NovelToon NovelToon
Novel Mecha "GEAR TEARS"

Novel Mecha "GEAR TEARS"

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Romansa Fantasi / Kehidupan Tentara
Popularitas:354
Nilai: 5
Nama Author: KIRA

GEAR TEARS
Novel Bertema Mecha Militer

Di dunia yang telah hancur oleh kemunculan makhluk misterius bernama Cataclysm, umat manusia hanya mampu bertahan hidup di dalam kubah raksasa yang disebut Station. Untuk melindungi peradaban yang tersisa, organisasi militer The Hawk membentuk pasukan elit Grey Wings, para pilot yang mengendalikan robot tempur raksasa bernama Neo Gear.

Shin, seorang pilot muda Grey Wings Station 05, menjalani hidupnya seperti pilot lainnya hingga bertemu dengan seorang wanita misterius bernama Belial. Dengan tanduk biru, ekor panjang, dan kekuatan yang melampaui manusia biasa, Belial menyimpan rahasia yang dapat mengubah segalanya: ia adalah seorang hybrid manusia dan Cataclysm.

Di tengah meningkatnya serangan Cataclysm dan konspirasi yang tersembunyi di balik organisasi The Hawk, Shin dan Belial perlahan membangun ikatan yang seharusnya tidak pernah ada. Namun, ketika masa lalu yang telah lama dikubur mulai bangkit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KIRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 2 "Rumah Baru"

Chapter 2

Setelah penyerangan itu, tim Grey Wing 05 berkumpul diruang brifing didalam Station. “yang tadi kita lawan… itu kelas Thrones ya?”, tanya Sua denga nagak bingung denga napa yang terjadi. “ya.. muncul pertama kali ditambang magma dekat station 3..”, jawab komandan Ace dengan tegas. “tapi… kenapa dia malah mengarah kesini?”, tanya Lie dengan rasa heran. “soal itu… masih kami selidiki..”, jawab komandan Ace. sambil menghela nafas gelisah. Shin justru terlihat melamun lagi mengingat saat kemunculan Exceed Gear Eagle. Tak lama seseorang masuk kedalam ruang brifing. “pergerakan kalian sangat buruk dan berantakan… “, ucap wanita bertanduk biru. Semua orang terkejut dan terpaku dengan tanduk birunya. Namun Shin jauh lebih terpaku bahkan sulit untuk membuang pandangan.

Wanita bertanduk itu hanya menatap dengan dingin dan sinis. “idihh… apa apaan, datang datang langsung di roasting”, keluh Huah dengan nada bisik kearah Mei dan Elas. Mei hanya terkekeh lembut. “Belial… mantan anggota elit yang dikirim The Hawk… mulai saat ini dan seterusnya kau akan ditempatkan pada tim ini..”, ucap komandan Ace dengan tegas dan memerintah. “aduh.. males malesin banget.. balikin aku ke garis depan kalau gitu”, jawab Belial si wanita bertanduk dengan acuh. “Belial! Ini printah The Hawk..”, sentak komandan dengan tegas. “huh! Baiklah.. jika bukan perintah The Hawk aku amit amit berdiri di sini”, ucap Belial dengan arogan dan sombong. Hal itu membuat tim tersinggung.

Saat di home Shin merapihkan Kasur tempat Belial akan tidur. “tandukmu.. apakah asli?”, tanya Shin dengan heran. Belial tidak menjawab, ia hanya menatap luar jendela, rambut hitam panjangnya yang terurai berkibar karena Angin. “disini.. adem juga..”, ucap Belial dengan nada lembut. “kenapa kau menatapku seperti tadi?”, tanya Belial. “aku..”, Shin menghadap kearah luar jendela juga. “tandukmu… sangat cantik, aku tidak bisa memalingkan pandanganku”, ucapan Shin entah mengapa menggoyahkan sedikit hati Belial. Belial berdehem dan berusaha untuk tetap jaga image.

Saat makan siang Belial terlihat makan dengan lahap dan berantakan. Yang lain terlihat kaget dengan cara makan Belial, ia bahkan makan dengan tangan tanpa sendok, agak menjijikan. Sua hanya bisa mencubit pangkal hidungnya karena frustasi. “whoa.. cantiknya langsung ilang waktu dia makan”, ucap Lei dengan sedikit nada geli. “huh.. sok sokan tinggi, table manner aja ga bisa”, ucap Zhou dengan bisik. “wajar.. dia kan dari garis depan.. pasti dia sudah lama tidak makan”, jawab Teiben dengan tenang.

