Seorang perempuan berparas cantik nan manis menjadi barista disebuah cafe,sikapnya yang ramah serta ceria membuat para pengunjung begitu menyukainya.
Ya,dia adalah Kei seorang perempuan muda berusia 23 tahun yang mengadu nasib ke kota besar demi memperbaiki ekonomi keluarganya.
Hingga suatu saat ia dihadapkan oleh situasi yang membuatnya harus memilih antara mempertahankan cintanya atau menikah dengan seseorang yang sama sekali tidak ia harapkan untuk menjadi pendamping hidupnya.
Tetapi karena suatu kondisi tertentu membuat Kei harus menerima menikah kontrak dengan seorang laki-laki kayak bernama Nick agar masalahnya dapat selesai.
Akankah pernikahan sebatas tinta diatas kertas yang ia jalani dapat berubah menjadi cinta sejati??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rindu Setia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengapa harus begini??
Pagi-pagi sekali Troy sudah menjemput ku,aku menuruni anak tangga dengan hati yang berbunga-bunga bak seorang anak SMA yang dilanda cinta.
Memang benar,beginilah rasanya cinta yang terbalaskan.
Indah seperti mimpi namun tak ingin semua ini hanya sekedar mimpi.
"Pagi Manis"
Ha,dia memanggilku dengan sebutan manis.
Sungguh hatiku rasanya ingin meledak sejadi-jadinya.
Aku tersenyum kecil,namun kebahagiaan itu tak dapat disembunyikan dari wajahku.
"Kenapa Kei,kamu seperti anak kecil yang mendapatkan permen"
Aku hanya diam dan naik ke motor Troy,aku memeluknya dari belakang,ia tersenyum dan membalasnya dengan memegang tanganku.
Selama perjalanan menuju cafe kami bagikan sepasang merpati yang tak ingin berpisah.
Troy terus memegang tanganku sambil mengendarai motornya,padahal berkali-kali aku melarangnya agar lebih fokus ke jalanan namun ia tak menghiraukannya.
Sesampai di cafe aku berjalan terlebih dahulu,aku dan Troy sudah sepakat untuk bersikap seperti tidak ada apa-apa antara kita.
Pagi itu cafe lumayan rame,dan Troy sibuk membuat beberapa pesanan di dapur, Sedangkan aku sibuk menerima pesanan di kasir.
Tumben sekali aku tidak melihat batang hidung Prasetyo sedari tadi,biasanya ia selalu memintaku mengantarkan sarapan ke ruangannya setiap pagi.
"Kak aku mau pesan cappucino dengan toping caramel diatasnya,oh ya tambah 4 donat"
sebut beberapa remaja perempuan yang datang bergerombol itu
"Aku juga mau satu cappuccino nya"
"Aku Americano tambah sedikit gula"
"Aku sama aja deh dengan Tisa "
teriak beberapa remaja lainnya.
"Baik kak,pesanan atas nama siapa ya??"
tanyaku kepada mereka yang sedikit gaduh
"Tisa" sebut anak perempuan yang berada di depanku
"Baik kak,total semuanya 94.000. Ada lagi yang mau ditambahkan"
Mereka hanya menggeleng dan pergi dari hadapanku.
Aku memberikan menunya kepada Troy sembari aku membantunya membuatkan beberapa menu.
Lalu Troy mengantarkan ke meja segerombolan anak remaja tadi.
Sesampai dimeja itu aku melihat anak perempuan berbadan jangkung menggoda Troy dengan melihatnya secara terus menerus.
Aku hanya memperhatikannya dari balik meja kasir,Troy mencoba tersenyum ramah kepada para customer.
"Kak,bolehkah aku menyimpan nomor telepon mu"
ucap anak perempuan itu
"Atau akun Instagramnya juga boleh"
ucap salah satu temannya
Troy tak menghiraukan mereka,setelah meletakkan pesanan-pesanan tersebut ia langsung kembali ke dapur.
"Wahhh ada yang dapat penggemar baru ini"
godaku kepadanya.
"Apaan sih Kei,udah aku mau ke dapur dulu"
Jam makan siang tiba, kemudian Thomas datang menghampiriku.
"Lho Thom,bukannya kamu tidak ada jadwal hari ini"
tanyaku heran,selama ini kita bertiga selalu berbeda jadwal.
Tapi kenapa hari ini Thomas hadir.
"Mulai hari ini shift diganti,bukankah Pak Prasetyo sudah memberitahumu?"
"Haha,tidak. Ia sama sekali tidak memberitahuku soal pergantian jadwal"
"Jadi begini Kei,jika aku sama kamu masuk pagi Thomas akan datang pukul 13.00 dan salah satu dari yang berangkat pagi akan pulang pukul 15.00"
sahut Troy yang tiba-tiba berada dibelakangku.
