NovelToon NovelToon
PEREMPUAN YANG TIDAK SEHARUSNYA ADA Ketika Hijrah Tak Menghapus Apapun

PEREMPUAN YANG TIDAK SEHARUSNYA ADA Ketika Hijrah Tak Menghapus Apapun

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Rumah Tangga / Penyesalan Suami
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: Arjunasatria

Carisa pernah menjalin hubungan dengan Reynanda sejak masa kuliah. Awalnya terasa hangat dan penuh cinta, hingga akhirnya ditinggalkan tanpa penjelasan, bahkan saat ia mengandung anak Reynanda.

Sejak itu, hidup Carisa runtuh pelan-pelan. Ia menanggung luka yang dalam dan sempat berada di titik terendah.

Waktu berjalan, tetapi luka itu tidak benar-benar hilang. Hanya mengendap dan membuat Carisa semakin tertutup. Hingga suatu hari, ia dijodohkan dan bertemu dengan seorang pria yang tenang dan tidak banyak bertanya. Dari pernikahan itu, Carisa perlahan kembali menjalani hidup, meski trauma masa lalunya tetap ada dalam diam.

Dan ketika Carisa mulai benar-benar terbiasa hidup tanpa nama itu di kepalanya, takdir justru mempermainkannya lagi. Setelah lima tahun berlalu, mereka dipertemukan kembali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

Carisa baru saja kembali ke mejanya ketika ponselnya bergetar.

Satu pesan masuk. Dari Yuda.

"Nenek meninggal. Aku ke Bandung sekarang. Kamu nyusul sendiri."

Carisa membaca sekali. Lalu sekali lagi.

Dahinya langsung mengernyit. “Nyusul sendiri?” gumamnya sambil mendengus pelan, hampir tidak percaya.

Ia berdiri tiba-tiba, kursinya sedikit terdorong ke belakang. Ponsel masih di tangannya, napasnya berubah cepat.

“Serius, Yuda?” bisiknya kesal. “Kamu nggak bisa jemput aku dulu?”

Ia mengusap wajahnya sebentar, mencoba menahan emosi yang sejak pagi sudah tidak stabil.

Tanpa banyak pikir, ia langsung berjalan ke ruang direktur. Pintu diketuk cepat.

“Masuk,” suara Nadya dari dalam.

Carisa membuka pintu. “Nad, aku izin pulang sekarang.”

Nadya langsung menoleh. “Kenapa?”

“Nenek Yuda meninggal. Aku harus ke Bandung.”

Ekspresi Nadya langsung berubah. “Oh… ya sudah. Kamu berangkat saja. Hati-hati di jalan.”

Carisa mengangguk cepat. “Makasih.”

Ia tidak menunggu lama. Langsung keluar, mengambil tasnya, dan bergegas meninggalkan kantor.

Mobilnya melaju keluar dari gedung. Hujan masih turun tipis, membuat jalanan licin dan sedikit lebih padat dari biasanya. Carisa menggenggam setir lebih kuat dari seharusnya.

“Bisa-bisanya dia pergi duluan…” gumamnya kesal.

Matanya fokus ke jalan, tapi pikirannya di penuhi kekesalan pada suaminya.

“Kita kan bisa berangkat bareng…” lanjutnya, suaranya makin terdengar emosi. “Aku juga kan keluarga, Yuda. Bukan orang lain.”

Ia mengembuskan napas kasar.

“Disuruh nyusul sendiri… gampang banget ngomongnya.”

Tangannya sempat meraih ponsel, menekan nama Yuda.

Panggilan pertama, tidak diangkat.

Carisa mengeraskan rahangnya. “Angkat, Yuda…”

Panggilan kedua. Tetap tidak diangkat.

“Ya ampun…” desahnya, kesal.

Ia melempar ponselnya ke kursi sebelah dengan sedikit kasar, lalu kembali fokus menyetir. Tapi pikirannya tidak berhenti.

“Kalau marah ya ngomong… bukan gini caranya…” gumamnya.

Mobil terus melaju masuk ke jalan tol. Hujan sedikit mereda, tapi langit masih gelap.

Carisa mencoba menenangkan diri, menarik napas panjang beberapa kali. Namun belum juga benar-benar tenang dan tiba-tiba ada suara aneh dari mesin.

“Kenapa lagi…” ia langsung waspada.

Mobil terasa berat. Tarikannya tidak seperti biasa.

“Jangan sekarang…” bisiknya pelan, mulai panik.

Beberapa detik kemudian mesin mati. Mobil melambat.

“Ya Tuhan…” Carisa langsung menepikan mobil ke bahu jalan tol dengan susah payah.

Akhirnya mobil benar-benar berhenti. Sunyi. Hanya suara kendaraan lain melintas cepat di sampingnya.

Carisa menatap ke depan, tidak bergerak beberapa detik. Lalu ia mengembuskan napas panjang, hampir seperti ingin menangis tapi ditahan.

“Lengkap sudah…” gumamnya lelah.

Ia langsung meraih ponsel. Menelpon Yuda lagi.