Di Highlander para pimpinan The Hawk sedang berdiskusi. “semenjak kedatangan Belial, aktivitas Cataclysm jadi aktif ya..”, ucap salah satu petinggi The Hawk yang pendek. “bukankah itu wajar karena Belial Adalah hybrid manusia dan Cataclysm”, ucap petinggi The Hawk yang wanita. “tapi... sebelumnya tidak seperti ini.. ini bertepatan dengan saat dia dipindah tugaslan.”, ucap petinggi The Hawk yang agak tua. “sebaiknya kita awasi terlebih dahulu... sepertinya ini ada kaitannya dengan kejadian 14 tahun lalu..”, ucap ketua The Hawk.

Saat didalam Station Shin melihat lihat pemandangan kota. “Station.. sebuah kubah pelindung.. tempat dimana manusia tinggal dari ancaman dunia luar.. kami menggunakan energi Magma bawah tanah sebagai bahan bakar dan pembangkit listrik. Magma jugalah makanan bagi Cataclysm... itu alasan Cataclysm sering menyerang Station karena mengincar sumber daya makanan mereka. Maka dari itu The Hawk membangun tim pengaman yakni Grey Wings di setiap Station.. burung yang bersembunyi didalam sangkarnya..”.

Saat Shin berkeliling di dalam Station, di bagian balkon ia melihat Belial duduk di ujung pagar, kakinya menggantung tanpa rasa takut. Shin yang khawatir langsung berlari dan memanggilnya. “Belial! Di sana berbahaya, cepat kemari!” Seruan itu hanya dibalas Belial dengan tatapan tajam yang menusuk, seolah menembus pikirannya. “Kenapa… kau peduli padaku…” tanyanya pelan namun sarat keheranan. “Jika kau jatuh, kau akan mati!” jawab Shin cepat sambil mengulurkan tangan, jemarinya sedikit gemetar. “Mati? Aku tidak takut mati… kau… aku… kita semua cepat atau lambat pasti akan mati…” ucap Belial dengan nada pesimis, matanya kosong menatap jauh ke luar stasiun. Tanpa peringatan, ia melompat tinggi, mendarat tegak jauh di belakang Shin dengan gerakan yang nyaris tak bersuara. “Jangan pedulikan orang yang tidak mempedulikanmu… di saat kematian tiba… tidak akan ada yang peduli pada orang lain… yang penting adalah menyelamatkan diri…” Kata-kata Belial itu menggantung di udara, membuat Shin terdiam, hatinya terasa berat, tak sanggup mengeluarkan sepatah kata pun..

Di suatu ruangan komandan Ace sedang meneliti sesuatu dengan profesor Jing. “darah Shin bereaksi pada Belial?”, tanya komandan Ace dengan terkejut. “yeah.. sebuah reaksi tak biasa, seakan akan darah Belial menjadi magnet bagi darah Shin”, ucap profesor Jing. “tapi.. bagaimana bisa ini terjadi? Setauku Shin hanya anak biasa..”, komandan Ace menunduk, seakan mengetahui sesuatu.

Di home, Belial terlihat berbincang dengan Sua. “Gear milikmu… Exceed Gear bukan?” tanya Sua dengan nada ramah. “Huh… cuma ada satu di dunia…” jawab singkat Belial, bibirnya terangkat sedikit membentuk senyum sombong. “Kau ketuanya bukan? Jangan harap aku akan patuh denganmu…” Nada santai itu langsung mengubah ekspresi Sua; senyum yang tadi hangat kini memudar, digantikan tatapan tegas. “Kamu berada di tempat kami… maka kamu harus ikut peraturan kami,” ujarnya dengan suara yang mengeras. “Hoo… mulai memerintah, ya?” Belial mendekat, berbisik tepat di telinga Sua. “Cepat atau lambat… kita semua akan mati… dan peraturan tidak akan berlaku lagi…” katanya dengan nada angkuh. “Jangan terlalu percaya diri! Kau pun belum tentu hidup!” balas Sua dengan kesal, kedua tangannya mengepal. “Memang… cepat atau lambat semua akan mati… dan aku sadar itu sepenuhnya… tapi aku tidak takut…” Belial menyenggol bahu Sua dengan sengaja, lalu melangkah pergi tanpa menoleh, meninggalkan hawa dingin di antara mereka.

