Arya Dzaky Pradana adalah sosok laki-laki yang sederhana. laki-laki yang pendiam namun tegas, usia Arya sekarang sudah 25 tahun dan sampai saat ini Arya masih menikmati kesendirian nya, karna Arya percaya jika allah sudah menyiapkan jodoh terbaik untuk nya.
Annasya adreena saila adalah seorang gadis yang cukup bar-bar, Aca adalah panggilan untuk nya ia sangat tidak suka jika di kekang sehingga membuat kedua orang tua nya sangat frustasi dengan tingkah gadis itu, Aca kini berusia 23 tahun dan sudah lulus kuliah di jurusan tata boga, ya walaupun bar-bar namun Aca sangat mahir dalam hal masak-memasak walaupun hampir tidak pernah ia memasuki dapur dan jangan lupa kan jika Aca juga mahir dalam ilmu beladiri.
penasaran dengan kisah mereka berdua? yuk mampir jangan lupa dukungan nya 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emak naufal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 : Jadi penghuni tetap kontrakan
Ternyata apa yang di ucap kan oleh papa Arka bukan lah kebohongan semata karna nyata nya kini semua barang-barang milik Aca sudah tergeletak cantik di ruang depan kontrakan Arya yang juga akan menjadi tempat tinggal nya mulai saat ini.
" Papa sama mama tega banget sama Aca, berasa malin kundang Aca kalo begini !" Sungut Aca dengan wajah yang di tekuk lengkap dengan bibir yang mengerucut 5 centi, ia juga sudah mengganti kebaya nya dengan baju santai yaitu kaos oblong oversize dan juga celana pendek di atas dengkul.
" Gak usah banyak drama gak capek apa kamu dari orok udah drama terus !" Jawab mama Anin dengan ketus, akhir nya wanita paruh baya itu mengeluar kan suara nya juga setelah sejak tadi ia hanya diam saja seperti patung.
" Mama !" Rengek Aca, walau pun ia gadis yang cukup bar-bar namun Aca sudah terbiasa menikmati fasilitas mewah yang di berikan oleh orang tua nya sejak jaman embrio dan sekarang tiba-tiba saja ia harus menetap di sebuah kontrakan 3 petak, walau Aca akui jika ia pun betah berada di sana hingga berakhir dengan penggrebekan yang membuat nya menikah dengan Arya saat ini.
" Mobil Aca gimana pah ?" Tanya Aca pada sang papa membuat papa Arka mendelik pada nya.
" Untuk sementara mobil kamu papa sita !" Jawab papa Arka semakin membuat lutut Aca lemas bagai jelly.
" Cobaan apa lagi ini ya allah !" Gumam Aca dengan tatapan kosong dan langsung mendapat geplakan di punggung nya dari sang mama.
" Coba yang sengaja kamu cobain !" Jawab mama Anin masih dengan nada ketus dan tatapan sinis nya kepada sang anak.
Aca hanya mampu menghela nafas mendengar ucapan sang mama, sementara Arya, Ambu Imah dan Rini hanya menyimak saja tanpa berniat ikut campur.
Rencana nya sore ini Ambu Imah dan juga Rini akan langsung kembali ke kampung tempat tinggal mereka karna besok Rini sudah harus kembali masuk kerja.
Arya sudah melarang dan meminta ibu dan adik nya itu untuk kembali besok saja karna Arya tau jika mereka pasti capek jika harus pulang sore ini, namun Ambu Imah menolak karna tidak tega juga meninggal kan Eza sendiri di rumah walaupun anak bontot nya itu sudah besar.
Akhir nya mau tak mau Arya pun merelakan ibu dan adik nya untuk pulang ke kampung halaman dan nanti Arya sendiri lah yang akan mengantar mereka ke terminal.
Waktu kepulangan Ambu Imah dan Rini pun tiba, Arya dan Aca sudah bersiap untuk mengantar mereka, namun tiba-tiba saja papa Arka dan mama Anin mengajukan diri untuk ikut mengantar besan mereka ke terminal.
Akhir nya Ambu Imah dan Rini pun ikut dengan mobil kedua orang tua Aca sedang kan Arya dan Aca lebih memilih menaiki motor matic milik Arya karna memang jarak dari kontrakan Arya ke terminal tidak terlalu jauh.
Akhir nya mereka pun tiba di terminal dan Arya langsung menuju loket untuk membeli tiket bus untuk ibu dan adik nya.
