NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25 Orang Tua Ahsan Datang

Ndalem kedatangan adik Mansur, Mahmud Salman Al Fatih. Ayah dari Ahsan. Biasa dipanggil Yai Mahmud. Kini menjadi pemimpin pesantren Al Irsyad di Magelang.

Jika Mansur meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari ayahnya maka Mahmud dari mertuanya. Kebetulan orang tua Aminah Widad, istri Mahmud, tidak memiliki keturunan anak laki-laki.

Kunjungan ini hanya satu malam. Mahmud ada rencana safari ke daerah Tapal Kuda. Mampir sejenak ke rumah sang kakak.

Mahmud adalah sosok yang memiliki peran dalam keluarga Mansur. Saat, Santaka berusia sepuluh tahun, Mansur mendapatkan beasiswa S-2 ke Kairo, Mesir. Ia dan Lastri harus meninggalkan Al Fatih.

Saat itu Mahmud belum menjadi pemimpin di Al Irsyad. Tampuk tertinggi masih dipegang sang mertua. Agar tak terjadi kekosongan pemimpin, Mahmud menjadi pemimpin sementara di Al Fatih.

Dua tahun lamanya Mahmud menjadi pengganti sementara sekaligus mendidik trio gus Al Fatih. Bentuk didikan yang berbeda dengan sang kakak.

"Mas, sehat?" Mansur dan Mahmud saling berpelukan.

"Sehat, Mud. Kamu masih gagah saja." Mansur menepuk-nepuk pundak adiknya.

"Hahaha, Wibawa menang Mas, ganteng menang aku." Mahmud tergelak. Semua ikut tertawa.

Nandini meringis mendengar candaan Mahmud. Kayaknya agak lain ini bapaknya si Ahsan.

Nandini melihat ke arah suaminya. Wajah Santaka nampak datar. Tumben, Mas Taka datar gitu? Biasanya ramah kalau ada tamu.

Trio gus menyalami sang paklik atau paman. "Yasa, makin keliatan wibawa kamu. Hawa-hawa pengganti Abi, kenceng sekali. Semangat, Nak. Kamu cocok jadi pemimpin besar." Mahmud dan Abyasa saling berpelukan.

Sarah tersenyum lebar. Wajahnya cerah. Ia melirik ke arah Nandini. Istri Santaka itu melengos. Yang seneng suaminya dipuji. Awas ain, Ning!

"Nendra, keponakan Paklik yang paling bijak. Terima kasih Ahsan sudah dibina di sini. Jadi ndak maen motor terus, kayak di Magelang. Manja kalau dekat ibunya." Mahmud juga berpelukan dengan Danendra.

Ahsan mendengus. Sungguh tega sang ayah meroasting dirinya di depan pujaan hatinya. Apa kata Nandini kalau dirinya dicap sebagai anak manja?

Nandini mengulum senyum. Fix, agak lain ini bapaknya si Ahsan. Bisa-bisanya bully anak sendiri. Kok lain ya sama Abi? Duh jangan sampe dia komen jelek tentang Mas Taka. Aku bikin kempes semua ban mobilnya!

"Taka... Masih sibuk sama toko kamu? Gimana, sudah sukses kamu, ambil jalur melenceng?" Tawa Mahmud bergema. Hanya ia yang tertawa.

Wajah Mansur dan Lastri keruh, termasuk Abyasa dan Danendra. Tak ada yang mau anggota keluarganya dijatuhkan walaupun di antara mereka ada konflik.

Rahang Santaka mengetat. Tangannya mengepal. Nandini menyadari itu.

"Alhamdulillah, Gus Taka sudah sukses jadi wasilah rizki banyak orang, Yai. Barokah." Suara Nandini menyela tawa Mahmud. Tawa itu mendadak menguap.

Suasana mendadak hening. Semua membeku, tak ada yang menyangka aksi Nandini. Santaka menarik napas. Ia menatap sang istri yang berjarak darinya.

Nandini hanya tersenyum kecil pada suaminya. Sarah menarik bagian belakang gamis Nandini, yang langsung ditepis oleh gadis itu.

Ahsan tersenyum tipis. Memuji keberanian Nandini. Tak pernah ada yang seberani ini pada ayahnya.