Suara alarm bahaya menggema di seluruh stasiun, bercampur dengan lampu merah yang berkedip di setiap sudut. Lantai bergetar ringan, membuat para personel Grey Wings bergegas meninggalkan pos masing-masing. Dalam hitungan detik, semua sudah berkumpul di ruang briefing. Holo-layar di tengah ruangan menyala, memproyeksikan peta tiga dimensi dengan titik merah berkedip mendekati Station 5. “Cataclysm terdeteksi mendekat ke arah Station 5.”, suara Komandan Ace berat dan terukur, namun sorot matanya tajam. Jemarinya mengetuk layar, memunculkan siluet makhluk. “Kelas Archangel, tipe Quadrupedal… tinggi 490 ft.”, Lie memiringkan kepala, matanya menyipit. “Wah… bentuknya seperti rusa…”, gumamnya. “Dan mereka tidak sendirian.”, lanjut Ace, memperbesar gambar. “Jumlahnya terdeteksi tiga ekor.”, Senyum tipis terlukis di wajahnya. “Ini adalah hal mudah.”, Zhou terkekeh, matanya menyala penuh antusiasme. “Yeah, sangat mudah! Akan kami selesaikan kurang dari satu jam.” Komandan menatap Belial dengan tatapan tegas. “Eagle belum dapat surat resmi dari The Hawk.. jadi kau belum dapat ijin untuk meluncur”, ucap Komandan Ace. “huh.. bahkan walau dengan ijin pun aku tidak sudi”, jawab belial dengan arogan dan nada meremehkan. “Kau!”, saat Sua tersulut emosi Shin menenangkannya.

Neo Gear pun diluncurkan. Raven dan Swan mengincar Cataclysm dibagian barat. Cassowary dan Stork mengatasi di sisi timur. Feng Huang dan Phoenix menghadapi dibagian utara. Sementara Pigeon, Sparrow, dan Red Kite menjaga Station dari garis belakang. Stork bergerak disamping cataclysm itu lalu melumpuhkan kaki depannya hingga Cataclysm itu jatuh terjungkal, dan saat Cataclysm itu terbaring lengah, Cassowary melompat dan menusuk core Cataclysm itu. Di sisi utara Phoenix memanjangkan tombaknya seperti tali dan mengikat badan Cataclysm itu lalu Feng Huang berjalan dengan kecepatan penuh secepat angin dan menusuk core Cataclysm itu lalu meledakannya. “huhu~ aku kerenkan?”, ucapnya dengan nada sombong. “hey! Siapa yang membantumu menahan Cataclysm itu hah!?”, ucap Huah dengan nada tinggi karena kesal.

Raven akan mencegat jalur Cataclysm, namun kelihatannya Shin tidak fokus. Pikirannya dipenuhi oleh bayangan Belial, “Shin! Dia kearahmu!” Shin yang tak fokus kaget dan tertabrak Cataclysm itu, Raven ikut terseret oleh Cataclysm itu. Untung saja Swan dengan cepat menembakan rudal dan segera mematikan Cataclysm itu. “Shin.. kau ini kenapa!?”, tanya Sua dengan nada tinggi bercampur emosi. Tiba tiba terdeteksi 5 kawanan lagi mendekat. “ lima Cataclysm lainya mendekat!” ujar Teiben. Sparrow melumpuhkan salah satu Cataclysm dengan salah satu senapannya. 4 kawanan sisanya membangun formasi melebar agar tidak dapat dijangkau tim 5.