Aku masih berfikir keras kenapa Prasetyo tidak memberitahuku sama sekali.
"Hari ini Troy yang pulang lebih awal"
jawab Thomas
"Sebentar-sebentar ini kenapa aku sama sekali tidak diberi tahu"
ucapku heran
"Nohhh jadwalnya ada dipapan dapur"
tunjuk Thomas lalu pergi ke ruang karyawan.
"Udah,bukankah lebih baik begini.
Jadi kita tidak perlu bekerja 10 jam"
ucap Troy sambil mengelus pundakku.
Okey,kuharap ini karena keteledoranku yang tidak memperhatikan dapur sedari pagi.
Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 Troy berpamitan pulang kepadaku,ia bilang akan menjemput ku setelah aku selesai bekerja nanti.
Aku mengangguk kepadanya sembari tersenyum dan ia pergi dibalik pintu kaca itu.
Cafe sudah sedikit sepi,aku meminta Thomas menggantikan ku di meja kasir,sedangkan aku pergi ke ruang karyawan.
Saat aku merebahkan diri dikursi tiba-tiba Thomas masuk tanpa mengetuk pintu. Aku kaget,dengan muka jengkel aku melemparnya dengan bantal.
"Heyy,sorry Kei"
jawabnya sembari menangkas bantal yang kulemparkan kepadanya.
"Ada apa sih,ketuk pintu dulu gak bisa apa?"
sahutku kesal
"Iya iya sorry,lain kali gak aku ulangi deh. Kecuali kalau lupa"
kekehnya
"Oh ya,kamu disuruh keruangan si bos tuh"
Tumben sekali Thomas menyebut Prasetyo dengan kata-kata"si bos"
"Udah sana cepetan"
ucapnya bawel
"Iya iya"
aku pergi dan meninggalkannya
"Tokkk tok tok"
lalu aku membuka pintunya
Telihat Prasetyo sedang duduk dengan membelakangi mejanya.
"Maaf pak,ada keperluan apa bapak memanggil saya"
tanyaku pelan
Ia membalikkan kursinya kearahku,betapa kagetnya aku bahwa yang duduk di kursi itu bukan Prasetyo tetapi malah Nicholas.
"Nickkk.."
teriakku kaget
Ia tersenyum licik kepadaku,kemudian berdiri menghampiriku.
"Hey Kei,beberapa hari ini sulit sekali untuk bertemu denganmu.
Emb apa karena sekarang kamu sudah memiliki kekasih sehingga sulit sekali untuk sekedar berbicara denganmu"
ucapnya yang berdiri dibelakangku.
Aku membalikkan diri kearahnya
"Bagaimana kamu bisa ada disini,dan dimana Pak Prasetyo"
"Apa kamu sudah lupa,bahwa aku juga pemilik cafe ini"
Aku hanya diam tak menanggapinya
"Mulai sekarang aku akan lebih sering berada disini ketimbang Prasetyo,jadi kita akan lebih sering bertemu.
Ouwww dan sepertinya kekasihmu juga harus siap-siap untuk menahan diri agar tak cemburu"
Perkataan Nick seolah-olah seperti mengancam ku dan Troy.
Aku sedikit merinding dengan nada bicaranya,apalagi sosok Nick yang mempunyai aura wajah cukup seram sebagai laki-laki yang detaktor.
"Apa tujuan kamu memanggilku kemari"
tanyaku padanya
"Heii tenang Kei,aku masih atasanmu disini"
"Maaf"
aku hanya mengalihkan pandanganku darinya,ia terus melihatku dengan tatapan menakutkan.
Ia berjalan menghampiriku sesekali mendekatkan wajahnya kearahku,aku sama sekali merasa tak nyaman.
Hingga sampai akhirnya tangannya membelai rambutku.
"Maaf apa yang bapak lakukan,jika memang tidak ada yang diperlukan saya akan kembali bekerja"
ucapku sembari berjalan ke arah pintu.
Tetapi Nick malah menghadang pintu tersebut dan mengunciya.
"Apa-apaan ini pak, kenapa bapak mengunci pintunya"
Nick justru menyudutkan ku kemejanya,ia meletakkan tangannya di samping tubuhku.
Aku ketakutan dan tatapannya semakin menyeramkan,aku menutup mataku untuk mengindari tatapannya.
"Kamu mencoba mempermainkan ku Kei"
"Aapaa maksud bapak"
"Aku sudah lama mengincarmu dan mencoba mendekatimu,namun apakah ini balasan yang kamu berikan.