Mahmud berdeham. "Taka ini sudah jalur hidupnya lain, pilihan istrinya juga beda ya? Untung cantik."

Hah? Bener-bener minta dikempesin ban mobilnya. Aku bikin baret juga sekalian! Mulutnya Yai... Astagfirullah, anak pungut kayaknya. Ndak mungkin sekandung sama Abi!

"Mud, sudah... Taka punya jalur beda, mirip Ahsan kan? Taka suka masak. Ahsan suka koleksi motor yang mahal. Nasib kita sama, anak bungsu kita pikirannya lebih bebas dari kakak-kakaknya." Mansur mengelus janggutnya.

Ayah mertua, idaman memang! Abi, nanti Dini pijit ya. Eh, boleh ndak sih, istri gus mijt? Atau mobil se-Ndalem, Dini servis deh. Rasain tuh bapaknya si Ahsan. Berasa paling kebagusan banget!

"Sudah, kita masuk saja ke dalam. Kita makan soto tangkar dulu. Biar hilang capeknya jalan dari Magelang." Lastri memecah kecanggungan dengan mengajak makan. Biasanya ampuh.

Makan malam dengan soto tangkar berhasil menghilangkan kecanggungan. Kecuali untuk Santaka dan Nandini.

Obrolan yang menggema di ruangan itu adalah masa lalu ketika Mahmud memimpin Al Fatih. Testimoni seragam keluar dari mulut Abyasa dan Danendra. Paklik Mahmud keras.

Mahmud terbahak mendengar ulasan kedua keponakannya. "Lain ya sama Abi kalian? Tapi terasa kan manfaatnya kerasnya Paklik. Taka, benar kan, Paklik?" Mahmud memandang Santaka.

Santaka hanya tersenyum kaku. Ia memilih kembali menyuap kuah hangat soto tangkar. Nandini yang makan berjauhan dengan Santaka memantau keadaan suaminya.

Sepertinya ada sesuatu yang mengganggu Santaka dengan kehadiran Mahmud. Nandini tak bisa menyalahkan, ia saja tak nyaman dengan Mahmud.

Setelah makan malam, para Yai dan Gus duduk bersama di ruang dalam. Kopi hitam kental dan asap rokok menjadi pelengkap keakraban mereka.

Santaka yang bukan seorang perokok hanya ikut minum kopi. Suatu bentuk melenceng lagi. Tidak merokok.

Mahmud dan Ahsan saja bisa habis hampir dua dus per hari. Mansur, Abyasa dan Danendra bukan perokok berat. Mereka merokok biasanya hanya saat bersosialisasi seperti saat ini.

"Taka, kamu ndak cape jadi orang, beda terus? Hebat lho kamu ini, kuat jadi beda. Padahal Paklik udah gembleng kamu dulu. Ndak kebayang kalau kamu ndak digembleng sama Paklik, pasti sudah keluar ya dari pondok." Suasana kembali canggung.

"Apa salahnya beda, Lik? Selama itu tidak menjadi dosa, tak ada salahnya beda." Santaka membalas datar.

"Tapi kan pilihan kamu ndak mau ngurus pondok itu mudhorot. Bisa mengundang keburukan. Ujungnya apa? Dosa Taka." Mahmud menyeringai.

Abyasa dan Danendra merapatkan bibirnya. Ahsan melipat bibir. Mansur terdiam.

"Taka sudah mau ngurus pondok... Nunggu manajemen tokonya kuat dulu. Aku sudah diskusi sama dia, satu tahun lagi dia bakal aktif. Iya tho, Le."

Mansur tersenyum ke arah putra bungsunya. Ia tak rela Mahmud terus memojokkan anak kesayangannya itu.

"Inggih, Abi." Santaka menyeruput kopinya. Matanya mencari sosok sang istri. Penguatnya saat ini yang berada di ruang sebelah.

Karena Nandini ingin mengamati kondisi sang suami, ia duduk di pinggir ruangan sebelah. Di dekat pintu. Posisinya itu membuat para lelaki yang berada di ruang dalam dapat melihatnya.

Nandini terlihat sedang mengobrol dengan Aminah, ibunda Ahsan. Mereka membahas batik Magelangan yang dibawa sebagai buah tangan oleh Aminah.