“Elas… Shin… giring mereka menjauh… Huah… kawal agar tidak keluar jalur. Zhou, Lei, Teiben, bersiaga di ujung jalur. Mei, Sei, lumpuhkan dari kejauhan… mengerti?!” suara Sua tegas, tak memberi ruang ragu. “Baik, Kapten!” ucap mereka serentak tanpa ragu. Raven dan Cassowary melaju, membelokkan kawanan Cataclysm dari arah Station, debu dan serpihan tanah beterbangan di setiap hentakan kaki raksasa itu. Phoenix, dengan tombaknya yang berubah menjadi tali, mencambuk keras seekor yang nyaris keluar jalur, bunyi logam menghantam daging bergema singkat. Sparrow dan Pigeon membidik tepat bagian vital kaki, pinggul, dan tanduk komunikasi memutus koordinasi kawanan. Formasi musuh buyar. Dalam celah itu, Stork melesat, menusukkan tombaknya tepat ke core, pecah dalam kilatan singkat. Red Kite melompat dari ketinggian, menembus core lawan kedua, darah dan serpihan chitin menghujani tanah. Feng Huang, secepat hembusan badai, menebas satu lagi hingga tubuhnya terbelah bersama core yang hancur. Tersisa satu. “Ugh, Hei! Dia kabur!” teriak Lei. Cataclysm terakhir berlari, namun tombak Phoenix memanjang, talinya melilit, lalu ujungnya menembus core. Ledakan singkat memutus nyawa makhluk itu. Hening kembali menyelimuti medan, hanya tersisa nafas berat para pilot dan bau logam di udara. Dari layar Belial terlihat sedikit kagum dengan formasi dan kerja sama mereka. “kagum?” tanya komandan Ace dengan nada tegas namun tenang. “huh? Apanya.. formasi berantakan begitu juga!” Belial menggelengkan kepalanya tak ingin mengakui.

Setelah pertarungan itu terlihat cewek cewek dikamar mandi lagi ngegosip soal pertarungan kemarin. “hey.. ngerasa ga sih akhir akhir ini Cataclysm mulai banyak bermunculan.” Ucap Huah. “mungkin saja mereka sedang musim kawin bukan?” jawab Mei dengan lembut. “tapi kelihatannya tidak sesederhana itu..” ujar Elas sambil membilas tubuhnya dengan air. “kau tau sepertinya ada kaitannya sama si Belial deh..” ucap Huah blak blakan. “hei.. jangan bicara begitu.. ga sopan.” Kata Mei dengan sedikit nada khawatir namun lembut. “gimana ga bicara begitu! Lihat aja tanduknya.” Huah sampai meletakan telunjuknya didahi memperagakan bentuk tanduk dengan jenaka. “kalian diamlah!” ujar Sua dengan tegas. Tak lama Belial masuk kedalam kamar mandi dan menjadi pusat perhatian.

Cewek cewek itu agak tertarik dengan bentuk dalaman Belial yang tidak standar pilot Gear lainnya. Dalaman milik Belial berbentuk renda, sedangkan milik pilot kebanyakan berbentuk putih polos biasa. “bra nya kayak gitu apa gak gatal ya? Eh btw tet\*knya gede bet buset” komentar Huah secara blak blak namun bisik disamping Mei, Mei hanya cekikik geli dengan lembut. Belial berdehem tegas tanda tersinggung lalu saat semua hening Belial lanjut membilas tubuhnya.

Dikamar mandi pria Shin melamun mengingat perkataan Belial, “kita semua cepat atau lambat pasti akan mati…” tiba tiba Zhou melompat kekolam air panas dengan Teiben, sementara Sei fokus mandi dipojokan. Lei duduk disamping Shin, “yo.. Shin.. akhir akhir ini kau terlihat sering melamun? Apa karena Belial? Yeah perlu di akui wanita itu sangat cantik” ucap Lei dengan nada ramah sambil membilas tubuhnya sendiri. “entah mengapa dia selalu muncul dipikiranku.. memikirkannya membuat hatiku berdebar debar” ujar Shin dengan nada tenang penuh kejujuran. “tapi Shin.. kau harus tetap waspada.. Belial Adalah anggota baru.. ditambah tanduknya itu… seperti Cataclysm” kata Lei dengan nada rendah merasa khawatir dan waspada. “yang pasti jangan buat Sua cemas.. kau tau kan saat kita masih di Birdcage.. suster bilang kita Adalah trio saudara.. karena kita lahir berdekatan..” Lei menepuk pundak Shin sambil tersenyum. Pikiran Shin pun jernih sejenak.

Saat makan malam seperti biasa Belial makan dengan rakus. Shin tidak bisa tidak terpaku melihat cara makan Belial, walau menjijikan tapi dimata Shin terlihat muncul dan manusiawi. Wajah Belial memerah saat dilihat Shin. “uh hey.. jangan liatin aku begitu.. kau seperti orang mesum tahu!” Shin tergagap kaku lalu membuang muka karena malu, “ah maaf aku tidak sengaja” entah mengapa Sua terlihat cemburu melihat pemandangan itu.

1
Noir
Gokill
KIRA: makasihh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!