NovelToon NovelToon
Pelacur Pribadi Suamiku

Pelacur Pribadi Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cinta setelah menikah / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yuliana Rahmawati

Wanita lugu yang mengharap cinta suci dalam ikatan pernikahan, namun malah menjadi awal petaka di hidupnya. Memiliki suami patriaki dan kasar. Mampukah mira keluar dari jeratan api itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliana Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kue

Dodi merasa cemas dengan hubungan yang sedang di jalin nya saat ini. Ia tidak sanggup melawan restu ibu nya namun ia juga tidak mungkin meninggalkan Mira. Pandangan mata Dodi terlihat kosong, pikiran nya entah melayang kemana.

"apa yang sedang membebani pikiranmu nak" tanya pak ujang yang bukan lain adalah ayah Dodi.

Pak ujang duduk bersebelahan dengan putra satu-satunya itu. Kemudian pak ujang menepuk bahu Dodi

"tidak usah terlalu mencemaskan perkataan amak mu, lakukan apa yang menjadi pilihan mu, namun bertanggung jawab lah atas itu" lanjut pak Ujang sebelum Dodi menjawab.

"bagaimana kalau Mira tidak di perlakukan amak dengan baik setelah menjadi istri ku? Bagaimana jika amak tetap menolak pilihan ku pak" tanya Dodi dengan nada lesu

"semua ibu menginginkan yang terbaik untuk putra nya, apa lagi kamu ini keturunan satu-satunya kami. Tapi kamu sudah sangat cukup untuk menentukan sendiri pilihan mu, baik atau buruk itu yang akan kamu tanggung nanti nya"

"tapi apa bapak setuju kalau Dodi menikahi Mira?" tanya Dodi.

"semua bapak kembali kan pada dirimu"

Jawaban dari bapak cukup membuat hati Dodi sedikit merasa tenang. Setidaknya masih ada satu orang yang berada di pihak nya.

Setelah berbicara dengan bapak nya, Dodi segera melihat jumlah tabungan di rekeningnya. Ia berfikir untuk membelikan rumah untuk di tinggalinya bersama Mira kelak setelah menikah. Dodi paham tidak mungkin Istri dan Ibunya berada dalam satu atap karna Dodi paham betul karakter ibunya. Dodi memilih untuk hidup berpisah untuk membangun rumah tangga nya sendiri.

Dodi cukup tenang karna saldonya masih cukup untuk membeli rumah dan perhiasan untuk melamar Mira. Hal ini masih Dodi rahasiakan dari siapapun, bahkan Mira sendiri tidak tahu apa yang di rencanakan Dodi

...

Hari ini Mira bekerja seperti biasa,ia tidak terlihat begitu semangat hari ini. Mira hanya melakukan pekerjaan sesuai job desk saja, mendapat kan gaji dan pulang. Mira tidak terlalu dekat dengan teman kerjanya, orang dewasa memang banyak munafik nya. Ketika di depan Mira mereka terlihat sangat akrab, namun berbeda saat dibelakang, Mira lah yang menjadi bahan gosip. Ya begitulah manusia. Satu-satunya teman Mira yang tulus hanya Anisa.

Tiba-tiba turun gerimis, Mira melihat ada penjual jagung bakar yang sedang berteduh di depan toko nya. Ingatan Mira langsung kembali saat ia di telaga bersama Dodi, dan menyantap jagung bakar bersama. Mira pun datang menghampiri penjual Jagung itu, ia membeli satu.

Kemudian Mira duduk di teras toko untuk menyantap jagung,

"kenapa rasanya berbeda?", ucap Mira dalam hati

Ternyata Mira tidak menyukai jagung, tapi ia suka dengan siapa ia memakan jagung. Saat ini Mira sendiri, jagung itu terasa hambar. Mira merindukan Dodi.

Handphone Mira berbunyi, ada panggilan telepon dari Dodi. Mira bergegas mengangkatnya

"halo mas, assalamualaikum" salam Mira

"waalaikumsalam, masih di kerjaan Mir? Lagi apa?" tanya Dodi

"aku lagi makan jagung bakar mas, rasanya tidak se enak saat di makan bersama mas" ucap Mira nada lesu

"sayang, aku sedang mempersiapkan semuanya. Tunggu ya"

"tunggu sampai kapan?", tanya Mira

"tidak akan lama"

Mereka mengobrol di telepon di terlalu lama, karna Mira masih dalan jam bekerja.