" Ambu sama Rini hati-hati di jalan, Rin abang titip Ambu sama kamu ya, kamu juga baik-baik di kampung jangan sampe salah pergaulan, ingetin Eza juga !" Pesan Arya sebelum Ambu Imah dan Rini masuk ke dalam bus karna sebentar lagi mobil itu akan jalan, Rini hanya mengangguk dan mengiyakan saja ucapan abang nya itu.
" Kamu juga jaga diri baik-baik di sini dan ingat sekarang kamu sudah punya istri jadi kamu jangan macam-macam apalagi sampe menyakiti istri kamu kalo sampe itu terjadi Ambu sendiri yang akan turun tangan untuk kebiri kamu !" Jawab Ambu Imah dan di angguki oleh Arya dengan sedikit meringis.
Setelah bercepika-cepiki oleh besan dan juga sang menantu akhir nya Ambu Imah dan Rini pun masuk ke dalam bus dan tak lama kemudian bus itu pun langsung jalan.
Saat Bus yang di tumpangi oleh besan mereka sudah jalan papa Arka dan mama Anin pun ikut pamit pada Arya dan Aca untuk pulang lebih dulu dan meminta mereka untuk datang ke rumah besok atau lusa.
Setelah kedua orang tua Aca pergi Arya pun turut mengajak istri nya itu untuk pulang karna setelah ini mereka harus membereskan barang-barang Aca yang masih berserakan di ruang depan kontrakan nya.
Selama dalam perjalanan kembali ke kontrakan Arya dan Aca sama-sama saling diam, entah karna memang tidak ada obrolan atau memang mereka masih merasa canggung karna kini status mereka sudah berubah menjadi suami istri.
Hingga motor yang di kendarai oleh Arya pun tiba di depan kontrakan dan Arya langsung memarkir kan motor nya itu sedang kan Aca hanya memperhatikan semua pergerakan sang suami.
Aca yang bisa cerewet saat ini hanya mampu mengatup mulut nya karna ia merasa tidak enak pada Arya, sebeb karna ulah nya Arya harus menikahi diri nya.
" Kamu beresin aja dulu apa yang harus di beresin biar nanti abang bantu, abang mau ke kamar mandi dulu sebentar !" Ucap Arya begitu mereka sudah berada di dalam kontrakan.
Aca hanya menganggukan ucapan Arya tanpa berniat untuk menjawab nya, setelah Arya masuk ke dalam kamar mandi baru lah Aca menghela panjang nafas nya.
" Hufftt sekarang gua jadi penghuni tetap kontrakan ini !" Gumam Aca sambil menatap sekeliling kontrakan tersebut, seperti nya Aca harus membeli beberapa barang yang ia butuh kan seperti lemari meja rias dan juga Ac, ya Aca harus memasang Ac di kontrakan ini agar ia tidak ke gerahan jika tidur dan seperti nya Aca juga harus mengganti kasur yang lebih besar lagi karna tidak mungkin ia tidur di kasur sekecil itu berdua dengan Arya.
Pikiran Aca langsung traveling saat membanyang kan jika ia harus satu kamar dengan Arya yang sekarang sudah menjadi suami nya sambil senyum-senyum sendiri, hingga ia tidak sadar kalau Arya sudah keluar dari kamar mandi dan memperhatikan diri nya yang sedang senyum-senyum sendiri.
" Aca hey !" Ujar Arya sambil menepuk pundak Aca membuat gadis itu tersentak kaget karna keasikan melamun.
" Apa sih bang bikin keget aja tau gak ?" Sahut Aca dengan nada sewot membuat Arya memicing kan mata nya ke arah Aca.
" Ya kamu kenapa abang panggil-panggil gak nyahut malah senyum-senyum sendiri !" Jawab Arya membuat Aca gelagapan dan juga salah tingkah.
" Hah engga siapa jug yang senyum-senyum, abang salah liat kali !" Ngeles Aca dengan senyum yang di paksa kan membuat Arya hanya berdehem karna malas menyahuti kembali ucapan gadis itu.
" Bang pasang Ac boleh gak ?" Tanya Aca membuat Arya mendelik.
*
*
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
# Happy Reading 😘😘😘
semangat dgn karya selanjutnya 💪💪
nyimak, thorqu
up nya jgn lama² ya Thor.. 🤭😂