NovelToon NovelToon
Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Menggantikan Majikanku Dalam Perjodohan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Rosa Evalina, hanya seorang anak pelayan yang menggantikan Ibunya menjadi pelayan di rumah keluarga Hartanto. Lalu, tiba-tiba anak dari majikannya meminta dia untuk menggantikannya dalam sebuah perjodohan. Tidak bisa menolak, akhirnya dia terjebak dalam permainan sandiwàra ini.

"Seharusnya aku tidak pernah jatuh cinta padamu, karena nyatanya kamu tetap tidak akan di takdirkan untukku"

Sementara Albyan Danuel, seorang pria tampan yang sudah matang. Memiliki pribadi yang hangat, lembut dan sopan. Dia yang tidak pernah mengenal cinta, akhirnya menemukan perempuan yang membuatnya nyaman. Namun, apa yang akan terjadi ketika dia tahu jika perempuan itu hanyalah seseorang yang bersandiwara?

Bisakah mereka bersama dalam kisah yang berliku, tentang cinta yang dimulai dari sandiwara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setuju Dengan Perjodohan

Byan berjalan masuk ke dalam ruang kerja Ayahnya. Pria yang sejak kecil selalu bersikap tegas, tidak terbantahkan itu duduk di sofa, di tangannya ada sebuah berkas. Sebelum berjalan mendekat pada Ayahnya, Byan menghembuskan napas panjang. Seperti sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi Ayahnya ini.

"Pa, ada apa?"

Ketika mendongak, wajahnya selalu datar, kacamata dia lepas dan simpan di atas meja. Sedikit memijat pelipisnya, lalu menatap Byan dengan lekat.

"Bagaimana dengan anaknya Om Hartanto? Apa kali ini kau tidak akan membuat alasan lagi untuk membatalkan perjodohan? Semua temanmu sudah menikah, bahkan Davin dan Bayu yang seorang pemain wanita, sekarang sudah berkeluarga. Papa hanya ingin-"

"Papa hanya ingin aku segera menikah dengan wanita pilihan Papa, lalu segera membantu Kak Raifan di Perusahaan"

Byan menghela napas pelan setelah berani memotong ucapan Ayahnya barusan. Dia duduk di sofa tunggal samping Ayahnya itu.

"Raifan sudah berada di Luar Negara, mengurus Perusahaan disana, Papa hanya minta kamu mengurus Perusahaan yang ada disini, apa susahnya? Sekarang kamu hanya terus menjadi Asisten Bara, apa kau tidak mau ada kemajuan?"

"Pa, sudah aku bilang jika aku belum siap untuk mengurus Perusahaan. Aku masih butuh banyak belajar"

Papa menghembuskan napas pelan, dia mengusap kasar wajahnya. "Lalu untuk perjodohan itu? Kau tidak mungkin menolaknya lagi untuk kali ini 'kan?"

"Ya, aku tidak menolaknya"

Papa tersenyum mendengarnya, setidaknya meski anaknya masih belum mau menggantikannya memimpin Perusahaan, tapi setidaknya dia sudah mau menurut untuk menikah.

"Bagus, nanti Papa akan tentukan waktu bertemu keluarga Laila dan menentukan tanggal pernikahan kalian"

"Jangan terburu-buru Pa, aku dan dia masih butuh waktu untuk saling mengenal satu sama lain"

"Ya, Papa beri kalian waktu 5 bulan sampai peluncuran produk baru dari Perusahaan kita, baru urusan pernikahanmu"

Bayu mengangguk, dia merasa jika waktu 5 bulan sudah cukup untuknya bisa lebih mengenal Laila lebih dalam lagi.

*

Laila menunjukan layar ponselnya pada Eva yang masih belum pulang, masih menunggu taksi online datang. Pesan yang di kirim Byan malah semakin membuatnya stres.

"Lihat! Bagaimana dia malah seperti sudah setuju dengan perjodohan ini, Eva. Kita harus apa sekarang?" ucap Laila sambil mengusap kasar wajahnya sendiri dan berjalan mondar-mandir di depan Eva.

"Aku juga tidak tahu, Nona. Apa kita jujur saja?"

"Jangan gila kamu! Ini malah akan semakin menambah masalah"

Eva menghembuskan napas pelan, dia menatap layar ponsel Laila yang masih berada di tangannya. Pesan yang di kirimkan Byan, memang jelas menunjukan jika dia tidak akan membatalkan perjodohan ini.

"Begini saja!"

Eva langsung mendongak menatap Laila saat gadis itu bersuara dengan lantang. Eva hanya diam, mendengarkan ucapan Laila selanjutnya.

"Aku berikan nomor ponsel kamu, aku bakal cari alasan kalau aku ganti nomor ponsel. Jadi, kamu saja yang melayani pesan-pesan dia juga. Kan kamu sudah terlanjur menggantikan aku, jadi kita lanjutkan saja penyamaran ini. Di pesan itu, kamu juga harus bersikap sangat memalukan ya. Seolah memang kamu tidak suka padanya"

"Tapi Nona..." Bahkan Eva juga bingung bagaimana menolaknya, dia juga sudah terlanjur masuk dalam permainan ini. Sehingga memang sudah terlanjur dan harus tetap melanjutkan. "Baiklah, aku akan mencobanya"

Laila tersenyum, dia langsung memeluk Eva dengan erat. "Terima kasih ya Eva, kamu memang terbaik. Aku tidak akan pernah melupakan tentang jasamu yang ini"

Eva tersenyum dan membalas pelukan Laila. Setidaknya dia memang mendapatkan kasih sayang yang tulus dari Laila, sudah seperti saudara sendiri.

