dari ponselnya. Lily mengangguk paham.

"Yang kecil untuk meja makan tiga puluh lima yah. Terus minta rangkaian untuk tangganya dan percikan hiasan diatas kolam renang juga. Duh saya jadi gasabar nih rumah pasti bakal indah banget"

"Konsep kamu tuh memang paling unik Nida. Saya pasti bisa kok, bahan tangganya dari kayu kan?" ucap Lily. Nida mengangguk, sedangkan Luna masih tidak percaya dan membayangkan akan seperti apa acara pernikahannya nanti bila dekor saja sudah ke kolam renang.

Lily membuka album foto dan memperlihatkan foto pada keduanya. Sampai kemudian Nida menyetujui salah satu yang menurutnya simpel namun terlihat elegan dan tentu saja dibantu dengan pendapat Luna.

*Kitakitaja*

Luna: Guys, besok aku sidang. Abis itu, kita ketemu yuk. Aku mau ngomong sesuatu.

***

Tbc-

1
Amilawati
cerita versi pelakor ini,,,pelakor ttp pelakor yg menjijikan TDK ad pelakor baik, cerita ini hanya hayalan seorang pelakor
Siska Siswanto
kapan ni up-nya?
🐧 Pororo 🐧
please, jangan stop lagi yah kak 🙏
Zenecka
ah happy bgt novelnya lanjut lg... sehat selalu kaaaa /Kiss/
Yovita Sintadewi
ya selalu aku lihatin, tidak ada kelanjutannya, dah hampir 1 thn thor
Tiwik Firdaus
emang udah diurus surst cerai terus udah diserahkan kembali kepada kefua orang tuanya dan menjelaskan semuanya bahwa anak yang dikandung silvi bukan anaknya
Tiwik Firdaus
ceraikan saja silvi udah selingkuhan kamu aja katanya diselidiki kok ngak ketauan2 sekingkuh to silvi kapan terbongkarnya masak nunggu sampai lahir baru ketsuan
Tiwik Firdaus
kebanyakan mikur anggara jadi bodoh sekarang
Tiwik Firdaus
makanya jadi laki jangan diam saja seperti kambing congek selidiki yang serius mana ada wanita hamil diantar kedokteran suaminya ngak mau masuk akal ngak hadi oria bodoh banget kamu katanya pinter jadi ceo kok bodoh jadi suami
Tiwik Firdaus
jangan percaya anggara kalau kamu udah lama ngak berhubungan badan sama dia kan twrus katanya kamu mengawasi silvi tau dong kalau silvi sering ketemuan sama mantan pacarnya
Tiwik Firdaus
biasa ngak ada tampan2nya sama sekali
Qorie Izraini
karena terlalu cinta kang Angga jd begi dan labil

kasihan mbak luna yg jd korban.
tapi y sdh lah, takdir kehidupan terus berlanjut, dengan jln ny masing2
Qorie Izraini
si jalang kena karma 😀😀😀
Mugi yg bosan dengan usaha ny tuk tanggung jawab pergi.
raasain lo dilvi nikmati hasil yg kau tanam
Qorie Izraini
lah udah taumlm pertama ny sama silvi jln tol, msh saja cinta setengah mati, gsk bisa mov on lg.
pantes aja si silvi ngelunjak.
Anggara ny yg bego
Qorie Izraini
dasar jd suami kok bego amat
udah di selinguhi, masih ja mau baikan.
stukurin ..bakalan ngebesarin anak orang yg nitip benih ny ke rahim silvi
Qorie Izraini
dasar istri jalang...
tapi takut di cerai kan 😀😀😀
takit gsk dapatateri dari kamg Anggara 😁😁😁
Qorie Izraini
sombong banget kang anggara, bikang gak tertarik.ntar bucin baru tau rasa.atau....
gak bisa mov on dari istri tercinta ny yg terang2 an selingkuh di belakang ny.
nino
thor ini upnya 2 tahun lagi ya
amalia
keren bgtt cerita nyaaa👏👏👏👏👏
amalia
apa suami nya nadine.selingkuh sm silvi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!