Aminah tampak tertawa karena candaan Nandini. Ia menepuk pelan paha istri Santaka itu. Nandini sedang menceritakan jika dulu waktu kecil pernah ke Candi Borobudur, kaget tahu ada relief bernama Manohara.

Nandini kira itu adalah Manohara artis yang sedang viral kala itu. Efek kebanyakan menonton infotainment. Padahal menontonnya bersama para montir di bengkel. Siapa bilang bapak-bapak tak suka gosip?

Santaka tersenyum melihat sang istri yang hidungnya nampak kembang kempis saat bercerita. Membuatnya ingin menjawil hidung bangir itu.

Senyum serupa tercetak di wajah Ahsan. Hatinya menghangat melihat Nandini akrab dengan sang ibunda. Ternyata ibunya cocok dengan gadis itu. Sesuai dengan harapannya. Penyesalan semakin dalam. Kenapa dulu ia tak memperjuangkan perasaannya?

Seharusnya Aminah yang menjadi mertua Nandini. Seharusnya saat ini Nandini adalah tamu di Al Fatih. Seharusnya Ahsan adalah suami Nandini.

Tatapan intens Ahsan kepada Nandini, terpantau oleh Santaka. Rahang pria itu mengetat. Ternyata sifat Ahsan tidak berubah sejak kecil. Senang merebut miliknya.

Jika dulu Santaka terintimidasi karena takut pada Mahmud, maka ia kini tak akan diam saja. Akan ia hadapi ayah dan anak itu jika mereka berani melewati batas.

Para wanita membubarkan diri pukul sembilan malam. Para pria masih lanjut bercengkerama.

Santaka mulai muak. Ia lebih memilih bersama Nandini. Apalagi malam ini dijanjikan sebagai saatnya penyerahan total sebagai istri, walaupun mood Santaka berantakan karena kelakuan Mahmud dan Ahsan.

Akhirnya acara berakhir pada pukul dua belas malam. Para Yai dan Gus kembali ke ruangan masing-masing.

"Ahsan, jaga mata sampeyan. Jangan memandang wanita yang bukan hak sampeyan." Santaka menghadang jalan sepupunya.

Ahsan tersenyum sinis. "Memangnya Dini bisa tahan, tinggal di penjara seperti Ndalem dan jadi istri dari laki-laki yang lebih keibuan dibanding dia?"

Santaka melebarkan matanya. Tungkainya melangkah cepat menghampiri Ahsan. Ia bersiap memberi pelajaran pada sepupu kurang ajarnya itu.

"Apa maksudnya, Ahsan? Sampeyan suka sama istri Taka?"