Mira selalu menantikan kedatangan Dodi, yang entah sampai kapan ia tak tahu. Dari kejauhan Mira melihat ada seorang pria memakai jas hujan datang menghampiri nya, ternyata pria itu adalah Riki

"hei rik, mau kemana hujan-hujan begini?" tanya Mira

"oh ini, aku rencana mau jualan kue. Ini taster nya buat kamu, nanti kamu kasih penilaian ya" jawab Riki sambil memberikan se bungkus kue coklat

"Sejak kapan kamu suka bikin kue? Jarang ada cowok yang suka masak"

Mira menerima kue yang di berikan Riki. Padahal sebenarnya Riki hanya alasan saja agar bisa bertemu Mira. Ia juga tidak berniat jualan karna cake itu dia beli di toko Roti. Riki belum siap mental untuk mengungkapkan perasaan nya.

"aku di bantu ibu ku sih, oh ya nanti kasih penilaian nya lewat WA aja, soal nya ini kan kamu masih jam kerja, ga enak sama bos mu"

Riki beralasan, padahal ia hanya ingin punya kontak WA Mira saja

"baik lah, mana nomormu, biar aku catat. Nanti aku kasi ulasan"

Riki memberikan nomor telepon nya, kemudian ia berpamitan untuk Mira. Bungkusan itu di simpan Mira kedalam tas dan berniat mencoba nya ketika sudah di rumah.

Sepulang dari bekerja Mira menuju rumah Anisa karna ia teringat jaket nya tertinggal di rumah Anisa.

"Nisa, Aku masuk ya"

Belum sampai di buka kan pintu Mira langsung masuk ke rumah Anisa. Memang begitulah sahabat, wajar jika rumah nya di anggap rumah milik sendiri. Begitupun sebaliknya.

Bukannya hanya mengambil jaket dan pulang, Mira dan Anisa malah mengobrol sampai hampir Magrib.

Terdengar Nada pesan masuk dari handphone Mira yang ada di dalam tas, ia kemudian membuka tas dan melihat siapa yang mengirim pesan.

"Mira, kok belum pulang? Apa ada lembur?" pesan itu ternyata dari Ibu

"iya bu, Ini Mira sedang di rumah Anisa. Sebentar lagi pulang" jawab Mira

Saat hendak memasukkan handphone, Mira ingat kalau dia masih menyimpan cake pemberian Riki tadi.

"oh ya lupa, ini di makan. aku di kasih sama Riki temen SMP kita dulu. Tadi dia datang ke toko ngasih ini" ucap Mira

"ha? Riki yang sering nyontek kamu waktu ujian dulu itu? Kok bisa sampe ngasih ini gimana ceritanya?" tanya Anisa sambil mencicip kue yang di bawa Mira

"jadi dia katanya mau jualan kue, terus ngasih aku tester, nanti review nya suruh WA aja gitu" jawab Mira

"wah gila, ini kue enak banget. Rasanya kaya kue khas bakery terkenal anjir, nih coba" Anisa bergumam dengan mulut yang penuh kue

"sini biar aku aja yang ngasih review, mana nomornya" lanjut Anisa

"ini, kamu aja yang WA" ucap Mira mengeja angka nomor telepon Riki

Kemudian Anisa memulai obrolan dengan Riki lewat WA, kebetulan foto profil Anisa kosong, jadi Riki kira yang mengirim pesan adalah Mira.

"hai rik, aku udah nyobain kue buatan mu. Enak sih cuma kurangnya satu" isi pesan Anisa untuk Riki

Kurang dari 2 menit Riki langsung menjawab pesan dari Anisa

"eh hai Mir, kurang apa nih" jawab Riki

"Kurang minum nya anjir, nyangkut nih di tenggorokan ku" Jawab Anisa mengirim emotikon tertawa.

Riki masih mengira itu adalah Mira, ia kegirangan sekali

"oke next aku kasih tester sekalian minumnya oke" balas Riki

Anisa dan Mira yang sedari tadi duduk bersebelahan saling melempar senyuman jahat. Dua sahabat ini memang kalau sudah menyatu otak nya jadi mengecil, mereka tidak sadar akan akibat yang akan di terima karna bercandaan mereka terhadap Riki.

1
Hanisah Nisa
lanjut
Ayano Kouji
Cerita ini sangat inspiratif, terima kasih author!
Rafkalia28
Sumpah, endingnya bikin hati berbungaa, moga-moga ada lanjutannya🤗
Alhida
Aku tidak bisa tidur sebelum membaca kelanjutannya, jadi cepat update ya thor! 😴
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!