“Tolonglah, Yuda…” suaranya mulai bergetar, campuran kesal dan panik.

Tidak ada jawaban. Carisa menutup mata sebentar, menahan emosi yang semakin naik. Lalu ia membuka kembali, mencoba berpikir.

Ia mencari nomor bengkel terdekat.

“Pak, mobil saya mogok di tol…” suaranya berusaha stabil meski napasnya masih tidak beraturan.

Ia menjelaskan lokasi. Di ujung sana terdengar jawaban yang membuatnya semakin lelah.

“Sekitar satu jam ya, Bu. Kami kirim orang.”

Carisa menutup telepon perlahan. Ia menyandarkan punggungnya ke kursi. Menatap kosong ke depan.

Waktu berjalan pelan. Terlalu pelan. Mobil-mobil melintas cepat di sampingnya, sementara ia hanya diam di tempat, sendirian di tengah jalan tol dengan hujan yang sesekali turun lagi.

Beberapa kali ia mencoba menelpon Yuda lagi. Tidak diangkat. Tidak sekali pun.

Hampir satu jam ia menunggu. Lelah mulai terasa di seluruh tubuhnya. Bukan hanya fisik tapi juga dari semua yang terjadi sejak pagi.

Ia menunduk, mengusap wajahnya pelan.

“Kenapa jadi begini…” bisiknya lirih.

Tepat saat itu sebuah mobil melambat dari arah belakang.

Carisa tidak langsung menyadari. Sampai akhirnya mobil itu berhenti tidak jauh dari mobilnya.

Ia mengangkat kepala. Alisnya sedikit berkerut. Pintu mobil itu terbuka. Dan saat sosok yang turun terlihat jelas. Carisa langsung membeku.

1
Nanik Arifin
awas Kiara, begitu ketahuan kebusukannya g kan ada orang yg simpati lagi sama kamu. yg ada mereka menjauh dan jijik. sebagian lagi khawatir kamu jd pelakor dlm rumah tangganya. bawa Label itu sepanjang hidupmu
Elsa friska sisilia
mudahan cepat ketahuan kebusukan kiara
Nanik Arifin
kurang ajar Carissa, dah ditolong malah mencelakai penolongnya
semoga seluruh sisa hidupmu menderita. penderitamu dlu bukan salah Carissa, jd salah sasaran klo kau balas dendam ke Carissa.
awas klo Yuda membiarkan Kiara jd duri dlm rumah tangganya...Yuda Ceo, klo ada apa" pd Carissa mudah baginya tuk dptkan cctv-nya, agar tahu pasti kejadiannya.
aku g rela ya Thor klo Carissa kmb pd Reynanda. buat Carissa & Yuda hidup bahagia. begitu pula anak Carissa dg Rey. Carissa & anaknya sama" korban. kesalahan Carissa adl melakukan zina , selebihnya dia baik. Insyaa Allah hatinya bersih, jauh bgt dg Kiara
Elsa friska sisilia: g sabar nunggu kelanjutanx,,mudahan cepat k tauan jahatx s kiara
total 1 replies
Elsa friska sisilia
dasar Reynanda bikin Clarisa dlm masalah aja
Elsa friska sisilia
jengkel dech,,semoga pak Yuda tetap setia
Elsa friska sisilia
Reynanda jodohkan sama Kiara sama2 g tau malu pelakor pebinor
Elsa friska sisilia
mudahan aja Reynaldi jodohx kiara
erma
bagus sih ceritanta...tp alurnya lambat
Nanik Arifin
hmmm.... pelakor & pebinor mulai beraksi 😓
Nanik Arifin
awas klo bawa pemikiran Kiara ke rumah tanggamu Yuda... ku getok kepalamu.
ingat, Kiara bibir pelakor yg tingkat halunya tinggi
Nanik Arifin
innalillahi, Kiara! busuk nian hati & perilakumu. Carissa begitu baik padamu, dan balasanmu....
Nanik Arifin
eallah Ki .. Ki...kamu itu anak baru dah menilai negatif senior. ingat, kamu disitu buat kerja, bukan tuk menilai otang
Binti Rusidah
best
Nanik Arifin
jangan coba" jd pelakor ya Kiara...
Riris Rahayu
kamu terllu pngecut Clarissa dia tdak berdosa tp kmu menghukum nya dngan tdak ingin melihat nya
Nanik Arifin
ingat Carisa, bicarakan ini dg suamimu. kalian sdh jd keluarga, lebih tepatnya pasangan suami-istri, terbukalah. ini jg akan meminimalkan konflik dl rumah tanggamu
Mawar
berarti anknya carisa diadopsi sama org.
Nanik Arifin
kamu yg ninggalin tanpa kabar, kamu yg pertama bertemu seolah-olah tak pernah terjadi apa", kamu yg memulai hidup baru dg yg lain bahkan sebentar kemudian punya anak, tapi kamu pula yg seolah-olah tll mencintai & jd korban. benci kamu yg playing victim Rey...😤😠
titik mala
nanda ndableg
tifara zahra
lagi donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!