1
Aisyah Virendra
coba nah di tabok aja Ahsan itu, muak bgt 😤😤😤😤
Inna Kurnia: sundut rokok kayaknya yaa 😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pas mau Unboxing ehhhh passa tamu tak diundang datang tanpa kodess 😤🤣🤣🤣 ditunda minggu depan yaaa Takaaa 😆
Aisyah Virendra: paham bener dah kak 😆😆
total 6 replies
Nanik Arifin
Sabara ya Gus.... Insyaa sekali lsg jadi, kan g lemah 🤭🤭
Inna Kurnia: joss yaa Kak Nanik 😂😂
total 1 replies
Nanik Arifin
kapok loe, yai sableng 🤣🤣🤣
istri Gus Taka, te ou pe be ge te. aku padamu mb Dini... 😘😘
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣🤣 yai baik kok 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
2 kataaaa...
Rasainnnn kelennnn 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: siaaap kakak, pantengin terus yaaa❤️🙏
total 5 replies
Nanik Arifin
kan... belain kesalahan Ahsan lagi... dah suruh yai Mahmud bawa pulang si Gus ganjen ke Al Irsyad Magelang lagi. bikin geregetan aj.
Rasain Ahsan, emang enak lihat bekas kemesraan Taka & Dini... ? suruh tuh abahmu belain kamu, agar Taka kena sanksi Krn bekas mesranya Taka+ Dini terlihat. biar semua sadar, siriknya si Mahmud+ Ahsan
g tidur ah, nungguin Ahsan + Yai Mahmud angkat kaki balik ke Magelang 😄😄
Inna Kurnia: tidur kak, apa mau ditemenin ahsan tidurnya?🤭😂
total 1 replies
Aisyah 3
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
panaaaaassss nihhhh Ahsannn panass yaaaaa.... yaaa panassss dongggg pastinyaaaa 🤣🤣😏 Nandini ituu sama Santaka udah saling sayang saling cinta jadi otomatis saling menguatkan satu sama lainn.. kamuuu iriiiiii ? ya tentu sajaaaa, maka nikmati dg baikkkk wahai sampahhhh pondok 😏😏😏😤
Inna Kurnia: 😂😂😂😂😂😂
total 3 replies
Aisyah 3
Mahmud kmu bosan hidup yaaa.... tancep paku nih palamu biar kek mbak kunti 😏😤
Inna Kurnia: wkwkw, serem kali si kakak 🤭😂
total 1 replies
Nanik Arifin
putramu yai Mahmud... 🤦🏻‍♀️ yg dlu sikapnya kau menangkan dr Gus Taka ( hg sptnya membuatTaka memiliki trauma) tetap aj kalah dr putra bungsu yai Mansyur
semoga Gus Abi bijak dlm mensikapi. tendang aj Ahsan dr Al Fatih. biar dia penerus PP Al Irsyad aj
Inna Kurnia: Ahsan kebanyakan maen motor, Kak Nanik, jadi masuk angin ampe ke pemikirannya 🤭❤️🙏
total 1 replies
Aisyah 3
Duh belibet kali lah ngomongnya... muak pulaaa 😏 tabok aja gin langsung pala nya Ahsan tuh.. geram banget, ciriciri manusia sampahhh nih 😤
Aisyah 3: gaskuy kak.. sebelum ganti akun, aku mau tidur 🤣
total 4 replies
Zafira Nisa
Bagus.. ceritanya menarik, GK pasaran
Inna Kurnia: alhamdulillah, semoga cocok sampai tamat ya Kak Zafira ❤️❤️

terima kasih untuk penilaiannya ❤️🙏
total 1 replies
Nanik Arifin
Abi atau Danendra ya tegur Ahsan ya... semoga mereka segera sadar & mendepak Ahsan. agar tak jd duri dlm daging di ponpes Al Fatih
Inna Kurnia: Sensornya pada lemah kalo sama sesama gus, sama Dini kenceng bgt ya kalau salah, ya Kak Nanik 🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
pliss deh tabok aja muka Ahsan dan bapakny.. gemes banget deh pen nyolok juga matanya jelalatan ke istri orang 😏😏
Aisyah Virendra: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Aisyah Virendra
dih... pimpinan pondok ko merokokny ngebut.. lagi pula merokok itu bagian dari pemborosan dan banyak mudhorotnya untuk kesehatan tubuh.
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣🤣 🤣🤣
total 11 replies
Nadia Zalfa
pngen lihat klu si polisi kena ujian mau gimana itu
Inna Kurnia: Hihihi, sabar ya Kak Nadia... nanti Sarah pelan-pelan makin... nyebelin, hehehhe... Sarah baik kok, asli 🤭❤️🙏
total 1 replies
Nanik Arifin
yg nunggu unboxing, unboxingnya bulan depan ya.... 🤭
Inna Kurnia: Biar saling mengenal dulu Kak Nanik, jd joss ntar 🤭❤️🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiirr😍
Inna Kurnia: Hi, Kak Rian, selamat datang. Semoga cocok ya sama cerita Santaka-Nandini. terima kasih ❤️❤️🙏🙏
total 1 replies
Aisyah Virendra
Diiihhh Ahsan jangan kira bisa ngerebut Dini dari Taka yaaa.. minta ditendang ke pluto kek nya 😏
Inna Kurnia: duh, jauh banget, Kak 🤣🤣
total 1 replies
Aisyah Virendra
duh jadi mesam mesem dewe 🤣🤣🤣🤣🤣 akhirnya Ahsan kena sentil Santaka 🫣
Inna Kurnia: aamiin ya Allah.❤️❤️🙏🙏
total 5 replies
Aisyah Virendra
bentar lagiiii ngintip unboxing Gus Taka n Nandini ah 🫣🤣🤣 seru kek nyaaa 🤏🤭
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🙏
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!