Kamu justru menjalin hubungan dengan laki-laki lain dan seolah-olah mencampakkanku begitu saja"
"Saya sama sekali tak memiliki niat untuk mencampakkan anda pak,dan saya sama sekali tidak tahu perihal bapak mengincar atau mendekati saya"
"Okelah Kei,aku percaya karena kepolosanmu itu. Tapi apakah sekarang aku perlu merebutmu dari laki-laki itu"
Aku mencoba melepaskan diri dari Nick dan berlari kearah pintu.
"Aku akan membuat hubungan kalian tidak bertahan lama Kei"
teriak Nick kepadaku.
Aku tak menghiraukannya dan pergi dari ruangan itu.
Aku kembali ke ruang karyawan dan terduduk lemas.
Tidak ku sangka Nick akan seperti ini,bagaimana mungkin ia suka kepada perempuan yang sama sekali tidak mempunya kelebihan ini.
Setelah beberapa saat menenangkan diri aku kembali ke depan,Thomas memandangku dengan wajah bingung.
"Hei Kei kamu kenapa"
aku hanya diam tak menghiraukan,Thomas menyodorkan segelas air kepadaku.
Aku mengambilnya dengan tangan sedikit bergetar.
"Kamu sakit Kei??"
tanyanya lagi
"Aku baik-baik saja Thom"
"Tapi mukamu seperti habis melihat hantu saja"
nada bicara Thomas kali ini serius.
Aku meninggalkannya dan pergi ke toilet,ku basuh mukaku dan menghela nafas.
Aku berharap kejadian tadi tidak pernah ada.
Jam sudah menunjukkan pukul 17.00,aku dan Thomas membersihkan seluruh cafe.
Tiba-tiba Nick muncul dari ruang kerjanya,dan berdiri di depan meja kasir.
Ia melihatku dan seperti biasa senyum licik itu selalu ada disudut bibirnya.
Thomas menyadari bahwa Nick terus melihat kearahku,dan sesekali Thomas melirik diriku.
"Kei,sedari tadi si bos ngelihatin kamu terus. Jangan-jangan??"
Aku semakin kesal dengan ucapan Thomas dan pergi meninggalkannya,aku mengambil tas dan beberapa barangku lalu menelfon Troy.
"Bipp,bippp... Hallo Kei"
"Troy,kamu jadi jemput aku kan?"
"Iya ini aku sudah hampir sampai cafe"
"Oh yasudah aku tunggu, hati-hati"
Lalu aku menutup telfonnya dan berjalan kedepan diikuti dengan Thomas.
Nick sudah berada di depan cafe,aku menunggu Thomas yang sedang mengunci pintu.
"Bremen bremm" suara motor Troy dan ternyata dia sudah sampai.
Aku menghampirinya tanpa melihat ke arah Nick.
"Hei Key,kamu kenapa. Wajahmu kok pucat gitu?"
tanya Troy panik
"Aku gak papa kok Troy"
"Ajaklah dia makan Troy,sedari tadi ia belum makan"
sahut Thomas yang sudah berada di sampingku.
Aku berjalan dan membonceng ke motor Troy,Nick terus memperhatikan kami bertiga.
"Kita duluan ya Thom"
sapa Troy kepada Thomas dan menganggukkan kepalanya ke arah Nick.
"Okey bro hati-hati"
jawab Thomas
Nick hanya melihat kami pergi tanpa exspresi sedikitpun.
Disepanjang jalan,Troy terus menanyai tentang keadaanku,aku hanya diam dan menggeleng.
Tiba-tiba Troy menghentikan motornya didepan rumah makan di pinggir jalan.
"Kita makan dulu yuk Kei,aku gak mau kalau sampai kamu sakit"
ucap Troy sambil mengelus rambutku.
Setelah kami selesai makan,Troy menawariku untuk mengajakku jalan-jalan.
Namun aku menolaknya,aku ingin segera sampai dikost karena ingin segera beristirahat.
Akhirnya Troy mengiyakannya,sesampai didepan kost Troy memegang tanganku,sekali lagi ia bertanya apakah aku baik-baik saja,aku meyakinkannya dengan tersenyum lebar.
Setelah Troy pergi aku langsung naik menuju kamarku,aku merebahkan diri di atas kasur dan menangis.
Aku takut akan perbuatan Nick tadi ia seperti sungguh-sungguh dengan ucapannya.
Aku kemudian pergi membersihkan diri supaya tenang,setelah semuanya selesai aku langsung tidur dan berharap melupakan semua yang terjadi hari ini.
laki laki selalu tersandung harta,tahta dan wanita ya.....🙏🏻🙏🏻🙏🏻
clara perempuan tak punya aclak.
Nick...lelaki bejat tak bermoral dan tak berperi kemanusiaan.
Sori Thor...terbawa alor ceritamu
makasih ya Thor boleh menikmati karyamu