*

Beberapa hari berlalu, Byan hanya tersenyum dan merasa hatinya berdebar hangat saat semua pesannya di balas. Terkadang saat bekerja pun selalu bolak-balik melihat layar ponsel, menunggu balasan pesan dari seseorang.

"Kau mulai tidak fokus bekerja, mau aku pecat!" ucap Bara yang duduk di kursi belakang mobil yang sedang di kemudikan Byan saat ini.

"Pecat saja, aku tidak takut. Lagian kalau kau memecatku, mungkin aku akan langsung bekerja di Perusahaan Papa dan menggantikannya"

Bara terkekeh pelan, dia tahu jika sepupunya ini belum siap untuk menjadi seorang pemimpin Perusahaan. "Jadi, gadis itu berhasil membuatmu tersenyum sendiri. Bahkan saat rapat sekalipun"

Byan tersenyum tipis, dia tidak bisa memungkiri jika memang dirinya mulai terjerat gadis yang dijodohkan orang tuanya itu.

"Jika kau bertemu dengannya, pasti kau pun akan merasa dia lucu. Tingkah lakunya benar-benar menggemaskan"

Bara mengangkat bahunya acuh tak acuh sambil menatap keluar jendela mobil. "Tidak, di mataku yang paling lucu dan menggemaskan hanya Shafa, istriku"

Byan langsung memutar bola mata malas mendengar itu. Sebenarnya sudah terbiasa dengan kebucinan dari teman-temannya, apalagi sepupunya yang satu ini.

"Dasar gila cinta kau, benar-benar tergila-gila pada istrimu"

"Tunggulah saatnya, kau juga akan sama"

Byan hanya diam saja, tapi diam-diam tersenyum. Berharap perjalanan cintanya mulus, tidak seperti teman-temannya yang butuh banyak rintangan.

"Aku hanya mendoakan yang terbaik, semoga kau cepat menikah. Biar kalau kita berkumpul di rumah kita, kau juga membawa istrimu"

Byan hanya tersenyum saja, mungkin dia memang yang paling terakhir menikah di antara mereka semua. Namun Byan yang belum pernah mengalami jatuh cinta, akhirnya mulai merasakan benih-benih cinta itu tumbuh dari gadis yang dijodohkan orang tuanya sendiri.

Setelah mengantar Bara ke rumahnya, Byan kembali ke rumah. Menyapa Ibunya yang duduk di sofa ruang tengah sambil membaca majalah.

"Bi, bagaimana hari ini?"

Byan yang ingin langsung pergi melangkah ke lantai atas, mengurungkan niatnya. Dia duduk sejenak bersama Ibunya. "Semuanya seperti biasa Ma, pekerjaan berjalan cukup baik hari ini"

Mama menutup majalah di tangannya, menyimpannya di atas meja. Lalu menoleh dan menatap anaknya. "Kamu benar-benar yakin dengan Laila? Kali ini benar-benar sesuai hatimu?"

Byan hanya mengangguk saja, sekali lagi hari-hari yang di lewati bersama Eva, memang cukup membuatnya menemukan hal baru. Membuat hatinya merasa tenang, penuh kehangatan dan rasa peduli.

"Ma, dia benar-benar lucu. Jika Mama bertemu dengannya, pasti akan berpikiran yang sama denganku"

Mama tertawa kecil melihat anaknya yang bercerita dengan penuh semangat. Matanya yang berbinar membuat Mama yakin jika kali ini Byan memang cocok dengan Laila, gadis yang mereka jodohkan.

"Mama hanya pernah bertemu sekali saja setelah Laila dewasa, saat arisan bersama Ibunya. Dia memang cantik"

Byan mengangguk setuju, tiba-tiba bayangan wajah seorang gadis yang selalu gemetar saat bersikap di depannya. "Dia juga manis"

Bersambung

1
sunaryati jarum
Semoga karyawan yang dipecat ke.depannya tidak membuat masalah
sunaryati jarum
Akhirnya terurai juga masalah mereka,Laila sungguh hatinya baik dan bertanggung jawab apa yang dilakukannya.Semoga orang tua Byan menerima Eva.
sunaryati jarum
Jujur saja tentang perasaan kamu Eva
sunaryati jarum
Baru mampir
Les Tary
semoga org tua Abyan menerima Eva
Sastri Dalila
👍👍👍
Lianty Itha Olivia
enk dan bagus punya kayak abyan
Lianty Itha Olivia
ra ISO ngomong
Les Tary
Bagus Abyan klu ada karyawan yg semena mena pecat aja💪
Milla
Serius thorrr aku g nabung bab loh benaran tiap up aku baca thor malahan aku nunggu2 update tan lo karena penasaran ama kisah nyaa byan dan eva soalnya juga tinggal byan kan yang belum punya pasangan 🥰
Milla
Thor aku g nabung bab kok cius deh suwer begitu ada update tan aku langsung gass poollllll 🤗 🥰 semangat up thorrrr 💪
Mita Paramita
gak Thor sekali update langsung baca . ceritanya seru gini kok🔥🔥🔥
Mita Paramita
lanjut eva😍😍😍
Sastri Dalila
👍👍🤣
Les Tary
Nah klu jujur jadi lega tinggal jalani dengan baik💪💪
Oma Gavin
siapa disini yg suka nabung bab tolong author nya yg sudah bikin cerita gratis bantu baca
vania larasati
lanjut
Pujiastuti
semoga eva dan byan tetap bisa bersama karena mereka saling mencintai
Pujiastuti
hayooooo lu laila byan marah tu, ayo kasih penjelasan kasihan kalau eva jadi dimarahin sama byan
Les Tary
Semoga Byan mau memaafkan Eva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!