PERHATIAN!!! 19++
DEWASA
FANFICTION
MADAHINA (Madara & Hinata)
Menceritakan seorang pria bernama Madara Uchiha yang memiliki dendam pada mantan kekasihnya bernama Hikari Hyuuga yang sudah menghianati cintanya demi Hiashi Hyuuga. Dendam itu makin menjadi setelah Hikari memiliki putri yang bernama Hinata.
Dendam Madara tertuju pada Hinata, dia ingin menunjukkan bahwa dia juga bisa melawan Hiashi. apakah Hinata akan mendapatkan kebahagiaan atau penderitaan? Ataukah Madara malah mencintai Hinata dengan seoring berjalannya waktu?
By
Ucu Irna Marhamah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucu Irna Marhamah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEHARMONISAN
MASIH 19++
Madara mengambil sabun kemudian membersihkan tubuh Hinata dengan sabun.
"Maaf " kata Madara.
"I.. Itu ke..kewajibanku" kata Hinata pelan.
Madara tidak sengaja memegang payudara Hinata membuat Hinata menggelinjang geli.
Kejantanan Madara juga bereaksi. Madara meremas payudara Hinata dengan pelan.
"Hhh" desah Hinata pelan. Madara ikut kedalam bath up tanpa memperdulikan pakaiannya yang basah.
Madara menindih Hinata kemudian mencium bibirnya. Kedua tangannya meraba dan meremas apapun yang ada ditubuh Hinata.
"Hhhh" mereka mendesah bersamaan disela ciuman mereka.
Madara menurunkan resletingnya. Kejantanannya sudah berdiri tegak. Madara mengarahkan kejantanannya ****** Hinata.
"Apa kau siap? " tanya Madara memastikan Hinata mau menerima miliknya.
Hinata mengangguk malu. Perlahan Madara memasuki ****** Hinata.
"Hhh" desah Hinata. Madara tidak mengalami kesulitan seperti semalam. Dia pun menggerakkan pinggulnya.
"Hhhh"
Desahan-deasahan terdengar menggema di kamar mandi tersebut.
Madara menyetubuhi Hinata didalam bath up. Kecipak air dan peraduan tubuh mereka membuat suasana makin panas.
Akhirnya Madara mencapai puncaknya dan menyalurkan semua benihnya didalam rahim Hinata.
Madara terkulai lelah diatas tubuh Hinata tak peduli tubuhnya basah karena air bath up.
Beberapa menit kemudian, Madara beranjak dari bath up lalu membasuh tubuh Hinata.
"Emm.. Bi..biar aku sendiri yang membersihkan tubuhku, Madara -kun keja saja" kata Hinata.
"Aku tidak kerja hari ini, kau yakin bisa mandi sendiri? "
"I.. Iya.. Jika kau yang memandikanku, aku takut malah tidak jadi mandi" kata Hinata pelan dengan pipi merona.
Madara mengerti maksud Hinata. Dia pun menyeringai nakal. "Baiklah aku ke bawah akan memasak, jika butuh sesuatu panggil saja aku" kata Madara kemudian berlalu setelah Hinata mengangguk.
Madara pun memasuki dapur dan mulai meracik masakan untuk sarapan hari ini.
Madara memasak sup, nasi dan steak sapi. Terdengar langkah kaki tertatih memasuki dapur. Madara menoleh ternyata Hinata.
Madara menghampirinya dan membantunya berjalan. Madara pun duduk dan menarik Hinata agar duduk dipangkuannya.
"Hhh.. Ma.. Madara -kun.. Aku.. "
"Jangan menolak" kata Madara.
Hinata pun terdiam. Madara menyuapi Hinata. Hinata menerimanya. Hinata juga menyuapi Madara.
♡♥♡♥♡♥♡
Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan.
Hinata dan Madara tengah makan siang di mansion mereka. Tiba-tiba, Hinata merasa mual. Dia segera beranjak dari duduknya kemudian bergegas ke kamar mandi.
Madara menyusulnya. Dia melihat Hinata terus muntah. Madara memijit-mijit tengkuk Hinata.
"Hhh" Hinata membasuh mulutnya.
"Sayang, kau masih merasa mual? " tanya Madara.
Hinata menggeleng.
"Mungkin kau mengandung, ayo ke rumah sakit " kata Madara.
Hinata terkejut. Mengandung? Menjadi seorang ibu di usia 20 tahun?
♡♥♡♥♡♥♡
Madara menunggu diruang tunggu. Beberapa menit kemudian, dokter keluar.
Madara segera menghampirinya. "Bagaimana istri saya dok? "
"Selamat, istri anda mengandung" kata dokter.
Madara sangat senang mendengarnya kemudian segera menemui Hinata.
Hinata yang berbaring diranjang menoleh.
"Terimakasih sayang " Madara mencium bibir Hinata. Hinata terperanjat karena diruangan itu Hinata tidak sendiri. Ada 2 perawat yang saling pandang kemudian tersipu malu lalu berlalu keluar.
Madara melepaskan ciumannya. "Kenapa sayang? " tanya Madara. "Kkkau me..menciumku didepan para perawat" kata Hinata setengah menghgerutu.
"Biarkan saja, yang penting aku sangat bahagia hari ini karena kau mengandung anakku" kata Madara kemudian memeluk Hinata.
"Ja.. Jadi aku memang.. Mengandung? " gumam Hinata.
"Iya sayang, terimakasih " kata Madara.
♡♥♡♥♡♥♡
Tak terasa usia kandungan Hinata menginjak 6 bulan. Madara selalu memanjakan Hinata meski Hinata tidak rewel seperti kebanyakan ibu hamil.
Hinata melamun di dekat balkon. Madara paling tidak nyaman melihat Hinata melamun dibalkon seperti itu. Mungkin dia tidak mau mengingat mimpi buruk itu lagi.
"Emm.. Sayang lebih baik masuk, hari sudah gelap" kata Madara sambil menarik tangan Hinata. Hinata mengangguk kemudian mereka berdua memasuki kamar.
"Kenapa belakangan ini kau terlihat sedih? " tanya Madara.
"A..aku merindukan ayah dan ibuku, apa mereka juga merindukanku? " tanya Hinata sambil meletakkan kepalanya ke dada bidang Madara.
"Tentu saja, apa kau mau bertemu dengan mereka? " tanya Madara.
Hinata mengangguk.
"Baiklah akan kuhubungi ayahmu, sekarang tidurlah" kata Madara.
Hinata menurut dan merebahkan tubuhnya ke ranjang. Madara mengecup kening Hinata. Beberapa menit kemudian, terdengar dengkuran halus.
Madara mengambil smartphone nya kemudian jari lentiknya menggeser-geser diatas layar sentuh itu.
Kemudian dia meletakkan smartphone tersebut ketelinganya.
"Halo Hiashi? "
"Panggil aku ayah, bagaimana pun aku mertuamu brengsek! "
"Hmm.. Putrimu yang cantik ini sangat merindukanmu, apa kita bisa bertemu? "
"Apa yang kau lakukan pada putriku sehingga dia ingin bertemu denganku! "
Madara tersenyum menikmati kecemasan pria tua disebrang sana.
"Mungkin dia tidak tahan hidup denganku.. Hmm putrimu begitu lembut, tapi aku suka mendengarnya berteriak saat aku menyakitinya" bohong Madara.
"Dasar brengsek! Besok datang ke mansion Hyuuga akan kuberi kau pelajaran Uchiha! "
"Dengan senang hati ayah mertua"
Tut tut tut
Madara tersenyum kemudian berbaring disamping Hinata dan tertidur lelap menyusul Hinata.
Madara memang mencintai Hinata dan sudah tidak berniat membalaskan dendamnya melalui Hinata lagi. Dia berniat balas dendam dengan membuat Hiashi dan Hikari cemas. Cukup itu saja.
♡♥♡♥♡♥♡
Hari ini Hinata senang sekali karena dia akan bertemu dengan kedua orang tuanya yang 7 bulan ini tidak pernah bertemu karena alasan pekerjaan.
Tiba-tiba, Hinata merasa perutnya kontraksi. "Sayang, kenapa sayang? " tanya Madara sambil memegang perut Hinata.
"Hhh.. Mu.. Mungkin kontraksi" jawab Hinata.
"Baiklah aku akan menghubungi kedua orang tua mu agar mereka saja yang kemari" kata Madara. Hinata mengangguk.
Madara menghubungi Hiashi lagi.
"Halo mertua brengsek"
"Dimana kalian? Kenapa belum sampai juga? "
"Bagaimana jika kalian berdua saja yang kemari dan makan malam disini? "
"Memangnya apa yang terjadi "
"Lakukan seperti apa yang kukatakan"
Madara mengakhiri panggilannya.
♡♥♡♥♡♥♡
Mobil hitam dengan lambang klan Hyuuga terhenti didepan mansion besar Uchiha. Hinata dan Madara sudah berdiri didepan mansion menunggu kedatangan mereka.
Hiashi dan Hikari turun dari mobil kemudian menghampiri mereka. Madara juga berjalan menghampiri mereka.
"Selamat.... " belum sempat Madara menyelesaikan kata-katanya, mereka berdua menubruknya dan memeluk Hinata.
"Kami juga merindukanmu " kata Hikari.
"Untuk pertama kalinya mereka peduli padaku" batin Hinata.
Madara tersenyum melihat kebahagiaan yang tersirat dimata Hinata.
Hiashi menoleh kearah Madara. Madara segera mengubah ekspresinya menjadi tatapan tajam pada Hiashi.
"Ayo kita masuk " kata Madara sambil menggiring mereka bertiga masuk seperti menggiring bebek.
Madara, Hinata, Hikari dan Hiashi duduk di meja makan. Ada banyak makanan di meja.
"Aku tahu ini masakan buatan putriku Madara, apa kau tidak mampu membayar pelayan, Uchiha? " tanya Hiashi.
"Madara -kun hanya menyukai masakanku, tidak ada pelayan disini " Hinata yang menjawab.
Hikari menoleh pada Hiashi dengan tatapan sedih. "Apa kelayaanmu tidak mampu membayar satu orang pelayan pun? " tanya Hiashi.
"Begini, ayah mertua, aku bisa saja menyewa 100 orang pelayan untuk mansion ku ini. Tapi aku tidak bisa menjamin keamananku dan istriku, rumah ini dibersihkan oleh orang kepercayaanku yang harus lulus testing" jawab Madara.
"Ya sudah, ayo kita makan" kata Hinata mengalihkan pembicaraan.
"Oh ya Hinata, ibu lihat kau agak gemukan ya" kata Hikari.
"Oh iya aku lupa belum memberitahu kalian, sebenarnya aku tengah mengandung " kata Hinata.
"APA!! "
♡♥♡♥♡♥♡
By
Ucu Irna Marhamah
Sukses iya untuk karyanya.
Jangan lupa mampir di karya pertamaku, yang menceritakan seorang cowok letoy yang selalu di tolak sama cewek dalam judul THE FAILED PLAYBOY.
Terimakasih 🙏
tapi nama tokohnya itu lo
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
ijin promo ya kakak
mampir di novel ku
"AKU WANITA KUAT"
naksir ibunya kok malah jdi mantu😥
ika widya